
Hari ini adalah hari dimana qania akan menjalani oprasi transplantasi ginjal. Hari yang selama ini di nantikan oleh sheila. Tak akan lama lagi sheila akan bisa melihat mamanya kembali tersenyum dan tidak akan merasakan sakit lagi.
Sheila duduk di kursi tunggu di depan ruangan oprasi. Xavier sampai dektik ini belum juga datang untuk menemaninya.
Sheila menghela nafas panjang sembari terus melihat ke bangsal depan menunggu kehadiran xavi. "Dia ngga dateng,"ucap sheila menunduk lemas.
Taklama sheilapun menggeleng, "sheila lagian kamu ngapain menunggu dia, dia bukan siapa-siapa kamu kamu harus ingat itu." ucap Sheila yang kemudian mengalihkan pandangannya. Walaupun sebenarnya di dalam hatinya sheila sangat mengharapkan xavier datang untuk menemaninya sampai oprasi mamanya selesai.
Tap
Tap
Tap
Suara langkah kaki seseorang berjalan mendekat ke arah sheila.
"Itu pasti xavi "batin sheila, sembari tersenyum sheila melihat ke arah orang yang berjalan mendekat kepadanya.
" Xavier." ucap sheila mendongak melihat orang itu.
Senyum sheila langsung memudar begitu tau yang datang bukanlah Xavier tapi Rico.
Seketika sheila langsung berdiri dan menatap tajam ke arah Rico, " Darimana kamu tau kalau saya ada di sini?" tanya sheila yang tak habis pikir kenapa tunangan kakak tirinya itu selalu saja mengikutinya dan membuat hidupnya semakin susah.
Rico malah tersenyum pada sheila, Rico bahkan tidak mempedulikan tatapan tajam yang menusuk dari sheila. Rico sangat berterima kasih pada Stiven karna berkatnya ia bisa berduan dengan sheila saat ini.
FLASHBACK
"Saya punya ide bagus supaya kamu bisa berduan dengan sheila. "ucap stiven.
Rico mengerutkan keningnya," Rencana apa? "tanya Rico penasaran.
" Saya baru saja mendengar kalau besok adalah jadwal oprasi mama sheila."
" Lalu?" tanya Rico yang masih tidak mengerti dengan rencana Stiven.
" Ini kesempatan kamu untuk bisa dekat dengan sheila."
Rico memutar matanya," Pasti di sana akan ada xavier tidak mungkin saya bisa mendekati sheila. "
" Kamu tenang saja saya akan suruh papa saya untuk menjadwalkan meeting penting untuk xavi besok." jelas Stiven.
Rico tersenyum melihat ke arah sheila" Saya selalu tau dimanapun kamu berada sheila, karna kita itu memang berjodoh." ucap Rico.
"Saya dan kamu itu sudah mempunyai pasangan masing - masing bahkan kita sudah saling bertunangan jadi kamu jangan menambah - nambah masalah seperti ini!" tegas sheila.
"Lebih baik sekarang kamu pergi dari sini sebelum ada kesalah pahaman lagi di antara kita!"usir sheila.
" Nggak saya tidak akan pergi, saya akan menemani kamu di sini sampai oprasi mama kamu selesai." kekeh Rico.
__ADS_1
"Ngga perlu saya bisa sendiri. "tolak sheila.
" Bagaimanapun kamu mengusir saya saya akan tetap di sini." kekeh Rico lagi.
" Rico, saya bilang pergi dari sini!" usir sheila lagi.
" Tidak akan." jawab Rico sembari duduk di kursi tunggu dekat sheila.
" RICO, Saya _______"
Ceklek
"Maaf buk, harap jaga ketenangan di sini. Ini ruangan oprasi." tegur seorang suster yang keluar dari dalam ruangan oprasi.
"Maaf sus. "ucap sheila.
Suster itu mengangguk kemudian kembali masuk kedalam ruangan oprasi.
Sheila melirik Rico dengan sinis, kemudian duduk di ujung kursi, jauh dari Rico.
" Sheila tenang sheila jangan buat kegaduhan di sini. Oprasi mama kamu harus berjalan dengan lancar! "batin sheila menenangkan dirinya.
***********
Xavi sangat gelisah karna sampai detik ini ia belum juga bisa keluar dari ruang meeting. Entah kenapa opanya itu secara tiba-tiba menjadwalkan meeting penting seperti ini.
