Suamiku Pria Tulen

Suamiku Pria Tulen
Beautiful Trap


__ADS_3

Suamiku Pria Tulen #53


Oleh Sept


Rate 18+


9 bulan kemudian.


"Nur ... Nur ..." Baru pulang, Arya sudah mencari istrinya terlebih dahulu. Nur yang kala itu sedang tidak ada di kamar, membuat Arya panik.


"Bik ... istri saya di mana?"


Saat Bibi akan menjawab, tiba-tiba terdengar gelak tawa dari arah kolam renang.


"Siapa itu?"


"Tetangga baru, Tuan. Pindah beberapa minggu lalu," jawab Bibi.


Arya memincingkan mata, untuk apa tetangga baru main ke rumahnya. Penasaran, Arya pun berjalan menuju kolam renang yang terletak di samping rumah.


Byurrrrr


Seorang anak usia lima tahun masuk dalam kolam renang. Ia bermain air dengan wajah gembira.


"Siapa dia?" batin Arya sambil terus berjalan.


"Sudah pulang, Mas?" Nur langsung menyapa suaminya begitu Arya sudah dekat.


Arya mengangguk, dan meraih tubuh Cua yang kala itu bermain di pinggir kolam.


"Sore-sore anak Papa kok main air, nanti masuk angin." Arya mencubit hidung Cua yang minimalist.


"Sudah janjian sama Kevin, Mas." Nur menatap bocah laki-laki yang ada di dalam kolam anak.


Arya mengangguk. Nur tersadar dan mengenalkan pada sosok wanita yang sejak tadi mengamati keduanya.


"Oh ya, Mas. Kenalin ... ini Kak Irna, mamanya Kevin."


"Selamat sore Pak Arya, senang bisa bertemu dengan pria sukses seperti anda. Baru beberapa hari lalu, saya melihat wajah anda di sebuah majalah bisnis ternama." Kak Irna mengatakan itu dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya.


Arya hanya mengangguk, kemudian pamit untuk masuk ke dalam rumah. Ia baru tenang, karena tetangga barunya itu hanya wali murid di sekolah yang sama dengan putrinya.


***


Malam harinya.


"Apa Cua sudah tidur?"


"Sudah, Mas. Ia kelelahan karena main dengan Kevin seharian."


"Tetangga baru itu?"


"Iya, orangnya baik kok. Suaminya juga terliha sayang pada anaknya. Kayak Mas Arya.

__ADS_1


"Kok tahu suaminya?" Dahi Arya langsung mengkerut.


Kan sering ketemu pas di sekolah.


"Oh ..." Arya nampak memikirkan sesuatu.


***


Rumah tetangga.


Kevin terlihat masih bermain di dalam kamar, ia memainkan dua robot-robotan baru yang dibelikan oleh papa palsunya. Ya, papa palsu. Seorang pria yang tiba-tiba menjadi ayahnya.


Di dalam kamar utama.


"Bagaimana hari ini?"


"Aku sudah bertemu dengan suaminya."


"Bagus, dekati mereka terus. Sampai mereka tidak curiga dan terbiasa," ucap Rama dengan suara serak. Beberapa waktu lalu ia menjalani operasi lagi, membuat pita suaranya sedikit aneh dan berubah.


"Baiklah, permintaan darimu adalah perintah," Kak Irna terkekeh.


Ini konyol, Rama datang padanya meminta ia memainkan drama keluarga yang tidak pernah ia bayangan. Bagaimana bisa, ia yang seorang single parent bertahun-tahun tiba-tiba didatangi pria asing dengan menawarkan sekoper uang? Jelas kak Irna menerima tawaran pekerjaan itu. Apalagi hanya memainkan drama keluarga. Irna yang merupakan bartender di sebuah klab malam, menerima tawaran Rama dengan sangat terbuka.


"Boleh aku tanya sesuatu?"


Pertanyaan itu dijawab lirikan sinis oleh Rama. Ia tidak suka wanita cerewet yang banyak tanya. Makanya, ia lebih suka pria. Mahluk yang lebih tenang, tidak berisik seperti radio bobrok.


