Suamiku Pria Tulen

Suamiku Pria Tulen
MATI


__ADS_3

Suamiku Pria Tulen #48


Oleh Sept


Rate 18+


Ruang Tahanan


Salwa begitu senang saat mendengar derap langkah yang kian mendekat, ia melongok melihat siapa yang datang. Mungkin suruhan Rama yang akan melepaskan dirinya. Namun, wajahnya menegang ketika melihat sosok yang datang tersebut.


Seorang pria yang menyamar sebagai petugas itu mengulurkan selembar amplop, kemudian berbalik dan pergi. Sesaat kemudian, penjaga yang asli datang. Salwa langsung menyimpan amplop itu dalam bajunya.


Ketika nampak sepi, dan para penjaga sedang sibuk dengan tugasnya. Salwa membuka amplop yang sempat ia simpan di balik tubuhnya. Ia membuka dengan hati-hati. Ia menatap nanar, tangannya bergetar. Dengan ketakutan, Salwa mengambil sebuah pil yang tersimpan dalam amplop tersebut.


***


Setiap tindakan pasti ada bayarannya, kadang karma dibayar tidak butuh waktu lama. Saat ini, tubuh Salwa sudah terbujur kaku, mulutnya mengeluarkan busa. Gadis itu mati sambil mengigit lidahnya. Ketika penjaga datang, wanita tersebut sudah tidak bernapas lagi.


Tidak ada kerabat yang datang membawa jenasah Salwa. Tidak mungkin membiarkan mayatnya membusuk, Salwa pun dikubur sesuai agamanya.


Rumah sakit.


Arya nampak menatap langit, ia duduk di taman rumah sakit. Wajahnya seperti memikirkan sesuatu. Kabar kematian Salwa membuat ia yakin, Salwa hanya kaki tangan. Dari pada mengaku, gadis itu memilih mati dibalik ancaman.


"Apa itu kamu?" batin Arya, ia menerka-nerka. Apa ini semua perbuatan Rama.


Ia tersenyum getir, Arya kemudian memutuskan pulang hari itu juga. Sedangkan Nur, ia meninggalkannya di rumah sakit. Karena Nur masih butuh perawatan. Proses rehab, tidak secepat dugaannya.


Kediaman Pramudya


Arya melangkah masuk ke dalam rumah, rumah yang semula diisi gelak tawa Cua kini sepi dan kosong. Arya lalu masuk ke kamarnya. Ia berjalan menuju ranjang. Menekan tombol merah di sudut bawah ranjang. Ia mengabil sesuatu dari dalam sana. Ekspresi Arya berubah, wajahnya mengeras penuh benci. Mengingat Nur dibuat seperti ini, Arya sudah tidak bisa menahan lagi.

__ADS_1


Setelah mendapat apa yang ia butuhkan, Arya kemudian meninggalkan rumahnya. Ia mengemudi dengan kecepatan tinggi.


Di sebuah klab malam.


Arya seharian mencari Rama, dari tempat satu ke tempat yang lain. Menurut informan, ada yang mengatakan pria itu terlihat di The Red Box beberapa waktu lalu, salah satu klab malam di kota itu. Arya lantas tersenyum tipis, ternyata pria itu ada di sekitarnya selama ini.


"Pernah melihat orang ini?" tanya Arya pada bartender. Ia mengulurkan ponselnya.


"Tidak," jawab bartender dengan hanya melihat sekilas. Jelas Arya makin curiga.


"Lihat lagi!" pinta Arya dengan paksa.


"Tidak, Tuan." Bartender itu masih fokus dengan pekerjaan yang ia lakukan. Meramu minuman untuk pelangan yang duduk di sebelah Arya.


Bugh ....


Arya melempar segebok uang. Mungkin ada 20 jt lebih, sekedar pembuka mulut bagi bartender tersebut.


"Saya benar-benar tidak tahu, Tuan." Bartender melirik sebentar, kemudian menarik uang itu. Memasukkan ke dalam laci. Setelah itu, ia mengambil kertas. Kemudian menulis lokasi di mana biasanya Rama terlihat.


Begitu selesai bartender menulis, Arya langsung menyambar kertas itu. Ia langsung bergegas meninggalkan klab malam. Menuju sebuah tempat.


***


Arya menatap sebuah gedung dari dalam mobil, saat akan keluar. Ia mengeluarkan senjata yang semula ia simpan. Tanpa ragu, ia masuk ke gedung tersebut. Dari luar memang nampak seperti tempat gym pada umumnya. Hanya saja lebih berkelas, dan hanya member VIP yang bisa masuk ke dalam sana.


Seorang wanita tersenyum ramah pada Arya, ia hafal dengan sosok pria di depannya. Arya pernah ke sana beberapa kali. Tentunya bersama Rama. Tapi itu dulu, dulu sekali.


Dengan langkah pasti, Arya berjalan melewati beberapa orang yang sedang membentuk otot-otot mereka. Beberapa pasang mata menatap aneh kehadiran Arya. Aura Arya, membuat pria-pria itu histeris dalam hati. Body mereka saja yang laki, tapi sepertinya hati hello Kitty.


Arya yang kharismatik dan tampan, bisa membuat hati wanita dan pria menyimpang jadi berdesir. Contohnya sekarang.

__ADS_1


Bruakkkk


Arya menendang salah satu pintu ruangan, di dalam sana ternyata ada sepasang pria. Dan itu bukan Rama.


Setelah itu, ia pergi. Mencari ke ruangan yang lainnya. Kepergian Arya yang seenaknya itu, membuat ia dimaki dan diumpat para bences kaleng di dalam sana. Tapi ia tidak peduli.


Plok plok plok


Terdengar suara tepukan di belakang Arya, pria itu lantas berbalik.


"Kau mencariku sampai ke sini?" tanya Rama sembari menyeringai.


"Brengsek!"


"Hahaha!" Rama tertawa lepas. Kemudian wajahnya mengeras.


"Kenapa? Apa istrimu sudah sekarat?"


BUGH ....


Arya langsung memberi bogem mentah pada Rama, sayang dengah gesit Rama bisa menghindar.


"Astaga!!! Mengapa kau marah sekali? Dulu kau tidak seperti ini."


Emosi, Arya langsung mengambil senjata miliknya. Ia mengacungkan tepat di dahi Rama.


"Hahaha!"


Rama kembali terkekeh.


"Kau mau membunuhku? Ayo ... tembak tepat di sini!" Rama menarik senjata yang masih dipegang Arya. Ia meletakkan pucuk pisttol tepat pada jantungnya. Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2