SUPIR KU SEORANG MAFIA

SUPIR KU SEORANG MAFIA
Tak Bisa Berjalan


__ADS_3

Hari pernikahanpun tiba, Billy mengucap janji sehidup semati di saksikan hadirin dan tentunya Pelix bersama Amora.


"Selamat kau ya sudah menjadi suami" ucap Pelix dengan memeluk Billy.


"Terimaksih bos kau sudah jauh-jauh datang kemari" Billy sangat senang pernikahannya sudah di hadiri oleh Pelix.


Semua tamu tampak bergegas pulang sesudah menghadiri acara pernikahannya.


"Kami pamit pulang sekarang" Amora segera memeluk Vivid.


"Terimakasih nyonya sudah datang kepernikahan saya" Vivid pun balas memeluk Vivid.


Skip.


Malam pun tiba, Billy sudah menunggu sang istri di ranjang pengantin tapi Vivid tak kunjung menghampiri dirinya.


Vivid malah masuk kekamar sang ibu.


"Loh nduk kenapa kamu kemari? Ayo sana temani suamimu. Ini kan malam pertama kalian" ucap sang ibu.


"Tdak bu aku takut" Vivid segera meringkuk di sisi ibunya.


"Tidak akan takut kok nduk malah akan enak" Ibunya tertawa kecil.


Vivid pun keluar dari kamar itu dan berjalan menuju kamar pengantinnya. Vivid membuka pintu kamar itu dan di dapati Billy sudah tidur.


"Syukurlah dia sudah tidur jadi aku aman" ucap Vivid sembari tertawa pelan.


Vivid pun membaringkan tubuhnya di sisi Billy tanpa di sadari lengan kekar Billy memeluknya dengan erat.


"Mau menghindar kan kamu honey?" tanya Billy.


"Ekh mas Bill belum tidur ternyata" Vuvid nyengir kuda.


"Aku menunggumu cinta! Aku akan meminta hak ku sebagai suami malam ini karena yang bawah sudah tidak tahan" ucap Billy dengan wajah memerah.


"Tapi aku takut mas! Kata orang itu akan sakit" Vivid gemetar seluruh badannya.


"Memang akan sedikit sakit, tapi lama-lama akan terbiasa dan enak. Yuk sekarang" Billy sudah semakin tidak sabar.


Vivid pun hanya mengiyakan saja dan dalam hatinya merasa sangat waswas.


Tanpa berlama-lama, Billy langsung mencium Bibir Vivid dan seluruh wajahnya.

__ADS_1


™%°$;"!@)#()$)"!;"!"!}£}£}][©[©[©℅®[©£}}}


Ketika mereka akan memulai penyatuannya, gadis itu sedikit menjerit dan menagis lantaran tongkat sakti Billy sudah pelan-pelan merobek mahkotanya.


"Auchhhhhhhh mas Bill sakit mas, Perih~~Hikhikhik" Vivid menangis membuat Billy tidak tega dan sesaat menghentikan dorongannya.


"Yasudah aku lepas ya?" tanya Billy.


"Jangan mas Bill. Lakukan saja aku tak mau mengecewakanmu" Vivid tak ingin mengecewakan sang suami karena dia tahu Billy sangat menginginkan ini.


"Baiklah aku akan melakukannya dengan pelan" ucap Billy.


Setelah berjuang akhirnya Billy bisa menjebol gawang Vivid.


Golllllllll!!


Vivid seketika mencakar punggung Billy karena merasakan sakit yang luar biasa. Badannya terasa terbelah menjadi dua bagian.


Billy pun mendiamkannya sejenak supaya Vivid bisa menerima hal yang baru.


"Honeh, aku boleh goyang sekarang?" tanya Billy.


"Goyang apa mas? Memangnya kamu mau jaipongan?" tanya Vivid polos.


"Yaampun istriku ini sangat polos ternyata" gumam Billy.


