SUPIR KU SEORANG MAFIA

SUPIR KU SEORANG MAFIA
Kematian Leon


__ADS_3

Sore pun tiba dengan berbalut lembayung senja berwarna jingga. Diana pamit pulang dari rumah Amora.


Sebelum beranjak pergi, amora memberikan sebuah kotak berwarna navy kepada sang ibunda.


"Apa ini Amor?"tanya Diana.


" Buka saja bu" kekeh Amora.


Diana pun membuka kotak itu. Terlihatlah sebuah tespek bergaris dua. Hal itu membuat Diana tercengang.


"Kamu?"ucap Diana.


" Ya bu aku hamil. Ini cucumu" ucap Amora sembari mengarahkan tangan sang ibu ke perut nya.


"Ya tuhan, ya tuhan Amor kamu hamil? Amor, ibu sebentar lagi menjadi oma. Ya tuhan aku akan menjadi oma" ucap Diana dengan tangis mengharu biru.


Amora pun menangis haru dan memeluk Diana.


"Ada dua" ucap Amora.


Mendengar itu Martin pun terperanjat.


"Apa dua? Jadi kamu hamil kembar Amor? Kenapa baru tahu aku sekarang?" ucap Martin sembari merangkul Amora.


"Kejutan untuk kalian" kekeh Amora.


"Jadi ini utun twin ya" ucap Diana senang.


"Iya bu ini si kembar" ucap Amora.


"Tolong jaga kesehatan dan keselamatan mental dan jiwa anak saya ya nak Martin. Harus ingat ada janin kembar yang bersemayam di rahim istrimu" tegas Diana.


"saya akan selalu menjaga Amor" jawab Martin dengan sungguh-sungguh.


Malam itu Diana pun pulang di antar oleh Billy.


¥


Di kediamana mafia bikini bottom, Leon dengan segenap nafas yang masih tersisa, mengumpulkan anak nya dan seluruh anak buahnya. Dia ingin menyerahkan tampuk kekuasaan kepada salah satu ahli warisnya entah itu kepada anaknya ataupun cucu satu-satunya yaitu Pelix. Terlihat wajah menggebu dari Ken yang tidak sabar dengan keputusan sang ayah.


"Seperti yang kalian lihat jika aku sang naga yang sudah tak lagi perkasa. Aku sudah ingin istirahat di ranjang ku ini dengan di temani sebotol Vodka dan setiap saat menunggangi para kelinci ku tanpa memikirkan harus menjarah uang konglomerat dan baku tembak dengan lawan mafia ku. Maka dari itu aku menyerahkan tampuk kepemimpinan mafia bikini bottom kepada~"hening sejenak.


"Cucuku yang bernama Pelix Djovanica Fernandez" ucap Leon.


"Tidak bisa. Kau seharusnya menyerahkan kepemimpinan itu padaku ayah. Aku anak mu dia cucumu. Aku yang lebih berhak atas tahta dari mu" Bentak Ken memecah keheningan di tengah penobatan yang ala-ala mafia.

__ADS_1


Ptrakkkkkkkkkk!!!! Leon memukul kepala Ken dengan tongkat legend nya.


"Dengarkan kau Ken Eduardo Fernandez. Selama beberapa tahun ku memberikan tugas untukmu apakau pernah sekali saja berhasil? Yang terparah saat ku perintahkan membunuh kepala polisi di distrik Rucka kau malah yang akan tertangkap oleh polisi di sana sampai kau membahayakan posisi ku sebagai mafia yang paling di takuti. Terus waktu ku perintahkan kau mengambil alih lahan ganja di Peru kau malah kalah dengan mafia di sana sampai kau kena tembak di perutmu. Big no aku harus menyerahkan kekuasaan itu padamu anak bodoh"ucap Leon tanpa beban.


"Kau orang tua yang sangat pilih kasih. Aku sebenarnya sudah sangat muak dengan mu semenjak kau membunuh ibu ku" geram Ken kala mengingat peristiwa yang memilukan dan menyayat hati itu.


"Diam kau! Jangan mengungkit dan membicarakan wanita jahanam itu" ucap Leon yang tiba-tiba menjadi sesak di dadanya sampai terengah.


Pelix langsung menghampiri Leon dan menenangkan nya.


"Kau harus tenang" ucap Pelix.


"Keputusan ku sudah bulat tak bisa di ganggu gugat. Kau lah pemimpin mafia bikini bottom sekarang. Terimalah tongkat legend ini dariku. Tongkat yang aku dapatkan selama menggeluti ilmu kebal dan kanuragan di Gunung Kamayung dan ini batu akik merah delima hasil ku tapa brata di Gunung Porang. Walaupun aku ini mafia internasional tetapi aku juga harus punya ilmu kebal" ucap Leon sembari menyerahkan benda pusakanya pada Pelix.


Pelix pun langsung menerimanya.


"Pantesan si kakek tua itu tak mempan peluru dan kebal di bacok. Jadi ini rahasianya"gumam Pelix.


Dengan begitu seluruh ilmu luruh seketika di badan Leon. Kini tinggalah seonggok pria tua yang sangat lemah tetapi menyebalkan. Sewaktu muda Leon adalah seorang pria yang sangat tangguh. Dia aslinya berasal dari Eropa tetapi dia menjadi tentara perang menjajah negara ini dan tak ikut pulang ke negaranya setelah negara ini merdeka. Di negara ini, dia menjadi seorang mafia karena dia menerima dana dari negaranya sehingga begitu mudahnya menjalankan perdagangan barang terlarang dan merekrut anggota baru.


