SUPIR KU SEORANG MAFIA

SUPIR KU SEORANG MAFIA
Hingga Lupa Waktu


__ADS_3

Siang itu Amora mengajak Pelix untuk mengantar keluar, mencari tempat untuk melepaskan penat.


"Nyonya, kita mau pergi kemana?" tanya Pelix sambil mengemudikan stir mobilnya.


"Hmmmmmz~~ Entahlah Pak, saya pun bingung mau kemana. Saya hanya ingin jalan-jalan saja, Apa Pak Pelix tahu tempat untuk menghilangkan beban pikiran?" tanya Amora.


"Ada tempat yang indah, kalau anda mau, saya akan ajak anda kesana nyonya. Tapi tempatnya agak jauh" ucap Pelix.


"Antarkan saya kesana" kata Amora dengan wajah yang berbinar.


Sesudah hampir satu jam membelah jalanan kota. Akhirnya mobil itu menepi di sebuah lapangan Golf. Dengan hamparan rumput hijau, membuat netra mata Amora berbinar.


Dia langsung turun dari mobil nya dan berjalan menyusuri hijau nya rerumputan dan langsung duduk di bawah pohon pinus yang rindang. Sementara Pelix berjalan menuju dua orang penjaga di ujung sana.


"Hallo bos. Senang berjumpa lagi dengan anda. Bagaimana kabar Tuan Leon?" ucap salah satu penjaga yang bernama Bohim.


"Baik. Semuanya baik. Aku hanya ingin bilang kepada kalian, jangan bilang apapun jika wanita itu menanyakan sesuatu tentang ku. Jika sampai ketahuan, akulah pemilik lapangan golf ini. paham?" ucap Pelix dengan nada mengancam.


"Baiklah tuan. Aku akan merahasiakannya. Kalau begitu kami akan menjaga tempat ini di pos sebelah sana" jawab Bohim.


"Pergi" ucap Pelix dengan penuh penekanan.


Terlihat dari kejauhan, Amora sedang berlari kesana kemari seperti anak kecil. Dia seakan baru pertama menikmati indahnya dunia. Di hampirilah Amora oleh Pelix.


"Nyonya terlihat sangat bahagia?" tanya Pelix.


"Saya sangat bahagia. Terimaksih Pak sudah mengajak saya kemari" ucap Amora.


"Saya senang melihatnya nyonya" Ucap Pelix sembari menyodorkan sebotol minuman teh dingin.


Lalu Pelix mengajak Amaora untuk duduk di bawah pohon. Karena udara nya sangat segar, Amora pun merebahkan tubuhnya disana. Melihat kepala Amora hanya menggunakan tas yang dia bawa, spontan tangan pelix mengangkat kepala Amora untuk tidur di kakinya. Dia pun sempat terkejut.


"Maaf nyonya, anda pasti tidak nyaman hanya bertobang pada tas mungil anda bukan. Tidur di pangkuan saya saja". ucap Pelix.


Amora hanya menuruti perintah pelix dan memajukan kepalanya ke pangkuan pelix.


" Pak Pelix bisa tahu tempat seindah ini dari mana? bahkan saya pun sama sekali tidak pernah mengetahunya" tanya Amora.


(Jelas aku tahu Amor. Ini adalah lapangan golf punya keluargaku) gumanya dalam hati.


"Hmmmmmmz~~ saya cuma pernah lewat saja kemari" jawabnya singkat.

__ADS_1


"Apa Pak Pelix sudah menikah?" tanya Amora intens.


"Belum. Saya masih single, nyonya. Belum ada wanita yang tertarik kepada saya. Saya hanya orang desa biasa" jawabnya.


"Masa sih, lelaki tampan seperti ini belum ada pasangan, Pak Pelix jangan berbohong" ucap Amora sembari mencubit dada bidang sang supir.


"Awww, Kuku anda panjang juga" ucap Pelix.


"Ups maaf Pak Pelix" jawab Amora terkekeh.


"Saya lihat, Tuan Martin jarang menemui anda, apa terlalu sibuk sampai mengabaikan istri secantik anda?" tanya Pelix sembari menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah Amora, akibat tiupan angin.


"Entahlah. Mungkin terlalu banyak hal yang suami saya urusi. Ini pertama kali saya jalan-jalan sesudah menikah" Ucap Amora lirih.


"Saya siap mengantar anda kemanapun Nyonya" kata Pelix


Ketika sedang asik mengobrol, tiba-tiba sesuatu masuk ke mata Amora, dan seketika membuat amora terlirih karena merasa perih di matanya.


"Awwww.. Perih" Ucap nya sambil mengucek matanya.


"Jangan di kucek. Nyonya tenang, saya akan meniupnya. Maaf kalau saya sedikit lancang" Ucap Pelix sambil merengkuh kepala Amora dan meniup matanya.