Akhirnya Billy pun menyudahi permainan babak pertama dengan Vivid. Gadis itu ingin ke kamar mandi tapi langkahnya terhenti karena dia merasakan sakit di area pahanya.


"Aduhhhh!! Sakit sekali" ucap Vivid.


"Sakit? Mana yang sakit?" tanya Billy.


"Ini mas bekas semalam" ucapnya sembari meringis.


"Yasudah aku gendong aja kekamar mandi ya" ucap Billy.


Di kamar mandi pun Billy mengajak Vivid untuk bercint* lagi sampai Vivid kewalahan.


Sesudah rapih, Vivid ingin makan tapi dia tidak bisa berjalan. Setiap ingin menggerakan kakinya dia merasakan seperti ada benda besar tertinggal di segitiga bermudanya.


"Auchhh sakit sekali bahkan untuk berjalanpun rasanya berat banget! Mas Billy mengajaku tujuh ronde dan anehny tenaga dia tak ada habisnya. Badanku serasa remuk" gumanya.


Billy pun masuk kedalam kamar itu sembari membawa sepiring nasi beserta sop iga.

__ADS_1


"Masih sakit? Maafkan aku honey! Aku sungguh gila tadi malam" ucap Billy merasa bersalah.


"Iya mas sakit! Tapi aku bangga bisa memberikan mahkotaku untuk suamiku tersayang" ucap Vivid tersenyum.


"Terimakasih honey, cintaku! Kau sangat nikm*t luar biasa! Aku jadi tercandu-candu dengan semua yang kamu miliki. Rasanya tidak ingin berhenti" Billy menyuapi Vivid dengan mesranya.


siang itu Billy sedang membantu membereskan sisa-sisa pesta pernikahannya bersama keluarga besar Vivid.


Vivid di kamar sendirian dan menelepon Amora.


"Hallo mbak bagaimana bulan madunya lancar?" tanya Amora di seberang telepon.


Kemudian Vivid mendial tombol Video Call dan langsung di setujui oleh Amora. Terlihat wajah gadia itu pucat, berkantung mata dan sedikit lingkar hitam.


Amora langsung tertawa melihat Vivid dengan wajah seperti itu.


"Sukses ya bulan madunya?" tanya Amora.


"Hihihikhik" Vivid seketik menangis.


"Loh kok nangis mbak kenapa sayang?" tanya Amora.


"Nyonya saya ndak bisa jalan. Sakit rasanya perih kem*lu*n saya" ucap Vivid polos.


Tak sangka Pelix pun mendengar curhatan Vivid langsung tertawa.


"Diam sayang jahat banget tertawa begitu" ucap Amora menutup mulut sang suami.


"Iya mbak memangkan awalnya sakit tapi lama-lama juga enak kok! Emang Billy melakulannya berapa kali malam ini?" tanya Amora karena kepo.


"Mas Billy melakukan itu sebanyak tujuh ronde nyonya! lima kali malam dan dua kali di kamar mandi~~ Hikhikhik" jawab Vivid dengan gamblangnya.


Amora dan Pelix sangat syok karena mereka saja melakukan itu maksimal dua kali dalam satu malam.


"Edan juga si bodoh ya" ucap Pelix sembari geleng-geleng kepala.


"Yang sabar ya mbak! Nanti juga terbiasa. Emang punya Billy besar ya?" tanya Amora yang langsung mendapat tatapan marah dari sang suami.


"Besar mbak dan gendut" jawab Vivid dengan polosnya.


Amora dan Pelix tak bisa menyembunyikan tawa mereka sampai keluar air mata.


"Mbak itu tandanya suamimu sangat mencintaimu dan sudah mulai candu pada tubuh kita. Mbak nikmati saja enjoy dan relax ya. Ingat Billy itu konglomerat" Amora terus saja menasihati Vivid dan memberi semangat.

__ADS_1


sesudah lama bercengkrama, akhirnya mereka menyudahi panggilan video call itu.


Billy pun datang ke kamarnya dan mengajak sang istri bermain kembali.


__ADS_2