SUPIR KU SEORANG MAFIA

SUPIR KU SEORANG MAFIA
Pelix Jadi Rebutan


__ADS_3

Ketika di jalan pulang, Amora masih diam, Dia memikirkan tindakan semalam yang di lakukan Pelix. Melihat itu, Pelix merasa bahwa Amora sedang memikirkan hal yang tadi.


"Anda masih memikirkan hal yang tadi?" tanya Pelix.


"Menurut mu?" tanya Amora chaos.


"Maaf ya" ucap Pelix singkat.


"Lupakan" ucap Amora.


Dia masih bisa merasakan aroma bibir Pelix, menempel pada bibirnya. Rasanya susah untuk di bayangkan dengan kata apapun. Bahkan ciuman yang di berikan sang suami tidak ada apa-apanya di bandingkan rasa ciuman bibir dengan Pelix. Amora masih saja memandangi Pelix yang tengah menyetir.


vv



Visualisasi Pelix mirip dengan Aktor latin yang bernama Willian Levy.


"Tampan banget" gumam Amora dalam hati.


"Ya saya memang tampan nyonya" Jawab Pelix seakan membaca kata hati dari sang majikan.


"Gak, kamu jelek" Jawab Amora sembari menyenggol lengan kekar Pelix.


Setelah sekian lama perjalanan, akhirnya mereka sampai di rumah. Amora segera membuka pintu rumah dan langsung menuju kamar untuk istirahat. Begitupun Pelix. Tangannya serasa kebas karena terlalu lama memegang kemudi mobil.


¥


¥


Di kantor pengacara Martin Antonio Candelaz, Tiba-tiba datang seorang wanita dengan membawa kedua anaknya sambil menangis dan wajah yang penuh lebam.


"Saya ingin bertemu pengacara Martin Antonio Candelaz. Dimana ruangan nya pak" ucap seorang wanita dengan menangis.


"Mari saya antar" jawab pegawai kantor itu.


Tiba di ruang kerja Martin, dan pintu pun di ketok oleh Siskae, seorang pengacara bawahan Martin.


"Masuk" ucap Martin di balik pintu.


Masuklah wanita itu dengam di antar oleh Siskae.


"Ada yang bisa saya bantu?" ucap Martin pada Siskae.


"Pak, ibu ini menangis dan ingin bertemu dengan anda" jawab Siskae.


"Silahkan, apa yang ingin anda sampaikan kepada saya" tanya Martin pada wanita itu.


"perkenalkan saya Sinta. Saya kemari ingin meminta anda untuk menjadi pengacara saya. Saya ingin bercerai dari suami saya, karena suami saya sudah berselingkuh dan melakukan KDRT sampai anak kami Mark dan Meyden merasa trauma. Wajah saya menjadi kaku sebelah akibat sering di siksa oleh suami saya" tutur Sinta dengan tangisan.


Mendengar kata KDRT membuat dia ingat akan perlakuan nya kepada Amora.


"Apa anda sudah di visum? dan kapan terakhir suami anda melakukan pemukulan?" tanya Martin.


"Saya belum di visum. Terakhir malam, saya di siksa oleh suami saya. Penyebab nya karena saya dia meminta aset perusahaan untuk bermain judi dan memberikan sejumlah uang untuk wanita ****** selingkuhannya. Dia menyiksa saya dan hanya menjadikan saya mesin ATM nya" ucap Sinta.

__ADS_1


Melihat pengakuan yang Sinta bicarakan di depan kedua anaknya, membuat Martin prihatin. Dia tak mau jika anak seusia mereka mendengar semua hal yang paling menyakitkan. Kemudian dia memanggil Susi untuk membawa kedua anak itu jalan-jalan. dan akhirnya mereka berdua menuruti dan ikut sengan susi.


"Anak manis ikut tanteu maen lego yuk" ucap susi sang psikolog anak.


"Ayo tante" jawab mereka kompak.


"Selain meminta perlindungan dan pembelaan, saya juga ingin bantuan anda untuk menggugat seluruh harta saya yang di kuasai oleh si brengs*k Abimayu, untuk kembali ke tangan saya. Berapapun bayaran nya, akan saya bayar" tutur Sinta dengan tatapan tajam penuh dendam.


"Baiklah. Segera akan saya urus surat perjanjian dan bayaran kerja saya dan tim" jawab Martin.


Segera di berikanlah surat perjanjian beserta nominal bayaran untuk kerja Martin.


"Untuk Dua bulan. Semoga dalam waktu itu kasus saya selesai" jawab Susi sambil memberikan cek kepada Martin.


"Ini client bukan kaleng-kaleng" gumam Martin dalam hati.


Ketika sudah menemui kesepakatan dengan client yang bernama sinta, Martin bergegas ke rumah mama nya untuk menjemputnya.


Sampai tiba di rumah sang mama, Martin langsung di marahi.


"Anak ini semenjak menikah, gak pernah berkunjung ke sini pah" Ucap Yuni kepada suaminya.


"Mama nikh, kaya gak tahu aja pengantin baru. Lagi anget-anget nya mah, sampai lupa masih punya orang tua" jawab sang suami.


"Duh, mama dan papa bawel banget sih. Jadi gak nginep di rumah ku?" tanya Martin sedikit kesal.


"Papa sih mau saja, tapi suka gak betah tidur di rumah yang lain. Papa disini aja gak ikut. Lagian ada Sakura yang nemenin papa kok" (Sakura adalah si kucing oren kesayangan orang tua Martin, sekaligus musuh Martin. Kalau Tidur di kamarnya, sakura selalu gangguin dan naruh pantatnya di wajah Martin sampai dia sesak nafas.



