Super Rich Bae

Super Rich Bae
Part 1


__ADS_3

Pagi hari adalah awal yang menyenangkan baginya.


"Nuri bangun lo!" teman baiknya datang untuk mengambil pesanan kue.


"Sialan banget lo Cha!" Nuri melempar bantal yang ia lukis indah pulau kapuk semalaman. "Gue harus lembur cuma buat sebuah hal unfaedah!"


"Jangan gitu bebs, ini adalah hari ulang tahun bias ultimate gue ya di BTS!" beginilah seorang army veteran yang mulai menggila.


"Happy birthday Jungkook!"


Nuri ikut meniup kue ulang tahun padahal ia belum mandi. "Ups sorry Cha!"


"Dasar dakjal lo!"


Ia memulai aktifitas rutin sebagai seorang pengangguran semenjak berhenti bekerja setahun lalu.


"Gimana nih Cha, gue pengin liburan tapi bokek!"


"Sebagai freelancer baker harusnya lo manfaatin waktu buat jualan demi nonton konser bias!"


"Tabungan gue ludes buat belanja online. Abis tiap bulan ada aja promo free ongkir!"


Chacha yang sibuk menghiasi pernak-pernik bergambar idolanya. "Ah yang salah kan tetep lo bukan aplikasinya."


Sekali lagi ia benar.


"Bantu gue buat menemukan kekayaan dengan cara instan Cha tapi nggak musyrik!"


"Minta aja dilamar sama cowok kaya raya buat pansos kan asyik."


Nuri menangisi kebodohannya kenapa dulu ia bertemu dengan seorang pengecut seperti Raka, yang harusnya memberikan apapun untuk kebahagiaan wanita justru ia merasa rugi.


"Gue kalau ingat si gembel Raka rasanya ingin nyekik aja!"


Chacha berhenti merias mini party untuk biasnya. "Seriusan lo bangkrut berapa juta pacaran sama dia?"


Nuri menutupi wajah malunya dengan boneka love merah. "Belum sampe puluhan juta cuma gue enek Cha!"


Dalam hubungan percintaan, Chacha lebih beruntung karena memiliki kekasih halu.


"Kadang lo lebih beruntung cuma halu Cha bukan rugi."


"Nggak habis pikir aja si gue hahaha!"


"Raka kalau belanja online milih COD di rumah lo! Hahah!''


Kisah cintanya bukan hanya unik tapi juga memprihatinkan untuk dikisahkan.


"Gue nggak tahu Cha! Raka juga kan kerja kenapa bisa sepelit itu!"


Beberapa teman sekolah sering memamerkan kekayaan pasangan mereka.


"Lo tahu si Firdha semenjak nikah sama duda kaya raya dia udah pakai hermes aja lo masih pake baju online shop?"


"Gue belum mampu aja si beli itu nggak tahu kapan!" mereka kompak tertawa.


Hiburan dua pengangguran adalah menonton drama Korea.


"Yakin lo Cha nggak balik ke kerjaan dulu?"


"Gue nggak betah di Bali, studio animasinya si emang sering project sama anime cuma makanan mahal."


"Lah bos lo kan bule?"

__ADS_1


"Bos gue bule, dia si enak makan apa aja. Lah gue tiap hari makan ayam goreng doang!"


Semenjak menganggur mereka semakin sering menghabiskan waktu untuk nonton drama, mulai dari genre romantis, komedi, triller bahkan yang sedang viral tentang perselingkuhan.


"Dasar buaya banget si..." Nuri mengambil tisu, lanjut Chaca mengelap dengan tisu.


"Gue nggak paham kenapa drama pelakor memang sehebat ini bikin emosi!"


Setelah dua episode. Mereka memutuskan untuk melanjutkan aktivitas yang berbeda.


"Gue mau ketemu customer yang minta desain buat undangan nikah dulu!" Chacha tidak sepenuhnya pengangguran. Ia hanya malas untuk terikat dengan kantor.


Sedangkan Nuri yang hanya melihat betapa minimalis skill yang ia miliki. Gadis berambut hitam kecoklatan, berwajah oval dengan tinggi 158cm itu hanya menyukai kue.


"Bikin kue adalah salah satu hobi dan keahlianku."


***


Makan malam.


"Jadi Nuri apa kamu nggak bosan menganggur gini? Kamu udah 26 tahun!" Ayahnya membuka obrolan malam.


