Suamiku CEO Kaya

Suamiku CEO Kaya
Bab 62.Membunuh Frans


__ADS_3

Malam ini adalah malam yang sudah di rencanakan Rashel dan stiven untuk membunuh Frans. Mereka sudah menegecek dan memastikan jika Frans saat ini sedang berada di rumah dalam keadaan sakit.jelas saja kondisi frans saat ini sangat membuat Rashel bahagia karna pasti sangat mudah untuk para orang surahannya itu untuk membunuh frans.


"Buruan! "bisik orang yang di utus oleh Rashel memberi kode pada temannya untuk segera menyergap dan meringkuk satpam yang berjaga di rumah frans.


Dengan langkah kecil dan sangat berhati - hati dua perampok itu mendekat ke dalam pos jaga satpam.Dan...


Bugh....


Kedua perampok itu memukul satpam tersebut dengan balok kayu dari belakang. Dengan satu pukulan kuat satpam tersebut jatuh ke atas lantai dalam keadaan tidak sadarkan diri..


"Ikat dia cepat! "perintah satu perampok yang memimpin aksi tersebut.


Anak buah perampok tersebut langsung melaksanakan perintah tersebut. Satpan tersebut di ikat di dalam post jaganya tak lupa perampot tersebut juga melakban mulut satpam tersebut agar ia tidak berteriak saat ia bangun nanti.


"Ayo! "ucap pimpinan perampok tersebut, mengisyaratkan pada temannya untuk masuk kedalam rumah.


************


Sheila terdiam dengan semua lamunanya di dalam kamar. Perkataan serta tindakan papanya tadi cukup mengganggu pikirannya saat ini. Tindakan papanya tadi sangat di luar dugaannya.


FLASHBACK


"Sheila? "kaget leonard begitu ia masuk kedalam ruanganya.


Sheila berbalik dan melihat papanya yang kaget dan berjalan mendekat ke arahnya.


Leonard memegang kedua bahu sheila" Ini bener kamu nak?" tanya leonard dengan mata yang berkaca-kaca.


" Maaf pak, saya sedang bekerja!" sheila melepas tangan leonard dari bahunya.


Sheila melanjutkan pekerjaannya mengepel ruangan leonard.


Leonard memperhatikan pakain sheila dari atas sampai bawah. Pakaian Office girl yang di pakai oleh sheila membuat leonard amat marah. Leonard mengambil pel dan ember dari tangan sheila kemudian menjauhkannya.


"Kenapa kamu berpakaian seperti ini? "tanya leonard dengan tatapan tidak mengerti kenapa sheila bisa bekerja sebagai office girl di kantornya.


" Memangnya kenapa, apa pekerjaan yang saya lakukan ini salah?"


" Saya tidak mencuri ataupun menipu seperti anda. Pekerjaan yang saya lakukan ini halal. "jawab sheila.


" Sheila kamu itu sudah menjadi istri dari xavier alexsander tapi kenapa kamu masih bekerja. Apa xavier tidak memberikan nafkah pada kamu?"


" Maaf pak, saya belajar dari pengalaman yang sudah anda lakukan pada saya dan mama saya. Saya tidak mau terlalu bergantung pada suami saya. "


" Saya hanya berjaga - jaga supaya kehidupan saya tidak semenderita mama saya nantinya. Di tinggalkan oleh seorang suami penipu yang tidak bertanggung. "sheila tidak bisa mengontrol emosinya, rencana yang ia susun mungkin kali ini akan berantakan tapi, yasudahlah sheila tidak memikirkan itu lagi. Soal rencana menghancurkan mamanya bisa ia pikirkan rencana lain.


Leonard menghela nafas panjang atas semua sindiran yang di lontarkan oleh anak kandungnya sendiri. Leonard tidak melawan ataupun menjawab perkataan anaknya, leonard sadar jika perbuatan yang ia lakukan dulu memang tidak bisa di maafkan begitu saja.


Leonard merogoh ponsel dari sakunya kemudian menelfon seseorang.


"pasti dia akan mengeluarkan saya dari kantor ini." batin sheila melihat leonard yang langsung mengambil ponselnya begitu ia sellesai berkata seperti itu tadi.

__ADS_1


Pekerjaan saya sudah selesai, bapak bisa masuk dan melakukan pekerjaan bapak sekarang! "ucap sheila mengambil pel serta ember yang di jauhkan oleh leonard darinya sembari berjalan keluar.


" Tunggu sheila!" cegah leonard yang membuat sheila menghentikan langkahnya.


" Papa mau bicara dengan kamu!"


" Tolong tunggu sebentar!"


" Maaf pak saya di sini sebagai kariawan bukan sebagai putri anda. "tolak sheila yang kembalik melanjutkan langkahnya untuk keluar dari ruangan leonard.


Ceklek....


Pintu ruangan leonard terbuka begitu sheila hendak keluar.


Orang itu menunduk hormat pada leonard begitu ia masuk.


" Maaf pak ada apa bapak memanggil saya? "tanya Reno.


" Tolong urus pengangkatan sheila sebagai sekretaris pribadi saya ke HRD! "


" Saya tidak mau putri saya bekerja sebagai Office girl di kantor saya!" sambung leonard yang mendapat keterkejutan dari sheila.


Sheila pikir leonard menyuruhnya untuk berhenti dan keluar dari kantornya setelah apa yang ia ucapkan tadi tapi ternyata reaksi leonard jauh dari dugaannya.


" Baik pak, saya akan urus ini semua dengan cepat! "jawab Reno yang kemudian keluar dari ruangan leonard.


" Sebagai putri dari pemilik perusahaan ini kamu tidak pantas bekerja seperti ini sheila. Papa akan menjadikan kamu sekretaris pribadi papa supaya kamu bisa belajar memimpin perusahaan ini di dan bisa menggantikan papa saat papa sudah tidak sanggup lagi nantinya. "jelas leonard.


