Super Rich Bae

Super Rich Bae
Part 97 (S2) : Crystal Snow


__ADS_3

Mark menonton video lama. Sebuah video pengakuan dari mantan pasiennya di masa lalu tentang Jay Jang.


"Dokter tahu bagian terbaik jatuh cinta?"


Mark menggeleng.


"Saat melihat orang yang kita cintai lebih bahagia dengan orang lain."


Pasien wanita di kelas VVIP tersebut adalah keponakan salah satu profesor terkenal di bedah jantung. Secara pribadi ia meminta bantuan Mark untuk menjaga kestabilan jiwa.


"Nona Jiya pasti sangat mencintainya?"


Jiya Zack, seorang wanita keturunan yang memang besar di Eropa. Usianya sebaya dengan Jay Jang.


"Sangat Dok... " Jiya tersenyum cerah sambil menatap jendela. Berharap dalam hati seseorang yang ia sangat cintai mengetahui keberadaannya.


"Apa dia adalah ayah biologis anak Anda?" Mark masih penasaran siapa ayah biologis dari bayi kecil menggemaskan yang baru pasiennya lahirkan. "Beri tahu dia kalau anak kalian sangat menggemaskan."


"Tidak bisa, Dok. Dia sudah bahagia dengan tunangannya, aku dengar mereka akan menikah."


"Bagaimana bisa dia mengabaikan darah dagingnya sendiri?"


Jiya terdiam. Mungkin beberapa orang akan menganggapnya gila. Tapi sejauh ini kebenaran yang ia ingat jelas adalah ayah anaknya masih hidup dan lebih bahagia. Banyak tersenyum dengan wanita lain.


"Bisakah Anda mengatakannya? Suatu saat video ini akan sampai di tangan dia."


Jiya memantapkan hati mengikuti saran dari dokter yang merawatnya.


"Ini Jiya Zack. Hei, apa kabar kamu?"


Mark memegangi kamera dan mulai larut dalam kenyataan yang mengharukan. Kisah asmara yang menyanyat hati.




"\*Kita pertama bertemu saat kelas di kampus. Semua orang menatapmu dengan cara yang indah, dosen maupun mahasiswa lain juga mengagumimu. Jay Jang Clarkson, pria yang pernah duduk di sebelahku saat kelas manajemen internasional. Kamu bertanya apakah kursi di sebelah sudah terisi oleh temanku kan? Aku ingat wajah tampan yang tersenyum dengan gagah itu."



Semua orang mengatakan bahwa Jay adalah keturunan keluarga terhormat, lulusan salah satu akademi termahal di dunia. Karena kebetulan kami berasal dari negara yang sama, kami sering bertemu. Jay juga selalu mentraktir anak-anak lain. Dia sangat terkenal.



"Jay Jang Clarkson pernah berpacaran dengan seniornya saat SMA."



"Gosipnya juga Jay dekat dengan Lusi."



Aku tidak membantah. Lusi adalah adik sepupu dari senior kami juga. Lusi saat itu tidak berada di kampus yang sama. Rumor itu menyebar begitu saja.



"Jay datang ya ke pestaku?" beberapa gadis di kampus juga melakukan pendekatan yang sama. Mengirimi undangan pesta.



"Maaf sepertinya aku harus pulang ke Eropa." Jay menolak ajakan pesta di awal bulan desember.



Hatinya dingin meski senyumya indah. Jay Jang memang misterius. Bahkan di liburan semester, ia memilih untuk mengambil semester pendek.

__ADS_1



"Kamu juga mengambilnya?" hal yang pertama ia tanyakan saat kami bertemu di kelas yang sama.



"Ah, iya. Aku ingin cepat lulus aja. Hehehe."



Dia mentraktirku untuk makan siang mahal, karena kami teman sekelas. Pakaian Jay selalu mencolok. Mengenakan pakaian bermerek, tas pria mahal dan topi yang juga edisi terbatas. Semua orang melihat ke arah kami.



"Kenapa kamu sangat menyukai barang-barang mahal ini Jay?" tanyaku penasaran.



"Mommy yang membelikannya, Jiya. Sejak kecil aku selalu dibelikan begini. Apa kamu mau juga?" Jay tersenyum meledek. Mungkin ia melihatku sebagai gadis sederhana tanpa satupun barang bermerek.



