SUPIR KU SEORANG MAFIA

SUPIR KU SEORANG MAFIA
Dady Martin


__ADS_3

Martin pulang dengan membawa satu paket burger di tangannya untuk sang istri tercinta. Amora saat itu sedang menemani Vivid membuat brownies di dapur. Martin yang sudah tiga hari tidak pulang merasa sangat merindukan istrinya padahal dia tiga hari ini ada bersama Susan dan tak mengerjakan pekerjaan apapun.


Martin dengan manja langsung merangkul pinggang Amora dari belakang. Tetapi Amora langsung melepaskan pelukan itu karena dia tidak suka dengan bau sang suami.


"Loh kamu kenapa melepaskan pelukan ku sayang?" tanya Martin heran.


"Mas badanmu bau sekali! Kamu gak mandi berapa hari sih?" tanya Amora seraya menjauh dari Martin.


"Aku sudah mandi Amor sungguh dan aku rasa badanku tak bau" tutur Martin sembari mengendus-enduskan penciumanany ke sekitar ketiak dan tangannya.


"Kamu itu bau banget mas sumpah. Mandi lagi sana" ucap Amora sembari menutupi lubang hidung nya.


Martin pun menurut dan langsung pergi ke kamar mandi untuk ritual yang ke dua kali.


Amora menunggu Martin di dalam kamarnya seraya membawa kotak berwarna hitam sebsgai kejutan untuk suaminya.


Tak lama Martin pun selesai mandi dan langsung keluar menghampiri Amora yang sedang menatapnya lekat.


"Kenapa wajahmu terlihat bahagia?" Martin melangkah lalu mengecup pucuk kepala sang istri.


"Sangat bahagia" jawab Amora sembari memberikan kotak warna hitam itu.


"Apa ini Amor?" tanya Martin heran.


"Buka saja untuk mu!" ucap Amora.


Martin pun membuka kotak itu dan matanya terbelalak melihat sesuatu bergaris dua.


Martin langsung menutup kotak itu dan dia segera pergi dari hadapan Amora tak meninggalkan satu patah katapun membuat Amora bingung.


"Apa dia tak senang dengan kehamilan ku?"


gumam Amora tergugu di atas ranjang nya.


Air mata pun tak terasa menetes di ujung netranya.


Tak lama Martin datang dengan membawa koper kecil. Amora kemudian langsung mengekori suaminya ke dalam kamar namun dia tak berani menanyakan apapun padanya.


"Amor!" ucap Martin.


"Tolong ambilkan amplop yang ada di laci meja itu semuanya bawa padaku" titah Martin dengan ekspresi dinginnya.


Amora hanya menurut saja apapun yang suaminya katakan. Dia sudah pasrah jika Martin akan memarahinya karena hamil.


Martin kemudian memasukan uang masing-masing satu juta dan lima juta sebanyak masing-masing 10 amplop.

__ADS_1


Wajahnya yang semula dingin bagaikan si tuan kulkas tujuh pintu kini berbinar dan menangis di hadapan Amora. Martin menyentuh perut sang istri kemudian mengecupinya tiada henti.


"Mas kamu kenapa?" Amora heran dengan tinggah laku sang suami.


"Terimakasih sayang terimakasih kau sudah memberikan harta yang tak ternilai untuk ku. Aku sungguh sangat bahagia" Martin terharu dengan memeluk tubuh Amora. Menciumnya dengan gemas.


"Mas bahagia aku hamil?" tanya Amora dengan polosnya.


"Ya aku sangat bahagia. Bahagia sekali sampai aku bingung harus berekspresi seperti apa. Aku bahagia! Terimakasih ya Allah kau telah memberiku hadiah paling berharga di hidupku" ucap Martin sembari mengangkat tubuh sang istri.


"Aku kira mas tak bahagia dengan kehamilan ku karena kamu jadi cuek dan dingin seperti tadi" lirih Amora sedih.


"Maafkan aku ya Amor. Aku tak tahu harus berekspresi apalagi saking aku terlalu bahagia. Mulai dari sekarang kamu tidak boleh cape sedikitpun. Aku akan bicara dengan Vivid dan Billy agar ekstra menjagamu ketika ku tak ada di rumah" tutur Martin dengan terus memeluk sang istri.


"Baiklah hamba akan patuhi peraturan dan titah sang raja" balas Amora gemas pada sang suami.


"Lantas semua uang itu untuk apa mas?"tanya Amora yang merasa heran pada Martin.


" Aku akan bagikan uang ini pada semua ojeg online yang suka mangkal di tepian komplek rumah kita, lalu akan aku berikan lagi kepada pengurus rumah ibadah dan ini untuk panti asuhan ikatan cinta yang di ujung jalan itu. Ini sebagai ungkapan rasa syukur ku karena istriku hamil. Aku akan meminta doa agar semuanya lancar pada mereka" tutur Martin membuat Amora menangis haru akan kemurahan hati sang suami.


"Mas ternyata kamu baik juga" kekeh Amora di sela air mata yang menetes.


"Ya baik tapi kadang-kadang jahat" Martin tergelak.


"Ya kadang-kadang KDRT" sindir Amora.


" Ya mas" ucap Amora.


"Jangan panggil aku mas lagi!"ucap Martin sedikit penekanan.


" Hah? Terus aku harus memanggilmu apa?"tanya Amora.


"Panggil aku Dady!" jawabnya.


