SUPIR KU SEORANG MAFIA

SUPIR KU SEORANG MAFIA
Rahasia yang Terbongkar


__ADS_3

Pagi sekali Martin pergi menuju kantornya. Disana sudah ada client yang bernama Sinta menunggu dengan tak sabar.


"Selamat pagi" ucap Martin pada wanita itu.


"Pagi pak. Saya tidak menyangka ini akan jadi akhir dari rumah tangga saya. Dan maaf atas kelancangan suami saya tempo hari" ucap Sinta.


"Anda sudah siap melawan suami anda? Dan saya mendengar bahwa pengacara lawan juga hebat dan saya tahu dia sedikit manipulatif. Tapi tak usah berkecil hati semua sudah saya pertimbangkan baik buruknya. Anda hanya harus fokus menjawab semua pertanyaan hakim dan jangan sampai terlihat gugup. Jika anda terlihat gugup maka akan mempengaruhi penilaian hakim atas putusan hak asuh anak" tutur Martin.


"Baiklah saya akan menjawab semantap mungkin" jawab Sinta.


Pengadilan Tinggi.


Pengacara yang bernama Albertus Okky berperawakan besar dengan kulit coklat keunguan tiba-tiba menghampiri Martin di ruang mediasi.


"Bapak Martin Antonio bisa berbincang sebentar" ucap Albertus.


"Silahkan Pak Albert ada yang bisa saya bantu" jawabnya.


"Tetapi tidak disini. Disini hawanya agak tak sedap" ucap Albertus.


"Bukannya seorang pengacara harusnya selalu mendampingi client ya? Kok anda kelayapan ke kubu saya?" tanya Martin.


Sambil celangak celinguk ke kanan dan kekiri, Albertus berkata.


"Pak Martin yang tampan, bagaimana kalau anda dan saya bermain-main saja" ucapnya pongah.


"Maksud anda?" tanya Martin heran.


"Biarkan client saya memenangkan kasus perceraian ini, Anda tidak mau kan sepasang suami istri untuk bercerai. Buat client anda tidak jadi mengugat cerai pak Mikail. Dengan begitu anda akan mendapat imbalan yang pantas" seloroh Albertus.


"Owh jadi anda menyogok saya begitu? Kita boleh sama-sama menjadi pengacara ya bung, dan saya akui jika kita hidup di atas kasus orang lain. Tetapi hendaknya anda mempunyai sedikit hati nurani kepada seorang perempuan. Kita harusnya bisa mengingatkan client kita jika mereka salah agar hukumannya tidak terlalu berat bukannya malah membantu agar terus berbuat salah" tutur Martin.


"Alamak anda ini malah berkotbah depan saya. Ini tawaran yang menggiurkan jika anda terima maka 1M akan melayang ke rekening anda" ucap Albertus yakin.


"Simpan aja uang itu untuk anda bung Albert. Saya sudah banyak uang. Anda butuh buat membeli beras dan nafkah ke lima istri anda kan?“ balas Martin.


Pembicaraan mereka tak luput dari pantauan camera tim Pelix yang bernama Maria. Maria merasa curiga manakala Albertus mengajak bicara Martin di ruangan kosong kantor pengadilan.


"Kena kau" seringai Maria dengan penuh kemenangan.


"Hei bung jangan membawa masalah pribadi di sini ya. Saya hanya menawarakan hadiah menggiurkan untuk anda. Kalau anda menolak yasudah kita bertarung saja di meja hijau" ucap Albertus sembari berlalu dari tempat itu.


Martin hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan seteru nya. Lalu ketika Martin bergegas ke dalam ruang mediasi lagi langkahnya di hentikan oleh Maria.


"Bapak baik-baik saja?" tanya Maria.


"Saya baik. Ada apa kamu menjegal saya disini Ria?“ tanya Martin.

__ADS_1


Maria menyodorkan ponselnya dan di play lah video itu. Martin yang melihatnya sangat terpukau.


" Kamu ngikutin saya?" tanya Martin.


"Betul pak. Karena dari tadi saya curiga dengan gerak gerik pak Albert jadi saya ikutin saja" jawab Maria.


"Ada bonus bulan ini untukmu" ucap Martin sembari berjalan ke arah ruangan mediasi.


Mendengar itu Maria pun senang bukan kepalang.


Waktu sidang di mulai berjalan begitu panas.


Dua kubu saling lempar kesalahan dan tak mau disalahkan.


"Bagaimana kesaksian pengugat apakah patut di terima?" tanya seorang hakim kepada hakim ketua.


Albertus yang memang sangat getol membela selalu memberikan intrupsi kepada hakim. Dan akhirnya sidang pun di tutup dengan putusan cerai. Hak asuh anak dan harta tidak di bagi berdua jatuh ke tangan Sinta. Sinta pun seketika bersujud sukur dan terharu.


"Terimakasih pak untuk semua bantuannya. Saya benar-benar mengapresiasi kerja anda. Ada sesuatu yang akan saya berikan pada anda" ucap Sinta.


"Sama-sama. Itu sudah jadi pekerjaan saya dan sepenuh hati saya lakukan yang terbaik untuk client saya" jawab Martin.


Lalu Sinta mengekuarkan sebuah amplop cokelat dari tas nya.


"Untuk anda pak! Bukanya di rumah saja" ucap Sinta.


