SUPIR KU SEORANG MAFIA

SUPIR KU SEORANG MAFIA
Meminta Bantuan Bencong


__ADS_3

Sebelum Pelix meninggalkan mansion nya untuk pulang, dia terlebih dahulu sarapan makanan khas Mexico.



Pelix pun berjalan-jalan sebentar untuk membeli berbagai oleh-oleh khas mexico dan menyusuri berbagai bagunan bersejarah disana.



"Semua sudah ku beli" ucap Pelix girang.


Waktu menunjukan saatnya Pelix Pulang dari negara itu. Dia pun segera menuju bandara dan menaiki pesawat. Hampir Tiga puluh jam mengudara akhirnya sampailah di negara tercinta ini.


Pelix pun keluar dari bandara sembari merenggangkan otot-otot yang kaku akibat terlalu lama berada dalam pesawat.


Di bandara sudah ada Marini yang menjemput .


"Sukurlah kamu sudah sampai dengan selamat sayang" ucap Marini.


"Aku akan selalu baik-baik saja" ucap Pelix sembari memeluk dan mengangkat tubuh Marini.


Seakan tak melihat sekeliling, Pelix mencium Marini dengan mesranya.


"Sudah siap kita pulang pangeranku? Hamba siap mengantar mu kemanapun!" ucap Marini.


"Baiklah permaisuriku" ucap Pelix sembari melepaskan pelukannya" ucap Pelix.


Mereka pun segera memasuki mobil yang di kemudikan oleh Marini.


"Langsung ke apartemenmu?"tanya Marini.


" Ya sepertinya! Aku sangat lelah" ucap Pelix.


"Oke" jawabnya singkat.


Ada yang berbeda dengan Marini hari ini, badan nya lebih berisi dan terlihat sexy walau bajunya tidak terbuka. Dia menggunakan stelan jamsuit warna mocca, dengan jaket jins yang sedikit variasi robek-robek di bagian tangannya dan rambut panjangnya di biarkan tergerai menabah kesan semakin menawan.


"Kau cantik hari ini, dan aku suka" ucap Pelix.


"Kok kaya lirik lagu?" tanya Marini.


"Sungguh Rin, kamu cantik. Dan badan kamu kok agak berisi" tanya Pelix.


Mendengar kata berisi seketika Marini mengentikan mobilnya di pinggir jalan.


"Kok berhenti?"tanya Pelix.


" Kamu bilang apa? Aku berisi?" tanya Marini kesal.


"Iya badanmu sedikit berisi!" ucap Pelix polos.


"Jadi maksud kamu aku gendut gitu?" tanya Marini sebal.


"Iya ekh tidak Rin hanya cabi" ucap Pelix.


"Tukan kamu ngatain aku gendut! Jahat banget sih kamu Pel" ucap Marini yang sudah mulai sembab.


"Duh gimana ini. Apa semua wanita pantang di sebut gendut. Wanita memang membingungkan" gumam Pelix dalam hati.


"Kamu itu sedikit berisi tapi sexy. Jangan marah dong sensitif amat! Cup cup jangan ngambek begitu sayang jadi jelek kan. Sudah ya Rin kan kamu sudah gede masa gitu. sini aku peluk" ucap Pelix memenangkan Marini seperti seorang bocah yang ingin di belikan balon.


"Janji gak bilang seperti itu lagi?" tanya Marini.


"Iya, iya bawel" ucap Pelix sembari mencubit hidung Marini dengan gemas.


Marini pun mengemudikan lagi mobilnya menuju ke arah apartemen Pelix.


¥


Hari ini Susan sudah boleh pulang dari rumasakit! Martin segera membawanya untuk pulang ke apartemen nya.


Sesampainya di apartemen, Susan langsung di baringkan di ranjang kamar nya.


"Terimakasih ya Tin sudah sudi memperhatikan ku" ucap Susan.


"Itu sudah tugasku sebagai suamimu Sus" ucap Martin.


"Semoga segala situasi ini cepat berakhir!" ucap Susan.


"Maksud mu?" tanya Martin


"Ya semoga aku bisa secepatnya hidup tenang dan kamu bisa menceraikan ku" ucap Susan.


Martin mendengar itu langsung mengambil jas dan juga kunci mobilnya.


