
Suamiku Pria Tulen #126
Oleh Sept
Rate 18 +
Sesuatu yang jarang terjadi, bila hati tetap tenang saat bertemu sang mantan. Apalagi hubungan yang kandas itu pernah terjalin cukup dalam. Kevin dan Dita, mantan kekasih itu pernah hampir mengucap janji suci. Hanya beberapa saat saja, semua menjadi bencana dan petaka bagi impian keduanya.
Janji tinggal lah janji, Dita yang merasa sudah kotor dan ternoda tak sanggup bila meneruskan jalinan cinta mereka yang terlanjur terkoyak oleh calon iparnya sendiri. Kini, semua sudah berlalu. Tapi, masih kah ada rasa yang tertinggal pada sekeping hati yang pernah kecewa terlalu dalam tersebut?
"Mas ... Mas Kevin!" panggil Lea yang sejak tadi menunggu suaminya itu.
Lea merasa aneh, mengapa suaminya malah berhenti dan diam terpaku di luar sana. Dilihatnya Kevin sedang menatap sebuah mobil. Penasaran, Lea mengintip ke arah yang Kevin tatap. Tapi, sudah tidak ada siapa-siapa.
Sedangkan Kevin, pria itu membuang napas dalam-dalam. Kemudian menuntun Lea.
"Lihat apa sih, Mas?"
Kevin hanya tersenyum lalu merangkul tubuh istrinya dan masuk ke dalam mini market. Seperti dugaan Kevin, di dalam sana ada Dita. Mantan calon istrinya itu sedang berdiri di depan salah satu rak.
__ADS_1
"Mas, Lea mau ke toilet dulu."
Kevin mengangguk pelan, dilihatnya Lea yang berjalan menjauh. Tanpa sadar, kakinya melangkah mendekati Dita. Ini adalah pertemuan setelah sekian lama berpisah, dengan ragu Kevin mulai menyapa. Ia masih penasaran dengan kabar wanita yang pernah dekat dengannya saat dahulu.
"Ta ...!"
Dita yang kala itu sedang memilih sesuatu, spontan menjatuhkan sufor kemasan tanggung yang dipegangnya.
Dengan cepat, Kevin mengambil benda itu. Kemudian memberikan pada Dita.
"Bagaimana kabarmu?" tanya Kevin dengan suara berat dan terdengar kaku. Jelas sekali ada aura menegangkan yang menyeruak di antara mereka berdua.
"Baik, aku baik. Bagaimana denganmu?"
Dita mulai salah tingkah, ia merasa tidak nyaman. Keduanya malah hanya diam tanpa saling bicara.
Tap tap tap
Di belakang Kevin, Dita melihat sosok suaminya. Yang tak lain adalah adik dari Kevin.
__ADS_1
"Apa sudah dapat sufornya? Mengapa lama?" tanya Kendra. Pria itu kemudian melewati Kevin. Ia tidak tahu siapa yang ada di balik sana.
Dita menelan ludah, saat dilihatnya tangan Kevin mulai mengepal. Sepertinya masih ada dendam pada mata pria itu. Merasa situasi sepertinya semakin tidak enak, wanita itu pun kemudian mengambil sekaleng sufor dengan asal.
"Dit ... ini untuk balita, biasanya bukan ini, kan?" Kevin meraih kaleng itu dan meletakkan ke tempat semula. Pria itu kemudian mengambil sufor yang benar. Dan tersenyum menatap Dita.
"Ini baru milik Rion," seru Kendra kemudian mengusap rambut Dita.
BUGH
"Kevin!!!" pekik Dita yang melihat Kevin tiba-tiba memukul suaminya.
Rupanya Kevin panas melihat Dita dan Kendra yang baik-baik saja setelah apa yang terjadi. Ia tidak terima, bagaimana bisa Dita menerima Kendra begitu saja.
"Buka mata kamu, Taaa! Buka lebar-lebar! Pria brengsekkk ini sudah menghancurkan pernikahan kita!" ujar Kevin masih dengan tangan yang mengepal.
Kevin yang masih menyisahkan luka di hati, meluapkan rasa marahnya pada Dita. Kevin kecewa, mengapa wanita itu menolak menikah dengan dirinya dan malah menerima Kendra yang sudah terang-terangan menodai gadis tersebut. Kevin merasa dihianati oleh dua orang yang sebelumnya sangat ia sayang.
Tanpa Kevin sadari, saat ini ada sepasang mata yang menatap kejadian itu dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
__ADS_1
"Lea ..."
Bersambung.