SUPIR KU SEORANG MAFIA

SUPIR KU SEORANG MAFIA
Hari Pertama Bekerja


__ADS_3

Amora yang kini sudah mempunyai supir pribadi sendiri merasa senang. Kini dia bisa pergi kemanapun di antar oleh supir nya. Tempat yang pertama kali ingin dia kunjungi adalah mall yang terkenal di kota itu.


"Pak Pelix bisakah hari ini mengantar saya ke mall" tanya Amora.


"Baik nyonya. Saya akan siap-siap dulu. Silahkan tunggu di halaman" jawab Pelix.


"Mbak, kamu ikut ya" ucap Amora kepada Vivid.


"Saya tunggu saja di rumah nyonya, Saya malu" jawab nya.


"Sudah jangan seperti ini. Kamu ikut saya sekarang" kata Amora.


Mereka bertiga pun pergi ke mall itu. Sepanjang jalan, Vivid selalu memperhatikan wajah Pelix yang sedang mengemudi.


(Ganteng banget sih dia, aku bakal deketin. siapa tahu dia mau sama aku. Tapi kalau di lihat - lihat, dengan wajah dan kepribadian dia aku kok menyayangkan kalau dia hanya menjadi supir saja) gumamnya dalam hati.


"Pak Pelix apa saya boleh bertanya sesuatu tentang anda?" tanya Amora.


"Silahkan nyonya" Jawab pelix.


"Sebelum anda menjadi supir pribadi saya, apa pekerjaan anda sebelumnya?" tanya Amora.


"Hmmmmmmmmmz.. Nelayan. Ya saya seorang nelayan di kampung, melamar kerja di kota untuk memperbaiki nasib keluarga" jawabnya ngasal. hanya itu yang ada di pikirannya.


"pantesan kekar dan berotot kalau nelayan, biasa tarik jangkar ya pak?" seloroh Vivid.


"Ya betul mbak" jawabnya singkat.


"Semoga pak Pelix betah kerja dengan saya dan suami. Suami saya jarang pulang. Di rumah hanya ada saya dan mbak Vivid saja. Saya harap selain jadi supir pribadi saya , anda juga menjadi penjaga di rumah saya" tutur Amora.


"Baik bu. Semoga saya bisa menjalani pekerjaan ini dengan baik" jawab nya.


Panjang lebar bercerita, akhirnya mereka sampai di depan mall itu. Dan mereka masuk kedalam. Melihat baju- baju mewah membuat Vivid melongo.

__ADS_1


"Ayo kita beli baju di store sebelah sana saja, untuk kalian, silahkan pilih baju mana saja yang kalian mau. Saya yang akan membayarnya" ucap Amora sambil memilih dress yang elegan.


"Mas, nyonya itu baik banget loh orangnya, sudah cantik pula" ucap Vivid kepada Pelix yang sedang memilih baju atasannya. " Ya saya tahu." jawabnya singkat. " Mas pasti belum pernah memakai baju semahal ini kan? sama saya juga. sadar diri sih mas kita mah. cuma kerja ngebabu ,mana mungkin bisa kebeli baju semahal ini" seloroh Vivid.


( Bawel banget sih nih orang, kalau aku mau, kepalamu juga aku bisa beli) gumam Pelix.


Sesudah selesai belanja, Amora pun mengeluarkan kartu kredit warna hitamnya dan membayar semua belajaannya. Ketika sedang berjalan menuju parkiran, ternyata ada seseorang yang mengenali Pelix dan langsung mengejar nya.


"Patrick 69, tunggu" ucap seorang lelaki dari sebrang eskalator.


Melihat lelaki itu membuat Pelix merasa terlejut. Dia lari sambil menggandeng tangan Vivid dan Amora.


"Bangsat!! kenapa harus bertemu Jekahuna Laguna disini, bisa kebongkar penyamaran ku dan rahasia ku pada mereka" gumamnya


Fakta seorang Jekahuna Laguna:


Sebutan untuk pria bernama Samson Bokir seorang anggota mafia Bikini bottom yang keluar dari genx itu karena merasa di anak tirikan oleh Leon alias Tuan Crab. Sejak keluarnya dia, genx itu menghilang tanpa jejak dari semua kontaknya termasuk markas nya pun berpindah, membuat dia selalu mencari keberadaanya untuk meminta hasil penjualan kokain sewaktu dia masih bergabung dalam genx itu.