Xavier terus melirik jam tangannya, xavier tau jika pasti saat ini oprasi mama sheila telah berlangsung.
Salah seorang rekan bisnis xavier melirik ke arahnya, ia bertanya tentang pendapat xavier tentang presentasi yang ia jelaskan tadi.
" Bagaimana tuan muda, apa tuan muda setuju dengan apa yang baru saja kami jelaskan? "tanya orang tersebut.
" Ya saya setuju." jawab xavi, xavier bahkan tidak fokus sama sekali dengan meeting saat ini. Ia tidak mendengarkan begitu jelas presentasi-presentasi yang di jelaskan rekan bisnisnya itu.
" Kalau tuan muda setuju, berarti meeting ini kita sudahi saja sampai di sini." ucap orang tersebut yang kemudian para rekan bisnispun berdiri sembari bersalaman untuk mengakiri meeting mereka.
"Maaf saya harus pergi sekarang, terima kasih atas kerja samanya. "ucap xavi yang dengan cepat keluar dari ruangan meeting.
" Sheila pasti sudah menunggu saya di sana. "gumam Xavi sembari berjalan cepat menuju lift.
***********
Brak..
Rashel menutup pintu mobilnya dengan satu kali dorongan. Dengan langkah anggunnya rashel berjalan masuk kedalam kantor Rico. Semua kariawan Rico menyapa dan tersenyum ramah kepadanya. Satu tujuan Rashel datang ke sini yaitu untuk bertemu dengan Rico dan memperbaiki hubungan mereka agar bisa kembali romantis seperti dulu lagi.
Rashel membuka pintu ruangan Rico perlahan - lahan, Rashel ingin membrikan kejutan pada Rico. Karna dari kemarin Rashel sudah mempersiapkan hadiah untuk Rico suapaya hubungannya lekas membaik.
Rashel melihat sekeliling ruangan, semua berkas dan leptop masih tertata rapi di atas meja, seperti belum tersentuh oleh siapapun.
__ADS_1
"Dimana Rico, apa dia belum datang? "Heran Rashel karna tidak mungkin Rico belum datang ke kantor.
Rico mengambil pknselnya dari dalam tas kemudian menelfon rico.
" Sial, ngga di angkat lagi." kesal Rashel karna usahanya tidak membuahkan hasil.
Tak berapa lama sekretaris Ricopun masuk kedalam ruangan Rico untuk meletakkan beberapa berkas di meja Rico.
Enjel. "panggil Rashel begitu Enjel masuk.
Iya buk." jawab enjel sopan.
"Apa Kamu tau kemana perginya tunangan saya? "
"Pak Rico buk?"
"Iya, siapa lagi. "kesal Rashel.
" Tadi pagi pak rico bilang kalau dia hari ini tidak masuk ke kantor karna ada urusan lain yang harus ia lakukan buk." jelas enjel.
"Urusan apa? "heran Rashel.
" Saya juga tidk tau buk." jawab enjel yang kemudian pamit untuk kembali bekerja.
" urusan apa yang di kerjakn Rico, apa urusan kantor? Rasanya saya kurang yakin kalau itu urusan kantor. Rico itu orang yang tidak mau susah apalagi dengan urusan kantor." ucap Rashel.
" Apa Rico menemui sheila? "pikir Rashel.
" Ngga ini ngga bisa dibiarin, saya harus mengecek ke rumah sakit." ucap Rashel yang kemudian keluar dari ruangan Rico.
***********
Xavier secepat mungkin berlari menuju tempat opras mama sheila, xavi merasa sangat bersalh karna ia datang sangat terlambat seperti ini. Kasihan sheila yang menunggu sendirian dengan semua kehatirannya.
"Maafkan saya sheila. "batin Xavi sembari terus berjalan cepat menuju ruangan tersebut.
Makanan serta minuman yang di bawa oleh xavi jatuh begitu saja dari tangannya begitu melibat sheila yang duduk bersama Rico di depan ruangan oprasi.
" Kenapa bisa ada Rico di sini? "
"Apa sheila menghubungi Rico karna saya tidak datang?"
Semua pikiran buruk dan kesalah phaman berputar mengelilingi otak xavier saat ini. Entah apa yang ia rasakn saat ini, xavier tidak tau. Perasaan apa yang membuatnya sampai merasa seperti ini,sangat sulit untuk xavier mengartikan sekarang. Yang jelas xavier merasa sangat kecewa dan marah pada dirinya.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung