
Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan ya readers🤩😍
Maaf update nggak bisa tiap hari ya🤗
Angin sepoi di pagi hari harusnya mampu meredakan amarah dalam dirinya. Kekecewaan yang terpendam selama beberapa tahun bercampur dengan emosi masa muda.
"Kenapa kalian mencariku?" Jay mendekati seorang wanita mencurigakan. "Apa masalah kalian?''
"Bos kami mencarimu."
Jay tidak ingin berurusan kembali dengan seseorang yang pernah berkhianat di masa lalu. "Aku tidak ada urusan lagi dengan atasanmu."
"Kalau kekasihmu?"
Mereka, dua orang mencurigakan yang terus mengintai di sekitar halaman juga mengancam dengan halus perihal Nuri. Satu kelemahan Jay yang mampu membuatnya takluk.
"Jangan dia.'' Jay menurut untuk mengikuti langkah mereka. Ia tidak boleh gegabah. Dalam diam, banyak sekali rencana yang sedang ia pikirkan.
Sesampainya di tempat. Jay sudah menduga siapa dalang dibalik pertemuan paksa tersebut. Seseorang yang mengkhianatinya di masa lalu dan juga serakah.
"Jay?"
Jay tidak menggubris sapaan, ia justru meludah karena marah. "Cih!"
Seorang wanita sepantaran dengannya mendekat, ia tertawa geli membayangkan betapa lucu Jay saat marah. "Ah, imutnya.... "
"Apa yang kamu perlukan?"
Wanita berambut coklat dengan mata biru indahnya adalah mantan kekasih Jay di masa lalu, sebelum Lusi.
"Aku suka sekali dengan yang kamu tanyakan. Kamu memanglah Jay Jang."
"Athena, aku tanya sekali lagi. Apa tujuanmu?"
Pertanyaan yang semakin menarik untuknya. Tapi, ada sorot mata yang menyebalkan. Jay masih membencinya. Mereka kenal sejak lama, sejak awal Jay di asuh oleh Arthur. Menyakitkan rasanya melihat tatapan kebencian padahal dulu mereka berteman bahkan berkencan.
"Kamu masih marah karena aku lebih memilih Danny?"
"Aku sudah tidak berurusan lagi dengan kalian. Jangan mengancamku, Athena." Tidak ada orang yang memahaminya lebih baik dari Jay, teman sejak kecil.
"Danny ingin mengambil semua saham milikku. Dia sangat marah karena Kakekmu lebih menyanyangimu, Jay."
Jay memiliki sepupu lain selain Eric yaitu Danny. Mereka tidak akur sejak kecil. Danny merasa Jay mengambil tempat di hati kakek mereka. Padahal Jay kecil jarang berkunjung, ia lebih nyaman menemani sang ibu berpergian ke acara *fashion*.
"Danny, kenapa kamu terlihat sirik?" Kakek mereka, Tn. Clarkson sering melihat Danny kecil yang menatap dendam ke arah Jay.
__ADS_1
"Lihat banci itu, Kek. Kenapa semua orang sangat peduli dengannya?"
"Koreksi perkataanmu. Jay tidak pernah mencari masalah. Kamu lebih baik diam."
Semua orang menyukai Jay, termasuk orang tua Danny. Jay kecil sangatlah menggemaskan. Rambutnya hitam kecoklatan khas Asia, cara bicaranya juga sangat lucu.
"Celine, kamu beruntung memiliki Jay." Ibu Danny, Anetta.
"Danny, sini main." Celine sangat peka. Melihat sang keponakan yang kurang akrab dengan putranya pasti tidak baik di masa depan.
"Aku mau mengerjakan PR. Permisi."
Hingga suatu hari, Athena datang ke dalam hidup mereka. Gadis kecil yang berasal dari keluarga kaya raya, tetangga kakek Jay.
Waktu terus berlalu begitu cepat, seperti angin yang melesat. Athena tumbuh menjadi gadis cantik yang menjadi primadona para pemuda kaya. Akademi mahal tempat mereka sekolah di Swiss, sering memajang poster Athena dengan segala hal elegan yang terbalut.
"Jay!" Athena menunggu Jay di dekat perpustakaan.
"Hei," Jay datang dengan dua buku besar untuk tugas kelompok.
Mereka adalah pasangan serasi di sekolah. Banyak yang mendukung, banyak juga yang mendoakan mereka putus dengan cepat.
"Sepertinya, aku memilih Danny... "
"Baiklah." Tidak ada lagi kesempatan untuk mereka bersama, Jay memilih jalan paling aman. Melepaskan demi kebahagiaan orang yang pernah ada di dalam hati.