"Benar? Aku tidak pernah membeli tas gucci seperti gadis lain. Karena hidup dengan Pamanku, aku belajar untuk hemat. Dia yang membiayai semuanya masa aku minta tas mahal."



Dan untuk pertama kalinya aku mendapatkan hadiah termahal yaitu tas gucci edisi terbaru. Jay Jang membelikannya untukku.



"Ini untuk temanku, Jiya." Jay juga membelikan syal mahal gucci. "Pakailah ini saat musim dingin, Jiya."



Berkat Jay, aku merasakan apa yang gadis lain rasakan ketika memiliki tas mahal. "Terima kasih, Jay."




"Kami sudah pacaran sejak bulan lalu, Jiya." Jay selalu mengabari kemajuan hubungannya.



"Selamat ya."



Tahun berganti demi tahun, hingga sebuah rumor berhembus hubungan langgeng Jay dan Lusi sudah berakhir. Sebuah kesempatan yang selalu aku tunggu. Menyatakan perasaan kepadanya.



Kami bertemu lagi. Jay saat itu bekerja di sebuah hotel ternama sebagai manajer dan aku mewakili kantor menghadiri acara di hotel.



"Jiya!" Jay memanggilku lantang.



"Jay Jang."



Salah satu teman kampus kami juga mengadakan acara pernikahan di dekat pantai. Acara digelar dengan tertutup namun mewah. Undangan terbatas hanya untuk kerabat yang benar-benar dekat. Kami bertemu lagi. Jay Jang yang sudah tidak memiliki seorang kekasih.

__ADS_1



"Jay, kamu semakin tampan!" ucap Gracia.



"Thank you, Grace!"



Jay tidak mengenal orang lain lagi selain Grace dan aku. Dia menceritakan banyak hal, mulai dari Lusi yang selalu merengek meminta balikan.



"Sudah cukup." Aku berusaha menghentikan gelas wine terakhir Jay.



Jay sudah mabuk berat, ia bahkan tertidur di dekat sofa.



Saat bangun, aku menyadari kami tertidur bersama. Meski aneh karena sebagai teman, tapi malam itu aku sangat ingat Jay awalnya tidur di sofa bukan di ranjang.



Mungkin ini salahku, melarikan diri begitu cepat tanpa memberitahu kebenaran.



"Hingga aku hamil besar, aku belum memberitahunya Dok."



"Kenapa? Anda bisa memberitahunya kan ketika mulai memasuki trimester pertama kan?" Dokter Mark bertanya.



"Aku pernah melihatnya di toko roti milik sepupunya. Jay bersama gadis lain, gadis ini membuat Jay menatapnya dengan cara yang tidak biasa. Aku memutuskan untuk mundur."



"Lalu bagaimana Anda menahan semuanya seorang diri? Bukankah anak ini adalah anak kalian?"



"Karena aku mencintainya, Dok. Aku akan membiarkan Jay Jang bahagia tanpa keberadaan kami."



"Katakan sesuatu untuknya, Nona Jiya. Sesuatu yang sudah lama kamu tahan dalam hatimu."



"Jay Jang, kalau kamu melihat ini mungkin aku udah nggak ada di dunia ini, begitupun anak kita yang nggak pernah ada dalam duniamu kan? Malam itu, aku juga tidak menyangkanya. Aku bersalah karena kabur dari kenyataan. Dan aku lebih bersalah lagi jika muncul di resepsi pernikahanmu dengan membawa anak kita kan? Jay Jang, ini Jiya Zack, teman baikmu semasa kuliah. Aku sangat mencintaimu, Jay. Oh iya, jika kamu bertanya siapa nama anak kita? Panggil dia Crystal Snow, sesuai dengan kenangan indah yang terekam di dalam memoriku... saat kamu memakaikan syal mahal di leherku tepat saat salju sebening kristal turun menyapa kita. Jay Jang, tolong sampaikan salam dan maaf untuk Mommy juga untuk istrimu... "



"Kamu harusnya tahu aku sering menyukai foto-foto kalian, kalian sangat serasi dan saling melengkapi. Maafkan aku merusak kebahagiaan kalian dengan kenyataan ini... "



Dokter Mark menyodorkan sapu tangan kepadaku.


__ADS_1


Bersambung\*...


__ADS_2