
Pagi yang damai, Pelix seperti biasanya akan pergi kerumah Amora. Tetapi panggilan telepon dari Billy membuat dia terpaksa mengangkatnya.
"Apa?" tanyanya malas.
"Paman mu telah di curigai oleh polisi kalau dia dalang di balik human trafficking ( perdagangan manusia ). Dia sekarang sedang bersembunyi di bunker rahasia" ucap Billy dengan suara panik.
"Apa? Perdagangan manusia? Bukannya kakek ku tidak pernah seperti itu, lantas paman Ken punya akses itu darimana?" Pelix sudah mulai was-was.
"Dia bekerja sama dengan mafia chicago, dia merayu semua orang dengan embel-embel pekerjaan di Amerika" tutur Billy.
"Si@l.. Dengan begitu kita akan ikut terseret" geram Pelix.
"Tenang saja bukannya aku dan kau sudah tidak ada ikatan dengan genk Bikini Bottom kan? Jadi posisi kita Aman!" Seru Billy.
"Tetap saja paman Ken tidak akan mau di tangkap sendirian" ucap Pelix.
"Bersihkan nama kita sebelum polisi melacak siapa saja yang pernah terlibat dalam mafia bentukan kakek ku" ucap Pelix.
"Oke segera" ucap Billy yang kemudian mematikan teleponnya.
Pelix segera menelepon ayahnya.
"Hallo, kenapa kau menggangu ku?" tanya Jhonson.
"Kau ini dasar tua-tua aktif. Aku hanya ingin memberitahumu bahwa adikmu sedang di buru polisi karena kasus perdagangan manusia" ucap Pelix.
Jhonson pun terkejut bukan kepalang pasalnya selama sang ayah hidup tidak pernah bersentuhan dengan kasus seperti itu. Leon hanya menjalankan bisnis perdagangan senjata ilegal dan narkoba.
"Ken kau benar-benar sampah! Selama kakek mu hidup dia tidak pernah seperti itu" ucap Jhonson.
"Ya memang! Paman Ken bekerja sama dengan mafia Chicago dan menyuplai orang-orang dengan iming-iming lapangan pekerjaan untuk di kirim ke Amerika! Sesudah sampai disana mereka di bunuh dan di ambil organ tubuhnya untuk di jual ke pasar gelap" Tutur Pelix.
"Kenapa dia bisa mengambil jalan seperti itu, dan sayang aksi nya tak di barengi dengan otaknya yang cemerlang. Bagaimana jika aku dan kau terbawa dalam masalah ini?" tanya Jhonson dengan nada cemas di sebrang sana.
"Ayah tenang saja, Billy akan membersihkan nama kita dalam waktu 24 jam dari sekarang sebelum polisi menggeledah mansion kita" jawab Pelix2.
Sementara Billy dengan ilmu yang dia miliki dalam masalah sadap menyadap dia menghapus segala jenis hal menyangkut Jhonson, Pelix dan dirinya selama menjadi bagian dari mafia bikini bottom. Dia pun menghubungi orang-orang yang masih ada di Mansion yang Ken tinggali.
"Hallo Carlos, Bakar semua dokumen tentang kita agar polisi tidak ada yang curiga" perintah Billy tegas.
"Tapi big bos bagaimana?" tanya Carlos.
"Dia sedang di buru oleh polisi dan sebentar lagi polisi akan ke mansion itu. Bakar semua nya termasuk dokumen milik mu jika kau tidak ingin masuk penjara" ucap Billy tegas.
"Baiklah semua akan saya bakar!" jawab Carlos.
"Dan dalam dua jam dokumen itu harus segera hancur dan kau harus bersembunyi ke dalam terowongan bawah tanah mansion itu yang langsung menghadap ke laut lepas, kau bisa kabur karena akan mengecoh aparat polisi" ucap Billy dengan nada tegas.
__ADS_1
Dengan bersusah payah, akhirnya si jenius Billy bisa menghapus semua data dirinya beserta Pelix dan Jhonson.
"Detik ini juga aku harus kabur" gumam Billy yang segera mengambil paspor lalu mengambil kunci mobil untuk berangkat ke bandara.
Negara yang di pilih adalah Rio De Janeiro Brasil🇧🇷, karena itu negara sang ayah.
Dia pun segera menelepon asisten pribadinya untuk mengurusi perusahaannya.
•
"Kau harus pulang ke mari secepatnya" perintah Jhonson pada Pelix.
"Ya malam ini aku akan pulang kesana" jawabnya.
Pelix pun mengajak Amora pergi ke rumah orang tuanya.
"Kenapa mendadak?" tanya Amora heran.
"Sudah nanti aku jelaskan. Ayo bawa ponsel dan semua yang kau perlukan. Malam ini kita pergi ke kampung halaman bundaku" ucapnya.
"Baiklah aku berkemas dulu" ucap Amora sembari.
Tak lama mereka pun langsung berangkat menuju rumah orang tuanya di luar kota.
Sepanjang perjalanan, Amora hanya diam sembari menikmati hamparan luasnya pegunungan yang begitu indah.
"Kau suka?" tanyanya.
"Aku sangat menyukainya Pel. Bagaimana ya rasanya tinggal di pegunungan? Bebas polusi dan segala hiruk pikuk perkotaan" ucapny senang.
