Suamiku CEO Kaya

Suamiku CEO Kaya
Bab 30. Perlakuan istimewa


__ADS_3

Daniel membawa sheila ke sebuah salon terkenal dan ternama di jakarta.kedatangan sheila dan daniel langsung di sambut oleh para pegawai salon dengan sangat hormat. Salah satu pegawai menyuruh sheila untuk ikut bersamanya.


"Mari Nona. "ucap nya menuntun sheila untuk pergi ke ruangan make over.


Sheila menurut dan mengikuti kariawan tersebut.


" Silahkan duduk Nona!" ucap kariawan itu menyuruh sheila duduk di atas kursi rias besar yang empuk dan sangat nyaman. Di hadapan sheila terdapat kaca besar serta lampu LID yang mengelilingi kaca. Tidak lama datang seorang wanita cantik yang berpenampilan sangat mewah ke dalam rungan tersebut, wanita itu menyapa sheila dengan sangat lembut dan sopan.


"Perkenalkan nama saya iren perias profesional di sini. Tuan muda xavi menyuruh saya untuk merias Nona sheila secantik mungkin untuk acara malam ini. "ucap wanita itu mempwrkenalkan dirinya.


" Ngga usah panggil Nona, panggil saya sheila saja!" ucap sheila sangat risih di panggil nona dari tadi oleh para kariawan juga Daniel asisten pribadinya Xavi.


Iren tertawa kecil," baik saya akan panggil sheila saja." ucap iren sambil membuka kotak make up nya.


Iren mengikat rambut sheila dan memakaikan sheila badana. Iren mulai memoleskan fondesien pada wajah sheila,sheila diam dan menuruti step demi step make up yang di lakukan iren padanya. Terserah apapun yang akan di lakukan pada wajahnya yang jelas saat ini sheila hanya ingin segera menyudahi ini semua.


*************


Rashel masih enggan untuk kembali ke rumah akibat pertengkaran mama dan papanya tadi pagi. Rashel masih diam menunggu rico di dalam ruangannya. Sebenarnya Rico sudah berulang kali menyuruh Rashel untuk pulang karna Rico hari ini sangt sibuk dengan meeting pentingnya.


"Sayang mendingan sekarang kamu pulang ya, aku hari benaran ngga bisa nemenin kamu. Ada meeting penting yang harus aku hadiri hari ini!" bujuk Rico lagi sembari mengelus untuian rambut Rashel yang masih duduk diam dari tadi pagi di dalam ruangannya.


Rashen menggeleng," Aku ngga mau pulang sayang, aku capek liat mama sama papa ribut. Mendingan aku di sini aja aku ngga papa kok kalo harus nungguin sampai meeting kamu selesai." tolak rashel.


"Tapi pasti kamu bosen nungguin aku,kalau kamu memang ngga mau pulang lebih baik kamu belanja di mall atau happy happy sama temen-temen kamu dari pada kamu nungguin aku kayak gini." Rico sangat Risih di tunggui oleh rashel seperti ini langkahnya terasa terhambat gara-gara rashel yang tak kunjung pergi dari kantornya.


" Lagian aku juga ngga enak kalo tinggalin kamu sendirian di sini. "Lagi-lagi Rico mencoba untuk mengusir Rashel dari kantornya.


Rashel masih saja menggeleng," Aku akan tetap di sini sampai meeting kamu selesai. Aku lagi ngga mau ngapa-ngapain anggep aja aku lagi mau nenangin pikiran aku di sini. "


Rashel memegang pipi Rico "kamu tenang aja ngga usah kawatirin aku di sini." ucap Rashel tersenyum ke arah Rico.


Rico membalas senyuman Rashel walau dalam hatinya Rico sangat kesal. "Ni perempuan keras kepala banget sih, di suruh pergi malah ngga pergi." umpat Rico.


"Yaudah kalo gitu aku pergi meeting dulu. "pamit Rico yang di angguki oleh Rashel.


**********


Satu jam berlalu akirnya sheila selesai dengan semu penampilan istimewanya.


Sheila berjalan keluar untuk menemui Daniel asisten pribadinya Xavi. Daniel berdiri begitu melibat sheila keluar. Daniel sempat terdiam terpaku melihat penampilan calon istri bosnya itu yang terlihat sangat cantik. Sulit untuk daniel mendeskripsikan penampilan sheila yang menurutnya sangat sempurna.



"Daniel. "sheila terlihat heran melihat daniel yang diam melihatnya seperti itu.


" Daniel!"panggil sheila lagi yang membuat daniel tersentak dan kembali ke pikirannya lagi.

__ADS_1


" Iya nona" jawab daniel.


"Kamu kenapa melihat saya seperti itu? "tanya sheila yang berpikir jika ada yang salah dengan penampilannya.


" Tidak papa Nona, mari!" ucap daniel mengantar sheila untuk ke mobilnya.


Di dalam mobil sheila dan daniel saling diam tidak ada yang membuka pembicaraan di antara mereka. Jelas saja kondisi ini membuat sheila merasa tidak enak, perjalananpun serasa jadi lama. Sheila berencana ingin bertanya-tanya tentang xavier pada Daniel. Siapa tau daniel mau mengatakan sifat xavier yang sebenarnya kepadanya.


"Kamu sudah berapa lama bekerja dengan xavi?" tanya sheila memecah keheningan di antara mereka.


Daniel melirik sheila dari kaca spion, "kurang lebih sudah sepuluh tahunan nona." jawab Daniel.


