Suamiku Pria Tulen

Suamiku Pria Tulen
Menuju Inti


__ADS_3

Suamiku Pria Tulen #117


Oleh Sept


Rate 18+


Sudah mencium dengan paksa, tapi Kevin tidak minta maaf. Apa lagi pria itu terlihat tidak ada rasa menyesal sama sekali. Sakit hati, Lea mengangkat sebelah tangannya.


Mau menampar pipi Kevin, keburu tertangkap. Kevin malah mencengkram kedua tangan Lea.


"Astaga! Mengapa dia jadi begini?" batin Lea yang takut menatap sorot mata Kevin. Kevin memang sering melotot tajam pada dirinya, dan itu sudah biasa. Tapi, tatapan sekarang ini terlihat berbeda. Lea sampai memalingkan wajah karena tidak nyaman serta mendadak merinding.


"Lepaskan!" ucap Lea kemudian. Namun, masih masih memalingkan wajah.


Bukkkkk


Kevin berjingkat, ia kemudian melemparkan tubuhnya ke samping. Menghela napas berat, kemudian memejamkan mata. Sepertinya ia sudah gila, batin Kevin.


Sedangkan Lea, ia masih terkejut. Dia diam membatu saat Kevin sudah melepaskan dirinya.


"Kenapa kamu menciumku?" suara Lea memecah kesunyian di antara mereka.


Ia juga tidak jadi menangis, Lea gadis kuat. Tidak akan menangis hanya karena dicium pria. Apalagi pria itu suaminya sendiri. Mereka bahkan sudah mendapat stempel halal dari MUI.


Lea yang sudah tenang, ia sekarang penasaran. Mengapa Kevin tiba-tiba menciumnya saat ia sedang tidur. Apa pria itu menyukainya? Mendadak Lea GR.


"Kita sudah menikah, terserah aku mau apa," jawab Kevin ketus.


"Itu Pemaksaan!" protes Lea.


"Berhenti bicara omong kosong, dan dewasalah sedikit. Wajar bila kita melakukan seperti yang orang lain lakukan." Kevin membuang napas dengan sebal. Mengapa jadi menjengkelkan sekali. Pria itu pun mulai uring-uringan. Karena ada yang tidak tersalurkan sejak tadi.


"Melakukan ... eh ... melakukan apa maksudmu?" Lea kini yang mulai traveling. Tanpa sadar ia menelan ludah.


"Jangan pura-pura, kamu pasti mengerti. Aku rasa usiamu juga sudah cukup umur. Stop pura-pura polos!" sahut Kevin dengan kesal.


"Astaga!!! Sesuai dugaan. Dia menjurus ke sana. Maaa ... Paaa ... Lea takut!" batinnya.


Tidak mau semakin kesal dan naik darah, akhirnya Kevin memilih turun dari ranjang.

__ADS_1


"Eh ... mau ke mana?"


"Jangan banyak tanya kalau tidak mau ikut!"


Kevin memutuskan untuk bersolo karir, dari pada kepalanya nyut-nyutan.


Bruakkkk


Ia menutup pintu kamar mandi dengan kencang. Membuat Lea terhenyak kaget.


Beberapa saat kemudian.


"Leaaaa! Ambilkan handuk!"


Karena tadi buru-buru ke kamar mandi, Kevin sampai tidak membawa handuk ke dalam sana.


Lea yang mendengar suara teriakan Kevin, langsung mencarinya handuk dalam koper pria tersebut.


"Tadi kedinginan, trus sekarang mandi. Ya ampun ... jangan-jangan dia tadi?" Otak Lea sudah melanglang buana keliling dunia. Menebak-nebak apa yang sudah Kevin lakukan di dalam sana. Ia merinding, bulu-bulunya berdiri, meremang semua.


Tok Tok Tok


"Ah sial. Mengapa pikiranku jadi ikut kotor seperti dirinya?"


Lea memegangi pipinya yang terasa hangat, membayangkan apa yang dilakukan Kevin di dalam kamar mandi, wajahnya jadi panas dingin.


KLEK


Dengan santai Kevin membuka pintu.


"Astaga!" pekik Lea.


Gadis itu lalu berlari sampai tidak sempat memberikan kain handuknya. Lea shock, matanya mendadak langsung ternoda.


"Cih ... Leaaa ... handuknya manaa! Mengapa kau bawa pergi lagi? Ish ..."


"Ambil sendiri, kamu pasti menjebakku!" tuduh Lea. Rasanya malu sekali setelah melihat secara langsung. Lea pun memilih bersembunyi di dalam selimut.


Srekkk

__ADS_1


Kevin menyibak selimut yang menutupi tubuh istrinya.


"Heii!"


Kevin tersenyum tipis, melihat kelakuan Lea. Ternyata gadis itu benar-benar polos.


"Lihat apa kau tadi? Mengapa ketakutan seperti itu?" Kevin tersenyum jahat. Tiba-tiba ia ingin mengerjai gadis badung tersebut. Sekalian balas dendam. Kan selama ini Lea sudah menguji jantungnya.


"Jangan mendekat!" Lea panik ketika menyadari Kevin sudah ke atas ranjang kembali bersamanya.


"Kamu tadi sudah lihat kan?"


Lea menggeleng kepalanya keras. Ia mengelak, padahal sudah melihat dengan jelas. Astaga, ia mulai ngeri sendiri.


Wajah Lea yang panik, nampak lucu di mata Kevin. Tanpa sadar, sudut bibirnya terangkat. Sebuah senyum kecil tergambar di wajah pria tampan tersebut. Kevin tidak sadar, perasaan apa itu? Sejak kapan ia tersenyum karena seorang Lea? Dan Lea melihat akan hal itu. Ia melihat Kevin tersenyum menatap dirinya.


"Ingat, ini bukan pemaksaan!"


Cup


Jantung Lea mau meledak. Bibir mereka sudah bertautan kembali. Ingin menarik wajahnya, tapi ia justru menikmati ciuman mereka. Kevin memainkan dengan perlahan, menyesap lembut. Mau tidak mau, membuat tubuh Lea luluh dan meremang.


Buukkkk


Satu persatu Kevin membuang baju Lea, ia sendiri tidak memakai apa-apa setelah dari kamar mandi.


"Kau takut?" tanya pria tersebut yang melihat kegelisahan di mata Lea. Kevin juga dapat merasakan jantung Lea yang bergemuru. Sama seperti miliknya.


"Apa sampai berdarah-darah?" Lea balik bertanya.


"Jika itu kali pertama."


"Aku takut, jangan sekarang sekarang!"


"Terlambat!"


Mata Lea melotot, kemudian meringis menahan geli. Kevin sudah memulai gerilya.


Bila tadi sempat bilang takut, kini Lea malah menikmati setiap buaian yang Kevin berikan. Hingga pada kegiatan inti.

__ADS_1


"Tahan, ini pasti sedikit sakit," bisik Kevin lembut. Bersambung.


__ADS_2