SUPIR KU SEORANG MAFIA

SUPIR KU SEORANG MAFIA
Bertemu Susan kembali


__ADS_3

Malam ini, Martin sudah berdandan rapih, Keinginannya untuk mencari gadis di aplikasi sudah bulat. Dia tergiur perkataan dari Riko bawahannya.


Dia segera melakukan poto selfi tetapi dia hanya memotret lubang hidungnya saja.


"Come on gadis lucu. Abang Martin akan buat kau menjerit-jerit" kelakar Martin.


Tapi ada keraguan untuk langsung tidur bersama, dia menekan menu curhat dan mengabaikan menu ML. Dia pun langsung melihat para wanita yang berjejer di kolom menu.


"Awww Flo cantik dan berwajah kalem".


" Ini Sabrina terlalu tinggi dan sedikit ceking"


"Lulu, berpinggul besar tapi bibirnya maju"


"Dinara bibir sexy tapi perutnya berlemak"


"Puji imut seperti anak kecil nanti aku dikira pedofil".


"Indah,,wow cantik dan sensual! Aku mau ini"


Ketika tangan Martin ingin mengklik wanita yang ada di poto itu, tiba-tiba ada poto wanita yang lain, seorang wanita dengan badan yang ramping dan tinggi berkulit kuning langsat tetapi memakai topeng yang menutupi mata nya dia bernama Baby Gemini.


"Baby Gemini, Sangat beautiful. Aku pilih dia" gumam Martin sembari meng-klik poto wanita yang bernama Baby.


Di tempat yang, Susan sedang gembira, pasalnya dia mendapat pelanggan pertama yang bernama Black Casanova.


"Demi Nayla putriku, aku akan kerja apa saja" gumamnya memberikan dukungan pada diri sendiri.


"Kamu harus dandan yang cantik dan berikan pelayanan terbaik pada client pertamamu! Kuras uangnya dan jangan berikan nama aslimu atau data diri lainnya pada orang itu" pesan Lucinta di Whatsap Susan.


"Baik suhu. Doa kan aku ya semoga client pertamaku pria yang baik" balasnya pada Lucinta.


"Come on baby, di dunia kita tak ada pria baik, yang ada pria hidung belang. Kau jangan sampai terlena. Selamat bekerja dan menikmati" tulis pesan Lucinta.


Marvel Hotel, menjadi tempat pertemuan Martin dan wanita yang ada di aplikasi itu.


Martin memakai Masker sudah duduk menunggu di dalam resto hotel itu.


seseorang lalu menepuk pundak nya dengan lembut.


"Selamat malam tuan!" ucap wanita itu.


"Hai selamat malam...Benarkah ini Baby Gemini?" tanya Martin.


"Benar, apakah anda tuan Black Casanova?" tanya nya lagi.


"Tunggu, aku seperti familiar dengan suara nya" gumam mereka berdua.


"Sudah lama menunggu tuan?" tanya Susan si Baby Gemini.


"Hmmmmmm, tidak juga! Kau sangat cantik tetapi kau kenapa memakai topeng?" Martin yang heran dengan penampilan wanita yang ada di hadapannya.

__ADS_1


"Dan kenapa tuan memakai masker? Apa tuan sedang sakit?" tanya Susan.


"Tidak! Ini hanya seni saja. Mau minun?" tanya Martin.


"Sungguh tawaran yang takan saya lewatkan tuan. Hot Americano cokelat, karena malam yang dingin harus di isi dengan minuman yang hangat bukan?" tanya Susan dengan nada sensual.


"Oke"


Martin pun memesan dua gelas minuman yang sama.


"Tuan, kau terlihat sangat tampan walau wajahmu tertutup Masker, dan tubuhmu sangat kokoh dengan urat-urat tanganmu" goda susan.


"Kau juga sangat seksi nona! Bahkan pinggulmu membuat darahku mendidih. Bagaimana jika kita langsung ke kamar saja?" tawar Martin.


