
penantian panjang menunggu lahirnya sang buah hati akhirnya terwujud. Satu persatu bumil pun melahirkan. Rumah Amora penuh dengan tangisan bayi dirinya, kaisyah dan Camilla..
"Anak ayah, wajamu mirip ayah sekali" ucap Jhonson pada bayi laki-lakinya yang bernama Juan Djovanic Fernandez.
Kondisi Kaisyah pun mulai membaik pasca operasi cesarnya.
Pelix menimbang kedua bayi kembarnya yang diberi nama, Lucyane Djovanica Fernandez dan bayi laki-lakinya diberi nama Alexander Djovanica Fernandez.
"Anak dady! Kalian sungguh tampan dan cantik. Sehat selalu ya sayang" Pelix mencium kedua bayi itu dengan gemas.
Sementara Camilla baru dua hari melahirkan bayi perempuan cantiknya yang di beri nama Anika Henry Fernandez. Camilla tampak cengeng tetapi Henry sangat sabar.
"Bang, pengen p*p*s" ucap Camilla.
"Ayo abang antar" Henry mengangkat tubuh sang istri.
"Auhhhhhh,, sakit bang! Aku tak bisa jalan. Sakit sekali bekas jahitannya" Camilla menangis karena masih tak kuat berjalan.
"Tahan ya" ucap Henry lembut.
Sesudah itu, Henry membantu membaringkan sang istri diatas ranjang.
"Anika haus, sayang" ucap Henry sembari memberikan bayi mungil itu pada Camilla.
"Dadaku sakit bang setiap aku memberikan ASI pada Anika" Camilla meringis
"Sabar sayang nanti juga terbiasa" Henry selalu menyemangati sang istri agar tidak menyerah memberikan haknya pada sang bayi.
Camilla pun pelan-pelan mau memberikan ASI pada bayinya.
Sementara Vivid pulang kekampung karena kelahirannya ingin diurusi oleh ibunya.
Nicholas Ami! Nama bayi laki-laki milik Vivid dan Billy.
Wajahnya lebih dominan bule mirip Billy.
"Honey! Anak kita sangat tampan mirip aku" Billy dengan bangga menimang-nimang bayi merah itu.
"Akupun bahagia karena sudah memberikan seorang penerus untukmu Mas" ucap Vivid berbinar.
Muachhhh!!!
Muachhhh!!!!
Billy mendaratkan bertubi-tubi ciuman pada wajah sang istri.
__ADS_1
Lima triliun terkirim pada rekening milik Pelix dari anak buahnya yang ada di Meksiko. Pelix segera menelepon Damian.
"Uang apa ini Damian?" tanya Pelix heran.
"Itu uang penjualan senjata ilegal dan penjualan narkoba dua tahun terakhir ini" jawab Damian.
"Kau mengambil berapa persen dari hasil ini?" tanya Pelix dingin.
"Aku mengambil satu triliun untukku dan untuk kuberikan pada bawahanku disini" jawab Damian.
"Aku akan mentransfer sebagian uang yang barusan kau kirim padaku" ucap Pelix.
"Kenapa bos ingin mengembalikan lagi uang itu?" tanya Damian heran.
"Itu terlalu banyak untukku! Mulai saat ini aku serahkan kepemimpinan kelompok kita yang ada di Meksiko padamu Damian! Aku takan ikut campur lagi. Aku hanya pesan padamu, bangun pusat pendidikan dan rumasakit disana agar orang-orang wilayah itu bisa terjamin hidupnya. Bangun wilayah kumuh, gaji bawahanmu dengan layak agar kerja mereka bisa lebih solid" Tutur Pelix menjelaskan.
"Terimaksih bos atas kebaikanmu! Aku akan laksanakan setiap perintahmu. Aku dan aparat disana sudah bekerja sama dalam hal apapun agar kegiatan kita aman. Aku juga sudah membangun tiga puluh sekolah dan lima rumasakit di distrik-distrik kumuh" Damian mengungkapkan apapun kegiatannya.
Siang itu, Ricky dan Marini datang kerumah Amora untuk menjenguk ketiga bayi mungilnya.
"Selamat ya untuk semuanya! Ini kado dari Tante untuk kalian bayi lucu" ucap Marini sembari terkekeh.
"Terimaksih tante" balas semuanya.
"Rame sekali dokter! Rumah ini dua puluh empat jam tidak pernah sepi" balas Jhonson.
"Selamat ya om kembali menjadi seorang ayah" Marini mengucapkan dengan tulus.
"Aku baru tahu jika wanita ini mantannya Pelix. Pandai juga dia memilih wanita" ucap Jhonson dalam hatinya.
