Suamiku Pria Tulen

Suamiku Pria Tulen
Bertemu Lagi


__ADS_3

Suamiku Pria Tulen #100


Oleh Sept


Rate 18+


Kevin mengendara tak tentu arah, ia mengemudi dengan kecepatan maksimal. Penjelasan sang mama, bahwa Ken telah menikahi Dita. Ditambah Dita kini telah hamil, membuat Kevin tidak bisa menerima kenyataan.


Langitnya terasa runtuh, dunia Kevin sudah hancur berkeping-keping. Tidak ada harapan untuk kembali lagi pada gadis pujaan hatinya tersebut. Mulai detik ini, Kevin memutus hubungan dengan keluarganya.


Sampai matipun, ia tidak akan menginjakkan kaki di kediaman Rama dan juga Irna. Hati Kevin terlanjur terluka dalam. Memaafkan adalah hal yang tidak bisa ia lakukan.


"Kevin ... Vin!" teriak Irna. Telponnya sudah mati. Tapi wanita itu terus saja berteriak memanggil nama Kevin. Hati wanita itu pun tak kalah pedihnya. Terasa begitu sesak dan sakit yang menghujam jantungnya.


Kata-kata Kevin tentang jangan pernah berharap mereka bisa bertemu lagi, membuat Irna merasakan kesakitan yang begitu dalam. Rasa sakit yang tidak berdarah. Mereka semua adalah jiwa-jiwa yang terluka, hanya bisa sembuh seiring berjalannya waktu.


***


Di sebuah klab malam.


Lea sedang ganti baju di salah satu bilik, tadi ia pergi dengan pakaian sopan. Biar dapat ijin dari sang mama. Malam ini ia ada party. Teman baiknya lagi ulang tahun. Dan acaranya mau pesta sampai pagi.


Bagi Lea sangat mudah mendapat ijin, bilangnya mau nginep di rumah temennya yang baru pulang dari Amrik. Tidak tahunya, gadis itu malah hura-hura.


"Ready?"


"Go!!"


Lea merangkul pundak temannya, mereka berlima bercanda ria menuju lantai dansa. Ajep-ajep sampai lemes.

__ADS_1


Suara bising, musik yang menghentak, lampu yang berkedap-kedip membuat suasana semakin semarak. Tanpa ragu, Lea langsung meluncur ke kerumunan. Menari tanpa arah.


Tiba-tiba tangan seorang pria merengkuh pinggang Lea. Melihat punggung Lea yang terekspose, pria itu jadi tergoda. Dengan berani ia main-main dengan Lea. Tanpa ijin, pria itu berkelana. Menjelajahi lekuk tubuh Lea.


BUGHHH


Reflek, Lea meninju orang itu.


"Sialan!" maki Lea sudah pasang kuda-kuda.


"Ish!"


Pria itu mengusap pipinya, lumayan sakit juga pukulan gadis di depannya itu.


"Jangan muna! Ikut denganku!" pria itu menarik lengan Lea dengan paksa.


Bruakkk


Merasa dipermalukan, pria itu melirik teman-temanya. Seketika mereka semua memegangi Lea.


"Apa lo, berani keroyokan!" Lea meronta. Teman-teman pada mundur. Ternyata, pria itu merupakan dedengkot klab malam di sana.


Tidak ada orang yang berani menolong Lea. Takut dihajar oleh orang-orang pria tak memiliki otak tersebut.


"Lepasin!!!! Gue lapor polisi tahu rasa lo!!! Awas macem-macem sama gue!!! Bokap gue bakal ancurin keluarga kalian sampai ke akar-akarnya! LEPASIN!" teriak Lea kencang.


Semua orang hanya melirik, membiarkan drama berlangsung di depan mereka.


Pria minim otak itu pun dengan percaya diri membelai pipi Lea. Gadis itu tidak berkutik. Ia didudukan paksa di atas sofa dengan dua orang memegangi kaki dan tanganya.

__ADS_1


"Sialan lo! Pergi!!!" Lea murka karena pria itu melanjutkan meraba-raba tubuhnya. Ia jijik dan lama-lama takut juga.


Krekkk


Sekali tarikan, baju minim Lea sudah koyak. Sebenarnya, pria itu mau memberikan pelajaran pada Lea. Sekedar menakut-nakuti. Karena sudah menghajar dirinya di depan banyak orang. Tidak mungkin ia berbuat lebih, apalagi di depan khayalak ramai.


Tapi, ada sepasang mata sedang menyalak marah saat mendapati pemandangan tersebut. Dengan tiba-tiba, ia berdiri dari tempat duduknya yang semula di depan bartender. Kevin berjalan sambil mengayungkan sebotol wine yang masih penuh.


PYAARRR


Setelah berhasil memukul tengkuk pria kurang ajar itu, Kevin menarik tangan Lea. Mereka berdua bergegas lari menuju pintu keluar.


"Sial! Kejar mereka!" Pria yang terkena pukulan tersebut melihat tangannya yang berlumur darah. Ia mengumpat kesal, meminta para anak buahnya menyiduk dua orang itu hidup-hidup.


Kevin menarik tangan Lea dengan erat, ia seperti tidak rela bila kejadian Dita menimpa juga pada gadis itu.


"Jalan buntu!" pekik Lea yang panik.


Kevin melepaskan jaket miliknya, kemudian ia membalik jaket itu. Hingga warnanya berubah. Dengan cepat ia menangkupkan jaket itu pada Lea.


Hal ini ia lakukan untuk mengecoh orang-orang yang mengejar keduanya.


"Diam, dan ikuti saja bila mau selamat!"


Terdengar derap langkah yang makin dekat. Dengan cepat Kevin langsung meraih wajah Lea. Ia mecium gadis tersebut tanpa permisi.


"Mereka sudah dekat, lakukan dengan panas agar mereka tidak curiga!" gumam Kevin saat merasakan ada bayangan yang mendekat.


Jantung Lea mau meledak, tidak punya pilihan. Mereka pun akhirnya berciuman di tempat gelap. Dan yang lewat ternyata adalah tim keamanan yang mendengar ada keributan di sekitar sana. Ia sempat mengarahkan senter ke arah keduanya. Melihat pemandangan panas tersebut, security langsung berbalik. Ia berdecak, sambil mengerutu, "Dasar! Anak muda jaman sekarang!" Bersambung.

__ADS_1


Lumayan. Hehehe 1:1


__ADS_2