
Jay dan Nuri datang ke acara jamuan kolega bisnis JJ. Sebenarnya, Jay kurang menyukai orang tersebut. Semua demi menghormati Jack.
"Bae, kamu kayak setengah hati gitu?" Nuri berbisik pelan. "Kenapa?"
Ah, menyebalkan.
Jay cemberut, ia tidak mau menjawab. Justru ia akan membiarkan sang istri untuk mengetahui salah satu alasan yang terpampang nyata.
"Jay Jang!" Pria yang sengaja ia hindari justru menyapanya. "Ini pasti istrinya, Jay? Hei, namaku Arte."
"Nuri Jang," Nuri menerima jabatan tangan dari Arte.
"Wah, Jay seleramu emang nggak bisa ditebak ya dari dulu deh."
"Kalian kenalan sejak dulu ya?" Nuri berpura-pura penasaran. Terkadang ada satu sikap Jay yang random, salah satunya membenci bicara denngan orang yang membuatnya kesal. "Apa satu sekolah? Kampus?"
Jay tersenyum tipis. Tidak seperti Jay yang Nuri selalu lihat.
"Sudahi sedihmu, Jay. Itu kan di masa lalu, aku juga butuh Jack sekarang untuk membahas bisnis. Nikmati waktu kalian dengan nyaman, Men!" Arte menepuk-nepuk bahu Jay. Membuat dirinya semakin menyebalkan dengan senyuman kecut yang sengaja ia tunjukan di depan Nuri juga.
Ini yang membuat Jay malas. Arte selalu mengungkit sesuatu yang sengaja Jay tutupi yaitu rasa sakit di masa lalu.
"Apa maksudnya dia?" Nuri menarik Jay untuk keluar, ia ingin mendapatkan penjelasan yang masuk akal. "Apa yang membuatmu sedih, Bae?"
Jay masih tetap diam.
"Ngomong nggak?!" Nuri agak membentak. Gemas dengan kelakuan kekanakan Jay. Mungkin inilah kenapa dulu Lusi mengecapnya anak manja perajuk.
Jika ia membuka mulut, pasti akan menyakiti hati istrinya. Membahas masa lalu bukanlah gaya Jay selama ini. Nuri hanya mengenal dua wanita dari masa lalunya sebatas Lusi dan Athena. Ia pasti akan terkejut jika mengetahui selain mereka, ada satu wanita yang di masa lalu menjadi primadona Jay.
"Kamu rebutan gebetan sama Arte?" Nuri bertanya lagi, ia melotot. "Apa kamu punya mantan lain, dan mantan kamu itu mantannya dia juga?"
Jay menggeleng-geleng.
Benar-benar membuat jengkel, Nuri akhirnya pergi dan mencari sumber terpercaya. Ia dengan cepat menelepon sang sahabat yang tak lain adalah saksi hidup.
"Hei, Athena. Jawab dengan cepat dan jujur. Ada apa dengan Jay? Kenapa bertemu orang bertemu Arte membuatnya diam membisu begitu?"
"Kalian bertemu Arte?!" Athena yang sedang mengerjakan desain berlian terkejut. "Apa yang Arte katakan tadi?"
Athena menghentikan gambar rancangan perhiasan untuk beberapa saat. Jika mengungkit masalah Arte, tidak jauh dari seorang wanita bernama Lou, Louisa. Mengingatnya saja sudah membuat Athena sendiri kesal. Tapi ia harus menceritakan detail kepada Nuri, agar tidak terjadi salah paham. Drama mantan memang agak mengerikan.
"Mungkin aku cuma tahu, kamu dan Lusi mantannya."
"Baiklah, nama gadis itu Lou. Jay pernah berpacaran dengan Lou di masa lalu. Kebetulan Lou adalah senior kami satu tingkat."
"Lou?" Nuri mulai berpikir, ia juga mencari kata kunci "Lou". "Ini bukan Lou yang aku pikir Louisa Albert kan?"
"Nah itu, kamu tahu."
"Daebak!" Bukannya cemburu, ia justru kagum. Seorang Louisa Albert, super model terkenal dengan pengikut mencapai 24 juta di instagram adalah mantan kekasih suaminya di masa lalu.
__ADS_1
Athena mulai menceritakan lebih lengkap. Jay berkenalan dengan Lou di kelas ekstrakulikuler yaitu kelas seni. Kedekatan mulai tercium banyak orang, Lou yang sudah populer sejak remaja karena putri seorang sutradara film yang menikah dengan super model.
