
*Raka is back again ya gaes😂*
"Widih pengantin baru langsung berangkat gawe lo?" Johan menghampiri Raka.
Setelah bulan madu selama tujuh hari di pulau Bali, Raka kembali bekerja untuk mengurus kafe. Tuntunan ekonomi.
"Namanya juga kebutuhan hidup." Raka mendapati kenyataan bahwa menikah bukan tentang tidur di ranjang yang sama, tapi tanggung jawab yang berat. Menafkahi anak orang.
"Yang jelas Asty bakalan dapat gaji double dong? Gaji sebagai karyawan ama gaji sebagai nyonya bos." Johan meledek lagi, ia ikut bahagia atas pernikahan sang sahabat.
Saat itu, Raka tidak menyangka saja, Nuri datang menemui mereka. Seseorang yang pernah hadir di masa lalu, melewati banyak cerita bersama ternyata sebatas tamu undangan di pernikahan.
"Tentang Nuri ya Han, gue masih nggak nyangka aja."
"Ape lo? Masih mikir mantan? Tapi Nuri sekarang cantik banget nggak si? Gue ama bini aja kaget, berapa juta tuh perawatan dia ya?''
Raka hanya memperhatikan sekilas, memang Nuri lebih cantik semenjak bekerja di perusahaan terkenal JJ. Tidak ada yang menyangkal jika wanita kaya bebas untuk merawat diri. Statusnya sebagai janda bahkan tidak kentara. Wajahnya sama seperti gadis berusia 20 tahunan.
"Apa komentar Asty waktu Nuri dateng?" Satu hal yang membuat Johan lebih penasaran.
"Asty justru seneng banget tau. Dia kan emang deket ama Nuri, waktu tau Jay meninggal dia juga bilangin supaya gue hibur Nuri."
Tidak ada dendam antara mantan. Raka menjunjung tinggi persaudaraan dan menjaga silaturahmi. Tiga mantannya bahkan datang di acara pernikahan.
"Lo undang Bebi, Ka?!" Johan yang hampir tersedak melihat mantan kekasih Raka jaman sekolah.
"Iya dong, Han. Dia kan tetep temen kita juga." Raka dengan santai menjawab, sang istri juga tidak keberatan.
Acara resepsi pernikahan Raka dan Asty berlangsung di hotel mewah bintang lima di kota kelahirannya.
"Woy!" Sekelompok laki-laki berseragam batik yang tidak asing bagi Johan maupun Raka.
"Indra!" Johan langsung merangkul mantan ketua OSIS.
Salah satu mantan Raka adalah Bebi Sinta. Tidak ada yang tidak mengenalnya. Dia merupakan dewi sekolah pada masanya.
"Selamat ya Ka, selamat juga buat Mbaknya." Bebi menyalami Raka dan Asty.
__ADS_1
"Makasih ya Beb... " Raka merasa bersalah tapi nama panggilan Bebi memang demikian. Membuat orang salah paham.
"Makasih ya Mbak," Asty juga ikut tersenyum. Siapa sangka selain Nuri, mantan kekasih Raka jaman sekolah ternyata bukan main.
Chacha juga ikut menyambut tamu undangan bersama dengan Johan, anak mereka sudah dititipkan terlebih dahulu di rumah orang tua Johan.
"Siapa itu?" Chacha yang lumayan lapar tapi lebih penasaran dengan wanita cantik berpostur bak Luna Maya.
"Itu si Bebi, mantan Raka jaman dulu."
"Hah?!" Chacha benar-benar kagum. "Masa si? Pantes dulu Nuri bilang, mantan Raka tuh cantik-cantik."
"Cantik nggak Cand?" Chacha menyenggol sang kembaran yang masih asyik memantau siaran langsung ikan hias.
"Cantik kok," Candra masih cuek dengan hal-gal yang berhubungan dengan wanita. Bukan karena ia kurang tampan, ia hanya tipikal lelaki acuh.
Raka masih tersenyum-senyum bahagia sembari menerima ucapan selamat atas pernikahan. Keluarga besar Papi Hendri juga ikut datang. Belum lagi, keluarga angkatnya yang membawa banyak personil.
"Bebi katanya udah cerai loh sama suaminya yang polisi."
"Iya, Han. Katanya juga suaminya udah nikah lagi sama polwan gitu. Kasian Bebi padahal cantik."
