SUPIR KU SEORANG MAFIA

SUPIR KU SEORANG MAFIA
Pembalasan


__ADS_3

Ketika sedang di supermarket, dia segera memasukan semua keperluan yang di butuhkan dan seseorang telah berdiri di hadapannya dengan membawa troli belanjaan juga.


"Kamu?“ ucap Amora


" Hei kak bertemu lagi disini" ucap Ricky.


"Iya. Saya sedang belanja bulanan..Kamu sendiri belanja sama siapa?" tanya Amora.


"Hanya sendiri. Kenalin nama ku Ricky waktu itu kita belum sempat kenalan kan" ucap Ricky sembari mengulurkan tangannya.


"Aku Amora" jawabnya.


"Boleh ku bertanya?" ucap Ricky.


"Tentu saja" jawab Amora.


"Aku hanya ingin tanya dimana sekarang om perkasa tinggalnya?" tanya Ricky.


"Om, om perkasa siapa ya?" tanya Amora bingung.


"Pacar kakak alias pacar calon pacar saya dokter Marini" ucapnya sembari berbisik.


"Pelix maksudnya? Dan siapa calon pacar?" tanya Amora bingung.


"Iya itu om Pelix si perkasa. Dimana dia sekarang? Dan soal dokter marini, aku menyukainya tetapi dia tidak menyukaiku" ucap Ricky dengan wajah sendu.


"Hmmmm aku tak tau Pelix dimana. Dan soal Marini seperinya kamu harus mencari wanita lain karena di cinta mati dengan Pelix" ucap Amora.


"No kak. Jangan mematahkan semangat seorang pemuda. Aku akan terus berusaha mengejar cintanya. Yasudah aku duluannya" ucap Ricky sembari berlalu ke meja kasir.


Amora dan Vivid pun terus saja putar-putar di area itu untuk mencari semua barang yang di perlukan.


"Mbak sebaiknya kita langsung bayar sekarang dan langsung beristirahat di tempat stand makanan itu" tunjuk Amora ke arah stand makanan ala korea.


"Iya nyonya! Saya juga cape muter-muter" jawab Vivid.


Sepasang mata tampak memperhatikan aktivitas yang Amora dan Vivid lakukan.


"Gratiskan apa saja yang mereka beli dan makan. Aku akan membayarnya sesudah mereka pergi" ucapnya.


Sesi untuk bayar membayarpun dimulai. Total belanjaan Amora senilai satu juta tujuh ratus dia segera mengeluarkan kartu ATM nya.


"Maaf benar ini dengan ibu Amora?" tanya seorang kasir.


"Betul" jawabnya.


"Untuk semua pembayaran pembelanjaan anda semua sudah ada yang membayarkan. Silahkan ini barangnya dan terimakasih sudah berbelanja di tempat kami" ucap petugas kasir itu dengan ramah.


Mendengar hal itu membuat Amora dan Vivid merasa terkejut.


"Tunggu kak, saya harap anda salah deh. Mana mungkin belanjaan kami sudah ada yang membayar. Siapa yang melakukan itu?" tanya Amora.


"Itu rahasia. Saya tidak bisa memberitahukannya" ucap petugas itu.


Amora dan Vivid akhirnya keluar dari supermarket itu dengan membawa belanjaan beserta wajah yang kebingungan.


"Nyonya, apakah nyonya merasa ganjil dengan ini semua?" tanya Vivid.


"Saya juga berpikir demikian mbak. Siapa orang yang sudah berbaik hati membayarkan belanjaan kita!" ucap Amora.


Ketika Vivid mendongakan kepalanya ke atas dan melihat nama supermarket itu merasa ada hal aneh.


"Nama supermarket itu bagus ya nyonya. Lihat namanya Pelz metro" ucap Vivid.

__ADS_1


"Pelz metroPelz metro ???? Jangan-jangan ini supermarket ini punya"


"Pelix" ucap Amora dan Vivid berbarengan.


