
Satu minggu kemudian.....
"Akirnya sekarang mama sudah boleh pulang." ucap sheila sangat bahagia karna mulai sekarang ia akan selalu melihat mamanya di rumah dan akan banyak menghabiskan waktu dengannya.
"Iya, mama sudah tidak sabar ingin segera melihat rumah. "jawab qania membalas senyuman sheila.
Seorang penjaga masuk Saat sheila sedang berbincang dengan mamanya.
" Maaf non, diluar ada yang mencari non sheila." lapor penjaga tersebut.
" Siapa yang mencari saya? "pikir sheila.
" Ma, sheila tinggal dulu ya." pamit sheila yang di angguki oleh qania.
Sheilapun keluar di ikuti oleh penjaga dari belakang.
Saat tiba di luar sheila melihat seorang wanita yang sepertinya seumuran dengan mamanya sedang berdiri di depan pintu.
"Ada apa ya cari saya?" Perempuan tersebut langsung melihat ke arah sheila begitu sheila bertanya.
"Apa kamu yang bernama sheila?" tanya perempuan tersebut.
"Iya, "jawab sheila masih terheran-heran.
" bisa ikut saya sebentar? Ada hal penting yang ingin saya bicarakan dengan kamu. "ucapnya yang kemudian berjalan ke arah lift.
Sheilapun mengikuti perempuan tersebut karna penasaran dengan apa yang ingin ia bicarakan padanya.
***********
" Jadi ada hal apa yang ibuk mau bicarakan dengan saya?" tanya sheila begitu mereka berdua telah duduk di kursi taman dekat rumah sakit.
Bukannya menjawab perempuan tersebut malah menyodorkan tangannya ke arah sheila, "Kenal saya Tari, mamanya Rico." Ucap tari yang membuat sheila sangat terkejut dibuatnya. Bagaimana bisa orang tua Rico tau tentang dirinya.
Saat sheila akan menerima jabat tangan Tari, tari malah dengan segera menyingkirkan tangannya." Langsung saja saya cuma mau bilang pada kamu untuk menjauhi anak saya karna anak saya akan segera menikah dengan Rashel. Jadi tidak usah mengganggu hubungan mereka lagi." tegas Tari.
Tari mengambil selembar chek dari dalam tasnya kemudian memberikannya pada sheila." Tulis berapapun uang yang kamu butuhkan di sana saya akan kasih, asalkan kamu bisa jauh - jauh dari anak saya. "sambung tari menatap sheila dengan tatapan sinis.
Mendengar itu membuat Sheila menjadi marah, Tari baru saja merendahkannya dan menuduhkan hal yang tidak pernah ia perbuat.
"Saya tidak butuh uang ibuk, lagian saya dan Rico tidak punya hubungan apapun. Saya juga tidak ada niatan untuk mengganggu hubungan mereka. "jawab sheila dengan penuh amarah. Secara tidak langsung tari baru saja menuduhnya kalu ia adalah perempuan penghoda yang merusak hubungan Rashel dan Rico, Tari juga menuduhnya kalau ia perempuan matre dengan ia memberikan chek padanya seperti ini .
Sheila berdiri, kemudian memberikan kembali chek yang di kasih oleh Tari kepadanya tadi.
"Saya tidak butuh uang ibuk." ucap sheila yang kemudian pergi.
Tari melihat ke arah sheila yang berjaln belum jauh, "Tunggu.. "ucap Tari yang membuat sheila berhenti melangkah.
__ADS_1
Tari melangkah mendekat pada Sheila," Buktikan jika kamu memang tidak punya hubungan dengan Rico! "Tari memberikan undangan pernikahan Rico dan Rashel pada sheila.
Sheila menerima undangan tersebut kemudian kembali melanjutkan langkahnya.
****************
" Sheila kemana tante? Tanya xavi pada qania.
Xavier datang kerumah sakit untuk mengantarkan qania dan Sheila pulang. Xavi datang tidak lama setelah sheila berpamitan untuk keluar.
" Sheila pergi ke luar sebentar karna ada orang yang mencari dia tadi." jawab qania yang duduk di atas kursi roda.
"Siapa tante? "tanya xavi penasaran.
qania menggeleng," Tante juga tidak tau xavi. "jawab qania.
Xavi terdiam memikirkan siapa menemui sheila," Apa orang yang di maksud itu Rico? "pikir Xavier.
