Suamiku Pria Tulen

Suamiku Pria Tulen
Pria Misterius


__ADS_3

Suamiku Pria Tulen #77


Oleh Sept


Rate 18+


Cukup lama Nur bersembunyi di dalam sebuah bilik toilet di dalam hotel bintang lima yang ternama. Ia menanti suasana kembali aman, barulah memutuskan keluar. Lima belas menit sudah waktu berlalu, dan tiba-tiba ponselnya berdering. Pasti Arya sedang mencarinya.


Panik, ia bergegas mematikan ponselnya. Ia takut kalau ketahuan sedang bersembunyi. Nur bergidik, merinding dan ketakutan ketika mendengar derap langkah yang semakin jelas.


Tap tap tap


Nur semakin panik, bayang-bayang di bawah pintu membuatnya beringsut. Wanita itu dilanda ketakutan yang hebat. Apalagi pada ujung sepatu pria itu, terlihat sebuah noda darah. Sebuah percikan darah yang masih segar.


"Mas Arya! Selamatkan Nur!" batin Nur Azizah. Ia lantas meremas ponsel di tangannya. Dengan nekat, Nur kembali menyalakan smartphone miliknya. Tanpa menunggu lama, ia langsung melakukan panggilan vidio.


Klek


Pyarrr


Ponsel di tangannya langsung jatuh. Ketika pintu terbuka.


"Nur! Nur!" teriak Arya yang sudah tersambung di panggilan vidio. Namun, gambar yang tertangkap hanya langit-langit toilet.


***


"Jangan mendekat!" teriak Nur pada seorang pria.


Pria itu hanya melirik sekilas. Lalu menginjak ponsel yang ada di dekatnya.


Kretek


Seketika ponsel Nur langsung remuk dan suara Arya hilang. Nur hanya bisa menutup mulutnya dengan tangan karena ngeri, dari peragai pria di depannya, Nur yakin, pria itu bukan pria baik-baik. Dilihat dari pakaian dan sorot matanya yang tajam, Nur yakin pria itu adalah seorang penjahat.


"Apa yang kau lihat?" tanya pria itu dengan suara serak karena tertutup masker.


Nur menggeleng, jantungnya berdebar kencang karena rasa takut.


"Kau sudah melihatnya, kan?"


Nur tidak menjawab, sebab ia melihat dengan mata kepalanya sendiri. Bagaimana pria itu menusuk perut seorang wanita. Kalau mengaku, mungkin pisau di tangan pria itu akan menancap di tubuhnya. Mungkin saja, Nur akan disingkirkan karena menajdi saksi tindak kejahatan pria tersebut.


Karena Nur diam saja dan terlihat ketakutan, pria berpakain serba hitam itu langsung menarik tangan Nur.

__ADS_1


"Tolong lepaskan!" ucap Nur memohon.


Pria itu tidak peduli, ditambah lorong yang nampak sepi. Tanpa khawatir si pria terus saja menarik Nur yang meronta minta dilepas.


Nur mencari cela untuk kabur, tapi pria itu malah mengeluarkan sapu tangan dan membungkam mulutnya. Tidak butuh waktu lama, pria itu langsung menarik peralatan kebersihan dan memasukkan Nur dalam wadah besar di atas meja dorong milik petugas kebersihan.


Tanpa kesulitan, tubuh Nur dibawa ke basement. Di sana, pria misterius itu langsung memindahkan Nur ke dalam mobil yang memang diparkir di dalam sana. Sembari mengamati CCTV di sekitarnya, pria itu masuk mobil dan meninggalkan hotel Golden rise dengan jejak darah.


***


Pagi hari media meliput berita kematian seorang model brand ambassador KCF group yang ditemukan tewas dengan luka tusuk di dalam sebuah toilet hotel ternama.


Garis kuning sudah melingkar di lokasi kejadian. Saat itu juga, hotel bintang lima tersebut langsung ditutup. Selain keluarga korban, ada juga orang yang paling panik, gelisah paska kejadian pembunuhan ini.


Sampai sekarang, Nur belum ditemukan. Arya sudah melapor ke kepolisian. Dari kamera yang tertangkap di sekitar sana, didapat gambar blur dan sebagian rekaman hilang.