"Kamu istirahat lah jangan lupa minum obat" ucap Martin sembari keluar dari apartemen nya.


Di perjalanan pulang, Martin terus saja uring-uringan sembari memukul kan tangannya ke stir kemudinya. Entah mendengar perkataan cerai dari Susan hatinya mendadak galau dan seolah tidak terima.


"Kenapa kamu terus saja mengatakan cerai, cerai dan cerai sih Sus? Aku sanggup menafkahimu. Lantas apalagi~~Arggggghhh" kesal Martin.

__ADS_1


Sesampainya di rumah Amora memyambutnya dengan senyum manisnya.


Tetapi kegundahannya tak mampu mengubah raut wajah Martin yang masam bak cuka itu.


"Baru datang mas? Ayo ku siapkan air hangat nya untuk mandi" ucap Amora sembari menuntun tangan sang suami.


"Aku ingin duduk di ruang tamu dulu Amora" ucap Martin dingin.


Menyadari ada hal yang aneh di diri suaminya membuat dia bertanya-tanya. Martin yang akhir-akhir ini selalu bersikap hangat dan selalu perhatian berubah kembali seperti saat mereka baru menikah.


"Sini mas tas sama jas nya aku simpan dulu di kamar" ucap Amora.


Dia pun ke kamar untuk menyimpan barang-barang suaminya. Ketika dia meletakan tas itu, ada keyakinan seolah dia harus memeriksa apa yang ada di dalam tas itu, Amora pun mengikuti kata hatinya, dia membuka sleting tas itu dan di dapati beberapa surat ketika tangannya ingin mengambil kertas warna hijau, tiba-tiba di rebut oleh Martin dengan kasar.


"Mau apa kamu buka-buka tas ku Amora? itu privasi ku" ucap Martin dengan bentakan.


"Apa kamu bilang privasi? Sejak kapan dalam pernikahan ada privasi mas?" tanya Amora dengan marah.


"Jangan lancang ya kamu. Meski kita suami istri kita tak boleh mencampuri urusan masing-masing sesuai surat perjanjian itu!" ucap Martin dengan ekspresi marah bercampur ketakutan.


"Owh lancang ya aku? Yasudah mas mulai sekarang kita masing-masing saja tak usah saling mengenal biarpun kita satu atap. Aku yakin ada yang kamu sembunyikan dariku!" ucap Amora.


"Jangan ngaco kamu! Aku tak menyembunyikan apapun" balas Martin.


"Aku akan segera mengetahuinya. Dan satu lagi jika kamu ingin pernikahan kita sesuai dengan isi surat perjanjian itu makan mulai dari sekarang jangan sentuh aku jika kau sentuh aku maka akan ku laporkan ke polisi" ucap Amora sembari berlari meninggalkan kamar itu.


Amora dengan rasa jengkelnya keluar dari rumah itu walau jam sudah menunjukan pukul delapan malam.


Di jalan Amora menangis merutuki nasibnya yang entah malang sekali.


"Aku yakin ada yang kau sembunyikan mas! Kenapa menjadi kasar lagi seperti pertama kali kita menikah" lirih Amora.


Dia berjalan di sebuah taman yang sudah sepi pengunjung! Hanya ada beberapa pasangan muda-mudi yang tengah pacaran di bangku taman itu. Amora pun memilih duduk di salah satu bangku itu dia menangis sejadinya. Tiba-tiba suara yang tak asing yang pernah dia dengar menyapanya.


"Kau jangan sedih nona manis. Jangan takut padaku" ucap suara wanita itu.


Amora yang sudah kenal langsung merinding semua bulunya.


"Suara itu kan~Argggggggghhhhhh jangan ganggu saya please pergi kamu setan pergi" ucap Amora.


"Aku ada di belakangmu" ucap suara wanita itu.


"Pergi, pergi" ucap Amora yang tak ingin melihat wanita itu.


Dia pun berlari tunggang-langgang dan Bruggghhhhhhhh!!!! Dia menabrak seseorang.


"Kak Amora? Kenapa lari seperti itu? Sedang apa disini malam-malam?" tanya seorang yang di ketahui adalah Ricky.


Amora hanya diam tak menjawab apapun. Ricky pun membantu Amora untuk berdiri.


