
Untuk para pembaca ku yang setia, Maaf ya jika penulisan bahasa inggrisnya kurang tepat, karena seingat itu saja kalimatnya... I love u all....😍😍😍😍😍😍 semoga hari-hari kalian menyenangkan. Dan terimakasih yang sudah meluangkan waktu membaca karya Author yang bagaikan buih di lautan dan remahan rengginang ini..
Tinggal kan like dan komentar kalian ya bestie! Tapi komennya gak boleh nyakitin soalnya Author orang nya baperan...
•
"Yang cepat dong Ric dandannya!" seru Daisy di luar kamar Ricky.
"Ya sebentar, dasi ku agar miring" tandasnya.
Malam ini di Venus Resto, dua keluarga konglomerat mengadakan pertemuan untuk membicarakan masalah perjodohan ini.
Keluarga Wiro sudah terlebih dahulu sampai di susul keluarga tomi.
"Selamat malam broody" sapaan akrab dua pria paruh baya itu.
"Malam juga broo! Silahkan duduk" ucap Wiro.
"Maaf kami telat! Biasa Jakarta macet" kelakar Tomi.
"No problemo! Oke kita mulai saja ya sesi perkenalannya. Ini putri ku namanya Sandra, umurnya dua puluh empat tahun, lulusan Harvard univercity! Aku ingin dia lebih mengenal putramu" ucap Wiro langsung pada inti nya.
Sandra pun menyapa ketiga orang di hadapannya.
"Hai! Perkenalkan saya Sandra" ucapnya dengan senyum termanisnya.
"Hai Sandra" ucap Daisy.
"Dan perkenalkan ini the one and only, my son yang bernama Ricky" ucap Tomi bangga.
Ricky pun segera senyum dan hanya menangguk.
"Kami selaku orang tua berharap agar kalian bisa melakukan pendekatan! Mengenal heart to heart. Dan kalau sudah nyaman besar kemungkinan kalian bisa menikah. Bagaimana broo Tomi apakah setuju dengan pembicaraan saya barusan?" tanya Wiro.
"Tentu saja! Dady harap kamu bisa menjalin step by step hubungan dengan Sandra agar kamu bisa sama-sama tahu sifat dan karakter masing-masing" ucap Tomi.
Ricky hanya diam saja namun dia menampakan sedikit senyum manisnya agar mereka tidak curiga jika dia sangat muak dengan pertemuan malam ini. Berbanding terbalik dengan Sandra yang tampak senang dan selalu mencuri-curi pandang pada Ricky.
"Jadi bagaimana broo, Apakah dikau setuju untuk menjodohkan anakmu dengan anaku?" tanya Wior.
"Tentu saja" jawab Tomi
Akhirnya makan malam ala sultan pun selesai. Mereka pulang dan hanya meninggalkan Ricky dan Sandra berdua yang terlihat canggung satu sama lain.
"Mau pulang sekarang?" tanya Ricky.
"Sepertinya aku ingin mengobrol dulu dengan mu, bisakan?" tanya nya.
"Tentu saja nona Sandra! Apa yang ingin kau tanyakan padaku?" tanya Ricky.
"Apa kau sudah mempunyai kekasih?" tanya Sandra memastikan.
"Tidak! Kenapa bertanya seperti itu?" tanya nya.
"Aku hanya ingin memastikan jika ku tidak keliru berkomunikasi dengan seseorang yang sudah punya pasangan" jawab Sandra.
"Lalu kau?" tanya Ricky kembali.
"Aku ya? Hmmmmm~~Tidak" jawabnya.
"Rasanya tak mungkin untuk wanita yang cantik sepertimu tidak mempunyai kekasih!" tandas Ricky.
"Hahahaha!! Kau ternyata pintar menebak" ucapnya.
"Kenapa kau menerima tawaran untuk di jodohkan dengan pria yang sebentar lagi akan miskin sepertiku?" tanya Ricky mencoba menguji wanita di hadapannya.
Sandra langsung terdiam, dengan mulut terbuka.
"Nona hei kenapa kamu melamun?" tanya Ricky.
"Owh tidak!" jawabnya singkat.
"Bolehkan aku bertanya?" ucap Ricky.
"Ya silahkan!" timpalnya.