"Kamu menyesali saat kita bersama Jay di masa lalu?"
"Tidak ada penyesalan. Aku menyesali karena meninggalkan pacarku."
Athena akan meminta maaf di masa kelak. Tapu, Jay adalah orang yang kompeten dalam bidang investasi. Beberapa perusahaan besar yang terancam bangkrut mampu bernafas lega hanya karena tangan dingin Jay. Sekali lagi, dia bukanlah seorang CEO seperti idaman para wanita.
"Athena!" suara teriakan Jay terdengar dari ruang kerja.
Athena berlari menuju sumber suara. Agak menakutkan ketika melihat Jay mengenakan kaca mata kerja dengan tatapan mata super tajam. Sangat mengintimidasi.
"Aku tahu sekarang betapa takutnya guru les kita melihatmu berteriak,"
"Percaya atau nggak, kekasihku lebih menakutkan ketika berteriak. Lusi saja sampai menyerah."
"Hah?"
Athena yang sudah menikah dengan Danny hanya terdiam. Suaminya memang tidak pernah berteriak, hanya saja tamak.
"Setelah pemulihan perusahaan. Aku harap kamu tidak merepotkanku lagi dan Andres."
__ADS_1
Jay mengenal baik ayah Athena. Ada rasa peduli layaknya keluarga. Paman Madav juga sangat baik terhadap keluarganya. Tidak pernah sekalipun berkata kasar meski wajahnya sangar bak mafia Italia.
"Bos, sampai kapan kamu akan begini?" Andres yang sebal instagram pribadinya digunakan untuk menguntit. "Pakai saja akun pribadi Anda!"
"Aku belum berani.... "
"Hah?"
Kakek Jay mengijinkan menikah ketika usia Jay sudah cukup pas, 31 tahun. Selama dua tahun lebih berpisah dengan Nuri, ada rasa bersalah yang sangat besar karena meninggalkannya tanpa sepatah kata. Bak ditelan bumi. Ratusan kali Eric juga memaki dirinya, mewakili Nuri.
Kenangan indah, senyuman manis Nuri dan pelukan hangat dari tubuh mungilnya adalah hal yang paling ia rindukan. Akhirnya, Jay membuka kembali akun instagram pribadinya. Banyak sekali DM, tag dan tentu banyak followers baru. Ada beberapa orang dari Indonesia.
"Ini kan?" Jay membenarkan posisi kaca mata, ia memastikan tidak salah lihat. Sebuah undangan pernikahan dari kakak Nuri.
"Datanglah, kami selalu menyambutmu kembali Jay. Nanda."
Dan ada dua pesan menyentuh dari kekasih hatinya beberapa hari lalu.
"Bang Nanda akan menikah beberapa hari lagi. Aku tidak menyangka semua hal yang terjadi di antara kita. Perpisahan yang serba mendadak, aku selalu meyakinkan diriku untuk tegar. Kalau dibilang terpuruk, aku sangat terpuruk di awal. Tapi, aku harus melanjutkan hidup. Kamu ingat pelayan kedai boba yang ternyata adalah idolaku sendiri? Dia merilis lagu yang sangat indah terinsipirasi dari kita, aku dan kamu, Jay. Aku selalu menunggumu kembali."
"*My super rich bae*."
Jay bergegas memesan tiket penerbangan ke Indonesia. Andres juga akan pergi ke Singapura untuk bertemu kekasihnya. Mereka sudah bekerja sangat keras selama dua tahun.
"Halo?" suara yang ia rindukan, Nuri langsung mengangkat telepon. "Haloooooo?"
"Apa kamu yang pakai baju lilac?''
Nuri memang mengenakan pakaian seragam keluarga yaitu lilac, sesuai permintaan kakak iparnya. "Iya, bener. Aku juga pake hape warna ungu juga nih."
"Aku tahu. "
Chacha yang sedang menikmati es krim coklat tentu terkejut. Jay Jang benar-benar masih hidup dan datang. "Daebak!"
Nuri hafal suara Jay. Ia langsung mencari dimana sosok tampan yang sangat mencolok di keramaian. "Jay, ketemu."
"Ini Jay, pacar Nuri." Chacha mengenalkan Jay dengan Johan. "Oh iya, Jay. Aku sudah menikah, dan ini Johan, suamiku."
Johan tidak menyangka seorang Nuri mendapat berlian di tengah badai. "Beneran? Kamu pacar Nuri? Kok aku rasa nggak bisa percaya ya? Raka harus menyerah Beb kalau saingannya model gini!"
"*I'll be here."
"Long time no see you, Bae."
Bersambung*...
__ADS_1