
Suamiku Pria Tulen #108
Oleh Sept
Rate 18+
"Sudah bangun?"
Terdengar suara khas yang lembut, Ken langsung beranjak. Buru-buru ia turun dari ranjang.
"Maaf ... semalam aku ketiduran."
Kendra terlihat tak enak, karena malah tidur di kamar Dita. Ini karena ia kelelahan, semalam memijit kaki Dita sampai ia merasa kantuk yang berat.
"Tak apa, tidak kerja? Ini sudah jam tujuh."
"Apa? Aduh!"
Kendra langsung keluar kamar dengan buru-buru. Pagi ini ia ada meeting dengan klien dari Bandung. Kalau sampai telat, Bu Ayu pasti ngomel-ngomel seperti juragan kontrakan pas awal bulan.
Dita yang melihat Kendra terbirit-birit, tanpa sadar bibirnya melengkung. Ia tersenyum tipis.
Beberapa saat kemudian.
Biasanya mereka sarapan terpisah, pagi ini sepertinya mulai ada perubahan. Ketika Ken sedang menghabiskan makan paginya, Dita muncul. Bumil itu dengan santai berjalan melewati Kendra sambil minum minuman ibu hamil.
"Nanti malam pergi ke pusat perbelanjaan ya. Semuanya habis."
"Ah ... iya!" jawab Kendra dengan kaku. Sejak kapan Dita berbicara dengannya sambil mau menatap ke dalam matanya. Bagi pria seperti Kendra, yang sejak lama jatuh cinta sendirian, ini seperti sebuah mimpi. Mimpi paling manis tentunya.
Kendra pun berangkat ke kantor dengan hati yang mekar, dipenuhi bunga-bunga sakura yang berterbangan. Apa Ken jatuh cinta? Ya, pria tersebut sedang jatuh cinta lagi. Jatuh cinta pada wanita yang sama.
***
"Hey ... astaga! Jam berapa ini. Lea ... Lea ... bangun!"
Lea mengerjap, apalagi ketika pantulan sinar matahari mengenai wajahnya yang putih.
Setelah kesadarannya terkumpul, ia langsung menarik selimut.
"Heiiiii ... Kenapa masuk kamarku?" teriak Lea panik.
"Astaga! Rumah siapa yang kau maksud. Dan lagi, kau tidak mengunci pintunya. Lain kali jangan ceroboh. Untung aku tidak tertarik padamu."
"Kau pasti menyusup! Aku sudah menguncinya!"
Lea kemudian terdiam. Sepertinya ia semalam keluar kamar untuk ke dapur karena haus. Mungkin saking ngantuknya. Ia kembali ke kamar tanpa mengunci pintu lagi. Gengsi mengaku, Lea tetap menuduh si pemilik rumah sebagai penyusup.
"Jangan bicara omong kosong. Rumah ini terpasang CCTV, apa mau aku lihatkan rekamannya?" tantang Kevin yang kesal.
Lea langsung masam.
"Cepat mandi, aku antar ke rumahmu. Keluargamu pasti panik."
__ADS_1
"Terima kasih, tumpangannya malam ini. Tapi tolong jangan ikut campur. Aku pulang atau tidak bukan urusanmu!"
Mata Kevin melotot, baru kali ini ia ketemu spesies yang menjengkelkan seperti Lea. Tidak mau tekanan darahnya naik, Kevin memilih pergi dari kamar itu.
"Cepat bersiap-siap, ini bukan tempat penampungan!"
Mendengar sindiran Kevin, Lea langsung melempar bantal ke arah pria itu. Sayang tidak kena, karena Kevin lihai dalam menghindar. Kevin pergi dengan pandangan mencibir.
"Anak manja!" gumamnya lirih.
***
Kediaman Pramudya.
"Di rumah teman yang mana semalam ia menginap?"
Arya sedang mewawancarai orang yang semalam ia suruh untuk menguntit Lea, putrinya.
"Nona Alea semalam aman sampai di sini, Tuan."
Pria yang penampilannya seperti detective swasta tersebut, menyerahkan sebuah foto.
"Teman kuliah apa sekolah?"
"Bukan dua-duanya, Tuan."
"Maksudmu?"
"Apa maksudmu?" Mata Arya nyaris keluar.
"Sepertinya mereka menjalin hubungan, Tuan."
"Sejak kapan kau jadi wartawan gosip?" sindir Arya kesal.
"Semalam mobil itu yang membawa nona Lea, Tuan."
"Bisahkan omonganmu dipercaya?"
Orang suruhan Arya lantas memberikan hasil penguntitan semalam. Di sana terlihat jelas, Lea masuk mobil Kevin. Dan masuk ke dalam apartemen CEO Petrova Cooperation tersebut.
"Leaaaaa!" pekik Arya.
Arya pikir Lea akan menginap di rumah teman-temanya. Tidak tahunya malah menginap di apartemen seorang pria. Saat mengetahui hal itu, pikiran Arya sudah melanglang buana.
***
"Maa ... Mama!" panggil Arya gusar.
Nur yang dipanggil sedang menelpon teman Lea satu per satu. Tapi tidak ada yang tahu di mana putrinya berada. Ia gelisah, Lea masih belum ada kabar.
"Mengapa panggil-panggil. Mama masih marah sama Papa. Tolongin jangan mengajak bicara."
"Ish ... sama saja!" gerutu Arya kesal.
__ADS_1
Nur tidak peduli, ia masih sibuk menelpon.
"Percuma! Dia tidak menginap di rumah temannya!" cetus Arya yang sudah geram.
"Pasti, mau ke mana lagi anak itu. Papa keterlaluan. Dia pergi semalam tanpa uang!" omel Nur.
"Ikut apa tidak? Aku mau menjemput anak itu."
"Di mana?" Nur langsung menatap serius.
Arya menghela napas panjang, ia langsung keluar menuju mobil. Enggan menjawab Nur. Biar nanti tahu sendiri.
Apartemen Kevin.
"Lama sekali?" protest Kevin yang menunggu sejak tadi. Kebiasaan si Lea. Kalau pagi selalu rutin panggilan alam.
"Pinjami aku bajumu! Aku tidak biasa memakai baju kotor setelah mandi."
"Ish ... ambil sendiri!"
Kevin memilih duduk di depan laptop sambil menunggu Lea ganti baju.
Ting tung
Kevin pikir tamu itu adalah Willi, pasti sekretarisnya itu datang untuk menjemputnya.
KLEK
"Mana Lea?" Arya langsung menerobos masuk. Diikuti Nur yang hatinya sudah was-was. Ia berdoa, semoga putrinya tidak ada di dalam sana. Tapi, doa Nur langsung ditolak. Ketika melihat Lea keluar kamar dengan kemeja putih milik Kevin. Bersambung.
Apartemen Kevin seketika seperti wahana uji nyali. Mencekam! Mata Arya menyalak, Nur membekap mulutnya sendiri. Dan Kevin mengumpat kesal dalam hati. Sudah pasti orang tua Lea pikir yang macam-macam tentang mereka berdua.
"SIAL!"
Baca juga novel Sept yang lain ya.
Rahim Bayaran
Istri Gelap Presdir
Menikahi Majikan
Dea I Love you
Kesetiaan cinta
Yuk, temenan sama Sept ya ...
IG : Sept_September2020
FB : Sept September
Terima kasih.
__ADS_1