Super Rich Bae

Super Rich Bae
Part 93 (S2)


__ADS_3

Impian~


Chacha berbaring dengan santai. Mulai merasa lelah karena tadi menemani Jack di acara jamuan. Nuri juga mendadak pergi dengan Jay tanpa memberitahu alasan yang pasti.


"Kemana aja lo tadi?" Chacha mengintrogasi sang sahabat yang baru datang ke kamar hotelnya.


"Gue lagi nggak mood banget, Cha. Gue minta ijin sama Jay mau bobo sama lo." Nuri manyun. Chacha paham. Sesuatu pasti telah membuatnya kesal. Jack juga bercerita pria bernama Arte tadi memang agak sengit dengan Jay karena kesalahpahaman di masa lalu.


"Kalau gue cerita juga lo pasti kaget."


"Ya cerita aja kali, Ri. Gue juga cuma punya lo!" Chacha meyakinkan sang sahabat. "Jay ngapain lo? Apa kalian berantem?"


"Ini tentang Jay... "


Nuri menceritakan garis besarnya saja. Ia juga tidak mau menambah beban Chacha. Prahara rumah tangga Chacha dengan Johan saja sudah pelik belum lagi drama siang tadi.


"Gue percaya kok, Ri. Jay itu bucin banget sama lo! Makanya dia jaga hati lo dengan nggak bahasin masa lalu dia yang takutnya menyakiti lo."


Nuri memeluk Chacha, ia menangis sesenggukan terharu dengan proses dewasa sang sahabat.


"Gimana Jack?"


Pertanyaan yang agak membingungkan untuk Chacha. Sejauh tadi, Chacha hanya menganggap Jack sebagai teman bicara yang cerdas dan berkelas. Untuk hatinya masih milik Johan.


"Jack itu berkelas dan cerdas menurut gue. Dia juga tadi tanya apa si impian gue, Ri?"


Nuri rebahan dengan nyaman di sofa panjang sambil berpikir tentang impian Chacha yang tertunda. Aha, dia mendapatkan satu hal yang belum terwujud.


"Gue tau impian lo yang tertunda!"


"Apa?''


"Lo belum berhasil menikah dengan Jungkook BTS!" Nuri merangkul Chacha sambil tersenyum lebar.


HAH


Chacha tertawa keras. Dia merasa bahagia melihat Nuri sudah kembali seperti dirinya dulu. Konyol dan nyentrik.


"Lo juga gagal menikahi Kim Taehyung!" balas Chacha.


"Hikss.... gue malah dapatnya oppa yang lain."


Ketika tertawa lepas, Nuri juga mulai memikirkan impiannya. Dulu ia sangat gigih membuat roti sampai ditipu monyet. "Gue kesel kalau inget dulu ditipu LPK!"


Ponsel Nuri bergetar, ada dua chat masuk. Satu dari sang suami tercinta, satu lagi dari orang yang tak terduga.


Super Rich Bae (Nama Jay di ponsel baru Nuri)


Bae...jangan nginep di kamar Chacha.


Aku kangen banget sama kamu😥😭


Aku mau sama kamu malam ini😓


Prof. Mark Lee


Bagaimana kabar anda, Ny.Jang? Tidak ada keluhan kan? Semoga selalu sehat ya.


Nuri hanya membaca. Aneh juga melihat pesan Jay dengan emoji tersebut. Seperti anak remaja yang tidak mau ditinggal sang ibu. Tapi untuk Mark, ini bukan pertama kalinya dia mengirimi Nuri pesan.


"Jay nyariin lo ya?"


"Beneran ya, Jay tuh makin manja sekarang padahal kan di udah setahun lebih muda dari Lee Min Ho."


"Tapi beruntungnya lo. Jay yang super tampan bisa sebucin itu ya? Orang awam pasti mikir lo melet dia hahaha!"


"Hahaha, pelet-pelet cinta!"


Malam itu ia menghabiskan waktu dengan Chacha. Mereka menonton konser online BTS sambil rebahan juga maskeran.


"Emang paling top maskeran sambil rebahan!"


"Lihat tuh Jimin... imut juga ya?"


"Gue malah salfok ama Min Yoongi, dia kok bisa bening gitu kaya Jay?"


"Hahaha!"

__ADS_1


Tertawa bersama sahabat dekat adalah salah satu obat untuk mood yang berantakan. Tapi tepat jam empat pagi, Nuri keluar dari kamar Chacha dan menuju ke kamarnya. Jay pasti menunggunya.




