
Untuk para Reader sekalian yang di hormati dan tersayang.. Telah update novel baruku yang berjudul.
Sudah berbulan-bulan Ken hidup dalam bungker. Badannya kurus kering dan seperti manusia goa. Apapun yang dia temui dia makan termasuk ular dan tikus. Gigi palsunya menghitam. Dia sangat putus asa. Belakangan ini dia punya sahabat seekor lutung yang di beri nama Baba.
Lutung itu pun yang setia menemani hari-hari Ken di dalam bungker.
"Baba kau sangat mirip dengan Pelix" ucap Ken sembari tertawa terbahak-bahak.
¥
Polisi masih giat mencari buronan terkait kasus perdagangan manusia yang masih belum terendus keberadaannya. Wajah tersangka yang tak lain dan tak bukan ialah Ken seorang. Semua anak buahnya sudah tertangkap dan tidak ada yang bicara dimana keberadaan ketuanya itu.
"Kita akan mencarinya di hutan gunung Kawung! Buat pasukan bunglon agar tersangka ini bisa terkecoh" ucap jendral berkumis tebal itu.
¥
Ken yang sudah tidak mempunyai stok air bersihpun kini keluar bungker bersama peliharaannya turun kesungai.
"Baba, aku tak mau harus selamanya tinggal di hutan seperti ini" Ken terus saja mengeluh.
Lutung itu hanya manggut-manggut sembari menggaruk bokongnya.
__ADS_1
Tiba-tiba Baba si lutung menggeram seperti sedang ketakutan.
"Kenapa kau tak bisa diam?" ucapnya.
Ternyata di sebelah Ken ada ular🐍 piton sedang melingkar pada akar pohon.
"Ini makanan enak!" ucapnya.
Ken segera menebas tubuh ular itu menjadi beberapa bagian untuk dijadikan ular barbeque🍢🔥.
Hidup di hutan dan didalam bungker menjadikan dia harus survive dengan apapun termasuk soal makanan. Hidupnya pun sudah seperti tarzan.
¥
Siang itu wajah Jhonson seperti tak cerita. sudah dua hari di bermuram durja.
Jhonson langsung memeluk sang istri.
"Aku hanya sedang ingat pada Ken adiku" ucap Jhonson sendu.
"Memangnya belum ada kabar dimana dia berada? " tanya Kaisyah.
"Tidak ada kabar sama sekali" jawabnya.
"Yasudah daripada kamu sedih, kita ngamar saja yuk mumpung anak-anak sedang tidak ada. Aku rindu hentakanmu Jhony sayang" ucap Kaisyah manja sembari menciumi wajah Sang suami.
__ADS_1
"Itu yang ku inginkan sayang. Kau diatas ya" ucap pria paruh baya itu sembari menggandeng sang istri masuk kedalam kamar.
•
Malam itu, Ken memanggang ular hasil buruannya diluar bungker. dan ternyata asapnya tercium oleh polisi yang sedang bertugas di dalam hutan mencari Ken.
"Bau apa ini komandan? " tanya salah satu polisi 👮.
"Ini seperti aroma daging panggang. Apa mungkin yang kita cari bersembunyi sekitar sini. Ayo kita cari!" perintah sang komandan.
Ken melihat ada semburat sinar lampu senter dan dia sangat ketakutan!
"Bahaya itu pasti polisi yang sedang mencari ku. Aku harus sembunyi" Ken pun segera masuk kedalam bungker bersama lutung kesayangannya dan menutup rapat pintu bungker dengan daun🍃 kering.
Polisi menemukan bekas orang menyalakan api unggun dan masih ada sisa potongan ular yang akan di bakar.
"Tidak mungkin pendaki yang melakukan ini karena tidak ada tenda. Saya yakin ini ulah orang yang kita cari dan bersembunyi ketika kita datang" ucap sang komandan.
Polisi itu pun menembakkan pistol suar ke udara agar Ken menyerah.
"Menyerah atau kami tembak sekarang. Kau sudah terkepung" ucap polisi dengan menggunakan speaker tangan.
Ken hanya mengumpat dalam bungker itu.
"Enak saja menyerah! Pantang untukku" ucapnya sembari mengunyah ular yang sudah dia panggang.
__ADS_1
Polisi pun sementara waktu menghentikan pencarian nya dan langsung pulang.
Hai, maafnya ceritanya pendek! Othor lagi atit jadi ngetiknya sedikit. Cerita masih banyak tetapi badan kretek! Sementara harus up cerita tiap hari... i love u all.. Semoga pembaca novel ku sehat dan banyak rejekinya.... amin. 😘😘😘😘