"Benar jangan-jangan ini milik mas Pel" ucap Vivid dengan mata melotot.


"Tapi itu hanya praduga kita saja. Siapa tau ada hamba tuhan yang sedang berbaik hati beramal pada kita" ucap Amora.


"Saya hanya takut seseorang sedang menjalankan sekte terlarang ,lalu memberikan barang-barang ini kepada kita untuk mereka jadikan tumbal" ucap Vivid.


"Hushhh jangan begitu. Anggap saja ini rejeki" ucap Amora.


Mereka pun pulang dengan menaiki taksi.


Seseorang tersenyum di balik jendela kantor supermarket itu.


"Biaran aku selalu memberikan apapun untuk mu sayang. Amora semoga kau senang" ucap nya.


¥


Hari ini menjadi hari yang sangat sibuk bagi Martin karena sedang mengurusi beberapa client nya yang akan sidang dalam waktu secara berdekatan. Tiba-tiba ponselnya berdering tertera nama Susan disana.


"Haloo" ucap Martin.


"Tin tolong aku Tin, aku di pukuli oleh keluarga suamiku. Tolong Tin" ucap Susan terbata.


Tanpa pikir panjang, Martin segera berlalu ke tempat Susan.


Setibanya di tempat susan, Martin mendapati Susan tengah telungkup di atas lantai.


"Susan, apa yang terjadi?" tanya Martin.


"Aku di pukuli oleh semua adik Alm. suamku sampai sekujur tubuhku terasa hancur. mereka marah lantaran ibu mertuaku masuk penjara" ucap Susan sembari menangis.


Melihat keadaan Susan yang sudah babak belur, Martin segera membawa Susan untuk ke rumasakit.


Dia mengambil ponselnya dari dalam saku celananya dan menghubungi seseorang.


"Hallo Komar ini aku Martin" ucapnya pada seseorang.


" Ada pekerjaan untukmu buat minimal tangan orang itu patah atau rontokan giginya. potonya akan aku kirim" ucap Martin


"Tenang saja, Sekarang ku transfer. Jangan sampai tau jika aku yang menyuruhmu" ucap Martin sembari menutup panggilan itu.


¥


Di tempat lain, Komar Dkk sedang menyusun rencana menculik keluarga Alm. suami dari Susan.


"Bawa ke rumah bekas pembantaian di dekat sungai itu" ucap Komar.


"Baik bos" ucap Anak buahnya.


Misi pertama di jalankan, mereka pergi ke rumah Abimanyu.


"Dimana suamimu nyonya?" tanya Komar pada istri Abimanyu.


"Mau apa kalian kepada suami saya?" tanya Mega istrinya Abimanyu.


Anak buah Komar kemudian membius Mega dan langsung mengikatnya di kursi lalu masuk kedalam rumah dan mendapati Abimanyu sedang merokok di dapur. dengan sigap Komar memukulkan balok kayu ke arah bahu hingga membuat Abimanyu pingsan seketika tubuhnya pun di seret masuk kedalam mobil. Sebelum Komar dan semua anak buahnya pergi, mereka terlebih dahulu merusak CCTV rumah itu. Maju ke rumah adik ipar Susan no dua yang bernama Feni. Feni seorang wanita yang sangat bawel dan begitu membenci Susan. Dia beranggapan bahwa susan lah penyebab dari kemarian adiknya.


Feni sedang memasak di dapur sendiri karena di belum menikah.


"Siapa kalian" bentak nya ketika melihat Komar.

__ADS_1


Brughhhhhh!! Komar memukulnya dengan balok kayu dengan keras ke pundak Feni hingga dia terjatuh pingsan dan kemudian menyeretnya kedalam mobil tidak lupa merusak kamera CCTV agar tak ada bukti kejahatannya.


Berangkat ke rumah adik ipar Susan no tiga yang bernama Panji. Panji ini adalah eksekutor yang memukuli Susan di rumahnya ketika Susan sedang tidur.


