
Suamiku Pria Tulen #105
Oleh Sept
Rate 18 +
Dipandang remeh dan sebelah mata oleh Kevin membuat Lea geram. Gadis itu bermain dengan cara yang cantik. Ikut datang ke ruang konfrensi pers dengan patuh. Namun, Lea memiliki cara tersendiri untuk membalas pria seperti Kevin. Laki-laki sombong dan arrogant.
Ia menampar Kevin dengan sebuah pengakuan. Lea membuka jati dirinya. Tanpa pikir panjang, ia mengikut sertakan nama keluarga besarnya dalam konfrensi pers tersebut. Jelas itu menjadi santapan hangat dan sangat bagus bagi media. Para wartawan berlomba mengambil dan meluncurkan kabar paling hangat, trending dan segera memviralkannya. Scandal CEO Petrova Cooperation dengan putri KCF Groups.
"Sudah berapa lama kalian menjalin hubungan?"
Seorang wartawan bertanya dengan lantang. Sebelum menjawab, Lea menatap Kevin dengan tatapan manis. Tapi hati yang mengutuk.
"Maaf, untuk pertanyaan itu, saya memilih untuk tidak menjawab. Yang pasti, kabar yang beredar tidaklah benar. Saya tidak hamil, dan bagaimana saya bisa hamil? Saya masih gadis," jawab Lea dengan senyum penuh arti.
Kevin yang masih shock, ia terlihat was-was. Takut mulut ember Lea mengatakan hal yang tidak-tidak tentang dirinya.
Ketika Kevin dilanda kecemasan, para wartawan nampak kecewa dengan jawaban Lea. Merasa scandal ini tidak menarik kalau kedua belah pihak terus menyanggah.
"Apa kalian sering ke klab malam bersama?"
Seorang wartawan muncul dengan membawa kamera. Ia memperlihatkan kameranya pada rekan-rekan yang lain.
__ADS_1
Kevin langsung melihat ke arah Lea. Itu pasti kejadian malam itu. Dengan reflek, Kevin berdiri dan menarik lengan Lea. Kalau diteruskan, nama keduanya akan hancur. Berita ini tidak hanya menyerang pribadi keduanya, bisa jadi nama keluarga besar menjadi taruhan.
Lea yang shock ketika potret dirinya berada di sebuah klab malam terpampang di layar protector langsung menutup wajahnya. Ia merasa paling sial. Tadi ia begitu bangga mengatakan putri siapa, sekarang Lea menahan malu. Nama besar keluarganya tercoreng akibat tindakannya yang ceroboh.
Potret Lea memakai baju minim, menari bersama banyak pria, membuat ia kembali jadi sorotan kamera. Entah berapa ratus kali cahaya flash dari banyak kamera mengarah padanya. Beruntung seklai bagi Lea, Kevin yang mengerti situasi, pria itu menarik Lea untuk keluar dari sana.
***
"Minumlah!"
Kevin mengamati tangan Lea yang gemetar.
"Ada apa denganmu! Aku lihat kau tadi begitu percaya diri!" cibir Kevin.
Lea terlihat gelisah, ia takut bila wajahnya muncul di media masa. Lalu apa reaksi papanya. Ya ampun! Lea sampai memegangi tengkuk lehernya. Merasa sebentar lagi ia pasti akan habis.
"Ponselmu menyala, angkat!" titah Kevin yang terganggu dengan suara ponsel Lea.
"Tidak, biarkan saja. Papa pasti murga. Ya ampun ... bagaimana ini?"
"Cih!" Kevin berdecak, ia menatap remeh pada Lea.
"Harusnya, sebelum mengatakan apapun, pikir pakai ini!" Kevin menunjuk kepalanya. Ia meletakkan telunjuknya sendiri di atas pelipis. Seolah menyindir Lea, kalau bicara harus pakai otak.
__ADS_1
"Mana aku tahu mereka menyimpan foto tersebut. Astaga!!! Bagaimana ini?" tanya Lea panik.
"Kau sepertinya anak nakal! Dan bersikap manis hanya di rumah saja. Ish! Berapa umurmu? Memalukan!"
Kevin terus saja memprovokasi Lea, membuat Lea yang bingung dan panik jadi kesal.
"Sudahlah! Jangan terus menghakimiku. Tahu apa kamu tentang aku?" sentak Lea dengan emosi. Ia tidak tahan karena Kevin terus saja menyudutkan dirinya.
"Hey! Gadis badung! Harusnya kau terima kasih. Bukannya berteriak bar-bar seperti ini."
"Terima kasih? Ini semua karenamu! Kalau kamu nggak menciumku malam itu, aku nggak akan nekat sampai ke titik ini."
Alis Kevin mengkerut, ia kemudian menarik Lea dalam pelukannya. Kevin merasa ada wartawan di depan pintu. Pria itu kemudian mengintai lewat korden jendela. Benar saja, ada wartawan yang berdiri di luar pintu.
"Sial!" desisnya kesal.
Sedangkan Lea, jantungnya berdegup kencang. Aroma Kevin benar-benar membuat gadis itu mabuk.
"Diam! Ada wartawan di depan!" bisik Kevin.
Bagai tersihir, Lea semakin hilang kendali. Ia lalu mendongak, dari bawah ia menatap wajah tampan Kevin. Meski dingin dan kaku, nyatanya mata Lea malah terhipnotis. Diperhatikannya jakun Kevin yang naik turun saat menoleh ke jendela. Kevin cemas mereka ketahuan, sedangkan Lea, gadis itu malah sudah traveling ke mana-mana.
Drettt drettt drettt
__ADS_1
Buru-buru Lea mengangkat panggilan vidio dari mamanya. Kalau sang mama pasti masih bisa diajak kompromi. Sedangkan sang papa, Lea angkat tangan.
"Lea! Siapa itu yang kamu peluk?" teriak Nur yang melihat lengan seorang pria memeluk tubuh putrinya. Bersambung.