"Sudah enakan matanya?" tanya Pelix.


"Sudah Pak. Makasih" jawab Amora.


"Maaf nyonya, Alangkah baiknya jangan memanggil saya dengan sebutan bapak. Karena jujur umur saya masih belum setua itu. Panggil nama saja" ucap Pelix sambil tersenyum.


"Baiklah. Hehehe~~~ Memang umur kamu berapa?" tanya Amora.


"Bisa di kira-kira gak?" tanya Pelix.


"Hmmmmmmz 28 tahun?" tebak Amora asal.


"Salah.. Umur saya 33 tahun" jawab nya singkat.


"OMG.. Umur kita sama" ucap Amora


"Benarkah" ucap Pelix..


Di tengah obrolan yang semakin intens, tiba-tiba hujan turun dengan deras nya membuat mereka berlari menuju mobil. Sialnya Pelix menaruh mobilnya agak jauh dari tempat sekarang mereka berada.

__ADS_1


"Ayo nyonya kita harus segera sampai mobil" ucap Pelix sembari terus menuntun lengan Amora.


Sampailah mereka di mobil. Tanpa di duga, tiba-tiba tubuh Amora menggigil dengan hebatnya.


"Pelix tolong saya, badan saya menggigil. Sakit sekali. Sebenarnya saya alergi dingin" Lirih Amora.


Melihat keadaan sang majikan membuat dia merasakan kepanikan. Langsung dia mencari minyak angin yang ada di mobil.


"Maaf nyonya. Saya akan menggosokan minyak angin ini ke tubuh anda. Maaf saya lancang" ucap Pelix sembari menggosokan minyak angin ke punggung Amora, lalu menggosokan minyak itu ke perut Amora, hingga tak di sengaja dia menyentuh gunung kembar milik Amora. Dirasa aksinya mulai mengganggu kenyaman bersama, membuat dia seketika melepaskan tangannya dari tubuh sang majikan.


"Maafkan saya nyonya, saya tak bermaksud kurang ajar dan menyentuh area sensitif anda"


Amora tak menjawab, dia masih menggigil dengan suara gemertak giginya. semakin lama keadaan Amora semakin parah. Badannya lemas, dan masih dalam keadaan menggigil hebat. Kemudian Pelix ingat kalau menolong orang yang sedang Hipotermia harus dengan metode skin to skin. Seketika Pelix membuka bajunya, dan dia membuka baju Amora yang basah kuyup. Membuat Amora terkaget.


"Kamu mau ngapain saya Pelix? lirih Amora sembari menggigil.


" Percaya pada saya nyonya. Saya tidak akan melecehkan anda. Saya masih punya etika" tutur Pelix.


"Jangan, biarkan saja seperti ini nanti juga saya sembuh" ucap Amora.


Dengan Tenaga yang tersisa, Amora menepis tangan Pelix dari tubuhnya. Tetapi melihat keadaan Amora yang memperihatinkan membuat dia tak menuruti permintaan Amora. Pelix membuka satu Persatu baju yang di kenakan sang majikan, walau tepisan demi tepisan yang di dapatkan. Tak lama Amora pun sudah tak memakai sehelai benang pun, hingga Pemandangan indah terpampang nyata. Dua gundukan gunung kembar yang kenyal dan menantang membuat Pelix seketika menelan saliva nya.


"Tolong jangan sakiti saya" lirih Amora sambil mengiba.


"Saya tak akan menyakiti nyonya" jawab pelix.


Kemudian Pelix merengkuh tubuh Amora dengan rapatnya, tak ada sekat di antara mereka. Jangan tanya keadaan Pelix bagaimana. Seketika burung perkutut nya menggeliat dari tidurnya membuat rasa tersiksa di di antara ************ nya.


"Nyonya tenang, relax, dan tarik nafas perlahan. saya akan menggosok punggung anda dengan minyak angin" ucap Pelix sembari menggosok punggung sang majikan dengan minyak angin.


Amora hanya terdiam, dan mengikuti anjuran Pelix, tak lama Amora menjadi sedikit membaik. Dalam dekapan Pelix membuat dia merasa nyaman. Dia membenamkan wajahnya di dada bidang pelix. Seakan tak mau terlepas. Di rasa sudah sedikit membaik. Pelix melepaskan dekapannya dan memakaikan jaket di badan Amora.


Kita harus mencari klinik terdekat agar anda segera di periksa.


Mobil terus melaju membelah jalan. Hingga dia melihat klinik di simpang jalan, Di periksalah Amora oleh dokter dan di berikan Obat.


Tak lama sampailah di rumah. Amora segera di gandeng oleh Pelix.


Tok tok tok.


Pintu terbuka, dan yang membuka nya buka Vivid, melainkan Martin. Seketika Pelix terkaget.

__ADS_1


__ADS_2