Saat itu Panji sedang memandikan Burung Love bird miliknya di halaman belakang rumahnya dan di kagetkan oleh kedatangan Segerombolan pria bertopeng. Tanpa babibu Komar segera membius Panji yang akhirnya dia terkulai tak sadarkan diri.


Di sebuah rumah kosong mereka di kumpulkan dengan tangan dan kaki terikat. Disana sudah ada Martin yang metutupi wajahnya dengan masker dan topeng.


"Buka ikatan kami dasar brengsek" ucap Panji berseringai.


"Siapa yang peduli dengan sampah seperti kalian" ucap Martin sembari melayangkan satu tendangan si madun ke perut Panji.


"Lepaskan kami Binatang" ucap Feny dengan amarah membuncah.


"Wanita nakal kau berani sekali" ucap Martin dengan melayangkan tamparan di wajah Feny.


"Siapa yang menyuruh kalian menyekap kami hah? Lepaskan sekarang atau kami akan lapor polisi" bentak Abimanyu.


"Siapa peduli dengan lelaki banci seperti mu. Kau dengan berani menyiksa wanita yang tak berdosa. Yang salah bukan Susan tetapi adikmu yang suka memakai jasa Pela*ur" ucap Martin sembari menjambak rambut Abimanyu dengan kerasnya.


"Jadi wanita jala*g itu yang menyuruh kalian menyekap kami? Awas kau betina, ku akan balas atas semua ini" geram Abimanyu lagi.


"Hei siapa yang sedang mengancam ini? Bahkan Manusia rendahan sepertimu tak berhak menyebut namanya" ucap Martin.


"Lepaskan kami" bentak Feni.


"Hei Komar kemari!" ucap Martin.


"Siap bos ada apa?" tanya Komar.


"Apa kau selera dengan wanita ini? Kau boleh memakainya sepuas hati" ucap Martin.


"Sorry bos. Saya tidak doyan dengan wanita ular" jawab Komar.


"Komar saja tak sudi dengan mu" ucap Martin.


"Cuihhhhh tak sudi dengan lelaki sekelas preman pasar seperti kau, pria kribo seperti brokoli" ucap Feni.


"Dengar kalian para iblis, aku akan memperberat hukuman bagi si tua ibu kalian. Pastikan hari tuanya akan di habiskan dalam sel yang pengap" ucap Martin.


"Tolong jangan perberat hukuman ibu kami. Ini semua gara-gara si jala*g hingga kakak ku meninggal" ucap Feni.


"Hei ceriwis, kakak mu meninggal karena HIV, bukan salah Susan. Arghhh kalian memang keluarga Binantang yang tak punya perasaan dan mau menang sendiri" ucap Martin.


"Komar, kau bereskan mereka. Jangan sampai mati cukup colek saja untuk memberikan pelajaran" ucap Martin sembari berlalu.


Komar Dkk kemudian mendekati tawannanya dan menghantam mereka.


Brighhhhh brugghhhhhh plakkkkkk plakkkkkkk!!!!!


Suara yang terdengar disusul suara erangan dari dalam rumah itu.


"Tinggalkan mereka disini" ucap Komar.


¥


Sesudah memberikan pelajaran ke mantan saudara ipar Susan, Martin langsung kembali menuju rumasakit untuk menemui susan.


Susan yang sudah sadar terlihat hanya memandangi ke atas kamar dengan tatapan kosong sembari menitikan air mata.


"Sus, are you oke?" tanya Martin.


"Aku baik" lirih susan.

__ADS_1


"Aku tak bisa membiarkanmu terus merasa terteror. Suka atau tidak besok aku akan menikahimu agar kau ada yang menjaga" ucap Martin.


Maaf ya ceritanya sedikit-sedikit, soalnya ngetik ya cuma pake hp. gampang pegel juga. Belum punya laptop soalnya....☺😊☺😊


__ADS_2