
"Ngapain kalian?" tanya Marini dengan tangan terkepal sempurna.
Pelix dan Amora seketika tersentak mendengar suara Marini.
"Rin ini, ini~~~ ini tak seperti yangโ
Plakkkkkkk!! Suara tamparan ke pipi Pelix mengawali kemarahan Marini.
" Apa yang kalian lakukan hah? Pel jelaskan kenapa bisa bermesraan dengan wanita ini?" tanya Marini berapi-api.
Amora hanya diam tertunduk tak berani menatap wajah Marini.
"Rin aku bisa jelasin. Kami bertemu tak seng~~"
"ingin bilang tak sengaja hah? Dua kali aku melihat mu dengan wanita ini. Dan kamu nyonya Amora, Bukannya anda sudah mempunyai suami? kenapa anda mengganggu kekasih saya hah?" sentak Marini.
"Rin tolong jangan ribut di tempat ini. Ayolah kita bicara di tempat lain" ucap Pelix.
"Aku tak peduli dengan semua itu, aku hanya ingin tanya kenapa kau mesra dengan wanita ini?" tanya Marini.
"Rin dia punya nama, Rin dengar dulu penjelasan ku" ucap Pelix.
Marini tak mengindahkan ucapan Pelix, dia melangkah mendekati Amora yang sudah berlinang air mata, Marini mendorong bahu Amora dengan sedikit kasar.
"Dengar wanita murahan, dia kekasihku. Haram hukumnya kau mendekatinya, dia miliku selamanya akan jadi miliku. Kau seharusnya malu karena kau sudah bersuami. Apa jadinya pak Martin tahu kelakuan istrinya seperti binatang" ucap Marini sudah tak terkontrol.
Pelix yang tak terima jika Amora di maki sedemian rupa maju membela nya.
"Stop Marini stop. Jaga bicaramu" ucap Pelix
"Kamu membelanya Pel? Membela wanita ini?" ucap Marini dengan air mata yang sudah mengulir.
"Bukan begitu Rin, Maksud ku~~" ucap Pelix menggantung
Seorang pelayan lalu menghampiri mereka di tengah huru hara yang berlangsung.
"Maaf, tolong jangan bertengkar disini karena pengunjung yang lain akan merasa terganggu" ucap pelayan.
"Maaf untuk kesalah pahaman ini kami akan segera keluar" ucap Pelix.
Pelix pun keluar dengan menarik tangan Marini.
"Rin maafkan aku" ucap Pelix.
"Jelaskan padaku kenapa kamu bisa dengan tega selingkuh Pel? Ingat ya Pel kamu pernah ngancurin hidup aku dahulu, sekarang kamu mau lakuin hal yang sama lagi?" ucap Marini sembari menangis.
__ADS_1
Amora hanya menatap nanar sepasang kekasih yang sedang bertengkar begitupun dengan Ricky yang masih belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi.
"Harusnya bu dokter itu meninggalkan pria itu yang sudah berselingkuh darinya" gumam Ricky.
Di tengah pertengkaran yang sedang berlangsung, Amora memilih pergi dari tempat itu. Dia berjalan kaki menyusuri jalanan tak di sangka Ricky mengikutinya dari belakang.
"Kak ayo ikut ku antar kau pulang!" ucap Ricky pada Amora.
Amora seketika mematung dan ingat jika Ricky adalah orang yang bersama Marini di resto.
"Tak usah, aku bisa pulang sendiriโ ucap Amora yang melanjutkan jalan kakinya.
" Aku takan membiarkan wanita sendirian di jalanan. Aku khawatir dengan mu. Ayolah ikut dengan ku, aku tak akan macam-macam" ucap Ricky.
Amora pun mengiakan dan masuk kedalam mobil Ricky.
"Lelaki itu siapa?" tanya Ricky.
"Kenapa kau tanya-tanya? Jangan kepo!" ucap Amora.
"Aku hanya ingin tahu saja" ucap Ricky.
"Lelaki itu kekasih dokter Marini" jawabnya.
"Jadi kalian berselingkuh? Kakak pelakor?" tanya Ricky.
Tiba-tiba Amora menangis di samping Ricky yang sedang mengemudi. Melihat Amora yang menangis tersedu membuat Ricky sedikit khawatir.
"Aduh kenapa nangis kak? Sudahya nanti orang lain mengira aku memperk*sa mu" ucap Ricky.
Amora tak mengindahkan ucapan Ricky, dia masih saja menangis sesegukan. Ricky pun menepikan mobilnya di jalanan sepi seraya memberikan satu bungkus tisu.
"Pakailah ini kak untuk menyusut air matamu. Aku tahu kakak wanita baik. Tetapi disini kau juga salah karena sudah berkencan dengan lelaki yang sudah mempunyai pasangan. Dan aku sempat mendengar bahwa kakak sudah bersuami? Benarkah?" tanya Ricky.
