Suamiku Pria Tulen

Suamiku Pria Tulen
TAMAT


__ADS_3

Suamiku Pria Tulen #131


Oleh Sept


Rate 18 +


Mungkin Lea masih memendam rasa curiga, tapi ia ingin memberi Kevin kesempatan. Dia bukan lagi gadis yang bertindak sesuka hatinya. Lea perlahan mencoba mengerti apa yang terjadi, sebab menikah harus juga menerima masa lalu orang tersebut. Kemudian berjalan bersama untuk menuju masa depan, menua bersama-sama.


***


Nihiwatu Beach Sumba NTT.


Terlihat seorang wanita dengan perut yang besar berjalan kaki menyusuri pantai. Dengan topi besar, dan kaca mata hitam, ia menikmati kecantikan alam. Kakinya menapak pasir-pasir lembut, sesekali ombak laut menyentuh kulit kakinya. Terasa dingin dan segar.


Nampak di belakang wanita tersebut seorang pria membawa tas dan alas kaki si wanita. Dengan sabar ia mengikuti dari belakang. Menikmati ayunan angin yang mengayun rambut panjang Alea Pramudya.


"Sayang, ayo balik. Udaranya kenceng banget. Nanti masuk angin."


Pria itu mendahului Lea, berjongkok tepat di depan wanita yang sedang hamil besar tersebut. Usia kandungan Lea sudah menginjak bulan ke lima. Dan Kevin mengajak Lea untuk liburan di dalam negri. Yang tak kalah indahnya di luar sana.


"Pakai ini, ayo balik ke resort."


"Bentar lagi ya, Ma. Lea suka banget moment seperti ini."


"Liburan kita masih panjang, masih ada hari esok. Ayo kita balik, Mas nggak mau nanti malah Lea sakit."


Lea membuang napas dalam-dalam, kemudian meraih tangan suaminya. Mereka pun balik ke resort sambil bergandengan tangan.


Puas bermain di pantai, mereka kembali ke resort. Sebuah tempat yang menakjubkan, karena menyatu dengan alam. Butuh perjalanan satu jam lebih untuk sampai sana, dan sepanjang jalan, Lea tertidur.


Gardenia Resort



"Sayang, kita sudah sampai." Kevin berbisik saat mereka sudah memasuki halaman resort. Hijau, asri dan memukau.


Sebelumnya mereka sehari di hotel, sekarang untuk seminggu ke depan, keduanya akan bermalam di tempat yang amazing tersebut.


"Bagaimana? Suka?"


Lea mengangguk cepat, ia kemudian langsung masuk ke dalam. Lea menyusuri tiap sudut, ini bagai bulan madu yang tertunda bagi mereka.


"Lea suka kolam renangnya, Mas."


Lea sudah berdiri tepat di pinggir kolam yang sangat memiliki pemandangan natural tersebut.


"Willi yang merekomendasikannya. Ternyata dia tak salah."

__ADS_1


"Sepertinya Lea harus berterima kasih sama Mas Willi juga."


"Ngapain, makansinya sama Mas saja. Gak usah bawa-bawa si Willi. Yang ngajak ke sini kan Mas?"


"Ish ... iya ... iya!"


"Mau renang?" tanya Kevin tiba-tiba saat melihat betapa segarnya air kolam itu.


Lea menggeleng.


"No!"


"Yakin?"


Kevin langsung melepaskan baju dan celananya. Ia sudah siap untuk renang dadakan.


BYURRR


Pria itu menceburkan dirinya langsung ke dalam kolam.


"Leaaa .... sini. Seger banget!" teriak Kevin yang sudah berada di dalam kolam.


"Nggak! Pasti dingin."


"Nggak, Sayang! Ayooo!" teriak Kevin dengan bersemangat.


Satu ... dua ... tiga


BYURRR


"Ayo, renang bareng." serunya membujuk Lea. Namun, Lea terus saja menolak sambil tersenyum.