"Jika kau menerima ku sebagai suami dan aku meminta anak yang lebih dari satu padamu apa boleh?" Ricky lagi-lagi ingin menguji wanita di hadapannya.
"Big no! I don't want to have children. Aku akan mengambil jalan Child free saja. Karena buat ku pernikahan itu tidak harus punya anak. Itu sangat Ribet menurut ku" tutur nya santai.
__ADS_1
"Ini gila! Jika ku menikahi wanita ini maka kecebong calon profesor ku tidak akan berkembang! Wanita ini jelas bukan calon istri idaman gueh" gerutu Ricky dalam hati.
"Tapi kan hidup ini butuh hiburan" ucap Ricky.
"Hiburan tidak harus ada anak kan? Kita bisa honeymoon setiap saat tampa ada yang mengganggu dengan suara rengekan menyebalkan" ucapnya dengan sungguh-sungguh.
"Oke baiklah! Apa malam ini kau masih ingin disini atau akan pulang? jika akan pulang mari aku antar" ucap Ricky.
"Tunggu! Ada satu hal yang akan aku tanyakan padamu, Apa perusahaan mu sangat maju? Maksudku seberapa pengaruhnya terhadap ekonomi negri ini?" tanya Sandra spontan.
Ricky tampak mengambil nafas dalam-dalam.
"Perusahaan ku sangat maju, tetapi tahun-tahun ini sepertinya berada dalam ambang kehancuran" ucapnya lesu.
Sandra pun melotot seketika.
"Artinya kau akan segera bangkrut lalu miskin? Lantas penawaran apa yang bisa kau berikan padaku jika ku menerima perjodohan ini?" tanya nya mulai ketus.
"Aku sih berharap perusahaan ayahmu bisa membantu masalah ini dan kau pun jika sudah menjadi istriku bisa membantuku mendirikan perusahaan ku lagi" ucap Ricky.
Sandra tertawa meremehkan.
"Ayahku takan repot-repot mengeluarkan uang untuk memulihkan perusahaan yang sedang di ambang kehancuran. Kenapa ayah bisa menyetujui perjodohan dengan pria yang sebentar lagi akan jatuh miskin!" ucapnya lantang membuat Ricky menutup telinga saking cempreng nya suara Sandra.
"Jadi kau keberatan padaku hanya karena aku tidak kaya lagi nona?" tanya Ricky mulai kesal.
"Ya benar sekali. Tentunya aku tak ingin menerima pria dengan ekonomi yang murat-marit. Pria seperti itu hanya layak mendapatkan wanita rendah dari kelas rendah. Bukan wanita lux sepertiku. Aku muak dengan mu karena kamu akan miskin. Perjodohan ini batal, jangan harap aku menerimanya" sentak Sandra.
Ricky berdiri dengan kesalnya sembari menatap nyalang ke arah Sandra.
"Kau tidak lulus ujianku nona berdada montock! Tidak ada yang akan miskin disini. Kau bukan tipe ku. Kau bukan wanita anggunly! Aku hanya ingin tahu apa kau layak di jadikan istri dan bisa menikmati uang ku dengan bebas tapi sepertinya kau terlalu liar untuk ku jadikan pendampingku. Jika tadi kau bilang menolak perjodohan ini karena ku akan miskin, maka aku menolak mu juga karena kau mirip Sun Go Kong" ucap Ricky sembari berlalu pergi meninggalkan Sandra yang meneriakinya.
"Gila kau dasar gila" umpat Sandra dari kejauhan
"Cantik begini mirip Kim Kardasian di bilang mirip Sun Go Kong! Najis kau ya dasar pria saraf" maki nya ketika sudah berada di dalam mobil pribadinya.
Sesampainya di rumah, Ricky langsung di maki-maki oleh Tomi karena dia membuat Sandra marah. Dan Sandra pun langsung memutuskan untuk tidak melanjutkan perjodohan lagi dengannya.
"Ricky, kenapa bisa Sandra marah padamu? Kau bilang apa padanya?" Tomi sudah geram.
Sebelum Ricky.sampai, Ternyata Wiro sudah menghubunginya jika perjodohan anak mereka di batalkan sepihak. Dan wiro juga bicara tidak ingin ada hubungan dengan orang yang perusahaannya akan bangkrut, Tomi sangat tercengang dengan hal itu, pasalnya perusahaannya baik-baik saja tidak ada yang merugi apalagi bangkrut di tambah perusahaan Ricky yang di Venezuela mulai bangkit kembali setelah di akuisisi oleh pemuda itu
"Aku tidak suka wanita itu! Liar sekali" ucapnya.
