SUPIR KU SEORANG MAFIA

SUPIR KU SEORANG MAFIA
Rahasia Pelix yang di Ketahui


__ADS_3

Malam itu seluruh pengusaha muda dan donatur berbagai kegiatan amal berkumpul di hotel mewah. Terlihat Amora dan Martin bergandeng tangan dengan mesranya dan menjadi perhatian seluruh tamu.


"Selamat malam pak lawyer muda?" ucap seorang lelaki paruhbaya tetapi masih terlihat gagah.


"Selamat malam juga pak Sean. Senang sekali bertemu dengan anda malam ini. Apakah anda masih tinggal di Canada 🇨🇦?" tanya Martin.


"Ya saya masih tinggal disana..Sesekali pulang ke tanah air untuk menjenguk anak saya. Oh ya ini siapa bening sekali pak?" tanya Sean.


"Oh ya kenalkan ini istri saya Amora. Dan Amora ini rekan ku yang bernama pak Sean" ucap Martin pada keduanya.


"Saya amora istrinya mas Martin"


"Saya Sean rekannya. Senang berkenalan dengan anda" ucap Sean.


Sean pun berlalu dan bertapa kagetnya, Amora dan Martin melihat seseorang yang mereka anggap bawahannya datang dengan menggunakan mobil sport dan mengenakan stelan jas berwarna navy di samping pria itu ada sesosok wanita cantik yang memakai balutan gaun berwarna putih susu.


"Amor, itu kan Pelix? Benarkan itu Pelix? Dan dia bersama dokter Marini" ucap Martin.


Amora hanya tertegun melihat Pelix dan Marini.


"Siapa Pelix sebenarnya? Kenapa dia hadir ke acara bergengsi ini?" gumam Amora.


Langkah Martin dengan cepat berjalan menghampiri Pelix.


"Brooo, kau?" ucap Martin.


"Malam bos ku. Maaf baru bertemu sekarang. Aku minta maaf atas kelancangan ku keluar dari pekerjaan tanpa memberitahukan mu terlebih dahulu tetapi aku sudah izin kepada istrimu" ucap Pelix sembari merangkul Martin.


"Dasar kau ya!! Kenapa kau bisa datang ke acara ini? Arghhhh ku jadi curiga padamu siapa kamu sebenarnya?" Tanya Martin.


"Aku bukan siapa-siapa" kekeh Pelix.


"Dan ada hubungan apa kamu dengan dokter Marini?" Tanya Martin.


"Aku kekasihnya" ucap Marini menimpali.


"Jadi kalian sepasang kekasih?" tanya Martin.


"Betul saya kekasihnya Pelix" ucap Marini sembari rapatkan tangnnya pada tangan Pelix.


Amora pun menghampiri ketiga orang itu, ada tatapan tidak suka dari Marini tetapi dia bisa bersikap profesional. Mata Pelix tak henti memandang Amora apalagi dia menggunakan pakaian yang sangat elegan dan berdandan sangat cantik.


"Hai Amor" ucap Pelix.


Ketika Pelix menyapa Amora, netra Marini seketika langsung melotot tajam ke arah Amora dan hal itu membuat Amora merasa terganggu.


"Serem amat tuh biji mata seperti mau copot saja" gumam Amora dalam hati.


"Hai Pel senang bertemu kembali dengan mu. Tak sangka ya kamu itu orang penting. Tapi aku cukup senang loh pernah punya supir orang kaya"ucap Amora sembari sedikit menggoda.


Amora ingin tahu seemosi apa Marini ketika kekasih pujaannya di goda.


"Yasudah kami mau ke depan dulu ya" ucap Marini


Sebelum Marini pergi, dia sempat membisikan ke telinga Amora.


"Aku masih berbaik hati tak mengadukan perbuatan mu pada suamimu" bisik Marini.


Amora hanya diam saja tak ingin ambil pusing dengan bisikan Marini.


Saat acara berlangsung, tiba-tiba Amora ingin buang air kecil, dia pun segera pergi menuju toilet.


"Mas, aku pengen pipis dulu" ucapnya kepada Martin.

__ADS_1


"Ya" ucap Martin.


Amora pun berlalu menuju toilet. Tak di sangka, Pelix yang sedari tadi memperhatikan Amora mengikutinya.


"Rin, aku ke toilet dulu ya" ucap Pelix pada Marini.


Marini tak mengetahui jika Amora juga oergi ke toilet. Jika Marini sampai tahu maka di pastikan akan terjadi perang dunia ke tiga sampai dengan ancurnya antar galaksi🤣🤣.


Ketika Amora ingin kembali ke ruangan pesta, tiba-tiba tangannya di tarik oleh seseorang.


"Pelix?"


Tanpa bicara, Pelix menarik tangan Amora dan membawany ke sebuah ruangan kosong dengan pencahayaan remang.


Sampailah di ruangan itu mirip seperti kamar.


"Pel kenapa kamu bawa aku kemari?" tanya Amora.


"Aku merindukanmu sangat amat merindukanmu" ucap Pelix sembari merangkul tubuh mungil Amora.


"Bagaimana dengan Marini?" tanya Amora.


"Please jangan bicarakan itu. Aku hanya ingin kamu. Kamu tahu Amor? Setiap detik rasanya bagai penyiksaan bagiku. Aku hanya bisa memperhatikan mu dari jauh Amor. Aku~~Aku" ucap Pelix tak bisa melanjutkan Perkataannya.


Pelix menangkup wajah Amora dengan sayang, membelainya dan memandangi sembari menitikan air mata haru.


"Pel, aku sangat merindukanmu sayang. Tapi kita tak bisa bersama apalagi sekarang Marini selalu menjagamu. Lalu apalah aku" lirih Amora dalam pelukan Pelix.


"Tak ada yang bisa gantikan mu sayang. Tunggu waktunya sampai kita bersama" ucap Pelix dengan mengeratkan Pelukannya.


Pecahlah tangisan Amora karena tak kuasa menahan keharuan bisa bertemu dan bersentuhan dengan Pelix kembali.


Pelix mengangkat wajah Amora dan langsung menciumnya dengan ganas, ciuman itu di balas Amora dengan tak kalah ganas hingga loloslah suara desa*an dari mulut Amora.


"Aku tidak suka melihatmu menangis Amor" ucap Pelix.


"Aku tidak menangis kok" ucap Amora manja dengan tangisnya.


"Jangan menangis ya sayang. Ayo kita ke acara pesta lagi. Pasangan kita pasti sudah menunggu" ucap Pelix.


Mereka berdua pun keluar dari ruangan itu dan melangkah menuju ruang pesta kembali.


Seolah tak terjadi apa-apa, mereka berdua bersikap acuh satu sama lain ketika sudah ada di ruangan dengan pasangan masing-masing. Tetapi tatapan mata Pelix tak bisa berbohong dia terus saja memandangi Amora dari sebrang sana.


"Pel, dari mana kamu kok sedikit lama?" tanya Marini.


"Aku buang air besar beserta angin nya sampai rasanya isi dalam ususku keluar semua" ucap Pelix beralasan sembari tersenyum seolah di paksakan.


"Iuchhhhh jorok sekali" ucap Marini.


"Yasudah kita fokus saja menikmati acaranya" ucap Pelix.


MC kemudian memperkenalkan satu persatu tamu pada acara itu.


"Baiklah saya akan memperkenalkan satu persatu hadirin yang datang ke acara ini. Yang pernama tuan Muquel seorang pengusaha yang bergerak di bidang tambang berlian"


Hadirin disana langsung tepuk tangan dengan di balas anggukan oleh Miguel.


"Yang kedua adalah tuan Martin Antonio seorang pengacara muda yang sudah sering sekali memenangkan kasus dan banyak membela hak perempuan"


Hadirin disana dengan riuh langsung tepuk tangan karena menganggap Martin bak seorang pahlawan, duta perlindungan perempuan dan figur sang pengayom. Martin pun berdiri dan menundukan punggungnya.


Kini tibalah sang MC mengumumkan sosok yang terakhir.

__ADS_1


"Dan figur yang terakhir adalah seseorang yang mengabdikan hidupnya di berbagai badan amal terkemuka di negri ini, beliau sangat berdedikasi membantu daerah-daerah yang tertinggal dan membangun beberapa sekolah dan universitas. Perkenalkan seseorang yang gagah nan pemberani ini tuan Pelix Djovanica Fernandez" ucap MC itu.


Seluruh hadirin bertepuk tangan dengan riuhnya terkecuali Martin, Amora, Ricky, dan Marini yang sangat terkejut mengetahui jati diri Pelix yang sesungguhnya.


"WTF... Berarti om perkasa itu bukan orang sembarangan" gumam Ricky.


"Pelix yang kemarin menjadi supir Amora ternyata orang yang sangat berpengaruh. Lantas apa tujuan dia menjadi supir di rumahku? Hahhhh ini sangat aneh" gumam Martin.


"Siapa sebenarnya kamu Pel? Kenapa bisa menjadi orang yang sangat berpengaruh. Aku jadi semakin yakin apa aku harus menyudahi hubungan kita dan saling melupakan" lirih Amora.


"Aku tak menyangka Pelix itu sangat lah hebat. Beruntung aku menjadi kekasihnya" gumam Marini.


Acara pun selesai dan para tamu yang mulian membubarkan diri sendiri.


Pelix yang melihat Amora dan Martin hendak pergi langsung menghentikan langkahnya.


"Broo ku rindu dengan kuda-kuda mu" ucap Pelix.


"Mainlah kalau kau mau. Rumah ku selalu terbuka untuk mu broo Pelix" ucap Martin.


"Bukan saja rumah mu yang selalu terbuka untuk ku, selang*angan istrimu saja selalu terbuka untuku" gumam Pelix dalam hati.


"Siap brooo ku" ucap Pelix sembari pergi tak lupa memberikan senyuman rahasia kepada Amora.


Â¥


Sementara di apartemen milik Martin, Susan


sedang memasak untuk makannya sendiri.


"Sudah hampir satu minggu aku menjadi istrimu Martin, tetapi kenapa rasanya hidupku selalu tidak tenang. Aku selalu ada dalam bayang-bayang istrimu. Maafkan aku mbak Amora. Suamimu lah yang memintaku menjadi istrinya bukan aku yang mau" lirih Susan.


Susan ingin sekali mengajak Martin untuk bercerai karena sejatinya pernikahan yang dia inginkan adalah pernikahan yang saling mencintai satu sama lain hingga mempunyai anak sebagai bonus kebahagiaan nya. Sedangkan dengan Martin, dia sudah tidak mencintainya walaupun dahulu Martin lah cinta pertama nya.


"Apa aku harus bicara pada Istrinya? Atau aku harus terus begini?“ tanya Susan pada dirinya sendiri. Susan pun segera menyudahi kegiatan masaknya dan bersiap untuk pergi


Â¥


Di rumah nya Ricky sedang uring-uringan melihat Marini mesra dengan Pelix sewaktu di acara pesta. Dia sangat cemburu apalagi Marini tak menyapanya sama sekali seolah tidak mengenalnya padahal dia dan Marini sudah pernah saling bertukar saliva hingga Marini sampai mende*ah. Di ruang makan, Ricky hanya diam sembari mengacak-acak sepiring nasi hingga terlihat menjijikan.


"Ricky, kenapa nasinya tidak dimakan?“ tanya Daisy.


" Tak apa mom. Aku hanya sedang galau saja entah kenapa?" ucap Ricky.


"Tapi galaunya sehat kan sekarang?" tanya Daisy.


"Sehat? Sehat? Maksudnya sehat apa mom?" tabya Ricky heran.


"Sehat maksud nya kamu galau oleh perempuan kan bukan sama laki-laki?" tanya Tomy.


"Ya sama perempuan lah dad kan udah hijrah" jawab Ricky.


"Bagus kalau begitu nak, dady sangat bangga kepadamu karena bisa keluar dari lingkaran terkutuk. Dady tidak mau kamu menjadi bagian dari kaum Nabi Luth" ucap Tomy dengan haru.


"Ngeri amat dad bicaranya. Dad aku mencintai dokter Amora" ucap Ricky.


"Yes, dady tahu" ucap Tomy.


"Dad buka itu maksud ku. Aku mencintai dokter Marini tetapi dia sudah mempunyai kekasih" lirih Ricky.


"Kasian kamu nak, baru juga hijrah sudah di sakiti. Kamu harus bisa buktikan bahwa lelaki sejati tidak akan pantang menyerah mengejar pujaan hatinya. Buktikan bahwa kamu lah yang pantas untuk Marini dan akan selalu melindunginya. Dady dan momy mendukung mu" ucap Daisy.


Mendengar itu Ricky menjadi terharu dan memeluk kedua orang tuanya.

__ADS_1


__ADS_2