Suamiku Pria Tulen

Suamiku Pria Tulen
Jangan Di Sini


__ADS_3

Suamiku Pria Tulen #50


Oleh Sept


Rate 18+


DOR


Sebelum tubuhnya jatuh ke lantai, pandangan matanya mulai blur dan tidak jelas. Ia menatap tangannya sendiri yang sudah berlumur darah, benda cair nan kental dan anyir itu mengucur tanpa henti. Meski ia tutup dengan telapak tangan, darah pada dadanya terus saja keluar dan beberapa saat kemudian ia kehilangan kesadaran.


Brukkk


Tubuhnya akhirnya tumbang. Sebuah tembakan tepat mengenai dada Arya, rasa sakit hati Rama karena sudah pasti tidak akan mendapat Arya lagi, membuat pria itu nekat. Dengan sadis ia meluncurkan tembakan ke arah Arya Pramudya, pria yang menjadi pusat obsesinya selama ini.


***


"Cari iblis ini! Tangkap hidup atau mati!"


Mama menangis melihat suaminya berbicara pada anak buahnya. Mereka berdua shock ketika Arya ditemukan tertembak di sebuah klub malam. Untuk apa Arya di sana? Bukannya Nur sedang direhab? Ribuan tanya ada di benak mereka berdua.


Setelah para bodyguard pergi, mama menghampiri pria yang terlihat gusar itu.


"Pa ... Arya kok bisa begini? Dia kan tidak punya musuh, Pa. Apa itu saingan bisnis Papa?" Mama malah menyalahkan suaminya.


Papa menghela napas panjang, kemudian memegangi pundak istrinya yang terlihat masih shock itu.

__ADS_1


"Berdoa saja, semoga operasinya berhasil."


Tuan Brotoseno terlihat memikirkan sesuatu, pria itu kemudian merogoh ponselnya.


"Tutup access Bandara untuk satu nama," ucapnya di telpon.


"Akan aku kirimkan, datanya!" sambung Tuan Broto.


Dari rekaman CCTV yang ada di tempat kejadian. Sosok Rama sudah teridentifikasi, terlihat dengan sangat jelas. Pria itu kini menjadi buronan. Dan namanya akan diblokir di manapun. Tidak butuh waktu lama, karena yang memintanya memiliki banyak kuasa.


"Siapa pelakuknya, Pa?" Mama ingin tahu siapa yang dimaksud suaminya itu. Hanya saja, sang suami enggan menjawab.


"Nanti Mama tahu," sebelum menyeret ke pengadilan, Tuan Broto memilih diam dulu. Bergerak secara diam-diam. Dan tidak akan meloloskan iblis yang sudah menembak putranya.


***


Nur duduk di bangku taman rumah sakit, sudah seminggu ia tidak melihat suaminya. Kemarin mama mertuanya membesuk, katanya Arya sedang perjalanan bisnis ke luar negri. Nur lantas percaya begitu saja. Ia menikmati hari-harinya tanpa Arya. Menikmati rasa sakit sendiri, gelisah, dan tersiksa.


"Nona, mari masuk masuk," ajak suster setelah melihat Nur terlalu lama di taman. Angin yang berhembus kencang, akan tidak baik bagi tubuh Nur yang sedang menjalani perawatan.


"Sebentar lagi, Sus."


"Baiklah, jangan lama-lama ya ..." Suster tersenyum ramah, kemudian pergi berjalan menyusuri lorong taman menuju kamar pasien yang lainnya.


Beberapa saat kemudian.

__ADS_1


"Terima kasih," ucap Nur datar saat seseorang menaruh kain selimut di pungungnya. Ia mengira itu adalah suster yang tadi. Suster yang selama ini memberikan Nur banyak obat untuk diminum, hingga Nur merasa mual dan bosan.


Nur pun kembali menatap bunga-bunga di depannya, mengamati beberapa serangga. Melihat kupu-kupu yang berpindah dari bunga satu ke bunga yang lainnya.


"Kenapa menerima begitu saja selimut dari orang lain? Iya kalau itu suamimu? Bagaimana kalau dari pria lain? Apa kamu menerimanya begitu saja, Nur?" protes Arya.


Seketika dada Nur Azizah terasa sesak, matanya pun mulai berkaca-kaca. Tanpa berbalik, ia mengusap pipinya. Jahat sekali suaminya itu. Meski ke luar negeri apa tidak bisa menelponnya? Ia kira Arya meninggalkan dirinya dengan sengaja setelah apa yang menimpanya. Alasan bisnis hanya mengada-ada. Jadi, selama ini tidak ada yang bercerita, apa yang menimpa Arya pada Nur.


"Jangan menangis!"


Arya duduk di sebelah Nur, perlahan ia menarik Nur dalam pelukannyan. Tangis Nur semakin pecah, ia menangis, meluapkan kerinduannya. Biasanya Arya selalu datang dan menemani, tapi tidak seminggu ini. Pria itu hilang tanpa kabar, hanya mama mertua yang sesekali datang. Ia bahkan menebak, jangan-jangan Arya mau berpisah.


"Kenapa lama sekali?" tanya Nur di tengah tangisnya.


Nur menangis dalam dekapan Arya, tangannya akan memukul dada pria itu. Tapi, matanya menatap aneh. Ada yang menyembul dibalik kemeja.


"Apa ini?" Nur langsung membuka kancing kemeja Arya


"Nur, Jangan di sini!" Bersambung.


Yang belom kenalan sama penulis, cusss kenalan yaaa. Hehehhe


Instagram : Sept_September2020


Fb : Sept September

__ADS_1


__ADS_2