"Dady mau cucu kan dari pernikahanku?" tanya nya pada sang dady.
"Jelas! Dady mau cucu yang banyak. Selusin kaya keluarga petir yang suka ada di youtube. Seru membayangkan aku bermain dengan semua cucuku" jawab Tomi.
"Nah itu yang jadi masalahnya! Dia menganut paham Child free! Dia ogah punya anak dad" ucap Ricky.
"Apa? Enak saja dia" timpal Daisy.
"Kalau itu jelas dady tidak setuju" ucap Tomi.
"Dan kenapa kau bilang perusahaan kita akan bangkrut pada Sandra?" tanya Tomi lagi.
"Aku hanya ingin tahu, wanita seperti itu bisa tidak mendampingiku jika suatu saat aku sedang berada di bawah dan terpuruk! Ternyata dia tidak mau dan malah menghinaku dengan kalimat : 🗣(Tentunya aku tak ingin menerima pria dengan ekonomi yang murat-marit. Pria seperti itu hanya layak mendapatkan wanita rendah dari kelas rendah. Bukan wanita lux sepertiku. Aku muak dengan mu karena kamu akan miskin. Perjodohan ini batal, jangan harap aku menerimanya). Jadi siapa yang mau menikah dengan wanita seperti itu" tutur Ricky sedikit emosi.
"Dady setuju dengan mu! Kau jangan mau dengan wanita seperti itu"
"Momy juga dukung kamu nak" ucap kedua orang Ricky.
Di sela-sela obrolan itu, seorang scurity rumah itu membawa seorang wanita yang sangat cantik yang tiada.lain dan tiada bukan ialah Marini.
Ya Marini datang lagi ke rumah Ricky untuk yang ke tiga kalinya. Beruntungnya Ricky malam ini sedang ada di rumah dan bisa bertemu dengan Marini.
"Selamat malam nyonya. Nona ini ingin bertemu lagi dengan Tuan muda" ucap scurity yang bernama Arif.
Marini langsung tersenyum manis kala menemui Ketiga orang di hadapannya. Ricky dengan binar bahagia , jantungnya seakan terpompa kala melihat sang pujaan mendatangi dia ke rumahnya.
"Selamat malam tanteu dan om! Maaf saya mengganggu. Saya ingin bertemu Rickt" ucapnya sopan.
"Malam juga bu dokter! Nih Ricky ada. Ricky ada tamu kok malah bengong atau mau bu dokter Dady ajak ngopi berdua?" tanya Tomi bercanda.
"Dady genit banget sih. Awas ya!" seru Daisy.
Tomi hanya terkekeh.
"Awas ya dad jangan sampai ada Malin kundang persi Ayah" ketus Ricky.
__ADS_1
"Sudah-sudah jangan ribut! Mari bu dokter silahkan duduk" ucap Daisy dengan ramah.
Kedua orang tua yang belum terlalu tua itu, mengerti dan segera meninggalkan Ricky dan Marini berdua di ruang tamu.
Hening sejenak membuat rasa canggung menyelimuti dua insan itu. Hingga akhirnya Ricky memulai percakapan terlebih dahulu.
"Ada apa kamu ingin menemuiku?" tanya Ricky.
"Hmmmm~~ Aku hanya, aku hanyaHanya ingin melihatmu, ya hanya ingin melihatmu itu saja" ucap Marini terbata.
Dalam hatinya, Marini merutuki kebodohannya dan bicara asal.
"Ini kau sudah melihatku, lantas apa lagi? Dan oh ya, mana pria tercintamu? Apa dia tidak akan marah kekasih nya bertandang ke rumah pria lain?" Ricky sedikit ketus bertanya pada Marini.
"Pelix dan aku sudah tidak memiliki hubungan apapun" ucapnya pelan.
"Ya aku tahu! Lantas kau kemari hanya untuk mengatakan itu saja, hem?" tanya Ricky lagi. Dia sengaja menggoda Marini.
