
Sandra masuk kedalam kantor polisi saat polisi mengabari perkembangan kasus kematian frans padanya tadi.
" Bagaimana pak, apa orang yang sudah merampok rumah kakak saya sudah bertemu?"
"Bagaimana wajahnya pak, saya ingin lihat?"
"Dimana dia?"
"Pokoknya saya mau orang itu di hukum seberat - beratnya! "
Ucap sandra begitu ia sampai di kantor polisi.
"Maaf ibuk, ini dengan siapa dan kasus apa? "tanya polisi itu yang terlihat heran saat sandra tiba - tiba datang dan menanya bayak pertanyaan seperti itu padanya.
" Casandra adik dari frans yang mati dalam peristiwa perampokan di rumahnya."
" baik ibuk sandra, kami memang sudah mendapatkan vidio rekaman cctv dari rumah warga." polisi tersebut melihatkan rekaman cctv tersebut pada sandra.
"Terlihat jelas di sini jika mobil itu keluar dari komplek perumahan pak frans." polisi itu menggeser slide rekaman berikutnya.
'' Dan ini rekaman sejalanjutnya mobil yang sama namun di lokasi yang berbeda. Di sini kita sama - sama lihat jika wajah perampok itu terlihat jelas dan sekarang kami sudah mencari mereka berdua."
"Tapi dua orang yang memakai masker dan penutup kepala itu bagaimana pak?''
"Ada dua kemungkinan dari dua orang ini, pertama mereka penadah barang rampokan dan kedua mereka adalah orang yang menyuruh kedua perampok ini. "
"Tapi saat ini kami fokus untuk mencari dua perampok ini dulu untuk bisa menanyai apa sangkut paut dua orang tersebut."
*****************
Sheila memasukkan makan siang untuk xavi kedalam termos makanan. Bukan tanpa sengaja atau sheila sudah mulai suka pada xavi tapi karna karinalah yang menyuruhnya untuk lebih perhatian pada xavi.
Sheila menghela nafas saat semua makanan telah selesai ia masukkan.
"Udah selesai sheila?" tanya karina menghampiri sheila.
"Udah ma. "
__ADS_1
"Yasudah kalau begitu sekarang kamu ganti baju dandan yang cantik abis itu kamu pergi ke kantor xavi."
" Loh mama ngga ikut?"
"ngga lah sayang, ngapain mama ikut mama ngga mau ngerusak momen kalian berdua."
Karina mendorong tubuh sheila pelan, "sudah buruan nanti xavi keburu makan siang di luar! "ucap Karina yang terpaksa harus sheila turuti.
*************
Ceklek....
Sheila membuka pintu ruangan xavi tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
" Tumben kamu ke sini?" tanya xavi yang sudah tau siapa yang berani-beraninya masuk keruangannya tanpa mengetuk pintu.
"Kalau bukan mama kamu yang suruh saya juga tidak mau ke sini."
"Kamukan bisa menolak. "ucap xavi masih fokus pada layar leptopnya.
" Iya, tapi saya juga suntuk kalau terus - terusan di rumah jadinya saya terima."
Xavi duduk di sebelah sheila sembari menatap sheila dengan lekat.
" Kamu senang mengantarkan makan siang untuk suami tampan kamu inikan? "
" Hah...." ucap sheila mendengar xavi yang berbicara sedikit lebay seperti itu.
"Waaa...dari mana kamu mempelajari bicara seperti itu?. "sheila mendekatkan wajahnya ke wajah xavi." Kata kata kamu terdengar sangat aneh. "ucap sheila kemudian menjauh.
Xavi tertawa melihat sheila yang terlihat geli dengan ucapannya tadi.
" Coba kita lihat masakan apa yang sudah di bawakan oleh istri tercinta saya ini." ucap xavi melihat makanan yang di bawa oleh sheila.
sheila bergidik ngeri mendengar ucapan xavi.
"Wau stic, "xavi mengambil piring yang telah di sediakan sheila kemudian meletakkan steak tersebut ke atas piring.
__ADS_1
Xavi melihat ke arah sheila lalu mengacak rambut sheila," Kamu memang tausekali kesukaan saya. "
Sheila menyingkirkan tangan xavi dari kepalanya," Ini dia kenapa sih?" batin sheila melihat xavi yang tersenyum gsenyum ke arahnya. "apa dia kerasukan, ?".
"Kenapa kamu melihat saya seperti itu, apa kamu baru menyadari kalau suami kamu ini memang tampan? "ucap xavi yang lagi - lagi tersenyum ke arah sheila sambil memotong daging steaknya.
" Fixs ini kerasukan, pasti ada setan yang ngerasukin tubuhnya." sheila dengan cepat mendekat dan memegang kening xavi sambil mendorong tubuhnya sampai membuat xavi separuh tertidur di atas sofa.
Mulit sheila komat - kamit seperti membacakan mantra yang entah apa yang ia baca xavi tidak mengerti.
" Apa yang kamu lakukan."
"Sheila menahan tubuh untuk tidak bangkit."
"Saya yakin kamu sedang kerasukan, jadi diam dan biarkan saya mengeluarkan hantu itu dari tubuh kamu."
"Hey... Saya tidak kerasukan!"
"Diam dan biarkan saya konsentrasi, sikap kamu sangat jauh berbeda dan sangat bertimbal balik dari kamu biasanya."
Xavi menggeleng, sambil memperhatikan sheila yang komat kamit dengan mata yang terpejam. Entah apa yang ia baca tapi itu cukup menggemaskan untuk xavi. Bibir merah dan wajah sheila yang terlihat sangat serius membuat xavi tidak tahan untuk tidak mencium sheila.
Xavi mendorong wajah sheila mendekat kepadanya lalu xavi langsung mengulam bibir sheila.
Sheila membuka matanya saat xavi telah selesai menciumnya. Sheila menatap xavi yang malah terlihat biasa - biasa saja setelah menciumnya.
Xavi bangkit dan kembali menyantap makanannya.
"Kenapa? "tanya xavi dengan santainya," kita sudah suami istrikan? "ucap xavi menyeruput minumannya.
" Dia membuat saya berdebar lalu sekarang bersikap biasa saja, tak akan saya biarkan." sheila menarik kepala xavi lalu membalas ciumman xavi.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung