Suamiku Pria Tulen

Suamiku Pria Tulen
Asal Muasa


__ADS_3

Suamiku Pria Tulen #49


Oleh Sept


Rate 18+


Di dunia ini tidak ada hal yang ditakuti oleh Rama. Memiliki kuasa yang besar, baginya sangat mudah memonopoli keadaan. Jangankan Nur, siapa saja bisa ia singkirkan. Jika itu menghalangi jalannya. Rama merasa Nur sudah mengusik hidupnya.


Flashbacks


Jerman, 25 tahun silam.


Di sebuah rumah tua tiga lantai, seorang pria berbadan besar menarik tangan seorang anak kecil.


"Jangan Daddy ... jangan!" Rama beringsut. Anak kecil itu ketakutan ketika ayah tirinya menarik tangannya ke ruang bawah tanah. Ia memohon untuk dilepaskan, tapi pria dengan tato yang memenuhi tubuhnya itu sama sekali tidak peduli.


Rama kecil menangis ketakutan, ketika ia dikunci di ruang gelap nan lembab. Anak itu terus saja menangis, tapi sang ayah masih melanjutkan aksinya.


"Jangan sekali-kali mengadu pada ibumu! Atau aku akan menguliti kulitmu!" ancam Simone, pria yang sedang mabuk itu melepas sabuk yang ia pakai. Menyiksa Rama kecil hingga menimbulkan bekas memar di sekujur tubuhnya.

__ADS_1


Simone marah karena melihat ibu Rama keluar dengan pria lain. Merasa dipermainkan, Simone membalas sakit hatinya pada anak tirinya tersebut. Ia menyiksa Rama kecil, baik secara fisik dan mental. Dengan kejam ia melakukan pelecehan pada bocah yang tidak tahu apa-apa itu.


Ketika beranjak remaja, Rama lari dan kabur dari rumah. Ia bekerja pagi sampai malam, melihat kerja keras Rama, pemilik bar sekaligus kasino di kota itu tertarik. Ia menjadikan Rama anak buahnya. Mengajari Rama cara berbisnis, hingga akhirnya dia bisa melanjutkan pendidikan kembali.


Rama pun tumbuh jadi pria sukses dan masuk dalam pergaulan kalangan atas nan terbatas. Sayang, luka di masa kecil. Membuat Rama tumbuh tak seperti orang lain. Ia menjadi pribadi yang tenang di luar, tapi menghanyutkan. Ia seperti monster, di mana dalam jiwanya ada bom waktu yang siap meledak dan menghancurkan siapa saya yang ada di dekatnya.


Rama mulai menyimpang, seolah ingin membalas luka di masa lalunya. Ia akhirnya malah melakukan hal yang sama. Melakukan penyiksaan dan pelecehan pada sesamanya. Ia tidak segan membayar mahal untuk pria yang bisa ia siksa sampai ia merasa puas.


Flashbacks End


"Kenapa? Apa kau tidak berani? Sini ... aku ajarkan."


Srekkk


"Aku bisa membunuhmu, bila mau!" sentak Rama sambil meletakkan ujung piistol di kepala Arya.


"Lakukan! Brengsek!" Arya menyikut perut Rama dengan sikunya. Ia muak mendengar mulut Rama yang mengeluarkan omong kosong.


Jelas saja Rama langsung kesakitan, marah. Keduannya lalu baku hantam. Saling memukul dan menendang.

__ADS_1


"Sial!" rutuk Rama sambil mengusap sudut bibirnya yang berdarah.


Sedangkan Arya, ia mengusap hidungnya yang sepertinya patah.


Dua orang itu kembali beradu, kali ini Rama mengambil kursi, bersiap menyerang Arya. Karena sejak tadi keduanya berbisik, salah satu pegawai datang.


Pegawai pria itu kaget bukan main karena ada orang yang sedang berkelahi. Mau melerai tapi matanya malah tertuju pada senjata di tangan Rama. Langsung saja pegawai itu berbalik dan ...


DOR


Dengan keji, Rama menembak salah satu kaki pegawai tersebut.


"Kau lihat?"


Rama menyeringai menatap darah segar yang mengalir ke lantai.


Arya menahan napas dengan kesal, ia tidak menyangka, Rama segila itu. Pria psiko yang kejam dan berdarah dingin.


"Sekarang .... giliranmu!"

__ADS_1


DOR


Bersambung.


__ADS_2