"Nuri banyak kok bikin kue dan banyak pesanan."


"Oh ya de, gue ada info pelatihan buat baker gitu."


Nuri langsung heboh. "Seriusan bang? Dimana? Gratis nggak?"


Abang Nuri, Nanda menyodorkan brosur pelatihan. "Kemarin pulang liburan kantor ada yang bagiin."


Ibu juga ikut membaca. "Coba aja de."


Ia dan abangnya sangat berbeda. Karir Nanda sangat bagus dalam perusahaan. Sedangkan dirinya merasa "Nggak ada bakat kerja di kantor."


"Nuri harusnya sudah memikirkan dong mau gimana. Apa mau masuk kantor Nanda aja?"


"Ah nepotisme Yah, nggak suka."


"Aku punya keberuntungan dalam hal lain juga kok."


Nuri langsung beranjak pergi dari ruang makan. Setelah mencuci piring, ia memutuskan untuk melakukan me time lagi.


"Apa maksudnya ya brosur ini ditulisnya ada kesempatan ikut tour gratis ke luar negeri!"


"Wow iseng ah isi."


Ia mendaftarkan diri melalui website yang tertera. "Get lucky!"


Ia berharap ada kabar baik karena besok akan diumumkan.


Pagi yang harusnya membuatnya bersemangat justru ambyar.


"Gue mau bayar hutang jaman kita pacaran." suara dari sang mantan. "Lo totalin aja Ri."


"Okay fine.."


"Total utang lo ke gue 8 juta."


"Nomer rekening lo masih sama kan jaman kita kerja bareng?"


"Sama."


Nuri mematikan telefon dari Raka. Ia mengecek m-banking. "Masuk 7 juta."

__ADS_1


"Anu 1 juta nya lagi bulan besok." Nuri tertawa geli. Orang aneh.


"Kerasukan jin mana lo jadi nggak pelit gini?"


"Gue bilang ke nyokap kalau gue hutang sama lo 7 juta."


"Oh rupanya dibantuin."


Karakter sepelit Raka bisa berubah menjadi sebijak itu adalah kelangkaan.


"Sebenarnya gue dulu lagi nabung aja buat beli sapi."


Mendengar celotehan Raka membuat Nuri menahan tawa. "Sapi?"


Ada apa dengan orang ini?


Apa dia mulai hijrah?


"Iya gue udah punya peternakan sapi di kampung nenek gue ya. Itu gue bayar 7 juta dulu, bulan besok gue kasih lebih."


"Raka, lo beneran Raka Pratama yang gue kenal dulu bukan si?"


"Ya bener gue.."


Mungkin saat itu dia labil. Nuri adalah seseorang yang mudah tertawa. Ia bersyukur karena ada uang mengalir dari rekeningnya.


"Jatah gue aja dari bokap cuma sejuta sebulan."


"Belum beli skincare rutin, beli kebutuhan bikin kue."


Memikirkan banyak hal di usia dewasa. Nuri melanjutkan lagi bersih-bersih rumah.


"Masih nganggur lo?" Chacha datang untuk menganggu. "Ni buat lo."


"Skincare kesukaan gue. Serum untuk glow up!"


Nuri menceritakan perubahan drastis Raka.


"Seriusan dia jadi juragan sapi sekarang di kampung?"


"Ya beneran Cha, lo liat aja snapgram sama status whatsapp dia. Gue pikir dia mulai gila karena pulang kampung."


Nuri baru ingat pukul sembilan pagi akan diumumkan pemenang untuk pelatihan Bakery. "Cha!!!" ia deg-degan.


"Selamat Anda lolos dan akan mengikuti pelatihan serta tour."


"Tour ke toko roti terkenal di kawasan Asia dan Prancis."


"Lo emang punya pasport?"


Duar!


Nuri menutup laptopnya. "Gue cuma punya kartu fansclub dan atm."


Hari itu mereka pergi untuk mengurus pasport dan visa untuk pelatihan.


Nuri mulai mempersiapkan banyak hal. Menghafalkan lagi kosa kata dalam bahasa Inggris dalam dunia bakery.


"Oh ****!"


Ketika ia sedang menghafal, kakinya menginjak lem tikus.


* Hei guys mampir ya untuk baca cerita komedi dari aku, ceritanya ringan dan aku harap kalian suka.*

__ADS_1


__ADS_2