SUPIR KU SEORANG MAFIA

SUPIR KU SEORANG MAFIA
Dokter Marini


__ADS_3


Sesudah kepergian kekasihnya enam tahun yang lalu, membuat seorang Marini menjadi wanita yang menutup hatinya untuk pria manapun. Dia masih ingat betul ketika mereka habis bercinta, kekasihnya pergi setelah menerima telpon dari seseorang.


Flashback seorang Marini.


Jam kampus menunjukan waktunya untuk semua mahasiswa bubar kuliah. Marini bersama temannya Monny berjalan keluar kampus. Ketika hendak memesan taksi, tiba-tiba seorang lelaki tampan menghampiri nya.


"Rin, ayo ku antar pulang" ucap seorang lelaki yang membawa motor gede.


(Males banget aku harus di anter Pelix, lagian ku masih sakit hati sama tindakan dia nyang kemarin) gumamnya dalam hati.


"Sorry. Gak dulu ya. Aku bisa pulang sendiri" jawab Marini ketus.


"Rin, aku mohon. Beri aku waktu untuk jelasin ke kamu. Kamu salah paham Rin" jelas Pelix.


"Cukup jelas ya Pel. Udah sih, kamu pacaran aja sama cewek high quality itu" ucap Marini dengan nada ketus.


"Aku tidak ada hubungan apapun sama Belinda. Dia hanya temen aja. please ikut aku Rin" ajak Pelix sembari menuntun sang kekasih untuk menaiki motor nya.


Akhirnya Marini pun ikut, dan diajak ke suatu tempat.


"Kita mau kemana?" tanya Marini.


"Cari jamur" jawab Pelix asal.


Mendengar kata mencari jamur, membuat Marini ingat akan sesuatu. Kata itu persis seperti dialog di drama Korea yang berjudul


" Pachinko " dimana sang pacar mengajak sang wanita pergi ke hutan untuk mencari jamur, tetapi bukannya mencari jamur, malah di ajak bermain jamur sang pacar. Ekh apa sih Author iniπŸ˜‚.




Drakor Pachinko.


" Dasar pacar mes*m" cebik Marini sembari memukul punggung Pelix.


Mendengar itu membuat Pelix tertawa puas.


"Hey nona, aku tak sebejad itu ya. Kadar kebejadan ku sedikit saja, gak banyak kok" jawab Pelix sembari terus menggoda sang pacar.


Laju motor terus saja membelah jalanan sampai tiba di suatu tempat. Sebuah villa yang terletak di daerah Puncak.


"Sampai" ucap Pelix sembari menepikan motornya di depan villa tersebut.


"Mau apa Pel, kita kemari?" tanya Marini sedikit heran.


"Aku ingin cerita sesuatu. ikut aku." perintah Pelix yang berjalan di depan Marini.


Masuklah kedalam villa itu. Di dalam sudah ada penjaga yang bernama mang Udin dan istrinya yang bernama Tutun.

__ADS_1


"Selamat datang kembali di villa kesayangan anda, tuan" sambut mang Udin dengan hormat.


"Hm" jawab Pelix singkat.


"Semua yang tuan minta sudah saya siapkan. Silahkan menikmati, kami pamit sekarang" ucap istri mang Udin.


"Terimaksih. Silahkan kalian bisa pergi sekarang" jawab Pelix, sembari mengibaskan tangan tanda menyuruh mereka meninggalkan villa itu.



Pelix mengajak sang kekasih untuk makan malam romantis.


"Makan yang banyaknya sayang ku" perintah Pelix.


"Hmmmmm" jawab Marini, dia pun merasa ada sesuatu yang beda dari sang kekasih malam ini.


Pelix dan Marini sudah dua tahun pacaran. Tidak ada hal yang aneh sewaktu mereka pacaran. hanya sebatas pelukan dan ciuman tidak lebih. Sesudah makan Pelix menariknya menuju balkon untuk melihat senja yang ingin kembali ke peraduannya.


"Cantik" ucap Pelix sembari memandang sang kekasih.


"Siapa yang cantik?" tanya Marini.


"Senja" jawab Pelix.


"Kirain aku" ucap Marini dengan bibir yang manyun.


"Lebih cantik dari pada apapun" ungkap Pelix, sembari mencubit hidung sang kekasih.


"I love you πŸ’ž" bisik Pelix di telinga sang kekasih dengan lembut.


"I love you more" seketika di jawab oleh Marini, sembari menatap wajah sang kekasih.


Suasana saat itu hening. Pasangan ini larut pada pikiran nya masing-masing.


Krik.....Krikkkkkk.....Krikkkk.


Pelix mencoba mencairkan suasana kembali.


"Kamu kok diam" tanya Pelix.