Nuri berjalan pelan agar tidak membangunkan Jay yang tidur di sofa dengan tv menyala. Ada perasaan bersalah karena meninggalkan Jay semalaman.



"Bae... " Jay tidak benar-benar tidur. "Kenapa pulang kaya maling begitu?"



"Anu... aku nggak mau bangunin kamu."



Jay meraih tubuh sang istri dan membuatnya duduk di pangkuannya. "Kamu merasa bersalah pasti absen malam ini kan?"



Nuri melingkarkan kedua tangannya dengan cekatan di leher Jay. "Nggak kok, aku cuma mau menghibur Chacha juga."



Jay melepaskan ikatan di piyama mahal sang istri lalu melihat kaos seorang fan girl garis keras. "Kamu mau menduakan suamimu yang tampan dengan pria tampan lainnya ya?"



"Ampun... nggak akan kok." Nuri menyentuh hidung mancung sang suami. Jay memang semakin tampan di usia 30 tahunan lebih.



Jay melepaskan kaos Nuri dengan pelan. Dapat terlihat hanya ada bekas ciuman Jay yang menjajahi tubuh indah istrinya. Entahlah pagi itu, Jay hanya membiarkan insting membimbingnya. Nuri yang orang lihat mungkin memiliki tubuh kecil, tapi tidak dengan Nuri yang selalu Jay lihat di malam hari. Tubuhnya jauh lebih indah daripada seorang super model (mantan pacar Jay).



"Boleh ya?'' Jay meminta ijin terlebih dahulu. Sikap inilah yang membuat Nuri luluh. Merasa dihargai sebagai seorang wanita.




Jay mulai menjelajahi dada indah sang istri, mengecupnya berulang kali, lebih lama dan merasa semakin nikmat. Wajahnya sampai memerah. Setelah puas, ia mencium sang istri dengan sangat bergairah hingga mencapai klimaksnya.



"Bae... akh!"



Setelah menyelesaikan satu ronde, Jay memilih untuk tidur sebentar. Setengah jam kemudian, ia mendapati Nuri sedang menatapnya dengan indah lalu menyelimuti tubuh Jay.



"Terima kasih, Bae."



"Hmm... " Nuri memeluknya erat, ia juga mulai mengantuk.



Siang hari. Nuri tidak biasanya bangun di siang hari, ia merasa agak pusing begitu menghadap jendela. Sinar matahari sangat terik.



"Jay?" Nuri mencari dimana keberadaan sang suami. Lalu menyadari Jay juga di dekatnya, lebih tepatnya Jay menganggap dada istrinya bantal empuk. "Bangun, kamu dari tadi megang dadaku tau!"



Jay membuka matanya pelan, ah iya, yang ia pikir bantal empuk ternyata dada sang istri. "Sorry, Mama."



"Mama?"

__ADS_1



"Yes, Mama!"



Jay beranjak dari ranjang, pergi ke kamar mandi. "*I love you, Mama*!" (Mama: panggilan sayang untuk lelaki yang sangat bucin)



Sejam berlalu. Baik Jay maupun Nuri sudah mandi dan sudah juga makan siang di resto hotel. Bahkan Chef hotel secara khusus menemui mereka.



"Terima kasih." Jay dengan sopan berterima kasih atas makana lezat yang secara khusus mereka siapkan.



Nuri juga kenyang. Makanan yang lezat ditambah lagi dessert yang segar cocok di musim panas.



"\*Hey, Mama."



"Why?"



"Wanna date again?''



"I want it, Daddy\*!"



Jay tertawa. Nuri selalu bisa meluluhkan hatinya dengan cepat. "Ayo." Jay menggandeng sang istri. Mereka juga mengenakan masker dan kaca mata.



"Kamu lihat kan Arte?" Jack juga duduk tak jauh dari meja Jay. Jack bersama Arte sudah dua jam membahas bisnis. Investasi di perusahaan keluarga Arte sedikit mengalami kendala.



"Jay benar-benar dibuat jatuh cinta seperti itu?"



"Makanya kamu juga menikah biar bisa merasakan."



"Apa? Kamu juga gagal dalam pernikahan kan Jack?"



Lalu dua lelaki asing tersebut mengarah ke satu titik pandang. Chacha yang sedang berjalan dengan anggun, mengenakan *long dress* bermotif bunga dengan topi hitam baseball.



"\*Beautiful... "



"Wow.... "



Bersambung....



Note\*


Jangan lupa ya berikan koment, like dan vote agar author cemungud. Thx so much readers, semoga kita sehat selalu😘\*

__ADS_1


__ADS_2