Leon yang sudah berbaur dengan adat istiadat negara ini menjadi kenal dengan yang namanya ilmu hitam dan perdukunan. Hidupnya sewaktu muda sangat banyak berpetualang. Dia jalan dari gunung ke gunung untuk bersemedi dan berguru hingga dia bisa menguasai ilmu kebatinan. Dia tidak mempan di bacok dan di tembak oleh peluri sebesar jempol tangan pun badannya keras bak batu karang.



"Terima saja keputusan ayah. Karena nyatanya kau kalah telak dengan anaku" timpal Jhonson.


"Diam kau. Pria lemah sepertimu tak di ajak dalam forum ini. Lihat saja gurat wajahnya seperti seorang serigala yang keriput. Kau menjadi lemah ketika anak dan istrimu di renggut paksa oleh kakek tua ini dan kau diam saja hah? Kau pengecut Jhonson kau pecundang. Apalagi anakmu ini, Masih seumur jagung mana bisa memimpin genx mafia ini" Ken terus saja mengintimidasi semua orang.


Pelix pun geram dengan ulah Ken, Dia mengarahkan senjata apinya pada senjata api yang di pegang ken.


Dorrrrrr!!!! Terhempaslah pistol dari tangan Ken. membuat jari ken terluka.


"Dengar kau paman, kau mau kedudukan ini bukan? Ambilah aku tak peduli dengan semua ini" ucap Pelix.


"Memang itu seharusnya menjadi miliku. Kembalikan tongkat dan batu akik itu padaku. Aku yang berhak untuk mendapatkannya" ucap Ken dengan seringai yang mengerikan.


Di berikanlah tongkat legend itu kepada tuan pemaksa yaitu Ken. Saat benda kesayangan Leon telah berpindah tangan kepada Ken, seketika Leon memekik dengan kerasnya.


"Kembalikan itu milik cucukuuuuuuu~Arggghhhhhhhhhhhhhhh" ucapnya lalu nafasnya berhenti dan badannya seketika lemas.


Leon telah menghembuskan nafas tetakhirnya. Dia mati dengan keadaan mata membelalak, lidah menjulur dan mulut ternganga membawa kebencian kepada putranya.


"Kakek bangun. Kau jagoan kek" pekik Pelix dalam tangisan seakan tidak percaya bahwa sosok menyebalkan sekaligus orang yang di sayanginya mati dengan rupa yang menyeramkan.


"Sudah jangan begitu. Kakek mu sudah mati. Aku akan menghubungi pihak krematorium untuk mengkremasi jenazah kakek mu" ucap Jhonson sang ayah.

__ADS_1


Ken hanya diam tidak merespon apapun ketika melihat Jhonson dan Pelix bersedih.


Tidak ada orang yang melayad ataupun mendoakan. Untuk sekedar memberikan penghormatan terakhir saja tidak ada hanya semua anak buahnya yang menunduk hormat. Di kanan kiri jenazah di jejerkan berbotol-botol minuman Vodka kesukaan Leon semasa hidup.


Tak lama petugas dari krematorium datang untuk melakukan acara kremasi jenazah Leon.


"Apa kami bisa membawanya sekarang?" tanya petugas kremasi itu.


"Silahkan bawa! Lebih cepat lebih baik" ucap Ken.


Di bawalah jenazah Leon menuju krematorium. Sesampainya disana dengan di iringi berbagai macam tahap demi tahap akhirnya jenazah kakek tua itu di kremasi dan abunya di bawa oleh Pelix untuk di larung ke laut.


Waktu menunjukan pukul satu dini hari, Pelix dan Jhonson kembali ke kediaman Leon. Disana sudah ada Ken menunggunya. Ketika Pelix dan sang ayah hendak memasuki rumah itu, Mereka di hadang oleh anak buah Leon yang sudah berbelok menjadi anak buah Ken. Mereka membawa senjata api.


"Apa apaan ini?" tanya Pelix.


"Kalian di larang memasuki mansion ini oleh big bos!" ucap Salah satu orang itu.


"Hei Rudolf kau anak buah kakek, aku cucunya. ku bebas masuk kapan pun! Siapa yang menyuruhmu?" tanya Jhonson.


"AkuHahahaha! Aku yang menyuruh mereka menghadangmu. Aku pemimpin mereka" ucap Ken yang muncul dari dalam dengan seringai kemenangan.


"Kalian berkhianat padaku? Akan ku pastikan kalian akan menyesal karena menuruti bandot tua itu!" gelegar Pelix dengan wajah murka.


Semua anak buah Ken ketakutan karena ancaman dari Pelix.


"Hei anak tikus, berhenti kau mengoceh atau aku tembak kalian berdua" ucap Ken tergelak senang.


"Baiklah kami akan pergi, aku akan meminta kunci mobil ku dan kedua apartemen karena itu miliku" ucap Pelix.


"Big no. Kau hanya bisa membawa ini" ucap Ken dengan melempar kunci mobil secara hina ke wajah Pelix.


"Brengsek kau paman" ucap Pelix.


Dia pun segera mengambil mobil dan bergi dengan Sang ayah.


Di perjalanan, Pelix menelepon Billy.


"Hallo bos!" ucap Billy.


"Kita harus bertemu! Ada hal yang harus aku bicarakan sekarang!" ucap Pelix sembari menutup panggilan teleponnya


Maaf ya ceritanya sedikit pendek. Othor ngetik nya pake hp. Laptop nya rusak..😭😭


Nantikan karya ku selanjutnya..... tinggalkan like dan komen kalian biar akyu semangat membuat cerita lagi... love u all...😍😍😍😍😍💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋

__ADS_1


__ADS_2