"Maaf pak saya tidak bisa, karna saya tidak pernah menganggap anda sebagai putri anda. Jadi perlakukan saya selayaknya kariawan biasa! "tolak sheila.


" Sheila papa tidak bisa melakukan itu, kamu putri papa yang selama ini papa rindukan. Papa tidak mau mengabaikan kamu lagi di saat kamu sudah berada dekat dengan papa. "


"Jadi tolong terima pekerjaan yang papa berikan ini pada kamu. Jika kamu memang tidak mau terlalu bergantung pada suami kamu. "


"Papa tidak berharap kamu bisa memaafkan papa tapi setidaknya untuk saat ini kamu mau menerima pekerjaan yang papa berikan ini. "


"Tolong biarkan papa bisa merasakan dekat dengan kamu! "


Dengan tatapan mata yang tulus leonard menatap sheila dengan sangat memohon.


Karna tatapan itu entah kenapa sheila merasa melunak dan tanpa sengaja ia mengangguk dan menjawab, "Saya akan terima tawaran ini asalkan anda berjanji akan memperlakukan saya layaknya kariawan biasa nantinya." ucap sheila mengajukan syarat.


Leonard mengangguk, "Iya papa akan lakukan apa yang kamu minta asalkan kamu mau menerima tawaran ini."


"Dan satu lagi jangan pernah mengatakan sebutan papa pada saya karna di sini saya bekerja sebagai kariawan bukan anak anda! "ucap sheila yang kemudian keluar dari ruangan.


" Kenapa lagi kamu?" sheila terkejut dengan suara berat yang menghancurkan lamunannya.


Sheila melihat xavier yang sedang berdiri di sebelah ranjang dengan tangan yang ia masukkan kedalam saku celananya. Sheila melihat xavier sedang menatapnya yang tengah tertidur di tengah - tengah kasur.


"Kamu sejak kapan ada di sana? "tanya sheila yang segera duduk.

__ADS_1


" Sejak kamu melamun dengan tatapan kosong sambil melohat ke atas plafon. '' jawab xavi.


Selama itu? "kaget sheila. Kenapa kamu tidak menyadarkan saya? Dan kenapa kamu baru bersuara sekarang?" tanya sheila yang sabgat kesal. Ia membayangkan betapa jeleknya dirinya saat ia melamun tadi.


'' Karna saya rasa kamu sudah menyudahi lamunan kamu. "Xavier membuka jas serta dasinya.


" Bagaimana rencana kamu, apa berjalan mulus?" sheila mengerutkan keningnya ia bahkan tidak mengatakan jika ia sedang menjalankan rencananya saat ini pada xavier.


" Tau dari mana kamu kalau saat ini saya sedang menjalankan rencana saya? "


Xavier tertawa kecil," sangat mudah bagi saya mengetahui itu. Saya tau kamu melamar oekerjaan di oerusahaan papa kamu sendiri.Apala lagi kalau bukan menjalankan rencana."


"Mendekati musuh adalah cara kamu membalas dendam.iyakan?" ucap xavi mengingatkan perkatan sheila di mobil waktu itu.


Ternyata dia masij ingat. "batin sheila. Sheila pikir kalau xavi tidak mempedulikannya tapi ternyata di balik sikapnya menyebalkannya itu ia ternyata sangat peduli dengannya.


" Iya, saya sedang melancarkan rencana saya saat ini."


" Saya sudah di angkat menjadi sekretaris pribadi dia sekarang. "jawab sheila yang enggan mengakui jika leonard adalah papanya.


" Bagus berarti kamu bisa dengan cepat membalaskan drndam kamu."


" Hmmm...."


" Jangan lupa beri tahu saya semua oerkembangan rencana kamu. Karna orang seperti mama tiri kamu itu sangat sukit di hancurkan."


"Jadi jika ada suatu masalah cepat beri tahu saya agar saya bisa dengan cepat membantu kamu! "ucap xavier sebelum ia masuk kedalam kamar mandi.


Sheila memperhatikan xavier yang masuk kedalam kamar mandi," Kenapa dia menjadi perhatian seperti ini pada saya, aneh? "barin sheila yang merasa heran dengan sikap xavier yang berubah - ubah.


***************


Kedua perampok itu masuk kedalam kamar frans yang tidak terkunci. Kedua perampok itu melihat frans yang terbaring lemah di atas kasur. Tidur frans yang sangat pulas membuatnya tidak menyadari jika ada dua orang asing yang akan membunuhnya.


Pimpinan rampok tersebut mengeluarkan pisau dari dalam kantongnya. Pisau runcing dan tajam ia oeganv erat di tangannya. Dengan langkah kecil dan mengendap - ngendap ia berjalan mendekat ke arah frans.


"Mati kamu frans! "gumamnya mengangkat oisau tersebut ke atas dan menusuk bagian perut frans cukup dalam.


" Aaaakkkh" rasa sakit tusukan tersebut membuat frans terpekik namun dengan cepat teman perampok tersebut membekap mulut frans menggunakan bantal Mereka mengunci gerakan frans sampai frans tak berdaya lagi.


Kedua perampom tersebut dengan cepat mencari leptop serta ponsel yang di suruh oleh Rashel. Setelah mendaoatkan itu semua merekapun mengambil brankas serta emas juga uang yang ada di lemari frans.mereka mengambil barang - barang berharga milik frans agar terlihat jika kejadian ini benar - benar perampokan bukan oembunuhan yang di rencakan.


"Ayo kita keluar sebelum ada yang tau! "ucapnya menyuruh temannya itu menyudahi. Temannya itu mengangguk kemudian dengan cepat mereka keluar dari rumah Frans.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2