
Suamiku Pria Tulen #116
Oleh Sept
Rate 18+
Kalau yang ini mungkin bukan prank. Mungkin ya, jadi mohon skip ya.
Ketika pria dewasa satu ranjang dengan lawan jenis, apalagi sudah menikah, apakah yakin tidak akan timbul reaksi kimia atau reaksi gaya dari hukum tarik menarik dalam fisika?
Bagaimana bila otak dah hati menolak, tapi tubuh berhianat? Itulah yang terjadi sekarang pada diri Kevin. Terlahir sebagai pria tulen dan normal, Kevin pasti memiliki naluri sebagai seorang laki-laki. Sedikit saja pemicu, maka bagian sensitive akan langsung bereaksi dan hal itu tidak dapat disembunyikan, seperti malam ini.
"Kau gila! Jorok, pikiranmu kotor!" maki Lea sambil menarik kain selimut dengan kuat. Ia menutupi seluruh tubuhnya dengan kain tersebut.
Melihat reaksi Lea, Kevin hanya memegang kepalanya yang nyut-nyutan. Lea benar, malam ini mengapa pikirannya jadi kotor.
"Astaga! Apa karena memang butuh pelepasan setelah sekian lama? Sial!! Tapi mengapa momentumnya harus begini!!" gumamnya lirih, pria itu merutuk terus-terusan.
Kevin lalu mengusap wajahnya. Ingin membuat otaknya tersadar. Kemudian menatap Lea dengan serius. Semakin lama ia melihat ke dalam mata gadis itu malam ini, pikiran Kevin bukannya waras malah jadi semakin traveling.
__ADS_1
"Sepertinya ada yang tidak beres!" batin Kevin. Sejak kapan ia memikirkan rasa tidur dengan anak badung tersebut.
Ia langsung memilih berbaring dan memungungi Lea. Sedangkan gadis itu, ia kini memilih meringkuk di kursi. Tentunya dengan balutan kain selimut tebal. Mata Lea menatap Kevin seperti elang. Ia dalam kondisi siap siaga. Jangan-jangan Kevin menyerang saat ia lengah.
Satu jam kemudian.
Lea sudah tertidur, karena ia memang merasakan kantuk yang berat. Gadis itu tidur sambil duduk dan memeluk lututnya. Lalu apa Kevin juga sudah tidur?
Pria itu sejak tadi mencoba menutup mata rapat-rapat. Bukannya tidur, bayangan tubuh wanita malah muncul di pelupuk matanya. Selama ini fokusnya hanya untuk pekerjaan, tidak ada waktu memikirkan wanita. Apalagi setelah gagal menikahi Dita. Tapi sekarang, semuanya tidak berjalan seperti kemauannya. Fokusnya telah berubah arah.
Kevin lalu menoleh. Terdengar Lea dengan dengkuran halusnya. Melihat gadis itu tidur dengan posisi pasti badan sakit semua ketika bangun. Ia pun mengangkat tubuh Lea. Merebahkan gadis itu di ranjang yang ukurannya tak cukup besar tersebut.
Kevin kemudian mengamati dari bentuk alis yang tertata rapi, hidung tinggi dan mancung, serta bibir yang simetris. Tiba-tiba ia malah menelan ludah. Dan hasrath itu pun muncul kembali, itulah nasehat lama.
Jangan berdua-duaan, yang ketiga adalah syaeton. Dan sepertinya ada yang berbisik, menyuruh Kevin untuk menyentuh bibir tipis yang selalu mengembalikan setiap kata-katanya tersebut.
CUP
Sebuah kecupan singkat sudah mendarat, dan Lea belum menyadari akan hal itu. Gadis itu masih lelap. Kevin kemudian memperhatikan Lea lagi setelah menarik diri, ia tersenyum kecut. Mengapa seperti maling? Padahal gadis itu istrinya sendiri.
__ADS_1
"Dia istriku!" batin Kevin.
Cup
Kali ini ia memaksa masuk, otaknya sudah konslet. Tidak bisa berpikir jernih lagi karena benda keramat sudah mengeras sejak tadi. Malam ini, sepertinya harus ada yang dilepas. Jika tidak, kepalanya akan terasa pusing sepanjang hari.
Blakkkk
Mata Lea terbuka lebar, ia terbelalak ketika mulut Kevin sudah menempel padanya.
"Appa ... appaaa ..." Lea tidak bisa meneruskan ucapannya. Karena Kevin sudah membungkamnya.
Lea mencoba meronta, ia mencengkram kedua pundak suaminya. Mendorong kuat, tapi Kevin malah tak kendali. Pria itu terus saja memaksa masuk, menciumnya dengan mengebu.
Sesaat kemudian. Kevin melepaskan Lea. Namun, masih mengungkung tubuh gadis tersebut. Ia menguncinya, membuat Lea tidak bisa lari.
"Apa yang sudah kamu lakukan!" tanya Lea dengan mata berkaca-kaca. Hatinya terasa sakit karena Kevin menciumnya dengan paksa.
"Jika ingin aku meminta maaf, lupakan. Aku tidak akan mengatankannya." Bersambung.
__ADS_1