
Suamiku Pria Tulen #130
Oleh Sept
Rate 18 +
Kevin pikir pertengkaran mereka semalam akan reda saat hari sudah berganti. Tapi kadang kala kenyataan berbanding terbalik dengan apa yang diinginkan.
"Lea pulang ya, Ma." Lea memeluk mamanya.
"Nggak nginep lagi?"
"Nggak, Mas Kevin masih banyak kerjaan."
"Bagus ... jadi istri yang nurut sama suami. Saling pengertian, sana pamit papamu dulu. Kalau nggak, nanti seharian nyariin."
"Iya, Ma." Lea naik tangga dengan hati hampa, ia tidak mau menginap lagi di rumah mamanya karena takut pertengkaran mereka akan terdengar. Lea tidak mau membuat papanya drop hanya karena memikirkan rumah tangganya yang sedang digoyang prahara.
***
Kevin sudah menunggu di ruang tamu, tadi ia sudah pamit pada kedua mertuanya. Tapi, Lea kenapa lama sekali tidak turun-turun.
Ternyata Lea sedang diintrogasi oleh papanya.
"Lea ... kamu anak Papa. Tidak ada yang bisa kamu sembunyikan dari mata Papa. Katakan, ada apa?"
"Ya Tuhan, jangan sampai Papa curiga," batin Lea kemudian memasang senyum palsu.
"Ih Papa, ngomong apa sih. Lea baik-baik saja, dan sebenarnya ada sesuatu yang ingin Lea katakan. Mungkin terlalu cepat, Lea rencananya mau cerita nanti-nanti aja."
Arya memperhatikan Lea dengan curiga. Meski putrinya tersebut, Lea memainkan jari-jarinya. Jelas anaknya sedang gelisah dan menyimpan masalah.
__ADS_1
"Apa Kevin macan-macam?"
Belum selesai Lea cerita, papanya langsung main menuduh begitu saja.
"Macan-macam? Nggak, Pa. Kami baik-baik saja kok." Lea menjawab dengan gugup.
"Apa perlu Papa turun tangan?"
"Pa ... Lea nggak apa-apa!" Bibirnya berkata tidak tapi matanya sudah perih. Lea tidak bisa merahasiakan lagi sakit hatinya. Hamil membuat Lea sulit untuk bersandiwara.
Arya langsung meraih tangan putrinya, "Suruh dia ke sini!"
"Pa ..."
"Atau Papa sendiri yang menyeretnya?" ancam Arya kasar.
Rupanya Arya mendengar pertengkaran putrinya semalam. Ia pura-pura tenang, hingga Lea cerita yang sebenarnya.
Tidak tahan lagi, akhirnya tangis Lea pecah. Ia malah tersedu di depan papanya.
"Ini salah Papa, harusnya tidak buru-buru memaksamu menikah."
Mendengar perkataan sang papa, Lea semakin durjana. Seolah benar-benar tidak ada cinta pada pernikahannya.
***
Lama Kevin menunggu, tidak sabar ia pun menyusul ke lantai atas. Kevin berjalan dengan firasat tidak enak, apalagi samar-samar mendengar suara isak tangis wanita.
KLEK
"Lea ..."
__ADS_1
Kevin melihat Lea yang duduk di tepi ranjang sembari mengusap wajahnya, di depannya ada Arya yang berdiri menatapnya begitu dalam.
"Papa sangat kecewa padamu, Kevin!"
"Pa, kalian salah paham."
"Sekarang jelaskan, bagaimana bisa kamu menduakan putri saya?" Arya sudah melotot. Bola matanya seakan mau keluar. Pria yang tidak muda lagi itu mulai mengeluarkan taringnya saat melihat sang putri kesayangannya menderita karena seorang pria.
"Dengarkan Kevin dulu, semua akan Kevin jelaskan. Kesalahpahaman ini, biar kalian tidak salah paham lagi. Terutama Lea." Kevin melirik Lea yang tidak mau memandangnya.
Sedangkan Arya, sekalian memang ingin mendengar penjelasan menantunya itu. Arya pun ingin mendengar langsung. Karena ia masih tidak percaya, Kevin yang ia percaya selama ini bisa berbuat seperti itu pada putrinya.
"Sebelum Kevin menikahi Lea, Kevin pernah hampir menikah. Namun, pernikahan itu gagal, Kevin tidak akan cerita panjang lebar. Yang perlu kalian tahu, calon istri Kevin yang dulu, sudah menikah dengan adik Kevin. Dan mereka sudah memiliki anak. Kemarin Lea melihat saya menghajar pria, itu adik Kevin, Pa. Bukan karena Kevin masih memendam rasa pada wanita itu. Kevin hanya emosi saja, saat melihat adik Kevin sendiri. Mungkin hanya emosi sesaat atas penghianatan adik Kevin. Tidak ada hubungan dengan wanita itu sama sekali."
Lea yang baru mendengar cerita ini, mencoba mencerna apa yang Kevin katakan. Bila dilihat dari keseriusan Kevin dalam menjelaskan. Lea rasa suaminya tidak bohong.
"Apalagi sekarang Lea sedang hamil anak Kevin, mana mungkin Kevin menyia-nyiakan sesuatu yang sangat berharga itu!" sambung Kevin. Dan hal itu membuat Arya menatap putrinya.
Semalam Arya menguping tidak begitu jelas, jadi banyak informasi yang ia lewatkan. Kini ia menghampiri Lea, menyentuh pundak anaknya tersebut.
"Lea hamil?" tanya Arya tidak percaya. Putrinya yang paling bandel bisa jadi ibu juga akhirnya.
"Kamu nggak bohong, Vin?" Nur muncul dari luar. Rupanya ia sejak tadi juga ikut mendengar di luar kamar.
"Sayang, kamu hamil beneran?" Kini ganti Nur yang menatap tak percaya.
"Iya, Ma. Kemarin baru saja kami periksa. Dan Lea malah salah paham," sela Kevin.
Lea menunduk saja, kemudian Kevin mendekatinya. Tidak peduli ada papa dan mama mertuanya. Kevin meraih wajah itu agar menatapnya.
"Trust me!" Bersambung.
__ADS_1