Super Rich Bae

Super Rich Bae
Part 88 (S2)


__ADS_3

Johan menerima segala cacian.


"Silahkan, kalian mengutukku."


Tidak ada lagi perasaan yang ingin ia bahas. Bersalah, tentu. Seseorang yang gagal dalam rumah tangga sering kali merasakan pahitnya sindiran dari sosial.


"Otak lo dimana?!"


Nuri sudah pulih kembali. Sebagai seorang teman di masa lalu, ia merasa marah sekali dengan Johan.


"Bae... " Jay berada di dekatnya dan memegang tangannya. "Jangan di depan umum."


"Han, lo bilang sama gue. Apa alasan lo cerai dari Chacha dan malah jadian sama selebgram kayak dia gini?!" Nuri menarik ujung kerah di kemeja Johan.


Bahasan yang sama. Johan merapikan kembali kemeja yang kusut karena tarikan Nuri. Ia tidak ingin menyebabkan keributan di pesta kekasihnya.


"Johan, bisa kita bicara sebentar?" Kali ini Jay yang bertanya. Ia juga tidak mengerti kenapa sampai Johan menceraikan Chacha dan dengan cepat jatuh hati kembali.


"Maaf, Jay. Gue nggak bisa."


Nuri tidak peduli dengan rasa malu yang Johan ingatkan. Yang ia tahu, Chacha menangis setiap malam setelah perceraian mereka.


Wusssh~


Segelas air dingin menghampiri wajah Johan. Semua mata tertuju padanya. Bahkan Maya, sang kekasih juga memperhatikan sedari tadi. Tentang perdebatan Nuri, Johan dan usaha Jay untuk melerai mereka.


"Ini biar lo sadar!" Nuri masih terlihat kesal meski sudah menyiram segelas air di wajah mantan suami sahabatnya.


Dan diam-diam, ada yang merekam dan menyebarkan lewat aplikasi tok-tok. Suara marah Nuri yang terdengar khas. Yang menjadi pusat perhatian adalah Jay Jang.


"Saat gue bicara, gue cuma bisa buat dia terluka. Maaf."


"*****!"


"Come on, Bae. Let's move. Every body is watching you*."


Jay menggandeng sang istri pergi. Ia menyadari beberapa orang yang dijuluki selebgram itu merekam video, mengambil foto diam-diam. Terutama foto Jay.


"Jay... " sesampainya di kamar suite mereka. Nuri memeluk erat sang suami, ia menangis histeris karena tidak bisa meluapkan semua emosi jiwa terhadap Johan.


"Why?"


"Jay, apa aku salah menurut kamu?"


Jay tidak membenarkan perilaku Nuri, tapi tidak juga menyalahkan sepenuhnya. "Salahnya itu kamu bicara keras di acara pesta orang lain, Bae. Kalian bisa bicara baik-baik suatu hari, mungkin kalau Johan sudah siap."


Nuri tidak berkedip. Benar, Jay memiliki sisi yang mempesona sejak dulu. Cara berpikirnya, cara ia mengoreksi kesalahannya.


"Jay, aku... " Nuri mendekap erat lagi. Suasana hatinya menjadi baik saat Jay mengatakan hal-hal indah sejak sampai di kamar.


"Apa? Sepertinya istriku ingin sesuatu?"


"Bagaimana kalau aku belum bisa memberimu keturunan, Jay?"


Jay tersenyum. "Dengar, Bae. Itu bukan masalah. Terkadang cukup aku dengan kamu saja... aku sudah merasa paling bahagia."


"Really?"


Jay mencium pipi sang istri.


"Kok cuma pipi?"


Jay mengecup bibir Nuri.


Mereka berciuman lama dan saling menatap satu sama lain. Terkadang merasa seperti kembali di masa lalu, awal mereka menjalin cinta.


"Hal yang paling indah itu bukan saat kita melakukannya... tapi saat kita saling tatap."


"Terima kasih, Bae."


"Untuk apa?"


"Untuk semua hal. Karena bertemu dengan kamu, aku bisa menjadi manusia yang lebih baik dan bahagia."


Tentu. Nuri tidak akan melupakan saat pertama mereka bertemu, Jay yang terlihat arogan dan jaga jarak tapi mampu ia luluhkan dengan beberapa cara.

__ADS_1


"Nanti kalau BTS konser, kita nonton bareng."


"Aku, kamu atau Mommy juga?"


"M**ommy ikut, hehehe."




Pagi yang cerah adalah awal hari yang baik. Begitulah prinsip Raka sejak dahulu.



