Super Rich Bae

Super Rich Bae
Part 53


__ADS_3

Chacha menjalani hari-hari seperti biasa. Bangun di waktu subuh, memasak makanan untuk sang suami. Bahkan ketika ia mulai risau, ia berusaha untuk tetap tenang.


"Kamu masih belum isi, Cha?''


"Padahal kamu sama tetangga kan duluan kamu nikahnya kan?"


Chacha mendapat banyak pertanyaan demikian sejak bulan lalu. Bukan salahnya jika belum diberikan keturunan secepat tetangganya kan?


Apalagi kabar kehamilan Mba Intan, suami Mas Dika. Chacha semakin merasa gundah. Ia juga mungkin terlalu lelah. Johan pun demikian.


"Kenapa Beb?" Johan dapat memahami situasi. Mungkin Chacha sangat mendambkan keturunan. "Nggak papa, Beb. Kita udah usaha dan doa kok. Percaya aja sama Allah.''


"Bener juga si, tapi merasa kecil hati aja tiap denger yang baru nikah langsung hamil."


"Aku nggak masalah mau dikasih kapan, yang penting kamu tetap begini aja. Chacha, harus terus tersenyum oke?"


"Apaan si, ngerdus pagi-pagi kok."


"Liat tuh Candra bahkan belum bisa berpisah dengan ikan-ikan mahalnya. Raka juga belum sepenuhnya move on loh. Kita harus lebih bahagia dan bersyukur." Johan memeluk istrinya, ia mencium kening Chacha.


"Malu ah, lagi jerawatan nih."


"Kamu pasti ganti skinker lagi ya?"


Setelah menyiapkan sarapan, Chacha bergegas mandi dan berangkat ke kafe. Banyak sekali acara penting yang sudah reservasi. Johan bahkan lembur di akhir bulan, ia membantu mengaudit keuangan dengan detail. Kafe semakin maju setelah Chef Bima membuka anak usaha, katering kekinian yang selalu mendapat orderan melebihi kapasitas.


"Pagi, Mbak?" Asty menghampiri Chacha. Ia sudah berangkat lebih pagi untuk membantu sang kakak sepupu.


"Katering meludak lagi ya?"


"Bener-bener deh semenjak Mas Bima sering promot di instagram gebetannya nih."


"Oh iya, temen Mas Johan juga yang selebgram itu ngaruh banget loh Mbak."


"Oh, dia ya?" Chacha baru bertemu beberapa kali. Teman kampung Johan dan Raka yang baru menikah dengan bule kaya juga. "Yang mukanya glowing abis kaya Nuri ya?"


"Lebih glowing Mbak Nuri si kayaknya, hehe." Asty saja masih kagum, Nuri terlihat seperti wanita Korea. Putih dan bersinar.


"Iya nih, gue juga lagi pake skinker dari Nuri. Awalan masih purging nih Ty, bete abis."


"Mbak Chacha juga udah putih kok. Skinker dari Mbak Nuri sebelum pergi ke Eropa juga aku masih awet nih, serumnya ngefek banget buat hilangin jerawat sama bekasnya."


Beda dari yang lain. Sebelum pergi mengikuti sang suami, Nuri membagikan souvenir perawatan kulit untuk karyawan kafe. Bukan hanya produk perawatan kulit, ada juga parfum mahal.


"Wah apa ini?"


"Cuma hadiah kecil kok." Nuri saat itu membawa banyak barang seorang diri. Ia harus bolak-balik sampe dua kali.


"Bawa apaan lo?" Johan yang penasaran langsung membuka paket.


"Mau gue bantuin nggak?" Chacha menawarkaj diri.


"Skinker nih mantep abis!" Johan mendapat hadiah juga. Ia sangat menyukai produk perawatan kulit asal Korea.


"Beb, lo beneran beliin ini?" Chacha memeluk erat sang sahabat. "Dibeliin juga parfum sama makw up dari ysl."


"Ya, pake uang Jay juga si. Hahaha!"


Candra dan Raka juga mendapatkan hadiah. Jay bahkan menambahkan dompet kulit mahal untuk mereka.


"Makasih banget Jay!"


"Gumawo!"


"Kamsahamida!"


"Saranghae!"


"Nggak usah lebay deh, orangnya belum otw kw kafe."

__ADS_1


Raka masih menyimpan rasa dalam hatinya. Ia ingin mengucapkan selamat dengan benar.


"Selamat ya, Ri. Akhirnya kamu nikah sama orang kaya."


"Cih, lo masih dendam aja nih?" Nuri meledek, ia tahu lebih pasti dari sorotan mata Raka. "Lo juga harus membuka hati, Ka. Jangan lo nyari duplikat gue dong, hehehe."


"Raka kan lagi naksir Asty!" Candra ikut meramaikan suasana.


"Ah, selamat dong!"




"Gimana, Cha?" Nuri menanggapi curahan hati sang sahabat.



"Gue masih aja merasa gimana ya, Ri. Lo kaya gitu juga nggak?"



Nuri terdiam. Benar juga si, banyak wanita yang baru menikah langsung hamil. Tapi, Jay sangat santai. Ia tidak mempermasalahkan.



"Kadang suka ngerasa aja, apa gue kurang top? Tapi Jay nggak pernah mempermasalahin kaya gitu. Mertua gue juga malah santai banget ngurusin adik ipar gue tuh yang masih balita."



"Johan juga santai, tapi kadang mertua gue emang menanyakan ke arah gitu. Belum lagi Mba Intan udah hamil tuh."



Dari cerita Bang Nanda, Nuri sudah mendengae kehamilan Mba Intan. Bahkan kakak iparnya juga merasa sedikit gelisah. Usianya sudah 30 tahun lebih.




Chacha baru membuka aplikasi. Benar. Foto baru sang idola memang membuat banyak hati wanita meleleh seperti mentega.



"Bener-bener dibuat meleleh kaya mentega dengan lagu baru mereka nggak si?''



"Sampe kapan si ya kita harus menahan impian untuk datang ke konser atau jumpa fans. Gue masih kepengin tuh ketemu lagi kaya di Paris."



Benar. Nuri dulu memang sepertinya mendapatkan kejutan dari semesta. "Sumpah Cha, gue pengin muter waktu!"



"Anjir, gue malah kepengin minta foto bareng!"



Masih membahas seputar kegilaan mereka. Johan yang berada di sebelah Chacha hanya bisa tersenyum. Ia juga sedang menonton acara musik kpop.



"Kok gue denger kaya lagu IU deh. Jangan bilang Johan itu selain blink, dia uaena?"



Chacha sudah mengetahuinya beberapa bulan lalu. Ada paketan album dan merchandise datang untuk Johan.

__ADS_1



"Dia sampe punya kartu keanggotan uaena!"



"Daebak! Gue aja baru tau, Cha. Jay juga pernah nonton konser IU sama Hana dulu banget."



"Gue nggak cemburu, cuma ya ini nih dia sampe beli kaos warna lilac juga."



Nuri sedang menikmati sore hari di Swiss, sedangkan Chacha menyambut tengah malam.



"Sayang!" Jay berteriak dari ruang tamu. Ia membawakan kue kesukaan Nuri. "Aku udah beli titipan kamu."



Chacha ikut tersenyum melihat wajah bahagia Nuri. "Matiin aja nih, kayaknya ada yang mau romantisan sore-sore."



"Nggak usah, Cha. Jay juga nanti mau ada acara sama temen sekolahnya. Dia cuma anter makanan."



Chacha mengalihkan pandangannya. Johan masih sibuk dengan ponselnya. Selain memutar lagu kpop, ia juga masih memantau akun instagram kafe.



"Kamu mau promot lagi di lapak temenmu, Beb?"



"Nggak kok, ini selebritis yang di tv juga mau reservasi buat acara ulang tahun tunangannya loh, Beb."



"Siapa si?" Chacha ikut penasaran. Ia terkejut melihat pasangan selebritis yang sedang viral di kalangan masyarakat.



"Mantep banget emang!"



Semenjak Johan terjun dalam dunia pemasaran, peningkatan pendapatan kafe juga sangat drastis. Raka bahkan sudah bisa menaikan gaji karyawan dan merenovasi tempat tinggal karyawan.



"Kamu udah berjuang lebih keras." Chacha tersenyum sambil mengelus tangan Johan.



"Hmm, iya nih. Sekarang matiin aja video call."



Chacha mematikan panggilan video, ia sudah mengirimi pesan untuk Nuri.



"*Ada yang lebih penting nih kalau malam."


__ADS_1


Bersambung*...


__ADS_2