
Pelix yang sedang istirahat di peternakan, di kagetkan dengan kedatangan dua ibu-ibu caper.
"Hallo nak Pelix. Kamu pasti lapar kan? haus kan? atau cape! nih tante bawakan jus melon untuk nak Pelix" Ucap Diana sembari menyodorkan segelas jus.
Pelix pun menerima dan meminum jus tersebut. ketika dia meneguk jus dari gelasnya, terlihat rembesan jus itu keluar dari bibir sexy nya dan membasahi leher hingga turun ke dadanya membuat Diana melongo.
Tak lama, Yuni segera menghampiri mereka berdua.
" Nak Pelix, kamu jam segini masih kerja?" Tanya Yuni.
"Ya tante" jawab nya singkat.
"Martin kok kejam ya sama pegawai. Harusnya jam segini kamu sudah istirahat. Awas ya nanti aku marahin si Martin" Cerus Yuni.
"Gak usah tan, ini masih jam kerja untuk saya" jawab Pelix. Sebenarnya dia kesal dengan perlakuan kedua wanita paruh baya itu yang berlebihan. Tapi mau bagaimana lagi.
Di ruang tamu, ketika Martin sedang meminum kopi, tiba-tiba Yuni datang dan marah-marah.
"Tin, kamu itu adalah majikan kejam" ucap Yuni.
"Loh mama kok ngomong nya seperti itu?" jawab Martin.
__ADS_1
"Harusnya nak Pelix di suruh istirahat. Jangan nyuruh kerja sampai jam segini. Pokoknya mama gak mau tahu ya Tin, nak Pelix harus istirahat gak boleh kerja lagi hari ini" tegas Yuni.
"Arrgghhhhh.. Tau lah . Terserah mama saja" Jawab Martin frustasi.
Di rasa tingkah laku mama dan ibu mertuanya yang selalu memanjakan Pelik, membuat Martin jengah. Akhirnya dia pun mengajak mereka jalan-jalan.
"Mama, ibu. Kita akan jalan-jalan hari ini" ucap Martin
"Siap. Tapi nak Pelix yang yang bawa mobilnya" ucap Diana.
"Gak, gak. Saya yang akan bawa monilnya. Dan Pelix tidak akan ikut. Masih banyak tugasnya disini" jawab Martin sedikit tegas.
Setelah melalui beberapa perdebatan, akhirnya mereka pergi berlibur. Tinggal Pelix di rumah sendiri. Dia segera masuk ke ruang bawah tanah untuk mengambil barang yang di tanyai oleh sang kakek.
¥
¥
Di kediaman Leon, semua anggota genx sedang menanti kedatangan Pelix. Sudah satu bulan lebih dua hari dia belum juga menyerahkan barang itu.
"papi, bagaimana kalau dia membohongi kita?" ucap Ken.
__ADS_1
"Dia tak akan membohongi kita" jawab Leon.
Tiba-tiba datanglah orang yang di harapkan.
"Paman tak usah cemas. Aku datang membawa barang yang kalian mau" ucap Pelix sembari menyerahkan tas besar kepada Leon.
Dibuka nya tas itu, seketika wajah Leon dan putranya Ken berbinar. Barang yang di cari sudah ada di depan mata. Tapi jumlah nya masih kurang.
"Hebat sekali keponakan ku ini. Tapi kokain nya tidak sebanyak petunjuk yang ada" kata Ken.
"Aku tak bisa membawa semua dalam satu hari" jawab Pelix.
"Tak apa sayang. Ini cukup untuk mengirim ke Casino di Las Vegas dan menutupi pasar di Venezuela" imbuh Ken.
"Sebagai balasan atas kerja mu, apa yang kamu mau?" tanya Leon.
"Aku hanya mau gadis itu. dan jangan campuri urusan pribadiku dan hatiku" jawab Pelix.
"Gadis itu masalalu mu" tegas Leon.
"Dengan kau menjalin hubungan dengan gadis itu, maka kita semua akan terancam. Bagaimana seandainya jika dia tahu, kalau kita lah yang membunuh pamannya" tegas Jhonson.
__ADS_1
Tanpa berdebat lagi, Pelix pergi meninggalkan rumah keluarganya.