"Ricky kamu juga sedang apa disini?" tanya Amora.


"Aku hanya sedang mencari angin. Aku sedang galau kak makannya aku tak mau pulang ke rumah, aku takut mom dan dady ku curiga dan banyak bertanya" balas Ricky.


"Galau kenapa dan sama siapa? Ayolah cerita sama kakak!" ucap Amora.


"Kakak tahu dokter Marini pacar nya pacar kakak yang waktu itu melabrakmu?" tanya Ricky.


"Ya tahu lah" ucap Amora keki.


"Dia menolaku untuk yang ke lima kalinya" ucap Ricky.


"Astoge kasihan banget sih kamu. Menurutku kamu susah deh untuk bisa mendapkan dia! Dia itu cintanya hanya sama Pelix. Kamu tahu waktu dia tahu aku selingkuh dengan Pelix dia marah banget serasa mau telan aku bulat-bulat" ucap Amora sembari tertawa.


"Serem tau kalau dia marah, tapi sebenarnya dia itu wanita yang baik dan lembut aku tahu itu" ucap Ricky.


"Ya memang pada dasarnya wanita itu semuanya baik tetapi akan lebih ganas ketika hal yang dia punya di rebut oleh orang lain. Hal itu sedang aku rasakan kepada suamiku. Untuk saat ini aku belum tahu kenapa dia bisa berubah dan menajadi kasar seperti sekarang ini tapi kata hatiku mengatakan ada yang tidak beres dengan pernikahan ku" ucap Amora.


"Bukannya selama ini pernikahan kalian memang tidak beres ya? Buktinya kak Amor bisa selingkuh dengan om perkasa?" tanya Ricky.


Mendengar Ricky menyebut Pelix dengan sebutan om perkasa membuat seketika tawa Amora pecah dan mengakak.


Sementara di rumah,Martin yang menyesali apa yang sudah dia perbuat di tambah Amora pergi dari rumah entah kemana. Dia pun segera keluar dan mencari Amora.


Dia menyusuri seputar taman komplek tetapi bukan Amora yang di temui melainkan dua orang bencong yang tengah mencari pelanggan. Martin pun berinisiatif untuk menanyai kedua pemuda kemayu itu.


"Mas boleh saya bertanya?" tanya Martin pada makhluk war wer wor itu.


Melihat seorang lelaki tampan nan gagah menghampiri mereka, mereka pun senang bukan kepalang.


"Yaolo yaolo... Jangan panggil eyke mas dong akh! panggil eyke Miska emmmmmm" ucap bencong itu.


Seketika bulu kuduk dan bulu-bulu yang lainnya merinding melihat dua bencong.


"Mas ganteng mau tanya aposeh?" ucap bencong yang satunya.


"Mas saya sedang mencari istri saya! Apalah kalian melihatnya ini potonya!" ucap Martin.


"Dese gak paham yey, jangindang panggil eyke mas yeh. Panggil eyke Seruni" ucap Bencong yang menamai dirinya Seruni.

__ADS_1


"Iya maafin eyke yes!"ucap Martin sembari meliukan tangannya.


"Ada aposeh yey cari istrong malam-malam? Kirain mau pake kami. Yey tau harga kita murah kok bisa sedot doang atau masukin belakang enak kok menjepit dan menggigit" ucap Seruni.


Martin pun seketika menggeleng merasa ngeri sendiri.


"Maaf saya tak suka main belakang. Kalian mau duit gak?"tanya Martin.


" Ulala manjalita, tak di kasih duit pun eyke mau. Punya yey pasti berurat dan rangu" goda Miska.


"Hei dese itu punya eyke ya jangan gengong dese" ucap Seruni.


Karena perdebatan antara kedua bencong itu semakin panas memperebutkan Martin, akhirnya mereka bertengkar saling jambak dan seketika khodamnya keluar.


"Hei Abdul loe jangan rebut cowok gue" ucap Miska.


"Heh Yudi, itu cowok gue woooy" ucap Seruni.


"Owh jadi namanya Abdul dan Yudi" gumam Martin.


"Stopppppp Abdul dan Yudi. Kalian bisa diam tidak? Saya ada kerjaan untuk yey dan yey berdua! Tolong bantu saya cari istri saya, nanti saya kasih kalian duit satu orang satu juta. Bagaimana mau?" tanya Martin.