"Sama-sama dok! Terimakasih sudah menyempatkan kemari" balas Jhonson.
"Kak Amor, lihatlah anaku, dia ingin bermain dipeternakan" ucap Ricky sembari menggendong putra kecilnya.
"Ajak saja! Mungkin dia ingin melihat kuda miliknya" jawab Amora.
Ricky pun langsung berlalu ketempat peternakan.
Tak lama, Martin dan Susan juga datang bersama Nayla! Ditangan mereka sudah membawa empat kado untuk semua bayi-bayi lucu.
"Hei Amor! Maaf baru sempat menjengukmu sekarang" ucap Susan ramah.
"Tak apa Sus! Terimaksih sudah kemari" balas Amora.
"Ini untuk keempat bayi lucu" Susan memberikan hadiah.
__ADS_1
"Selamat ya tanteu sudah punya bayi kembali" ucap Susan pada Kaisyah.
"Terimaksih Nak! Harusnya Tante menimang cucu, malah menimang bayi sendiri" ucap Kaisyah sembari terkekeh.
"Berkat yang luar biasa itu" ucap Susan.
Kemudian Marini melihat Camilla sepertinya tidak semangat.
"Kamu kenapa dek?" tanya Marini pada Camilla.
"Sakit banget kak! Bekas jahitan" ucapnya.
"Sabar ya! Setiap wanita yang baru melahirkan memang seperti itu. Nikmati saja prosesnya. Aku juga dahulu melahirkan didalam mobil dibantu bidan Amora" Marini melirik Amora sembari tertawa.
"Hahahahaha.. Jika ingat soal hal itu, membuatku merasa jadi pahlawan. Padahal saat itu hubungan kita sedang sangat buruk! Akupun baru sembuh dari penyakit mentalku" ucap Amora sembari mengingat-ingat kejadian sewaktu menjadi bidan dadakan.
"Dari kejadian itu, aku bisa berdamai dengan hatiku bahwa takdir memang tidak memperbolehkan aku dan Pelix bersama. Kini hidupku jadi lebih sempurna bisa menikah dan mempunyai anak, begitupun denganmu Amor" marini memeluk Amora.
"Semoga kita selalu bahagia ya! Selalu menjadi teman atau lebih baik lagi jadi saudara" ucap Susan.
"Oh so sweatnya" ketiganya berpelukan..
Amora memandang wajah lekat Martin, memindainya sosok yang pernah dia cintai dan sosok itulah sekaligus yang pernah memberi luka yang begitu dalam dihatinya.
"Martin Antonio Candelaz, sosok yang pertama mengikatku dalam janji pada tuhan melalui sebuah ijab kabul. Menjalin mahligai bersamamu memang banyak hal yang menyakitkan dan aku sudah memaafkanmu. Maafkan aku juga, ketika dalam pernikahan kita, aku menodai ikatan suci itu dengan perselingkuhan. Aku pun bersalah dibalik hancurnya rumahtangga kita. Tapi aku senang, kau bisa menerima takdir itu dengan hati yang lapang"
Kemudian Amora memandang sosok Pelix.
Pria yang kini menjadi nahkoda dalam lajunya kapal sebuah pernikahan dan menjadi ayah dari anak-anaknya.
"Pelix Djovanica Fernandez seorang pria yang awalnya menjadi penyusup dirumahku, lalu berpura-pura melamar menjadi supir pribadiku sekarang menjadi pria yang sangat aku cintai. Terimaksih sayang, kau sudah memberikan cinta dan kasihmu untuku. Semoga pernikahan kita selalu diselimuti tawa dan kebahagiaan. Terimaksih kau sudah sabar merawat ketikaku depresi. Kau hero dalam hidupku" ucap Amora yang tak terasa mengalirkan bulir bening pada netranya.
Lalu dia mengingat pada sang ibu yang sudah kembali keharibannya.
"Ibu, aku sudah bahagia. Semua kepahitan dapam hidupku menjadi kesenangan bu! Semoga ibu menjadi ahli surga" Amora bergumam seraya menghapus air matanya.
"Oekkkkkk...Oekkkkkkkkkk" Tiba-tiba suara tangisan bayi Camilla menyadarkan lamunan Amora.
"Dek, bayimu menangis!" ucap Amora sembari menghampiri Camilla.
"Ya kak, tolong berikan aku ingin memberikan ASI" Camilla langsung meraih bayinya.
SELESAI..
Terimaksih atensinya untuk semua yang membaca Novelku! Semoga kalian selalu berbahagia...😘😘😘😘
__ADS_1