Johan memiliki sebuah ide brilian. Ia melihat Bebi yang datang seorang diri, ia juga melihat Candra yang kesepian.
"Beb!" Johan langsung membawa Candra. "Kenalin ini saudara kembar istri gue, namanya Candra. Kita seumuran loh."
Bebi dengan ramah tamah menyambut perkenalan dari pihak Johan. "Halo, Bebi Sinta."
"Candra," masih terlaku kaku untuk berdekatan dengan wanita lain, Candra justru terlihat imut di mata Bebi.
"Lo ngobrol aja berdua ya. Gue mau nemenin istri!"
Johan dan Chacha memantau dari jarak yang lumayan dekat. Candra memang pemalu dalam hal pendekatan, tetapi untuk tampang dia tidak kalah tampan dari aktor Korea.
"Kok kamu mirip ya sama aktor kesukaanku." Bebi memulai percakapan, kebetulan semenjak bercerai ia gemar menonton drama Korea. Salah satu aktor favoritnya adalah Ji Chang Wook.
__ADS_1
"Hah masa si? Kayaknya aku jelek deh." Candra yang pemalu dan rendah diri.
"Mirip kok cuma beda negara aja kali. Oh ya, aku udah bercerai setahun yang lalu. Kamu pasti masih sendiri?" Bebi termasuk wanita yang berbicara terus terang.
Candra baru menatapnya. Ia melihat wanita yang menyembunyikan luka dalam senyuman.
"Tenang aja, aku belum punya anak. Mantan juga udah nikah lagi."
"Jangan memaksa buat tersenyum. Padahal kamu terlihat sedih." Candra memberikan tisu saku. Ia hanya melihat kepura-puraan.
"Trims ya... "
Sebulan setelah acara pernikahan Raka dan Asty. Ada yang berbeda dengan teman mereka, Candra. Ia mulai menjalin hubungan dengan Bebi.
"Lo jadian ama Bebi?" Raka dan Johan kompak bertanya.
"Iya, gue sebenarnya males pacaran lama. Kalau udah klop mending nikah aja deh."
"Bebi emang hebat banget si bisa ngeluluhin gunung es."
Chacha juga tidak masalah, menurutnya status janda Bebi lebih terhormat.
"Nah Bebi masih di Jakarta apa udah balik?"
"Bebi udah balik kok ke Purwokerto. Kan keluarga dia punya usaha, jadi dia bantuin."
"Bokapnya Bebi itu punya usaha travel sama katering. Nyokapnya lebih gila lagi, punya empat toko emas."
Candra lebih ceria dari biasanya semenjak menjalin hubungan. Meski tidak sebucin Raka, Candra lebih sering menelepon, bertanya kabar. Karena ia sangat tahu, butuh waktu lama untuk Bebi pulih dari rasa sakitnya.
"Aku nggak pernah dendam sama mantan suamiku. Cuma butuh waktu aja untuk menata hati."
"Kamu hebat banget, Beb."
"Iya dong! Kasih hadiah coba." Bebi meledek kekasihnya.
Awalnya ia hanya meledek Candra untuk memberi hadiah, tidak disangka datang sebuah paket dari Jakarta.
"Paket dari Candra nih, Beb."
Bebi yang sangat antusias membuka paket mendapati kenyataan miris. Bukan bunga, coklat ataupun sesuatu yang romantis.
"Kelihatan gede, tapi isinya cuma ikan hias?"
"Loh ini kan lagi hits, Mbak. Ikan hias mahal nih packing ginian." Tukang paket hanya memberi penjelasan.
"Hmm... makasih ya Mas."
Bebi yang tidak suka dengan binatang peliharaan langsung menyuruh Mang Supri untuk mengurus ikan hias.
"Gimana hadiahnya? Kamu suka nggak?''
"Ya suka si, tapi kenapa ikan hias ginian si?"
"Eh, jangan gitu. Itu ikan hias yang langka loh. Kaya kamu padahal, cantik, baik dan langka."
Bebi tersipu malu mendengar rayuan sang kekasih. Sudah lama ia tidak bisa tersenyum bahagia. Perceraian memang bukanlah perpisahan yang baik. Tapi selalu ada hal-hal indah yang Tuhan berikan setelah menghadapi ujian.
"*Saranghae..."
__ADS_1
Bersambung*...