Serentak dua bencong itu menghentikan perkelahiannya dan langsung menghampiri Martin.


"Kami mau om" ucap Seruni.


"Rejeki nomplok om malam ini belum dapat pelanggan. Tapi janji ya om kasih kami duit soalnya kami belum makan dari pagi cari pelanggan susah banget lagi pandemi kaya gini" ucap kedua bencong itu yang sudah bersuara laki-laki.


"Iya saya janji. Mana no hp kalian nanti saya kirim poto istri saya" ucap Martin.


Kedua bencong itu memberikan no hp pada Martin tak lama Martin mengirim poto Amora kepada masing masing no hp mereka.


"Sudah sana kalian cari dia. Saya akan cari juga ke sebelah sana" ucap Martin.


Seruni dan Miska pun mulai bergegas mencari Amora.


Kedua bencong itu berpencar begitupun Martin yang sudah pergi menyisir sekitaran taman komplek itu. Seruni dengan cepat dapat melihat keberadaan Amora.


"Bukannya pewong itu istongnya om tadi yey? sama kok di potonya wajahnya" gumam Seruni.


Kemudian dia langsung menelepon Martin.


"Hallo om! Istri yey sudah eyke temuin. Sharelock yes" ucap Seruni.


Dia pun langsung menelepon Miska dan mengatakan jika Amora sudah di temukan.


mereka berdua pun segera menghampiri lokasi yang Seruni sebutkan.


Amora saat itu sedang menangis lalu Ricky dengan iba nya mengelus rambut Amora.


Martin melihat itu kemudian langsung menghempaskan tangan Ricky dari kepala Amora.


"Jangan sentuh istriku brengsek" ucap Martin.


Ricky dan Amora pun tersentak melihat kedatangan Martin dan kedua bencong di belakangnya.


"Mas kenapa kemari?" tanya Amora.


"Kamu pergi dari rumah ingin menemui pemuda ini?" tanya Martin dengan emosi.


"Hei kenapa anda sangat emosional om. Tenang lah sikit. Ini tak seperti yang anda kira kok! Kak Amor sedang sedih dan bertemu aku disini yang sedih juga aku curhat sama dia" ucap Ricky.


"Benar itu Amora apa yang dia katakan?" tanya Ricky.


"Betul mas. Tak usah so peduli mas kepadaku urus saja masalah mu. Dan kenapa kamu bawa mereka kemari?" tanya Amora. sembari menunjuk Seruni dan Miska.


"mereka bantuin aku cari kamu dan mereka juga yang nemuin kamu disini" ucap Martin.


"Om kan eyke dan Miska udah nyelesaikan tugas ini. Kita mau minta bayarannya, uang itu bakal buat kita makan om perut kita udah geter-geter dari pagi belum makan dan mau langsung pulang ke kosan" ucap Seruni.


Mendengar kedua bencong itu, jiwa Amora yang baik hati muncul.


"Kalian belum makan dari pagi? Serius?" tanya Amora.


"Betul tanteu! Kami belum makan. Dari sore cari pelanggan susah dapatnya. Belum ritual sedot menyedot jadi gak dapat duit hari ini" ucap Miska.


"Yasudah nanti suami saya bayar kalian. Tapi kita makan dulu ya kita cari tempat makan terdekat. Gimana kalian mau?" tanya Amora.


"Mau tanteu“ ucap Kedua bencong itu.


" Aku ikut makan juga. Aku juga lapar" ucap Ricky.


Mereka berlima pun akhir ya pergi dari taman itu dan mencari tempat makan dekat daerah itu.


Seseorang di atas pohon tiba-tiba mengeluarkan suara lirihnya.


"Wanita baik tapi selingkuh dapat suami cuek selingkuh juga.. hmmmmm manusia jaman sekarang memang aneh-aneh" ucap seseorang itu.


Othor sengaja menambahkan kesan horor ya gaes. Jadi ceritanya Marini dan Vivid selalu di ikuti oleh sosok yang mereka temui di pohon manggu itu. Tapi dia tidak menganggu...👻👻👻👻👻

__ADS_1


__ADS_2