"Katakan!" ujar Rama dingin.


"Tutup mulutmu! Jangan suka ikut campur!"


"Astaga! Kenapa menjadi pemarah? Aku hanya ingin tahu, dan aku rasa ... aku tidak kalah menariknya dengan wanita itu," terang kak Irna dengan percaya diri yang tinggi. Jadi, ia mengira Rama mengincar Nur Azizah.


Dengan berani, tangan kak Irna mulai meraba-raba. Sebenarnya Rama itu ganteng, di luar sana pasti banyak wanita yang antri, mengapa merusak pagar orang lain? Pikir kak Irna sembari jari-jarinya terus merayap di dada bidang Rama. Ia mau menggoda pria itu.


"Singkirkan tanganmu! Atau aku patahkan."


"Astaga!" batin Irna meringis. Tidak apa, semakin Rama dingin semakin ia menarik. Bahkan kalau tidak dibayar, ia rela memuaskan pria di depannya saat ini.


"Keluar!"


Dengan senyum tipis, Irna keluar. Meninggalkan Rama yang menahan kesal.


***


Kediaman Pramudya.


Esok harinya, Arya baru bangun tidur. Ia meraba kanan kiri, tidak ada Nur. Dilihatnya jam dinding, sudah pagi. Ini adalah akhir pekan, mungkin itulah Nur tidak membangunkan dirinya.


Karena matahari sudah mulai menampakkan sinarnya, Arya pun beranjak. Ia turun dari ranjang sambil mengusap wajahnya. Berjalan ke kamar mandi dengan gontai.


KLEK

__ADS_1


Terdengar kran di wastafel menyala, pria itu kemudian membasuh wajahnya. Kemudian berkaca, ditatapnya pantulan wajahnya yang baru bangun saja sudah terlihat tampan.


Saat akan mencari handuk untuk mengusap wajah, matanya malah tertuju pada benda yang tergeletak di sebelah alat mandi.


"Nur ... Nur ... Ya Tuhan ... Nur ..." Arya yang belum mengusap wajahnya, langsung bergegas keluar mencari istrinya.


"Ya ampun ... bangun tidur berisik sekali." Nur muncul dengan membawa minuman hangat untuk dirinya sendiri.


"Ini beneran?" Arya memperlihatkan benda kecil, pipih dengan garis dua pada Nur.


Dengan santai Nur mengangguk.


"Serius?"


Nur hanya mengangguk. Seketika, Arya langsung meraih gelas dari tangan istrinya itu. Meletakkan di atas meja di dekat sana. Arya lalu meraih tubuh Nur, mengendong dan memutar istrinya dengan gembira.


"Mengapa nggak bilang?" bisik Arya.


"Baru aku tes tadi pagi, Mas."


Arya kemudian menurunkan Nur, ia berjongkok di depan kekasih hatinya itu.


"Sehat terus ya, anak Papa."


Arya mencium perut Nur, memegang permukaan perut itu dengan hangat. Nur sendiri mengusap rambut suaminya, ia senang. Kabar kehamilan keduanya disambut gembira oleh Arya.


***


Jika rumah Pramudya seperti surga, lain lagi dengan tetangga di sebelahnya.


"Wanita brengsek! Beraninya kau!"


Rama melempar pakaian Irna, ia sangat marah. Semalam Irna sudah melakukan yang tidak-tidak pada dirinya. Bangun tidur Rama sudah tidak memakai apapun, pria itu terbangun dengan kondisi polos dan di sisinya ada Irna dengan kondisi yang sama. Bersambung.


Oh ... terong dijebak jeruk.


Jangan lupa, baca novel Sept yang lain.


Rahim Bayaran TAMAT


Dea I Love You TAMAT


Istri Gelap Presdir TAMAT


Menikahi Majikan TAMAT


Wanita Pilihan CEO On going


Kenalan sama penulis juga ya ...


Instagram : Sept_September2020


Fb : Sept September

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2