"Jika kamu mau kita bisa tinggal di tempat bundaku! Kita bangun vila mewah disana untuk kita tempati. Udaranya dingin dan jangan salahkan aku jika aku akan selalu menyentuhmu karena suasana nya pas untuk kita setiap waktu bercinta. Ayah saja selepas menikah lagi dengan bundaku, dia tak ingin kembali ke mansion kami yang ada di kota. Setiap hari mereka jarang keluar kamar. Aku tahu dari Camilla adiku" Pelix menjelaskan itu sembari tertawa.
"Jadi kamu punya adik?" tanya Amora.
"Ya, Usianya lebih muda darimu. Dan adik angkat ku laki-laki bernama Hendri. Dia di adopsi oleh bunda sewaktu dia kecil! Hendri sekarang pulang ke Jakarta karena dia mempunyai usaha menjual mobil truk besar. Sebenarnya dia mempunyai banyak harta warisan dari mendiang ayahnya, hanya saja bunda tidak pernah memakai uang itu untuk kebutuhan Hendri sendiri. Bunda lebih senang bekerja untuk menghidupi kedua adiku. Dia pemuda yang baik dan sayang sekali dengan Camilla dan bunda" tutur Pelix di balik kemudi.
"Tapi kau kenapa tidak tinggal dengan bunda?" tanya Amora heran.
"Karena suatu peristiwa, aku di paksa berpisah dengan bunda dan adiku kala itu. Aku tinggal dengan Ayah dan di didik keras oleh kakek ku. Tapi dia sudah meninggal" ucapnya sendu.
"Maaf sudah bertanya dan membuatmu sedih sayang!" Amora pun memyandarkan bahunya pada bahu kekar Pelix.
"Hmmmmmmm" ucapnya singkat.
Â¥
Di sebuah bungker rahasia, Seorang pria sedang mondar-mandir dengan perasaan kacau. Siapa lagi kalau bukan Ken! Dia takut jika keberadaannya di ketahui polisi. Rasa haus mendera dan persediaan air sudah menipis.
__ADS_1
"Arggghhhhhhh! Selalu saja aku ceroboh. Aku pikir polisi tidak bisa mengendus aksiku! Julius Cesar awas saja kau, akan ku hancurkan kartel mu! Enak saja dia seakan cuci tangan dengan masalah ini takan ku biarkan kau lolos" Murka nya.
Ken tidak pernah berpikir bahwa kejahatan yang dia lakukan tidak akan tercium oleh polisi. Itu semua akibat dari kecerobohannya karena seorang intel jenius menyusup kedalam orang yang ingin Ken jual ke America dengan dalih lapangan pekerjaan.
Kriukkkkkkkkkk!!!!
Perutnya meronta tak kala cacing dalam perutnya ingin di beri makan.
"Lapar sekali, pengap dan panas" Ken mulai merasakan ketidak nyamanan.
Tak lama, suara panggilan HT nya berbunyi jika anak buahnya ada di luar mengantarkan makanan.
"Kunci 1 masuk" ucap Ken.
"Kunci 2, Big bos tolong buka pintunya, kami membawakan makanan untuk anda. Ganti" seru anak buahnya.
"Kunci 1, pintu di buka" ucap Ken.
Ken pun langsung membuka pintu lapis baja bungker itu.
"Mana makananku?" tanya Ken.
Anak buahnya menyodorkan makanan berupa nasi dan sop tulang Babi. Hal itu membuat ken murka dan seketika membuang makanan berkuah itu.
"Argghhhhh, apa-apaan kau ini? Apa kau sudah gila memberiku makanan Anjing seperti ini. Aku ingin Banteng panggang, hati Angsa dari francis, Es krim gelato, dan wine yang di buat pada seratus tahun sebelum masehi" ucap Ken yang seketika membuat semua anak buahnya kesal.
"Maaf big nos, ruang gerak kami terbatas, karena saat ini polisi sedang gencar-gencarnya mencari kita. Tulang babi itu memang jatahnya makan Mela yang sekarang sudah melahirkan anaknya tujuh ekor, aku membagi dua dengan dia sup itu ( Mela anjing kesayangan mendiang tuan Leon )" ucap anak buah Ken yang bernama Marcus.
Sontak hal itu membuat Ken tambah murka karena dia di samakan dengan Mela si Anjing.
"Bedebah kalian. Dasar anak buah tidak berguna! Pergi sana pergi" usir Ken dan seketika anak buahnya membubarkan diri.
Di luar bungker, semua anak buahnya Ken merasa kesal dengan kearoganan Ken.
"Aku kesal sekali dengan dia!" ucap Markus.
"Bukan hanya kau, aku juga" timpal Romi.
"Apa kita ikut bos Pelix saja dan melarikan diri. Kita balik ke mansion sekarang, lagi pula polisi belum tahu tempat itu. Sesuai yang di rencakanan kita kabur lewat terowongan bawah tanah yang menembus laut lepas dan kita kabur dari sana" ucap Marlin.
"Lantas bagaimana dia?" tanya Rav menunjuk arah bungker.
"Masabodo, persetan dengan pria arogan itu. Kita pergi sekarang tinggalkan dia disini kalau bisa sampai mampus" timpal Marcus.
Mereka pun pergi meninggalkan bungker itu.
Sementara Ken terus saja meraba perutnya yang sudah sangat keroncongan, Dia pun seketika melihat sup yang sudah berserakan di lantai, karena sudah tidak tahan akhirnya dia memunguti semua tulang Babi itu dan mengunyahnya.
__ADS_1
"Ini tidak terlalu buruk" guamanya.