"Kau takan tau rasanya menjadi aku! Aku memang sudah menikah dan aku telah berselingkuh tetapi hal apalagi yang bisa membuatku bahagia? Suamiku tak peduli denganku, dia seperti orang lain hanya ikatan pernikahan yang mengikat kami! Lantas untuk apa aku merasa mempunyai seorang imam? Kamu tahu, hanya Pelix lah yang bisa membuat ku merasakan kebahagiaan. Tapi sayangnya wanita itu mencintai Pelix begitu besar dan Pelix tak bisa menghindarinya karena kesalahan dia di masalalu" ucap Amora dengan menangis.
Ricky paham apa yang di rasakan Amora.
"Jika begitu menangislah kak sampai kau merasa baik. Aku siap mendengarkan tangisanmu" ucap Ricky.
Sementara di tempat lain Pelix tak henti-hentinya memohon agar Marini sudi memaafkannya. Marini tak bergeming hanya tetesan air mata kekecewaan yang nampak sebagai tanda bahwa dia sedang merasa hancur.
"Jauhi wanita itu!" ucap Marini tegas.
"Rin" ucap Pelix ragu.
__ADS_1
"Jauhi wanita itu atau aku akan bertindak lebih jauh" ucap Marini.
"kamu gak cinta kan dengan Amora? Kamu hanya euporia saja dengannya? Jawab Pelโ
" Rin sudahlah aku mengaku salah maafkan aku! Sebaiknya kita pulang ya, kita bicara lagi dalam mobil" ucap Pelix sembari menarik tangan Marini namun langsung di tepis olehnya.
"Jangan sentuh aku. Bahkan tanganmu itu bekas menyentuh wanita sialan itu" ketus Marini.
Pelix tak menggubris perkataan Marini yang sedang di liputi Amarah. Dia paham ketika wanita sedang marah akan panjang urusannya jika terus di bantah, maka dari itu dia hanya diam dan mengalah.
Di dalam mobil, Marini hanya diam sembari menangkupkan wajahnya. Pelix tahu bahwa dia sebenarnya sedang menangis.
"Rin maafkan aku" ucap Pelix.
Tak ada jawaban hanya ada suara tangisan dalam kesunyian.
"Aku salah padamu Rin" ucapnya lagi.
Marini seketika mendongak dan memandang Pelix dengan mata yang sembab.
"Tinggalkan wanita itu. Kau hanya miliku Pel. Tidak ada yang bisa mengambilmu dariku kecuali tuhan" ucap Marini.
Pelix tak menyangka jika Marini mempunyai cinta yang luar biasa kepadanya. Akan sangat sulit untuk bisa memilih antara Amora yang di cintainya dan Marini yang pernah dia kecewakan dan masih ada rasa untuknya.
"Aku takan meninggalkanmu sayang. Maafkan aku untuk hari ini, maafkan aku untuk rasa sakit hatimu, Maafkan aku untuk semuanya" ucap Pelix sembari merengkuh tubuh Marini.
"Jangan sekali-kali melukai hatiku yang sudah pernah luka" ucap Marini.
"Tidak akan sayang" ucap Pelix.
Pelix pun mengangkat wajah Marini dan seketika mencium bibir Marini dengan liarnya, Marini pun membalas ciuman itu dengan ******* yang tak kalah menggelora.
suara decapan bibir menghiasi dalam mobil itu. Tanpa melepaskan pagutan itu, Pelix mengankat Tubuh Marini sampai menghadap ke arahnya membuat Pelix lebih leluasa terhadap Marini. Tangan Pelix dengan cekatan membuka satu persatu kancing baju Marini hingga terlihatlah dua bukit kembarnya yang masih terbungkus anggun segel berwarna hitam yang kontras dengan kulit marini. Kemudian tak lama Pelix melepaskan penghalang nya dan membenamkan wajahnya disana, Marini yang menikmatinya kemudian menekankan wajah Pelix hingga Pelix susah bernafas. Di dalam mobil itu hanya suara decapan mulut Pelix dan suara lenguhan Marini yang terdengar.
ยฅ
Ricky akhirnya sampai di halaman rumah Amora dan segera menepikan mobilnya.
"Ini rumahnya kak?" tanya Ricky.
"Benar ini rumah saya. Sebelumnya terimakasih sudah mengantarkan saya pulang" ucap Amora.
"Sama-sama kak. Beristirahatlah kak, kau sangat lelah sekali hari ini" balas Ricky.
Amora pun turun dari mobilnya dan Melenggang menuju rumahnya...
__ADS_1
Hai hai hai.. Tetap dukung karyaku ya.๐๐๐๐น๐น๐น๐น๐ท๐ท