Suamiku Pria Tulen

Suamiku Pria Tulen
Tetap Diam


__ADS_3

Suamiku Pria Tulen Bab 65


Oleh Sept


Rate 18+


Irna mengepalkan tangan, telinganya panas ketika Rama mengancam akan membunuh dirinya.


"Kau pikir aku takut?"


Perlahan Irna menoleh, tubuhnya memutar hingga bertatapan langsung dengan Rama.


"Sepertinya kau tidak kenal takut!" batin Rama sambil tangannya meraih sesuatu dari dalam laci di sampingnya.


Mata Irna melotot, ketika Rama mengarahkan senjata tepat ke arahnya.


"Kau pikir aku main-main? Mari aku tunjukkan ... aku selalu serius dengan ucapanku!"


Dorrrr


Rama menembak tepat di sebelah kaki Irna, membuat Irna menutup telinganya dengan spontan. Ia terkejut, Rama begitu gila dan sangat-sangat gila.


"Ini baru peringatan, dan aku bisa mengarahkan peluru ini tepat ke tubuhmu. Ingat baik-baik, jangan pernah melangar aturanku!" Rama menyimpan kembali senjatanya. Sedangkan Irna, wajah wanita itu langsung dibuat pucat oleh Rama.


"Kau lihat? Camkan itu!"


Rama menyentuh dagu Irna, kemudian melepasnya dengan kasar.


***

__ADS_1


Setelah Rama pergi, Irna menendang apa saja di depannya. Ia mengusap wajahnya dan mengacak rambut dengan prustasi. Ia sudah masuk kandang pria psikopat. Dan sepertinya, lari pun sangat mustahil untuk saat ini.


Malam harinya.


Irna hanya makan malam berdua dengan Kevin, putra semata wayangnya. Rumah nampak sepi, Rama mungkin sudah keluar dari tadi dan belum kembali.


Tengah malam.


Irna yang tertidur pulas, dikagetkan dengan suara gedoran pintu di kamarnya. Ia bangun, dan meraih ponsel di atas nakas.


"Jam berapa ini?" Dilihatnya jam satu malam.


"Siapa itu? Ah ... pasti dia lagi!" gumam Irna saat turun dari ranjang.


Klek


Irna membuka pintu kamar dengan sangat malas, ditambah melihat siapa yang datang. Apalagi tercium bau yang sangat menyengat.


"Hey! Masuk ke kamarmu sendiri!" teriak Irna saat Rama langsung menerobos ke kamarnya.


Pria itu malah langsung melempar tubuhnya sendiri ke tengah ranjang. Rama berbaring di atas sana, merentangkan tangan sambil merancau.


"Kau wanita berisik! Diamlah!"


"Astaga!"


"Lepaskan sepatuku!" perintah Rama dengan mata terpejam.


Dengan kesal, Irna mendekat. Ia melepasnya sepatu Rama dan melempar dengan asal.

__ADS_1


"Bagus! Aku suka wanita penurut." Rama kembali merancu tak jelas.


Sedangkan Irna, ia menatap gusar dan menendang sebelah sepatu Rama yang ada di dekatnya.


Rama yang kala itu mabuk berat, hanya butuh waktu sebentar untuk bisa tidur. Melihat pria itu tidur memakai jas, Irna berniat membantu melepasnya. Dengan muka masam, ia melepas kancing kemeja dan juga jas yang semua melekat pada pria itu.


"Kau mau menodaiku lagi?" tuduh Rama dengan suara khasnya yang serak dan berat.


Irna langsung beringsut, ia kaget dan mundur. Rama belum tidur, ia pikir pria itu sudah terbang ke alam mimpi.


"Bajumu kotor!" kelit Irna yang tidak mau dituduh bukan-bukan.


Rama langsung membetulkan posisi, kini ia setengah berbaring sambil bersandar. Matanya melirik ke arah Irna yang terlihat salah tingkah.


"Pakai ini!"


Irna yang sempat pergi sebentar, kembali dengan membawa baju tidur untuk Rama.


"Ini!" ujar Irna lagi karena Rama enggan meraih baju piyama tersebut.


Seettt


Rama pun meraih pakaian gantinya itu. Namun, tidak untuk dipakai, tapi langsung ia lempar ke atas kursi yang ada di sebelah ranjang.


Dengan cepat pula, ia menarik Irna dan membuat wanita itu mendarat tepat di pangkuannya.


"Apa yang kau lakukan! Lepaskan!" Irna meronta. Ia mau bangkit dan bangun, tapi pria yang sedang mabuk itu malah memeluk pingangnya dengan erat.


"Ram!" pekik Irna.

__ADS_1


Rama dari dulu tidak suka wanita yang berisik, dengan sekali gerakan. Ia membuat Irna langsung diam. Bersambung.


__ADS_2