
"Kok kamu mengajaku kemari?" tanya Pelix pada Marini.
Sebuah pemakaman umum bergaya mediterania menjadi tempat terakhir papa Marini yang bernama Ricy Panleu seorang lelaki keturunan portugal.
"Aku ingin mengajak mu bertemu dengan papa ku" jawab Marini.
"Ya sudah kita tabur bunga disana" ucap Pelix.
..."Papa aku merindukanmu! Lihat lah pah, aku kemari membawa calon suamiku kami akan secepatnya menikah bulan depan" ucap Marini spontan....
Hal itu membuat Pelix sangat terkejut pasalnya dia tidak ada rencana akan menikahi seseorang dalam waktu dekat.
"Dia ngomong apa sih? Aku saja baru tahu sekarang" gumam Pelix dalam hati.
Pelix hanya tersenyum kaku kala mendengar pembicaraan Marini dengan pusara sang ayah.
Di perjalanan Pelix tampak diam dan memendam kekesalan pada Marini. Bukan kesal tidak beralasan karena di ajak menikah tetapi Marini tidak bicara terlebih dahulu padanya kala berbicara dengan pusara makam ayahnya.
"Pel dari tadi kamu hanya diam kenapa?" tanya Marini.
"Tidak apa-apa!"ucap nya singkat.
" Jangan membohongiku!" tegas Marini.
Pelix seketika membelokan mobilnya ke arah pinggiran jalan di bawah pohon akasia.
"Aku hanya kesal padamu!" ucap Pelix.
"Kok bisa?" tanya Marini heran.
"Kenapa kau bicara dengan pusara ayahmu bilang kita akan menikah secepatnya bahkan satu bulan lagi? Apa kau sudah gila Rin? Bahkan aku belum bicara apapun tentang itu. Kau bicara di depan orang yang sudah meninggal bagaimana jika ayahmu tahu?" ungkap Pelix.
"Aku sengaja dan aku harap kita segera menikah secepatnya! Lagi pula kau pernah bicara kita akan menikah jika keluargamu sudah di temukan bukan? Lantas apa yang kau ragukan sekarang Pel?"tanya Marini.
"Aku belum bisa memutuskan apapun sekarang Rin! Tolong pahamilan posisiku" ucap Pelix.
"Aku tahu sumber keraguan mu pasti wanita depresi itu kan? Kau masih jatuh cinta padanya dan artinya kau me
mbohongiku" geram Marini.
"Hei Rin, wanita depresi itu punya nama. Jaga bicaramu bagaimana jika apa yang terjadi dengan Amora menimpa hidupmu hah?" ucap Pelix sengit.
"Owh jadi kamu membela dia di hadapan ku Pel? Aku tidak terima!"sentak Marini.
" Bukan seperti itu Rin, Kau jangan salah paham! Aku hanya mengingatkan saja kalau semua yang menimpa Amora menimpa mu juga? Aku yakin kau juga akan sama terguncangnya seperti dia" tegas Pelix yang kesal dengan Marini karena sikapnya selalu egois.
"Stoppp!" ucap Marini menyuruh Pelix memghentikan mobilnya.
"Kau mau apa Rin jangan seperti anak kecil begitu dong!" ucap Pelix.
__ADS_1
"Aku bilang berhenti ya berhenti"ketus Marini.
Pelix pun dengan marah langsung memberhentikan mobilnya di pinggir jalan.
" Turun dari mobilku sekarang!" tegas Pelix.
"What the f√ck!! Kau mengusirku hah? Sejak kapan kau belajar kasar kepadaku Pel?" tanya Marini.
"Sejak sekarang! Karena kau terlalu egois. Pergi sekarang juga aku malas dengan wanita egois" jawab Pelix.
Marini dengan emosi membuncah, Turun dari mobil BMW milik Pelix dengan menutup pintu mobil itu sangat kencang.
Brughhhhh!!!!!
"Sialan kau Pel. Semua ini gara-gara wanita depresi itu, sampai kau memperlakukan aku seburuk ini" oceh Marini di pinggir jalan sembari menyebrang.
Di waktu yang sama, Ricky baru selesai meeting di sebuah resto mewah bersama ke tiga koleganya. Di jalan dia sedikit lemas karena rapatnya berjalan sampai tiga jam karena sangat sulit mencapai kesepakatan kerja sama.
"Arghhhhhh dasar pria tua arogan mau untungnya saja" ucap Ricky mengumpat kepada ketiga kolega nya.
"Apalagi si pria tua yang bernama Bara Hanggoro tak sekalipun menyimak apa yang aku promosikan, dia malah bermain mata dengan pelayan resto itu! Dan satu lagi si botak yang bernama Dicky Syailendra sok berkuasa dan terlihat meremehkan hasil kerja ku padahal apa yang aku tawarkan akan menghasilkan keuntungan yang luar biasa untuk mereka. Dasar bodoh! Aku jadi heran kenapa Dady bisa berkongsi dengan para begundal itu" gumamnya kesal sembari memukul-mukul kemudi stir mobil nya.
Ketika mobilnya hendak memasuki sebuah jalan layang, terlihat sosok wanita yang sangat di kenalnya berjalan terhuyung sembari menenteng jas dokternya. Ricky pun segera menghampiri Marini.
"Marini!"panggil Ricky.
Marini pun menoleh ke arah sumber suara tetapi dia segera memalingkan muka nya dan terus berjalan. Ricky amatlah kesal dengan sikap Marini! Di tariklah lengan Marini hingga tak bisa berkutik dalam pelukan Ricky.
"Lepas! Bukan urusanmu!" sentak Marini.
Tak banyak bicara, Ricky langsung membopong tubuh Marini sampai masuk ke dalam mobilnya.