Sesaat kemudian, Kevin sudah duduk di tepi kolam, ia memainkan tangan Lea dengan lembut. Sedangkan Lea, hanya kakinya yang masuk ke dalam kolam. Pada akhirnya ia tetap tidak mau renang.


Mereka berdua duduk sembari menikmati suguhan alam yang luar biasa indahnya. Menatap langit yang mulai gelap dan melihat satu dua kunang-kunang yang muncul ke permukaan dari balik semak.


"Cantik banget," seru Lea yang kemudian.


"Kamu jauh lebih cantik."


"Gombal!!!" Lea lalu menoleh, dan Kevin malah langsung mencupnya.


Setelah kecupan singkat barusan, keduanya masih saling menatap. Di tepi kolam yang dingin, hati mereka mulai menghangat. Ketika Alea berkedip, Kevin langsung merampas bibir mungil itu.


Mungkin inilah ciuman terlama mereka, sebuah tautan terdalam di tengah alam yang tidak akan terlupakan.


Beberapa waktu kemudian.

__ADS_1


Kevin tersenyum ketika mengusap bibir Lea yang nampak sedikit berisi.


"Apa sakit?"


Lea langsung mengatupkan bibir. Mereka berdua lalu terkekeh bersama. Menyisahkan rasa kebas yang tidak keduanya permasalahkan.


"Love you, Lea," ucap Kevin sembari mengengam tangan Lea dengan erat. Pria itu kemudian mengecup tangan Lea berkali-kali.


Lea tersenyum, apalagi ketika tangan Kevin yang lain mengusap perutnya yang sudah terlihat sangat buncit.


"Love you, anak Papa." Kevin menundukkan wajahnya, ia mencium perut Lea dengan sayang dan lembut.


Lea mengusap rambut suaminya sambil membalas ucapan cinta dari Kevin dengan suara lirih yang hampir tidak terdengar, "Love you too."


"Aku tidak dengar?" goda Kevin.


Lea enggan mengulang kata tersebut, malu. Ia hanya menyandarkan kepalanya pada pundak yang hangat itu, pundak yang akan selalu ada untuk ia bersandar.


TAMAT


***


* Thor kok Kendra dan Kevin masih musuhan?


Memberi maaf kadang mudah, melupakan itu yang sulit. Kadang waktu adalah obat terbaik.


* Thor kok Arya dan Rama nggak kebongkar?


Kadang ada rahasia yang dibawa sampai liang lahat. Eh... ngeri ya.


***


Demikian akhir kisah para pria-pria menyimpang yang sudah kembali ke jalan yang benar, semoga bisa diambil baiknya. Dibuang buruknya jauh-jauh. Terima kasih banyak. Aku nggak mau panjang-panjagin bab ya. Hidup mereka sudah bahagia.


Arya dan Nur, menikmati masa tua dengan damai karena putri kesayangan sudah bahagia dengan suaminya.


Rama dan Irna, meskipun keluarga mereka tidak bisa bersatu sepenuhnya, setidaknya masing-masing sudah memiliki jalan bahagia sendiri.


Kendra, Dita dan putra pertamanya, mereka mencoba membangun pondasi keluarga mereka dari dasar, dari puing-puing luka yang membalut hati keduanya. Menepis benci, hidup dari perasaan saling memaafkan. Berdamai dengan masa lalu dan berjalan menatap ke depan. Menjemput bahagia mereka bersama-sama.


Kevin dan Alea, mereka sedang menanti buah cinta mereka. Menikmati hari-hari bersama yang penuh cinta.


---- SELESAI ----


Terima kasih atas komen, support kalian selama ini. Komentar, like, vote, hadiah adalah sangat bernilai dan berkesan di hati Sept.


Terima kasih banyak, semoga semuanya dalam lindungan-Nya. Sehat dan murah rejekinya. Aamiin.

__ADS_1


Lope lope sekebon cabe.


Hehehehe ...


__ADS_2