Yang menyatakan perasaan adalah Lou terlebih dahulu. Hubungan mereka membuat banyak lelaki di sekolah iri. Seperti pasangan unreal dengan visual paripurna. Jay Jang yang tinggi, Lou juga tinggi. Selisih tinggi badan mereka tidak lebih dari 10 cm. Hubungan di awal remaja memang menyisakan banyak cerita. Salah satu kisah yang Athena ketahui belum lama, Jay pernah tidur dengan Lou di masa lalu.
"Kamu yakin, Darling?" Athena menanyakan lagi kepada sang suami.
"Aku ingat, Lou keluar dari kamar Jay. Saat itu aku pikir dia menyukaimu, malah tidur dengannya."
Athena dulu memang menyukai Jay, mereka dekat sejak belia. Tapi, sebelum berpacaran dengannya. Jay terlebih dahulu menjalin hubungan dengan Lou. Saat berpacaran, Jay tidak bisa melakukan hal yang lelaki lain lakukan. Didikan orang tua dan budaya berbeda.
"Tapi kamu sudah tidur dengan senior kita, Lou kan?" Athena mengajukan protes saat itu. "Kenapa nggak bisa denganku?"
"Louisa yang meniduriku... maaf... aku... " Jay tampak tertekan. Danny juga bercerita, Jay memutuskan Lou karena hal demikian.
Tapi anehnya rumor yang tersebar berbeda. Anak-anak di sekolah mengaggap Jay sebagai lekaki lemah.
"Menyedihkan sekali, tidur dengan orang yang tidak mencintaiku!" Louisa juga pernah menuliskan postingan demikian.
Dari cerita Athena, Nuri juga menangkap ada semacam trauma. "Terus mereka udah baikan kan nggak ada dendam? Apa hubungannya dengan Arte itu?"
"Arte adalah sahabat baik, Lou. Ya karena Jay membuat Lou malu makanya Arte memukul wajahnya. Setahuku, Louisa dan Jay saling mengikuti. Bahkan Lou sering menyukai postingan Jay, foto kalian. Karena sering datang ke Fashion Show, aku pikir mereka menjadi teman. Lou sudah bertunangan dengan produser Hollywood yang tampan, Kent."
Jay terperangkap. Lagi, lagi, ia benci dengan dirinya di masa lalu. Stigma anak manja masih terlihat jelas dan membuat sang istri marah. Nuri tidak biasanya berteriak dengan Jay.
Mommy menyuruhnya untuk melupakan kejadian di masa sekolah tersebut. Kenakalan remaja. Beruntungnya Jay masih selamat. Menyelamatkan aset berharga miliknya.
"Nuri?" Jay menghadang di depan pintu hotel. "Maafkan aku... Bae... "
Jay memeluk dengan erat tubuh sang istri. Dia tidak mau sesuatu terjadi dengan hubungan harmonisnya. Masa lalu sudahlah berlalu, baginya Nuri adalah kebahagiaan paling nyata.
"Aku... memang begini." Jay tidak berani untuk menatap wajah sang istri. Tidak seperti Nuri yang biasa ia lihat.
"Lepasin ah!"
__ADS_1
Jay yang orang lain lihat adalah sosok pria yang sangat tampan, maskulin dan dingin. Tapi, Nuri sedang melakukan sesuatu. Berdasarkan cerita Athena, ia justru semakin penasaran.
"Bae... " Jay berjongkok dan memohon.
"Jangan begini, Jay. Orang yang lewat dekat lift liatin kita terus!" Nuri mencoba untuk menutupi wajanya. Orang yang lewat mungkin menganggapnya melakukan sesuatu terhadap pria tampan polos tersebut.
"*I will do it until you hug me again*."
Sial! Nuri justru malah semakin terjebak dalam ketidakberdayaan. Ini sisi lain Jay yang Athena bilang. Dia yang terlihat seperti anak kecil yang merengek.
"Jay... bangun." Nuri merangkul Jay, lalu memeluknya. Seperti seorang ibu yang menenangkan putra kecilnya.
"\*I just love you, Bae. I don't care bout other things cuz loving you is more than enough for my life."
"Are you sure?"
"Ye, Maam\*."
Nuri menepuk-nepuk bahu Jay lalu memberinya hadiah berupa kecupan di pipi sebelah kanan Jay.
"\*I love you, Jay Jang."
Bersambung\*...
Note\*
Jangan lupa ya berikan koment, like dan vote agar author cemungud. Thx so much readers, semoga sehat selalu kalian.😘
__ADS_1