"Sialan kau mau menculiku Ricky?" tanya Marini.
"Sepertinya itu ide bagus"ucap Ricky dengan seringai pada bibir seksi nya.
" Brengsek! Turunkan aku sekarang;" ucap Marini sembari membuka paksa pintu mobil yang sudah terkunci secara otomatis.
"Ceritakan padaku kenapa kau berjalan sendirian?" tanya Ricky.
"Aku di turun paksakan oleh Pelix di jalanan sepi. Dugaan ku salah ternyata dia masih mencintai wanita depresi itu dan berbohong padaku! Dia membelanya di depan ku dan dia merasa tidak yakin ketika aku mengajaknya untuk menikah" ungkap Marini dengan nada berapi-api.
"Hmmmmmzzz~~Sudah ku katakan padamu kalau kekasih hatimu itu masih mencintai Amora!“ ucapnya terpotong karena Marini langsung memotongnya.
" Stop! Jangan sebut nama wanita jal@ng depresi itu aku muak" sentaknya.
"Kau tahu, itu yang buat Pelix menjadi tidak yakin lagi padamu! Kau terlalu mendominasi Rin hingga dia jengah. Turunkan lah egomu! Bersikap lah yang manis" ucap Ricky.
"Kau berbicara seolah membela wanita itu"geram Marini.
__ADS_1
" Aku bicara fakta" jawabnya singkat.
"Berhenti! Turunkan aku disini Ricky stop" pekik Marini yang terus saja emosi.
"Ricky stop aku mau turun disini! Tak ada yang mau mengerti terhadapku semuanya sampah"
"Ricky stop. Aku bilang berhenti bodoh"Pekik Amora.
Ricky pun di buat jengah oleh ocehan Marini. Seketika dia membanting stir ke pinggir jalan layang yang di bawahnya terdapat rel kreta.
" Kau bisa diam tidak wanita cerewet! Apa kau tidak bisa bersikap lembut sedikit saja pada seseorang hah? Ayo turun sekarang sepat turun atau aku yang menurunkan mu. Lihat tepat di bawah sana kreta api sedang melaju dengan kencangnya! Jika ku melemparmu seketika kau akan menjadi daging giling" bentak Ricky.
Selama dia mengenal Marini, dia baru pertama kali memarahi wanita itu. Ricky sangat kesal kepada Marini yang suka bicara seenaknya saja dan ini puncak kekesalannya.
"Diam dan duduklah dengan tenang" ucap Ricky.
"Kau memarahiku hem?" tanya Marini dengan air mata yang sudah menganak.
"Karena kau sangat susah untuk di kendalikan! Perasaan itu tidak bisa di paksakan jika Pelix sudah mencintai Amora lantas kau mau apa? Sama sepertiku yang selalu mencintaimu walau kau selalu mengabaikannya" tutur Ricky sembari mengelus lembut pucuk kepala Marini.
"Pelix harus menikahiku apapun alasannya" tegas Marini.
"Hei nona kau terlalu memaksa sekali. Ada apa sebanarnya antara kau dengan dia sampai kau seobsesi ini bahkan kau tak pernah meliriku?" tanya Ricky heran.
"Karena Pelix lah yang merenggut kesucianku ~~Huhuhu! Dan dia lah yang harus menjadi suamiku"Marini akhirnya mengakui alasan di balik sikap ngotot nya pada Pelix karena suatu alasan.
Hal itu membuat Ricky diam seribu bahasa! Ada rasa sesak di dadanya mengetahui bahwa Marini sudah bukan perawan lagi.
" Kenapa kau diam Ric? Lagi pula siapa yang mau nikahin gadis yang sudah tidak perawan lagi! Jika aku tidak menikah dengan Pelix maka aku akan melajang seumur hidup karena pria mana yang mau menikahiku yang sudah ternoda ini"ucap Marini sendu.
"Aku yang akan menikahimu terlepas kau masih perawan atau tidak! Jujur aku juga sudah tidak perjaka, bukan dengan seorang wanita tapi dengan si james monyet itu. Dia merenggut keperjakaan ku" tutur Ricky.
"Aku hanya ingin dia tanggung jawab" ucap Marini.
"Apa yang harus di tanggung jawab kan jika kalian melakukannya suka sama suka? Dan kau pasti mende*@h kan di bawah kungkungannya, artinya kau menikmati kecuali kau di perkaos itu baru akan di kenakan pasal. Ayolah Rin buka matamu, Pelix itu sudah tidak mencintaimu lagi, jadi jangan paksakan dia" ucap Ricky.
"Diam kau bocah tak usah sok bijak" timpal Marini.
"Yasudah terserah anda saja" Ricky kesal dengan Marini.
Ricky pun mengantarkan Marini ke rumahnya. Disana sudah di sambut oleh Elizabeth, Seketika kening nya berkerut ketika melihat Marini dengan langkah gontai langsung masuk ke dalam kamarnya tanpa menyapa sang mama.
"Sore tanteu! Apa kabar?" tanya Ricky yang langsung menghampiri Elizabeth.
"Baik nak Ricky! Ayo silahkan duduk" ucapnya.
"Ada apa dengan Marini?" tanya Elizabeth.
Ricky pun menceritakan hal apa saja yang terjadi pada Marini hari ini dari mulai dia di turun paksakan oleh Pelix sampai rahasia yang Marini turupi selama ini bahwa dia dan Pelix sudah pernah bercinta enam tahun yang lalu membuat hati Elizabeth terasa sesak.
__ADS_1
Pantas selama ini, Marini selalu menutup diri dari laki-laki manapun, Dia hanya menunggu Pelix yang ternyata sudah menodainya.