"Ric ini sudah malam. Aku pulang dulu ya" ucapnya sembari berdiri dan hendak melangkah pergi namun Ricky menahannya dan menariknya hingga tubuh Marini terlentang di sofa dengan kaki terbuka. Ricky segera mengungkung tubuh pujaannya dengan tangan Marini di kunci di kiri dan di kananya.
"Katakan mau apa kamu kemari, hem?" tanya Ricky dengan nafas yang sudah menderu.
Hembusan nafas pria itu bahkan terasa menderu dengan aroma mint.
"Aku, aku" ucapnya terbata dan seketika memalingkan wajah nya ke kiri.
"Apa kau merindukanku?" tanya Ricky sembari mencium leher dan telinga Marini membuat gadis itu menggelinjang karena di serang oleh rasa geli dan nikmat.
"Eummppphhh!! Ak-u merindukanmu, eumppphhh" ucapnya dengan suara terbata.
"Sejak kapan?" tanya Ricky dengan nafas memburu sembari tangannya dengan gemas mendaki gunung kembar nan menggoda itu.
"S-sejak kem-arin dan seka-ra-ng, eumpphhhh" ucapnya terbata dengan pandangan sayu.
Tak di sangka, aksi mereka di lihat oleh Daisy dan Tomi yang memang ingin tahu apa yang di bicarakan dengan Ricky dan ternyata Ricky pria yang nakal.
"Dad, apa yang mereka lakukan sudah di luar batas! Ayo kita kesana dan larang Ricky" ucap Daisy khawatir.
"Biarkan saja mom! Nanti kalau mereka sudah tel**j@ng baru kita grebek mereka" ucap Tomi datar.
"Dady kok gitu sih?" tanya Daisy.
"Ya gimana lagi. Dulu juga kita begitu kan" ucap Tomi santai.
Ketika Ricky akan membuka rok Marini, Suara Daisy tiba-tiba terdengar dan membuat kedua insan yang sedang di landa gelora cinta itu beringsut.
"Aduh kok banyak nyamuk ya disini. Dady, di sini banyak nyamuk dad" Teriak Daisy dari lantai dua rumah itu.
"Iya nih mom nyamuk nya besar-besar suka menggigit leher. Dady takut deh di gigit juga hawa disini juga panas banget" ucap Tomi sembari cekikikan dengan sang istri.
Ricky menyadari aksinya dengan Marini pasti di ketahui oleh kedua orang tuanya. Dia malu sekaligus geli. Dan hal yang sama oun di rasakan Marini. Bagaimana jika orang tau Ricky menganggap nya wanita gampangan. Marini segera mengancingkan bajunya kembali dan membetulkan rok nya yang melorot akibat ulah Ricky.
"Udah Mom, bajunya jangan di benerin. Momy seksi kalau terbuka" goda Tomi masih di lantai atas rumah itu.
"Si@l kita ketahuan" ucap Ricky.
"Ya aku malu sekali. Bagaimana ini? Kamu sih tidak bisa mengontrol itu jadi kan begini" sungut Marini sembari membenarkan rambutnya yang acak-acakan.
Daisy dan Tomi lalu berjalan menuruni tangga dan menghampiri dua insan yang tengah saling pandang dengan tatapan malu-malu.
"Banyak nyamuk ya mom" sindir Tomi.
"Ya dad nyamuknya nakal" ucap Daisy sembari menjewer telinga Ricky hingga pemuda itu mengaduh.
"Mom sakit!" ucapnya.
Marini hanya tertunduk malu.
"Naikan resleting mu" Tomi dengan gemas menaian resleting sang putra.
"Awas kena adik ku dad" ucapnya sembari meringis.
"Nak Rini, apakah besok orang tua mu tidak sibuk?" tanya Daisy.
"Tidak tanteu!" jawab Marini malu-malu.
"Besok siang, kami selaku orang tua Ricky ingin bertandang ke rumah mu. Tolong beritahu orang tua kamu" ucap Daisy yang membuat terkejut Marini sendiri.
"Ada hal apa tanteu dan om ingin ke rumah saya?" tanya Marini heran.
__ADS_1
"Kami akan melamar mu untuk anak kami Ricky" ucapnya spontan membuat kedua sejoli itu terpekik dengan terkejutnya.
"Apa, melamar?" mulut Marini ternganga saking terkejutnya.