"Aku lagi menikmati aroma tubuhmu" jawab Marini, mencoba menjawab asal karena sebenarnya dia sedang menikmati dekapan sang kekasih, yang membuat dia nyaman.


"Kenapa dengan badanku" tanya Pelix.


"ketekmu bau...Hahahahaha" kekeh Marini sambil berlari.


Merasa di ejek oleh sang kekasih, membuat Pelix sedikit kesal.


"Awas ya anak manis, habis kau malam ini" kekeh Pelix.


Malam pun tiba. Pelix mengajak sang kekasih untuk makan malam, sekaligus akan menyampaikan sesuatu. Malam yang indah di hiasi dengan cahaya kelipnya bintang . segenggam bunga mawar di tangan Pelix menambah kesan romantisnya malam itu.

__ADS_1


"Untuk mu sang bidadari ku" ucap Pelix , sembari menyerahkan seikat bunga mawar.


"Terimakasih sayang" Marini segera menerima bunga mawar itu. Ada setitik air di ujung matanya. Rasa terharu yang di lakukan oleh sang kekasih pertamanya.


Sesudah acara mengharu biru, akhirnya mereka pun makan malam dengan romantisnya dengan di sinari oleh cahaya lilin.


"Rin, aku ingin bicara serius sama kamu. Tak ada waktu lagi. Harus segera ku sampaikan" ucap Pelix.


"Soal apa?" tanya Marini di sela-sela suapan makannya.


"Sekarang kamu ikut aku ke Canada. Aku akan mengajak mu untuk tinggal disana. Mau kan?' ujar Pelix.


Mendengar ajakan sang kekasih membuat Marini tercengang. Bagaimana bisa ikut ke Canada, sementara besok hari kelulusannya dan resmi menyandang gelar dokter.


" Apa, ke Canada? harus besok?" tanya Marini tersentak.


"Ya besok. Kita berangkat subuh ke bandara. Keluargaku sudah menunggu di sana. semua dokumen sudah aku atur semua. Kita tinggal berangkat" tutur Pelix.


"Besok hari kelulusan ku Pel. Gak mungkin aku tinggalkan momen itu. Satu kali seumur hidup ku. Aku gak janji bisa ikut dengan mu" balas marini.


Mendengar penuturan sang kekasih, ada rona kecewa di wajah Pelix. Tapi dia cukup mengerti dengan alasan Marini. Sesudah makan, dia mengajak Marini ke kamar.


Sesampainya di kamar, di lihatnya penuh dengan taburan bunga dan balon-balon yang indah.



Batin Marini bertanya-tanya, kenapa Pelix mengajaknya tidur di kamar yang di dekor seperti kamar pengantin.


"Pel, kenapa ini seperti kamar pengantin? kita kan belum menikah. Ada ini" tanya Marini was-was.


"Untuk menyenangkan mu" jawab Pelix.


Akhirnya di malam itu, mereka melakukan sesuatu yang mengasikan, dan sekaligus membawa penyesesalan di hidup Marini.


"Makasih sayang, aku akan menikahimu. Kau hanya miliku seorang" ucap Pelix sembari mengatur nafasnya yang tersenggal dan memandang Marini yang terkulai lemas.


"Janji tak akan meninggalkan ku ya" balas Marini.


Ketika Pelix sedang mengelus kepala Marini. Tiba-tiba bunyi ponsel Pelix menggangu mereka. Pelix mengangkat nya dan berjalan menjauhi Marini yang masih tak memakai apapun. Terdengar Pelix marah-marah saat bicara dengan seseorang.


Tak lama Pelix pun berjalan menghampiri sang kekasih, sambil memungut pakaian nya. Dia pun memakai nya di depan Marini, seperti akan pergi dari sana malam itu juga.


"Pel, kamu mau kemana?" tanya Marini heran


"Aku harus pergi sekarang. Maafkan aku" jawab Pelix sembari berlalu meninggalkan Marini yang masih lemah atas aksinya tadi.


Ketika Marini ingin mengejarnya, Marini merasakan sakit di bagian bawahnya sampai dia tak bisa berdiri.


Terdengar suara motor yang di jalankan. Marini hanya menangis, meratapi kebodohannya. Dia menangis sejadinya dengan keadaan masih tak ada sehelai benang pun membalut tubuhnya.


"Arggghhhhhh.. Aku bodoh, aku tolol. kenapa bisa menyerahkan mahkotaku untuk mu Pelix. Sekarang kau meninggalkan ku sendiri di tempat ini. Kamu jahat, kamu jahat~~~hikhikhik" tangis Marini menguar dari kamar itu.

__ADS_1


Dia melempar apapun yang ada di hadapannya, hingga seisi kamar itu berantakan tak karuan. Nasi sudah menjadi bubur. Apa harus di kata lagi.


__ADS_2