Sepertinya pelaku kejahatan bukan penjahat amatiran. Bahkan sepertinya memiliki koneksi orang dalam. Mengapa sosok itu bisa keluar masuk hotel dengan mudah? Padahal itu bukan hotel kelas melati.


***


Setelah kerja keras para penyidik dan timnya. Dan setelah melewati banyak pemeriksaan bukti dan introgasi para saksi, akhirnya polisi menentukan si pelaku.


Dia adalah salah satu chief di hotel tersebut. Harusnya ia sedang cuti, seminggu lalu ia mengajukan diri untuk mengambil cuti. Kepala chief yang diintrogasi sangat terkejut, karena anak buanya terlibat pembunuhan.


Flashbacks


Kamar hotel Golden Rise, president suit.


Clara model yang ditemukan tewas, saat itu sedang menikmati mandi air hangat. Ia berendam di bathtub dengan seorang pria. Mereka berdua bercanda ria, saling melempar senyum dan membelelai mesra.


"Aku dengar dia masih mengejarmu," ucap Clara ketika pria itu mau menciumnya. Mereka masih di dalam bathtub yang sama.


Ucapan Clara membuat ia menghentikan aksinya.


"Dia tidak penting, aku masih normal. Biarkan saja dia mengejar-ngejarku seperti anak anjinng."


"Astaga! Aku sangat bangga bila sainganku adalah model cantik yang lebih dariku. Tolonglah, katakan padanya. Kita akan segera menikah. Jangan biarkan Devan terus mengusik hubungan kita."


"Aku bilang biarkan saja!"


"Jangan-jangan kau memang menyukai pria itu?" tuduh Clara dengan muka jengkel. Masa ia harus bersaing dengan pria. Haduh!


"Aku masih waras! Untuk apa aku main-main dengan pria."

__ADS_1


"Lalu kenapa, kamu diam saja saat ia terus mendekat dan menganggu hubungan kita?"


"Ceritanya panjang, nanti kamu akan tahu pada saatnya."


"Aku paling malas kalau begini!" Clara turun dari bathub dan langsung meraih handuk kimono.


"Beb, aku keluar dulu."


"Hem!"


Beberapa saat kemudian, Clara sudah meninggalkan kamar hotel tersebut. Ia dengar ada acara juga di sana. Saat keluar lift, tiba-tiba ia ingin buang air kecil. Clara pun masuk ke dalam toilet wanita.


Malang bagi Clara, saat ia berjalan masuk. Dari belakang muncul sosok pria serba hitam yang memegang pundaknya dan langsung menusuk perutnya tanpa ampun.


Saat itulah, Nur melihat kejadian pembunuhan tersebut. Ia bahkan sempat mendapat tatapan memohon minta tolong dari Clara. Tapi, karena rasa takut yang membuncah dan kaki yang sudah lemas. Nur malah sembunyi.


Flashbacks End.


***


Di sebuah gedung tua yang kosong, Nur masih pingsan. Ia dibaringkan di sofa lama yang usang.


"Bangun!" sentak Devan sambil memercikan air ke muka Nur.


Seketika Nur langsung bangun. Ia menatap Devan dengan rasa takut.


"Tolong lepaskan aku. Aku tidak akan menemui polisi."


"Kau pikir aku bodoh?" sentak Devan dengan kasar.


Nur semakin takut. Ia menatap sekeliling, banyak debu dan sarang laba-laba di mana-mana.


"Makan ini!" Pria itu melemparkan nasi bungkus ke samping Nur.


Kondisi seperti begini, mana mungkin Nur berselera makan. Nur hanya mendiamkan makanan itu.


"Makan! Atau kau mau mati kelaparan!"


Tiba-tiba Nur merasakan mual.


"Mau ke mana kau?" teriak Devan yang melihat wanita itu berlari.


Ternyata Nur sedang memutanhkan seluru isi dalam perutnya.

__ADS_1


Devan mengamati dari jauh, dan bibirnya langsung tersenyum jahat. Bersambung.


__ADS_2