
Suamiku Pria Tulen #109
Oleh Sept
Rate 18 +
Arya, Nur, Lea dan Kevin seperti masuk ruang persidangan. Suasana ketegangan sangat kentara di apartment tersebut.
"Saya bisa jelaskan apa yang terjadi, Om." Kevin mencoba menjelaskan kesalahan pahaman antara mereka.
"Saya rasa semua sudah jelas!" Suara Arya tegas dan mengelegar.
"Ini salah paham, semalam ....!" Belum selesai berbicara, Arya langsung memotong.
"Cukup!" sela Arya. Ia tidak mau mendengar penjelasan apapun. Sudah tertangkap tangan masih saja bisa mengelak. Arya tidak suka pria yang tidak bertanggung jawab.
"Bukan begitu, Om."
Kevin mau menjelaskan lagi, tapi keburu Arya melotot padanya.
"LEA! Papa sangat kecewa sama kamu!" Arya kemudian beralih menatap tajam putrinya. Sedangkan Nur, ia masih shock. Ia tidak percaya, putrinya sampai bermalam di rumah seorang pria.
BUGH
BUGH
BUGH
"Tega kamu sama Mama!" Giliran Nur yang memarahi Lea. Ia memukuli Lea bertubi-tubi.
__ADS_1
"Tunggu dulu, kalian salah paham." Lea juga ikut membela diri.
"Ganti pakaianmu! Baju siapa yang kamu kenakan?" sentak Arya yang sangat marah.
Lea menelan ludah, "Baju Lea kotor, Pa."
"Ganti Papa bilang. Siapa yang mengajarimu seperti ini?"
Dengan gusar Lea berdiri. Ia beranjak dan masuk kamar tamu untuk ganti baju. Ketika Lea tidak ada tiba-tiba Arya bangkit dari duduknya dan ... BUGH
"Ish!" Kevin mendesis dan memegang rahangnya yang sakit.
Meski sudah tua, tenaga Arya rupanya cukup kuat. Hingga pukulan itu membuat Kevin meringis.
"Pa!" Nur spontan memegangi lengan suaminya. Tidak mau sang suami keterusan memukul Kevin.
Sedangkan Arya, sejak tadi ia memang ingin menghajar Kevin. Namun, ia tahan-tahan. Dan ia akhirnya kini puas karena bisa memberikan bogem mentah pada Kevin.
"Apa yang Papa lakuin? Ngapain memukulnya?" Lea protes dan berani menatap mata papanya. Merasa memang tidak melakukan kesalahan. Lea seolah menantang sang papa.
Arya memegangi kepalanya, tiba-tiba pusing memikirkan kelakuan anak gadisnya tersebut.
"Ayo pulang!"
Arya berdiri dan melirik ke arah Lea dengan tajam.
"Nggak!"
"Kamu mau tetap di sini?" sentak Arya dengan emosi yang meluap-luap.
__ADS_1
"YA!" jawab Lea mantap.
Giliran mata Kevin yang mau copot. Lea benar-benar menyeretnya ke dalam masalah.
"Lea, jangan membantah papamu!" Nur menarik lengan putrinya. Ia menarik paksa Lea yang bersikeras tidak mau pulang.
"Lea sudah besar, Mama dan Papa jangan maksa-maksa Lea!" Lea menepis tangan mamanya.
Suasana kembali tegang.
"Baiklah, sepertinya kamu memang sulit diatur. Papa turuti apa mau kamu. Papa tidak akan memaksa kamu pulang. Besok, kamu bebas tinggal bersama laki-laki brengsek ini."
"Maksud Papa apa?" Nur menarik tangan suaminya. Ia meminta penjelasan.
"Biarkan Lea belajar arti kehidupan yang sesungguhnya."
"Maksud Papa? Bukan itu kan? Lea masih sangat muda ... Papa jangan aneh-aneh." Nur gelisah memikirkan keputusan suaminya tersebut.
"Mama mau putri Mama lama-lama rusak?"
"Tapi ini bukan solusi, Pa."
Pasutri tersebut malah berdebat, Sedangkan Kevin dan Lea tidak paham arah pembicaraan keduanya.
"Sekarang kamu pulang, besok Papa bebaskan kamu tinggal di manapun kamu mau."
Arya memegangi keningnya.
"Dan kamu! Siapakan segera berkas-berkasmu."
__ADS_1
"Wah ... ini nggak bener!" batin Kevin. Ia merasa sesuatu mulai tidak beres. Jangan-jangan ia disuruh menikahi anak badung tersebut. Bersambung.