"Hooooh, hooooh, hooooh" Nafas keduanya tersenggal.


"Ayo kita masuk" Ucap Pelix dengan nafas terengah.


Ketika di dalam mobil, Amora masih mengatur nafasnya.


"Pak Pelix, coba ceritakan kenapa orang itu mengejar anda?" tanya Amora.


"Hmmmmmmmmzz~~Itu teman saya di kampung. Saya masih punya hutang kepadanya. Dulu perahunya sempat rusak oleh saya akibat di terjang badai waktu sedang melaut. Saya belum lunasi hutang nya semua, Makannya dia mengejar saja" jawab Pelix denga berbohong.


"Kalau begitu kenapa pak Pelix merasa takut, Saya akan bantu lunasi hutang anda dengan potongan gaji" ucap Amora.


"Terimakasih sebelumnya nyonya. Tapi sayanbisa mengatasi masalah ini sendiri" ucap Pelix.


Sesampainya di rumah, Amora sudah di kejutkan dengan kedatangan Martin.

__ADS_1


"Mas, maaf aku baru pulang" ucap Amora dengan sedikit segan.


"Tak masalah bagiku. Kamu tak pulang pun aku tak akan peduli. Aku hanya ingin bilang, kalau penjaga peternakan kuda rumah ini akan berhenti karena sudah tua" tutur Martin.


"Apa? peternakan kuda mas?" tanya Amora heran.


"Ya, rumah ini di lengkapi dengan peternakan kuda. Aku pun baru tahu kemarin, pihak lelang memberitahu kalau peternakan kuda yang di belakang sana sudah menjadi hak milik kita. Tak mungkin aku biarkan hewan-hewan itu terlantar. Aku akan mencarikan pekerja yang khusus mengurus semua kuda-kuda kita" tutur Martin sembari berlalu keluar dari rumah itu.


"Mas mau kemana lagi?" ucap Amora sendu.


"Bukan urusanmu" Ucap martin ketus.


Amora hanya menangis di buatnya. Tak ada perlakuan spesial yang dia dapatkan sesudah menikah. Martin bersikap seenaknya dan yang membuat Amora sedikit terluka adalah suaminya sudah acuh, kasar, dan impoten.


Melihat adegan absurd majikanya membuat Vivid menjadi terenyuh dan menitikan air mata. Melihat sikap Vivid membuat Pelix memberanikan diri untuk bertanya.


"Mbak kenapa nangis?" tanya Pelix.


"Saya sedih mas, melihat nyonya selalu di kasarin oleh suaminya. Sampai setiap malam beliau kesepian karena suaminya jarang banget menginap disini" lirih Vivid.


"Sudah mbak kita ke kamar masing-masing saja. Biarlah itu urusan mereka" ucap Pelix sembari berlalu menuju kamarnya untuk mengganti pakaian. Sesampainya di kamar dengan langkah tergesa-gesa, dia merasakan ubin kamar yang dia injak sedikit kopong. Di ketuknya ubin itu dan dia yakin kalau di bawah sana ada lubang. Dia mengambil obeng lalu membuka celah ubin itu dan terbuka lah. Terlihat samar-samar ada ruangan bawah tanah yang sangat besar.


"Hahhhhh.. Ada ruangan bawah tanah ternyata. Aku harus tahu apa saja yang ada di dalam sana. Apa yang punya rumah ini tahu ada ruangan rahasia ini?. Tapi rasa mereka belum tahu dan tak akan ku kasih tau mereka" gumam Pelix.


segera dia keluar dari kamar, setelah merapihkan sisa debu pada ubin yang terbuka itu.


"Nyonya, maaf saya izin istirahat sebentar, badan saya rasanya agak sedikit pegal" ucap pelix pada amora yang sedang duduk dengan mata berkaca-kaca.


"Silahkan Pak Pelix istirahat" jawab Amora sembari menyeka air matanya.


Ada semburat rasa iba di hati Pelix. Bagaimana seorang wanita baik dan cantik bisa di acuhkan oleh suaminya sendiri.


Kembalilah dia ke kamar nya dan segera mengunci pintu lalu mulai membuka ubin lantai itu dan masuklah dia kedalam ruang bawah tanah itu.

__ADS_1


__ADS_2