"Tidak sulit untuk menuruti keinginan mu tuan! Tapi minuman di hadapanku bahkan belum ku sentuh" Susan mencoba menetralkan jantungnya ketika sedang bertatap dengan pria yang ada di hadapannya.


Entah kenapa dia seperti familiar dengan suara dan postur tubuh pria itu. Seperti sebuah tubuh yang pernah memberikan kehangatan padanya, seperti suara maha tenang yang bisa meredam emosi dan ketakutannya dahulu.


"Aku jadi teringat dengan Martin! Tidak, tidak. Itu tidak boleh karena dia sudah ku buang jauh-jauh dari hidupku" gumamnya dalam hati


Apa yang di pikirkan Susan, ternyata sama hal nya dengan Martin.


"Kenapa wanita ini sama dengan Susan! Suaranya, postur tubuhnya bahkan bibirnya pun sama. Aku masih ingat bagaimana Susan Mendes*h di bawah kungkunganku, meronta dan mengerang saat ku tempa. Arghhhh wanita itu seakan menghilang bersama kenangan dan tentunya anak kami. Susan aku rindu padamu" gumam Martin dengan wajah termenung.


"Tuan, kenapa anda diam?" tanya si Baby Gemini alias Susan.


"Oh tidak! Aku hanya sedang menikmati pahatan maha sempurna dari sang pencipta! Kau sangat cantik malam ini baby" ucap Martin sembari meraih tangan Susan dan menciumnya membuat Susan tersipu.


"Bahkan sentuhan nya saja sama dengan kulit Martin" gumamnya dalam hati.


"Tahan tuan, sepertinya anda sangat bernafsu! Kita tidak mungkin bercinta dalam keadaan wajah tertutup" goda Susan. Di depan tamu pertamanya, Susan tampak luwes, tapi dalam hatinya dia sangat tegang, grogi dan berkali-kali dia merutuki dirinya dan selalu meminta maaf pada tuhan.


"Tuhan yang maha pemaaf, maafkan aku atas semuanya. Hamba buntu harus berbuat apa karena anak hamba sedang sakit dan hamba membutuhkan uang. Semoga engkau tidak murka terhadapku dan senan tiasa memaafkan ku~~Amin" Doanya dalam hati.


"aku sudah tidak tahan! Jujur aku menginginkanmu malam ini. Aku tidak mau menahannya lebih lama. Ayo kita bareng kau buka topengmu, aku buka maskerku" ucap Martin.


Mereka pun secara bersamaan membuka penutup di masing-masing wajah, dan bisa kalian tebak dong endingnya.....


Engggg inggggggg enggggggg....


Setelah penutup di wajah terlepas, empat netra saling berpandangan dan seakan ingin lepas dari tempatnya.


"Kamu......?"


"Kamu...?"


Dua insan berbeda kelamin itu ternganga.


"Sus jadi kamu lont€ nya? Oh my god apa ini" ucap Martin sembari menyugar rambutnya kebelakang.


"Jadi kau sering main lont€ rupanya?" tanya Susan tak kalah terkejutnya.

__ADS_1


Susan pun seketika memundurkan tubuhnya menjauh dari Martin. Malu sudah barang tentu, tetapi mau bagaimana lagi toh sudah terlanjur.


"Kau harus bayar padaku! Aku sudah menemanimu!" Susan meminta hak nya walau dia tahu siapa pria di hadapannya. Martin sampai saat ini masih sah menjadi suaminya karena belum ada kata talak yang terlontar.


"Kau sudah gila Susan! Jadi kau pergi dariku hanya ingin menjadi lont€? Aku ini masih suamimu tahu!" tegas Martin sembari mendekatkan diri pada Susan.


"Aku pergi karena aku tak ingin masuk penjara dan anaku menjadi sengsara" Susan menangis sejadinya di kamar itu.


"Tak ada yang akan masuk penjara. Amora dan aku sudah bercerai dua tahun yang lalu, dia gila karena aku dan kematian anak kami dan ibunya. Lalu Pelix selingkuhannya membawanya ke Malaysia untuk berobat dan aku tidak tahu kabarnya lagi" tutur Martin dengan bafan bergetar menahan Amarah.