Ceklek....
Sheilamasuk kedalam ruangan mamanya dan mendapati ada xavi di dalam ruangan tersebut.
Sheila dan xavier sempat beradu pandang sampai akirnya terputus karna qania bertanya pada sheila.
" Siapa yang menemui kamu tadi nak?"
" Eeee.... Itu ma" ucap sheila yang berkata tidak jelas.
Sheila melihat ke arah tangannya, kemudian menunjukkan undangan pernikahan itu pada mamanya, " Iya ma, ini undangan pernikahan Rico. Mama Rico yang memberikan ini pada sheila tadi."jelas sheila
Xavi masih terdiam mendengarkan semua jawaban dari sheila, toh semua pertanyaan yang yang akan ia tanyakan pada sheila sudah si tanyakan semua oleh qania.
"Tuh.... Temen kamu saja sudah menikah lalu kalian kapan?"Qania tiba-tiba saja membahas soal pernikahan xavi dan sheila.
Sheila dan xavi saling adu pandang begitu mendengar pertanyaan qania.
" Niat baik itu harus di segerakan." sambung qania lagi.
" Xavi kamu benar - benar mau seriuskan dengan anak tante?" Qania mengalihkan pandangannya pada xavi yang terlihat gelagapan menanggapi pertanyaan Qania.
"Iya tante" jawab xavi yang tidak tau akan berkata apa.
"Lalu kapan? kalian harus mempersiapkan ini mulai sekarang. Kamu sudah memperkenalkan sheila pada keluarga kamukan?"tanya qania lagi semakin memojokkannya.
"Sudah tante." jawab xavi yang merasa sedang di introgasi oleh qania.
"Lalu apa tanggapan mereka?"
__ADS_1
"Mereka semua seteuju tante"jawab xavi.
"Nah.... Tunggu apa lagi, pokonya mulai besok kalian harus cari IO untuk pernikahan kalian." perintah qania yang memunculkan pelototan hebat dari sheila.
" Ngga harus secepat itu ma." ucap sheila.
"Kenapa tidak? Kamu mau alasan apa lagi, mama sekarang sudah sembuh tidak ada alasan lagi untuk kamu segera menikah dengan xavi. "
Sheila dan xavi saling bertatapan mendengar semua ucapan qania kepada mereka berdua.
*****************
"Gimana sayang aku cantik ngga pake baju ini?" tanya Rashel memperlihatkan gaun pengantin yang akan mereka pakai minggu depan.
Saat ini Rashel dan Rico sedang melakukan fiting baju untuk acara pernikahan mereka minggu depan.
Rico melihat Rashel sekilas "Hmmm...." jawab Rico berdehem sembari kembali fokus pada ponselnya.
Rashel tidak mempedulikan sikap cuek Rico padanya yang jelas minggu depan ia akan menikah dengan Rico dan tidak akan ada lagi yang bisa mengganggu hubungan mereka.
Rashel berputar - putar di depan cermin sembari melihat gaun putih yang menjulur ke lantai dan di hiasi manik - manik putih di bagian atasnya. Ia terlihat sangat cantik mengenakan pakai tersebut. Tidak sia - sia ia menghasut tari untuk menyegerakan pernikahannya dengan Rico.
FLASHBACK
"Aku takut Rico akan meninggalkan ku tan?"
"Aku takut Rico termakn hasutan perempun itu dan meninggalkan aku."
"Aku harus melakukan apa tan supaya rico kembali care dn perhatian lagi sama aku? "
Rashel menangis terisak - isak di dalam pelukan Tari, mencertakan semua kekhawatiran.
"Kamu yang tenang ya sayang, tante tidak akan membiarkan itu terjadi. "ucap tari menenangkn Rashel.
" Ada satu cara agar hubungan kalian tidak hancur gara-gara perempuan itu." ucap tari.
Mendengar itu Rashel langsung bangkit dan melepaskan pulukannya dari Tari.
"Apa itu tan? "tanya penasaran.
" Kita percepat pernikahan kamu dengan Rico." ucap Tari yang langsung memunculkan senyum bahagi di wajah rashel.
Rashel tersenyum melihat Rico yang duduk di sofa butik," Selama kedua orang tua kamu berpihak pada aku kamu tidak akan bisa lepas dari aku Rico. "batin Rashel.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung