Suamiku Pria Tulen

Suamiku Pria Tulen
Trouble is a Friend


__ADS_3

Suamiku Pria Tulen #114


Oleh Sept


Rate 18+


Ketika Kendra sedang melepaskan rindunya yang sudah mengebu, dan ketika keduanya terlihat begitu larut, tiba-tiba Orion menangis. Bayi kecil itu membuat Kendra tersenyum tipis.


Cup


Pria itu mengecup singkat kening Dita.


"Terima kasih," ucap Kendra dengan lembut pada Dita.


Kendra dan Dita pun sama-sama menghampiri putra mereka yang seolah mau protes pada keduanya. Orion baru lahir, mereka jangan main-main.


Ketika Kendra sedang mengarungi bahtera rumah tangga yang mulai syahdu, lain halnya dengan sang kakak.


***


Apartemen Kevin.


Pagi-pagi apartemen Kevin sudah seperti aula konser. Lea memutar music begitu kencang, hingga kaca lemari serasa goyang dah bergetar.


Tok Tok Tok


"Lea! Lea!"


Padahal Kevin sudah berteriak kencang, tapi gadis itu tidak mendengar. Itu semua karena suara berisik dari audio yang Lea nyalakan. Kesal, Kevin mengambil kunci cadangan. Dengan gusar ia siap menceramahi istri nakalnya tersebut.


KLEK


"Astaga!!!"


Mata Kevin terbelalak, menatap betapa berantakannya kamar Lea. Seperti habis tersapu angin dan badai Katherina. Baju berserakan dan ... apa itu? Kevin memincingkan mata menatap CD dan kaca mata kuda yang tergeletak di atas kursi.


"Kenapa menyusup ke kamarku?"


Lea melotot, ia tidak suka Kevin main masuk begitu saja. Padahal ia tadi sudah menguncinya.


Karena tidak mendengar ucapan Lea, Kevin mematikan music yang memekakkan telinganya tersebut. Sebentar lagi, sepertinya ia harus periksa ke spesialis THT. Lea benar-benar membawa sumber penyakit.


"Aku tidak suka kamu memutar music keras di apartemen ini!" Kevin berkacak pinggang.


"Suka-suka Lea dong. Kamar-kamarku!" jawab Lea tanpa takut.


"Kalau mau tinggal di sini, ikuti aturanku."


"Hey Tuan angkuh, siapa juga yang tahan tinggal denganmu. Kalau bukan terpaksa, aku ogah tinggal di sini."


"Jaga sopan santunmu."


"Astaga! Kalau aku nggak mau trus kenapa?" tantang Lea nyolot.


"Huh!" Kevin nampak frustasi.

__ADS_1


Tidak mau mati gara-gara struk atau gagal jantung. Kevin memilih meninggalkan kamar Lea. Dan bersiap ke kantor.


Sedangkan Lea, ketika Kevin pergi. Ia langsung menghubungi temannya.


"Jangan lupa ... Kita party nanti."


Tut Tut Tut


Lea kembali menyalakan music, seolah tidak jerah dimarahi Kevin. Ia kembali menyalakan music dengan kencang dan nyaring.


***


Malam hari.


Kevin pulang dan apartemen dalam kondisi sepi.


"Ke mana anak badung tersebut?" batin Kevin yang mencari sosok Lea. Masih pukul tujuh, tidak mungkin anak itu tidur.


Karena tubuhnya gerah dan terasa lengket semua. Kevin lantas memutuskan untuk mandi. Nanti ia akan mencari anak nakal tersebut.


Satu jam kemudian.


Kevin mencoba menghubungi Lea, tapi ponselnya tidak aktive, Kevin mau keluar mencari istrinya. Namun tidak jadi. Karena Willi telpon, ada email yang harus diperiksa Kevin saat itu juga. Dan beberapa berkas butuh untuk di krosek oleh pimpinan Petrova Cooperation tersebut.


Sudah pukul sembilan, Lea belum pulang. Dan akhirnya Kevin memutuskan mencari istrinya. Ia tidak enak pada keluarga Lea. Karena gadis itu mau tidak mau sudah menjadi tanggung jawab dirinya.


***


"Lea!"


Lift baru terbuka, dan Kevin harus mendapat kejutan bertubi-tubi dari gadis tersebut. Entah kali ini apalagi ulah Lea yang membuat darahnya naik turun.


Kevin menutup hidungnya sendiri.


"Astaga! Bila papamu tahu, kau pasti sudah dicincang!" omel Kevin.


"Heiiiii pria sombong ... dingin ... kaku ... kayu ... batu bernapas. Stopppp! Berisik!" Lea meletakkan ujung jarinya tepat ke mulut Kevin.


Melihat Lea merancau, Kevin buru-buru mengangkat tubuh Lea ke dalam lift. Ia kembali naik ke lantai atas.


"Heeeiii ... penculikkk ... tolong .... tolong ... Astaga, aku diculik!" rancau Lea. Gadis itu kemudian terkekeh sendiri. Lea seperti penderita OGJ baru.


TIT


Lift terbuka, seorang ibu-ibu bergabung bersama mereka berdua.


Lea yang saat itu sudah diturunkan oleh Kevin, ia berjalan mendekati ibu-ibu tersebut.


"Mommm .... mommy ... Lea diculik ... Hihihihi!"


"Maaf, dia mabuk." Kevin menundukkan wajahnya, ia merasa tidak enak.


"Mabuk???? Heiii SUAMIKU ... aku tidak mabukkk!" Lea merancau seperti orang tak waras.


Sedangkan ibu itu menatap penuh prihatin.

__ADS_1


TIT


Lift kembali terbuka.


Kali ini seorang model cantik yang masuk, dia sangat cantik dan tinggi. Kakinya jenjang, rambutnya panjang. Wajahnya glowing.


Wanita cantik itu tersenyum ramah pada Kevin, ternyata itu adalah tetangga apartemen Kevin.


"Baru pulang?" sapa Kevin.


Lea langsung geram.


"Jangan ganjennn! Sudah punya istri masih saja melirik gadis lain!" Lea langsung menarik kerah baju suaminya.


"Ish ... ada apa denganmu?" sentak Kevin kesal. Pria itu langsung mencengkram kedua lengan Lea.


"Siap dia?" tanya wanita cantik tersebut.


Kevin diam sesaat. Takut banyak gosip, bila punya istri suka mabuk. Akhirnya Kevin bohong.


"Teman adekku."


"Oh," wanita itu menatap remeh ke arah Lea.


Sedangkan Lea, di tengah mabuknya ia merasa ada yang salah. Siapa teman adekku? Dia?? Omo ... Omo ... Lea bergidik ngeri.


TIT


Mereka akhirnya sampai di lantai yang dituju.


"Kami duluan."


Kevin langsung menarik lengan Lea dan membawanya masuk ke dalam sebelum Lea menimbulkan banyak bencana.


KLEK


Pintu terkunci rapat.


"Cepat ke kamarmu!" sentak Kevin yang kesal dan lelah. Lelah hati harus menghadapi mahluk seperti Lea, melelehkan.


"Masuk kamarmu!" bentak Kevin yang mulai gerah dengan tingkah bandel Lea. Berani sekali pulang dengan kondisi mabuk. Kevin sangat tidak bisa memaafkan hal itu.


"Siapa teman adikmu?"


"Jangan mulai! Cepat bersihkan tubuhmu!"


"Apa pedulimu ... aku Kotor aku bersih apa pedulimu? Jangan mengaturku. Eh ...teman adikkmu ... jangan mengatur teman adikmu."


Rupanya Lea setengah sadar, ia tidak suka dibilang teman adiknya di depan wanita yang cantik.


Kevin yang malas meladeni orang mabuk, memilih pergi ke kamarnya.


Bukkkk


"Ishh"

__ADS_1


Kevin berbalik dan menatap sepatu kets yang tadi mengenai punggungnya.


"Leeeeaaaaa!" Bersambung.


__ADS_2