Hal itu membuat Amora tertawa terbahak-bahak pasalnya jika dia menyebut dady kepada martin terkesan Amora seperti sugar baby nya yang hidup dengan om-om nakal.


"Bagaimana kalau panggil papi atau ayah atau juga abi?" tanya Amora.


"Big no sayang! Aku maunya di panggil dady saja biar romantis. Jika di panggil abi aku bukan ahli agama you know" kelakar Martin.


"Yasudah akan ku panggil kamu dady" ucap Amora terkekeh.


Amora dan Martin pun pergi untuk memberikan sedikit uang kepada mereka yang membutuhkan.


¥

__ADS_1


Di markas mafia Bikini Bottom, Terjadi kepanikan pasalnya Leon sang ketua sepuh mendadak terkena serangan jantung dan pingsan. Dokter pribadi nya pun segera memeriksa keadaanya dan bertanya kenapa Leon bisa mengalami serangan jantung seperti ini.


"Bisa jelaskan kenapa beliau bisa seperti ini keadaanya?" tanya dokter yang bernama Marsal Gurito.


"Pagi-pagi kami mengantar nya untuk jalan-jalan di taman, setelah itu bos besar menabrak seorang wanita paruh baya yang sedang berjualan roti Sari Boti beserta seorang anak gadisnya. Melihat wanita itu bos besar seperti orang ketakutan sama hal nya dengan wanita itu tapi tidak dengan gadis yang mendampingi nya. Dia terlihat marah seperti menyimpan dendam kesumat pada bos besar. Dia tanpa ampun menendang kaki ringkih bos besar sampai mengaduh kesakitan" tutur anak buahnya yang bernama Brody.


"Kurang ajar dasar brengsek. Cari wanita beserta anak gadisnya itu lalu bawa kepala nya padaku" geram Ken dengan kepalan tangannya.


Pelix hanya diam tak bergeming. Dia akan mencari tahu siapa wanita dan gadis itu yang sudah membuat sang kakek nya celaka. Dia bergumam betapa pentingnya wanita itu di kehidupan sang kakek karena sudah membuat nya terkena penyakit jantung. Dan untuk gadis itu kenapa bisa berani menendang kaki sang kakek sampai memar.


¥


Di sebuah rumah petak, Seorang wanita tengah menegur anak gadisnya.


"Camilla, Bunda tidak suka kamu kasar kepada seorang yang lebih tua" ucap wanita itu sembari mengelus kepala sang putri.


"Aku kesal dengan kakek tua itu bunda. Dia mengatai aku dan bunda dengan kasarnya. Apalagi dia menyebut bunda dengan sebutan pel@cur! Aku geram ingin rasanya ku patahkan saja kakinya dan menggorok lehernya" ucap Camilla berapi-api.


"Jangan seperti itu nanti kau bisa durhaka nak" ucap sang bunda.


"Durhaka bagaimana bun? Dia kan bukan siapa-siapa kita jadi tak akan durhaka" bantah Camilla.


"Dia kakek mu nak" ucap Sang bunda yang di ketahui bernama Kaisyah.


"Apa kakek? Bunda gak lucu bun! Hidup tak selucu itu. Masa kakek nyebelin itu kakek ku dan itu artinya dia ayahnya bunda?" tanya Camilla heran.


"Dia mertua bunda. Mertua yang sangat dzolim pada kita dan kakak laki-lakimu!" ucap Kaisyah dengan tangisnya.


"Bun coba jelaskan apa yang sebenarnya terjadi dengan masalalu keluarga kita. Aku hanya tau seumur hidup ku hanya mempunyai bunda seorang dan bunda menyebut aku punya kakak laki-laki? maksudnya?"Camilla semakin penasaran dengan rahasia masalalu kekuarganya.


" Ya betul kamu punya kakak laki-laki bernama Pelix Djovanica Fernandez. Saat itu dia berusia lima belas tahun dan kau masih berusia dua bulan. Kakek mu mengusirku tanpa belas kasih dan memisahkan bunda dengan anak sulung bunda. Bunda masih ingat bagaimana wajah Pelix yang meronta ketika di pisahkan secara paksa oleh kakek mu. Asal kamu tahu keluarga ayahmu seorang mafia yang sangat berbahaya. Maka dari itu kita harus berhati-hati. Bunda menyarankan agar selebaran promosi laundry mu segera kamu ambil dan copot semua. Segera musnahkan. Bunda takut namamu akan di ketahui oleh kelompok mafia kakekmu" ucap Kaisyah dengan nada ketakutan.


"Baiklah bunda aku akan mencopot selembaran promosi itu sekarang" ucap Camilla segera berlalu.


Sepanjang jalan Camilla mencopot selebaran promosi laundry nya dengan rasa cemas takut akan ada yang mengetahui gerak-gerik nya. Dia berlari sangat kencang tetapi dia tidak melihat seorang pria sedang berjalan dari samping hingga dia menabraknya sampai semua selebaran itu tercecer.


Pria itu membantu Camilla memunguti semua kertas-kertas itu.


"Sorry saya tak sengaja" ucap Camilla sembari pergi berlari dan segera menghilang dari pandangan mata.


Dia mengambil satu selebaran yang tak terbawa oleh Camilla.


Dia membaca sebuah nama yang tertera di kertas itu.


"Camilla Stevlana Fernandez owner dari Camilla laundry " Deg seketika jantung nya berdebar dengan kencangnya.

__ADS_1


"Nama itu~~"


__ADS_2