"Aku hanya terlalu takut" lirihnya.


"Terlalu takut, lalu kau kabur dariku dan sialnya kau malah meminta tolong pada pria yang sudah berselingkuh dengan istriku saat itu. Imbalan apa yang sudah kau berikan pada Pelix? Jawab aku Susan jawab?" tanya Martin sembari menguncang-guncangkan bahu Susan.


"Pelix tak meminta apapun dariku, bahkan saat itu aku akan memberikan tubuhku secara suka rela padanya tapi dia bilang tak butuh itu karena Amora sudah memberikan itu padanya" tutur Susan dengan kepala tertunduk.


"Sudah berapa lama kau menjadi wanita malam? Kau senang melayani pria-pria hidung belang hah?" Martin bertanya dengan wajah jengahnya.


Plakkkkkkk!!!


Tamparan hangat landing di pipi tegas itu membuat Martin sedikit meringis.


"Jaga mulutmu bajingan! Bahkan kau juga sama busuknya dengan ku. Kau juga memesan lont€ untuk menghangatkan malammu? Apa setiap saat kau begini? Aku melakukannya baru malam ini, itu juga aku mendesak karena aku masuk rumasakit" ucap Susan dengan nafas memburu menahan Amarah.


"Anakmu? Itu anaku juga kan? Jujur Susan itu anaku kan? Di rumasakit mana aku ingin melihatnya!" ucap Martin dengan keharuan.


"Aku takan memberitahu kan dia padamu! Kau pasti ingin mengambilnya dariku kan dan memisahkan ku?" Susan yang hendak keluar dari kamar langsung di cegah oleh Martin.


"Dengar aku Susan! Siapa yang akan memisahkan dan mengambil anak itu darimu? Tapi kau jujur padaku apa itu anakku, darah dagingku? jawab Sus aku mohon!" Martin dengan air mata kejantanannya menangis di hadapan Susan.


"Iya dia anakmu. Jangan kau ambil dia dariku, cukuplah aku hidup berdua dengan dia. Aku tidak ingin terpisah" kinin Susan sudah terduduk di lantai kamar hotel dengan menangis.


Martin lalu meraih tubuh itu dan di dekapnya.


"Aku takan mengambil dia darimu. Kita akan besarkan dia bersama-sama. Pertemukan aku dengan dia Sus, aku mohon. Selama ini aku selalu mencari kalian" Martin terus saja memeluk Susan dengan keharuan yang membuncah.


"Baiklah aku akan membawa mu menemui nya. Dia sedang terbaring di rumasakit, aku buntu saat ini kemana lagi aku harus mencari biaya selain menjual diriku ini" ucap Susan tertunduk.


"Hei, aku ini masih suamimu Sus. Semua biaya rumasakit anak kita aku yang akan menanggungnya. Antarkan aku sekarang ke rumasakit, aku ingin menemui buah hatiku" ucap Martin.


Susan dan Martin pun pergi meninggalkan kamar hotel dan pergi ke rumasakit.


Martin membuka ruang rawat sang anak. Terlihat seorang anak bayi berumur satu tahunan terbaring lemas dengan selang infus di kakinya karena tangannya masih terlalu kecil. Martin memeluk bayi kecil itu sembari menangis. Di ciumnya dan di pandangi wajahnya.


"Nak bangun lah ini dady mu sayang! Dady datang untuk mu nak. Maafkan dady karena baru sekarang sekarang. Cepat sehat ya sayang kita akan kumpul bersama" Martin berkata sembari menangis.


Tak lama, bayi kecil itu membuka mata da langsung berkata.


"Mama, *****" dengan tatapan polosnya sembari memandang Susan.


Hal itu membuat Martin dan Susan tertawa gemasnya.

__ADS_1


Martin pun langsung menghubungi no ponsel Sang papa.


"Papa cepat ke rumasakit Bakti Insani, ada sesuatu yang ingin ku tunjukan! Cepat pa ajak mama juga" ucap Martin dengan tak sabaran.


__ADS_2