Pelix yang sedang memandikan Kuda tak melihat kalau Amora sedari tadi memperhatikannya. Ada rasa sakit ketika sedari pulang liburan ke Singapore Pelix menjadi bersikap dingin padanya.


"Rajin sekali bekerjanya" ucap Amora membuat seketika Pelix menoleh.


"Harus itu. Karena saya di gaji oleh suami anda" jawab Pelix seperlunya.


"Pel ayolah jangan dingin begitu. Salah ku apa sih?"


"Salahnya aku bertemu dengan mu sesudah kau menjadi istri orang" jawab Pelix sembari berlalu meninggalkan Amora menuju gudang peternakan.


Amora yang melihat Pelix berlalu segera menyusulnya. Dia tak ingin Pelix bersikap dingin padanya hal itu membuat dia tersiksa.


"Pel tunggu aku" ucap Amora.


Namun Pelix tak menggubrisnya dan segera memasuki gudang dengan tergesa untuk menghindari Amora. Amora terus melangkah hingga dia menyentuh bahu Pelix.


"Pelix tunggu aku. Jangan jadikan aku seperti wanita murahan yang mengejar mu. Tunggu" tegas Amora.


"Ada apa lagi Amora? Aku disini sedang bekerja jangan menggangguku. Masuklah nanti kulit glowing mu bisa terbakar matahari. Lagi pula tak baik wanita yang telah bersuami memburu lelaki lain apalagi cuma seorang supirnya"


"Bicara apa kamu Pel? Aku tak masalah dengan itu" balas Amora.

__ADS_1


"Dengar, dengarkan aku. Kamu sudah mendapatkan penyatuan dari suamimu bukan? kau tidak kesepian sekarang! Lantas kenapa kamu masih menghampiriku" tanya Pelix sembari menagkup kedua pipi Amora dan menatapnya dengan dalam.


"Karena aku tak mencintai suamiku. Aku nyaman dengan mu. Ya tahu aku memang sudah salah tetapi bagaimana lagi" lirih Amora.


"Aku ini hanya seorang sup~~" ucapan Pelix terhenti kala telunjuk Amora menyentuh bibir Pelix hingga dia tak meneruskan bicaranya.


"Seorang supir tetapi bisa jalan-jalan ke Singapore dengan pesawat kelas bisnis" ucap Amora dengan menyunggingkan bibirnya.


Pelix yang sudah di ketahui penyamarannya mendadak gugup. Dia mencari seribu alasan untuk mengelaknya.


"Bukan aku. Mana mungkin aku bisa membeli tiket gelas bisnis" kekeh Pelix.


"Jangan berbohong. Aku ini mantan guru sedikit nya punya ilmu tentang penguasaan diri. Jadi karena dia kamu sekarang menjauhiku? Karena dokter Marini?" tanya Amora.


Pelix hanya diam sedang mencari alasan untuk berhohong.


"Jujur saja Pel kamu itu siapa sebenarnya? Dari awal aku sudah tak yakin kalau kamu berasal dari keluarga tak punya. Ada hubungan apa kamu dengan Marini? dan untuk apa kamu melamar kerja dengan suamiku? Apa kamu musuh dengan Suamiku yang berpura-pura bekerja disini supaya bisa tahu kelemahan nya? Jawab!" tanya Amora tegas.


"Aku jujur memang itu aku dan Marini. Kami dulunya sepasang kekasih! Ada hal menyakitkan di masalalu yang ku torehkan padanya dan aku sekarang akan mencoba memperbaiki itu semua. Kami baru bertemu di pesawat tidak sengaja. Waktu kamu pergi akupun pergi juga kesana untuk mengurusi suatu pekerjaan. dan satu lagi aku bukan musuh dari suamimu. Kamu jangan takut itu. Tapi kamu harus jaga rahasia ini dari siapapun ku mohon" tutur Pelix.


"Baiklah aku masuk dulu" ucap Amora sembari melangkahkan kaki.


Ketika Kaki Amora sudah ingin melangkah, tangan Amora di tarik oleh Pelix kemudia dia memangku tubuh Amora seperti koala mengendong anaknya dan segera menyambar bibir ranumnya. Dibawanya Amora dan di tidurkan di atas tumpukan jerami.


"Jaga rahasia atau ku acak-acak dan ku makan dirimu" ucap Pelix dengan nada sensual.


"Makan saja kalau kamu bisa" ucap Amora.


"Jangan menantang singa yang lapar sayang" ucap Pelix sembari di barengi seringai liarnya.


Cup


Sebuah ciuman curian yang di berikan kepada Amora membuat dia menjadi terdiam.


"Kamu sekarang sudah tau aku yang sebenarnya, apa mau memecatku?“ tanya Pelix sembari mengungkung tubuh Amora.


"Sumpah demi apapun aku tak akan memecatmu" ucap Amora sembari memilin rambut Pelix dengan mesranya.


"Aku menyayangimu" ucap Pelix sembari ******* binir Amora.


"Aku juga menya- ya- mu akhhhh" ucap Amora dengan nafas tersenggal.


Pelix Menghentikan ciuman itu dan menyuruh Amora untuk masuk ke dalam rumahnya.


"Masuklah suamimu sebentar lagi datang"


ucap Pelix.

__ADS_1


"Siap boss" jawab Amora.


__ADS_2