Mendengar itu, kedua orang tua Martin tertawa terbahak.


Sebelum Yuni meninggalkan rumahnya, dia berpesan pada sang suami kalau harus mengurus Sakura dengan baik.


"Papa. Jangan sampai lupa kasih mamam si bungsu sama royal can*in, siang jangan lupa kasih minum susu, ngemil nya snack, malam nya biscuit, Kandang nya di perhatiin, kukunya periksa setiap hari, sisirin rambutnya, sama ajak dia jalan setiap pagi. By papa, mama pergi dulu ya" Ucap Yuni.


"Dasar bawel. Dikira aku ini pengasuhnya Sakura" Kesal sang suami.


Di dalam mobil, Yuni terus saja mengintrogasi Martin dengan pertanyaan seputar kehamilan sang istri.


"Tin sayang, gimana istri kamu sudah ada tanda-tanda hamil kan?" tanya Yuni.


(Hamil pake apa ma, andai mama tau Amora belum pernah ku nafkahi secara batin. Dia masih perawan) gumam Martin dalam hati.


"Belum mah, nanti juga kan ada saatnya aku kasih cucu buat mama. Sabar ya" lirih Martin.


Sesampainya di rumah, Sudah ada Amora dan Diana menyambut kedatangan Martin dan Yuni.


"Selamat siang jeng Yuni, kangen loh saya ini. Bagaimana nih kabarnya?" sapa Diana.


"Siang juga besanku yang cantik. sama nih saya juga kangen pisan euy, baik ahamdulillah" jawab Yuni.


" Ayo mama, ayo bu, aku antar ke kamar" ucap Amora.


Ketika Amora ingin mengantar mama dan mertuanya ke kamar, tiba-tiba Pelix masuk untuk memberitahukan bahwa ada kuda yang sakit.

__ADS_1


Flashback 30 menit yang lalu.


"Aku merasa bosan disini. Harus melayani orang-orang. Tapi aku disini merasa tentram tanpa tekanan dari keluarga" gumam Pelix.


ketika sedang memeriksa semua Kuda, ada salah satu Kuda yang bernama Tamara terlihat lurus dan tak mau makan. Di periksa lah Kuda itu, ternyata dia sedang sakit gigi. langsung saja Pelix melaporkan pada Martin.


ketika melihat Pelix dengan mengunakan baju yang tipis tanpa lengan dan di penuhi ketingat membuat aura kese*siannya melebihi ambang batas normal. Diana yang sudah lama menjanda membuat seketika terpana. Yuni juga yang mempunyai suami seketika menjadi lupa kalau dia masih punya suami. Kala melihat aura ketampanan Pelix dengan balutan keringat yang bercucuran membuat mata wanita-wanita paruh baya itu melotot seakan keluar.


"Ada apa pak Pelix?" tanya Martin.


"Tamara sakit, tuan. Harus segera memanggil dokter hewan" Jawab Pelix.


"Baiklah, sore mungkin akan datang" ucap Martin


Melihat Pelix semakin dekat, Yuni langsung mengajak berjabat tangan.


"Hai. saya Yuni, mamanya Martin" ucap Yuni.


"Hallo tanteu, saya Pelix. Saya bekerja sebagai supir di rumah ini" jawab Pelix sambil mencium tangan Yuni.


Melihat reaksi Pelix yang mencium tangan nya, membuat Yuni senang bukan kepalang.


"Gantian dong jeng,......" ucap Diana.


"Hai, saya Diana. Ibunya Amora" ucap Diana.


"Hallo tanteu, saya Pelix. Senang berkenalan dengan anda" Jawab Pelix sembari mencium tangan Diana. Membuat diana sedikit histeris.


Melihat mama dan ibu mertuanya bersikap berlebihan pada Pelix, membuat Martin merasa kurang nyaman.


"Pak Pelix, silahkan anda kembali lagi ke peternakan" ucap Martin.


"Baik tuan" jawabnya.


"Mama kok genit banget sih ketemu pegawai ku? ingat papa di rumah" ucap Martin pada Yuni.


"Kamu dapat pegawai tampan gitu dari mana sih? mmng Amora jangan sampai kamu tergoda ya sama nak Pelix" ucap Yuni.


Mendengar itu, Amora hanya tersenyum.


(Bukan soal tergoda atau tidak mah, bahkan kami sudah saling ***** dan bertukar saliva. Bibir Pelix buat aku candu) Gumam Amora dalam hati.


"Amor, kasih no hp nak Pelix dong sama ibu ya" ucap Diana.


"Ibu ada-ada saja. Ingat umur bu. Kata ibu dulu, mau setia sama Alm ayah. Tapi sekarang lihat Pelix saja ibu sudah tergoda" cebik Amora.


"Nak Martin, boleh ya supir kalian di ganti saja, jangan nak Pelix. Dia jadi supir di rumah ibu saja. Pak Bejo kan sudah tua" ucap Diana centil.


"No, no, no. nak Pelix cuma milik saya. Kalaupun dia keluar dari rumah ini, maka dengan senang hati saya orang pertama yang akan menampungnya" balas Yuni.


Mendengar perdebatan itu, membuat Martin pusing.


"Amor, Bawa mereka ke kamar. Aku pusing" perintah Martin.


"Baiklah mas" jawab Amora.

__ADS_1


Amora membawa mereka ke kamar nya masing-masing. Tetapi mereka minta di satu kamar berdua. Alasannya supaya lebih nyaman dan ada teman ngobrol.


__ADS_2