Suamiku Pria Tulen

Suamiku Pria Tulen
Terciduk


__ADS_3

Suamiku Pria Tulen #88


Oleh Sept


Rate 18 +


Persaingan dengan orang lain saja cukup sakit, bagaimana bila bersaing dengan saudara sendiri?


Tap tap tap


Terdengar derap langkah semakin mendekat.


Tok tok tok


Orang itu mengetuk sebuah pintu.


"Dit ... Dita ... Kenapa pintunya dikunci? Dit ... buka pintunya, Sayang!"


Ibu dari mempelai wanita heran, mengapa ruang ganti pengantin terkunci dari dalam? Padahal, sebentar lagi acara akan segera dimulai. Apalagi setelah memanggil berkali-kali pintu tak kunjung terbuka. Sang ibu pun nampak panik, perempuan paruh baya itu segera memanggil siapa saja untuk diminta bantuan.


Tidak jauh dari sana ia melihat sang suami. Buru-buru ia menghampiri Tuan Bima, suaminya.

__ADS_1


"Pa!"


Nyonya Bima langsung menarik tangan suaminya. Menjauh dari para tamu undangan.


"Ada apa sih, Ma?" tanya Tuan Bima dengan heran. Kenapa istrinya begitu gelisah. Apa grogi karena akan melepas putri mereka? Pikir Tuan Bima.


"Sini! Ikut Mama. Ada yang tidak beres!"


Nyonya Bima terus saja menarik lengan suaminya sampai ke depan pintu di mana Dita terkunci dari dalam.


"Ada apa?" Tuan Bima masih saja bertanya, padahal wajah istrinya sudah menunjukkan kepanikan.


"Coba Papa dengar! Ada yang tidak beres, Papa dobrak pintunya. Tapi jangan sampai orang lain tau. Banyak orang di sana."


Tuan Bima menoleh kanan dan kiri, kemudian dengan kekuatan penuh ia mendobrak pintu itu.


Bruakkk


"DITA!!!" Bibir nyonya Bima bergetar ketika memanggil nama putrinya. Ia tidak menyangka, Dita mengalami nasib buruk di hari yang harusnya jadi hari berkesan dalam hidupnya. Kaki nyonya Bima terasa lemas, saat menghampiri Dita dengan kondisi yang mengerikan tersebut. Gaun cantiknya terkoyak, Dita benar-benar sudah hancur saat itu juga.


Sementara itu, mata tuan Bima sudah memerah, seketika tangannya pun mengepal.

__ADS_1


BUGH BUGH BUGH


Tanpa ampun, tuan Bima langsung menghajar Kendra sampai babak belur. Darah keluar dari hidung dan bibir Ken yang sudah bonyok. Ini adalah bayaran atas apa yang sudah ia lakukan pada Dita. Tapi, meskipun begitu. Tidak akan mengembalikan harga diri Dita yang sudah hilang. Gaun pengantin warna putih yang dikenakan Dita, sudah dipenuhi bercak merah. Ken sudah merengut paksa kesucian gadis tersebut.


"Brengsek!"


"Biadapppp!"


BUGH BUGH BUGH


Tangan tuan Bima sampai sakit sendiri. Entah sudah berapa puluh pukulan ia memberikan bogem pada laki-laki yang sudah bersikap seperti binatang pada putrinya.


"Cukup, Pa! Cukup!"


Nyonya Bima ketakutan, takut bila suaminya hilang kendali dan membunuh anak orang. Apalagi ia tidak tega melihat suaminya menyeret tubuh Ken dengan kasar. Meskipun ia mengutuk perbuatan pria keji itu, tapi ia tidak ingin suaminya mengotori tangannya.


Lalu bagaimana dengan Dita? Tidak ada kata yang bisa mengambarkan perasaan gadis tersebut. Dita sudah hancur, masa depannya terasa suram untuk dibayangkan.


Ketika sang mama memeluk tubuhnya erat pun, pelukan yang biasanya terasa hangat itu kini terasa dingin. Dita sudah tidak bisa merasakan apa-apa. Terlalu shock dengan apa yang menimpanya, Dita tiba-tiba kehilangan kesadaran.


"Dit ... Ditaaa!" teriak nyonya Bima. Ia menguncang tubuh Dita yang lemas.

__ADS_1


"Ada apa ini?" tanya Kevin tiba-tiba muncul di ambang pintu.


Bersambung.


__ADS_2