"Mas, lihat ini deh!" Asty menarik Raka dan memntanya untuk melihat video viral di aplikasi tok-tok.



"Loh?! Ini kan Nuri, Johan sama Jay!" Raka langsung mengenali sosok dalam video viral.



Asty yang bangun lebih pagi dengan niatan sehabis solat subuh ingin pergi ke kafe untuk ikut belanja ke pasar mendadak batal.



"Ini Nuri ngelabarak si Johan. Wah gila yang nonton udah jutaan aja nih, Dek."



"Bukan itu juga kali Mas, ini Johan beneran jadian sama Maya Andini itu? Lihat betapa geram wajah Mba Nuri. Jelas banget dia mau menampar Johan tapi ditahan sama Mas Jay."



"Aku aja masih bingung, apa si alasan aslinya si Johan."



"Mba Chacha bilang ini soal belum punya anak gitu, Mas. Tapi masa cuma karena ini? Aku pikir Mas Johan bukan orang yang mempermasalahkan keturunan."




Iya bisa jadi semua bermula dari kejadian itu. Raka sedang menerka sambil mengingat ekspresi kesal wajah Ibu Johan.



"Loh Johan belum punya anak? Udah hampir 2 tahun padahal, Bu."



"Apa mantumu mandul?"



Raka mendengarnya juga. Agak menyakitkan memang omongan dari orang-orang yang tidak mengetahui perjuangan mereka.



"Ah, nggak harus cepet-cepet." Ibu Raka mampu menengahi keadaan. "Biarin aja dulu mereka ngerasain momen berdua, nanti juga kalau waktunya tepat. Allah yang ngasih."



"Beneran, Mas?" Asty belum bisa menerima alasan dari Raka. "Tapi, kayaknya ada pelakor di antara mereka deh. Lihat nih kolom komentar video rame bahasin Maya sebagai pelakor."



Raka yang makin penasaran, bergabung dengan sang istri untuk membaca komentar.



**Komentar**


__ADS_1


• **Chupidzlil**


**Apaan noh si Maya emang pelakor kan? Gw mah ikutin Johan jaman dia masih followers dikit, keliatan bgt dia dulu bucin sama bininya cmiw**~



• **Lambemumu**


**Gw malah salfok sama mba-mba cantik yang ngelabrak Johan gaes, itu cowoknya cakep banget asli mana pakenya gucci gilss the real sultan tamvan**



• **Sebatangrokok**


**Ada yang bisa spill IG mba cantik yang pake tas mahal itu ngga**?



• **Kamudanaku**


**Satu kata buat mba nya hebat si, dia pasti bestie banget sama Chacha mantan istri Johan**.



• **Jakaardah**


**Noh ceweknya mah temen gw namanya Nuri, dia nikah sama konglomerat. Fans Maya pada bilang suruh mba nya liat level, level Maya ama temen gw beda dong**.



Raka tidak habis tertawa membaca komentar warganet tentang Nuri dan Johan. Yang lebih gila, Mas Jaka, mantan atasan mereka juga ikutan komentar.



Video viral tersebut sudah menempati posisi pertama di trending. Nuri bahkan sudah mendapatkan banyak telepon untuk wawancara ekslusif bersama Chacha.



"Lo kenapa?" Raka mendekati Nuri, meski sudah tidak ada perasaan. Orang-orang yang melihat mereka justru cemas.



"Gue dapat puluhan telepon, Ka. Ada yang ngajakin podcast, wawancara tv. Tapi ini kan masalah rumah tangga Chacha. Apa gue salah karena kemarin nyamperin Johan ya?"



Sebenarnya tidak ada yang salah. Yang salah Johan karena dia seorang selebgram dengan banyak pengikut.



"Maaf ya, Cha. Gue malah jadi bebanin lo lagi, padahal malam ini kita harus ke Labuan Bajo." Nuri memeluk Chacha.



"Nggak papa, Ri. Sebenernya gue juga udah muak, pengin satu kali aja ngejelasin biar orang-orang terutama fans Johan apa fans Maya nggak nyerang gue mulu."



"Lo terima aja tawaran salah satu podcast terkenal itu, Ri. Tapi yang jelas lo minta Jay buat nemenin. Identitas dia itu yang istimewa di antara kita semua kan?"



Jay yang duduk terpisah sedang menemui kolega bisnis dan tentunya bersama Jack. Mereka memiliki urusan mendesak.



"Aku pikir, istrimu terus menatap kita." Jack berbisik.



"Dia sedang bingung pasti."



Jay melambaikan tangan.

__ADS_1



*Bersambung*...


__ADS_2