"Ternyata ada ya yang bisa tahan kerja selama itu sama dia. "gumam sheila yang tak terdengar jelas oleh daniel.


" ha ?" tanya daniel yang tidak terlalu jelas mendengar perkataan sheila.


Sheila menggeleng," Ngga usah panggil saya nona, panggil sheila aja. Saya ngga suka di panggil nona! "ucap sheila yang langsung di angguki oleh daniel.


" Kalo kamu sudah bekerja selama itu dengan xavi berarti kamu sudah tau banyak soal xavi?" sambung sheila lagi.


" Hmmm.... Lumayan non "daniel dengan cepat meralat ucapannya" Maksud saya sheila."


" Kalo begitu kamu pasti tau sifat bejat bos kamu itu. "sheila langsung bertanya pada intinya sheila ingin tau seberapa bejat laki-laki yang sedang ia hadapi saat ini.


" Sudah berapa banyak wanita yang dia rusak?" tanya sheila lagi.


Daniel terlihat sangat terkejut mendengar pertanyaan dari tunangan bosnya itu.


"Tuan muda tidak pernah berprilaku seperti yang kamu katakan." bantah Daniel.


"Memang tuan muda itu orangnya sedikit kasar dan arogan tapi jika untuk berlaku bejat dan memainkan wanita itu bukan sifat tuan muda." jelas Daniel lagi.


"Malah kamu adalah perempuan pertama yang di perlakukan seperti ini oleh tuan muda."


"Selama ini tuan muda selalu menghindari yang namanya wanita."


"Dia gay?" tebak sheila begitu Daniel mengatakan jika xavi takut pada wanita.


"Bukan, tuan muda sengaja menghindari yang namanya wanita karna dia tidak mau jatuh cinta. Tuan muda menganggap jika jatuh cinta hanya akan mempersulit hidupnya. Dengan cinta ia akan lemah dan karier yang ia bangun dan ia jaga saat ini bisa - bisa hancur kalau ia jatuh cinta. "jelas Daniel menjelaskan pemahaman xavier yang xavi pegang erat-erat selama ini tapi kedatangan sheila membuat pemahaman itu runtuh.


"Pemahaman macam apa itu. "ucap sheil menertawai penjelasan Daniel yang tidak masuk akal.


" Terdengar aneh memang tapi itulah pemahaman tuan muda, makannya saya sedikit terkejut waktu tuan muda menyuruh saya untuk menjeput kamu dan menyiapkan keperluan kamu untuk ke acara ini. "


"Kamu perempuan pertama dan satu-satu yang bisa dekat dengan tuan muda."


"Kamu beruntung sheila, kamu beruntung bisa mendapatkan pria yang baik dan tampan seperti tuan muda. "puji Daniel.

__ADS_1


" Beruntung? Berutung apanya Cowok bejat sekaligus menyebalkan seperti dia. "batin sheila.


" Saya yakin pasti pria itu sudah mengancem dia untuk tidak mengatakan hal buruk tentangnya "


" Tapi saya tidak akan menyerah begitu saja, saya akan menyelidiki siapa sebenarnya pria itu dan hal-hal bejat yang selama ini dia sembunyikan." batin sheila yang tak ingin percaya begitu saja dengan penjelasan daniel.


" Ternyata kamu tidak tau apa-apa tentang sifat sebenarnya bos kamu. "ucap Sheila.


Daniel terlihat tidak mengerti dengan maksud sheila yang mengatakan jika ia tidak mengetahui bagaimana sifat aslinya itu.


**************


Rico masuk kedalam ruangannya setelah ia selesai meeting. Rico melihat ke arah Rashel yang tertidur di sofa ruang kerjanya karna terlalu lama menunggu.


"Tuhkan saya bilang juga apa. "ucap Rico menggelen-gelehkan kepalanya.


Rico memperhatikan wajah Rashel yang terlihat sangat lelah, rico yakin jika ia paati sangat bosan menunggunya.


Tok...


Tokkk


Tokk


Tidak lama dari suara ketukan itu masuk seorang wanita cantik dengan penampilan rapi ke dalam ruangan Rico.


"Selamat sore pak, saya kesini hanya ingin mengingatkan bapak kalau malam ini bapak di undang ke acara perayaan ulang tahun perusahaan Ardiartama, salah satu penanam saham terbesar di sini. "jelas wanita itu yang tak lain dan tak bukan adalah sekretaris Rico.


Rashel yang merasa terganggu dengan percakapan Rico dan sekretarisnya itupun bangun dan bangkit dari tidurnya.


" Iya saya akan datang ke sana." jawab Rico yang kemudian di angguki oleh enjel.


"Aku ikut ya. "ucap Rashel mendengar ucapan sekretaris Rico itu. Rashel belum mau pulang saat ini jadi lebih baik ia ikut dengan Rico.


Rico melihat ke arah Rashel yang ternyata telah bangun dan kini menatapnya dengan penuh permohonan.


Rico menghela nafas panjang, melihat tatapan Rashel yang seperti itu kepadanya. Sebenarnya Rico tidak mau mengajak Rashel ke acara itu tapi melihatnya yang menatap seprti itu membuat Rico tidak tega jika harus menolaknya.


"Iya, yaudah kalo gitu kita ke salon sekarang! Ngga mungkinkan kamu ke sana dengan penampilan seperti ini! '' ucap Rico yang langsung di tanggapi penuh semangat oleh Rashel.


Rashel berdiri dan langsung mengandeng tangan Rico.


' 'Makasi sayang. "ucap Rashel tersenyum manis ke arah Rico.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2