
Acara pernikahanpun selesai. Kini tinggal Susan, martin, Marini dan Ricky yang masih stay di Villa.
"Aku tak menyangka momen ini akan menjadi ajang perkumpulan para mantan" celetuk Ricky yang langsung di senggol oleh Marini.
"Apasih malu-maluin" ketus Marini.
Semua orang tertawa.
"Gak apa ini itung-itung ajang silaturahmi kan" ucap Martin.
"Ya benar dan terimakasih kalian sudah jauh-jauh menyempatkan datang ke mari" ucap Pelix senang.
"selamat ya untuk kalian berdua semoga selalu bahagia" ucap Marini dengan suara senang.
"Amin. Kalian juga ya" balas Amora pada keempat pasangan yang ada di depannya.
"Amor, aku dan Susan sampai pegal di dalam mobil. si kampret ini ngundang nikah tidak kita-kira jauhnya" ucap Martin sembari menoyor kepala Pelix.
"Sekali-kali kan menyetir jauh. Sekalian ajak Susan refresing. Oh ya mana Nayla?" balas Amora sembari menanyakan anak mereka.
"Di asuh mama! Kasihan kalau di bawa perjalanan jauh-jauh" balas Susan.
Lalu pandangan Martin tertuju pada Vivid karena.
"Mbak, kamu sudah menikah benar?" Martin hanya tahu berita pernikahan vivid dari Amora.
"Benar Tuan!" jawab Vivid malu-malu.
"Wah aku baru tahu kemarin. Itu juga Amora yang mengabariku. Selamat ya mbak semoga pernikahanmu langgeng selamanya" ucap Martin.
"Amin Tuan, terimakasih do'anya" balas Vivid.
Karena hari sudah terlalu siang, akhirnya Martin dan Ricky beserta istri-istrinya memutuskan untuk pulang ke Jakarta.
"Kalau begitu kami pamit ya Amor dan broo Pelix. Terimakasih untuk penjamuannya, makannan nya enak sekali" ucap Martin.
"Ya kami juga pamit. Terimaksih kak Amor sudah menyambut kami dengan sangat ramah" ucap Ricky.
"Terimaksih juga kalian sudah menyempatkan waktu kemari. Jangan bosen-bosen" ucap Pelix.
"Eh iya, disini ada tanah yang akan di jual tidak ya? Aku ingin mendirikan vila disini. pemandangannya sangat indah" Ricky sampai betah rasanya tak ingin pulang ke Jakarta.
"Kalau hal itu bisa di bicarakan dengan bunda" jawab Pelix.
Mereka pun semua berpelukan dan pulang menyisakan Billy dan Vivid karena mereka ingin tinggal lebih lama di vila itu.
Mereka pun berkumpul di ruang tamu. Ada yang kurang karena Camilla dan Henry tak keluar kamar selepas pesta selesai.
Tiba-tiba Amora merasakan mual, dia pun segera berlari menuju kamar mandi membuat semuanya heran. Tak berselang lama Vivid menyusul Amora karena perutnya sama merasa mual. Kini giliran Kaisyah pun sama merasa mual. Akhirnya mereka bertiga muntah masal di kamar mandi.
Hal itu membuat suami-suami mereka saling pandang keheranan.
"Mereka kenapa?" ucap Jhonson bingung.
"Entahlah om aku pun tak tahu" balas Billy.
"Apa mungkin mereka kelelahan sesudah acara tadi" timpal Pelix.
"Bisa jadi" jawab Jhonson.
__ADS_1
Di kamar mandi, ketiga wanita itu telah selesai acara mual muntahnya. Ketiganya heran dengan apa yang di alaminya.
"Kak Amor kenapa?" tanya Vivid.
"Entahlah. Tiba-tiba perutku serasa di aduk. Kamu kenapa?" tanya Amora.
"Sama, aku juga gak kuat mual banget" ucap Vivid.
"Lah bunda kenapa ikut-ikutan kemari?" tanyanya pada Kaisyah.
"Bunda juga mual sama pusing banget. Dari acara pesta sih hanya bunda tahan-tahan saja. Barusan sudah gak kuat banget" jawab Kaisyah.
Ketiga wanita itu pun keluar kamar mandi.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Pelix khawatir pada Amora.
"Aku mual sayang!" jawab Amora sembari mengelus perutnya.
"Apa jangan-jangan kamu hamil?" Pelix segera menghampiri Amora.
"Entahlah!" ucap Amora.
"Begini saja, kau malam ini ke apotik beli tespek tiga biji karena aku juga ingin tahu keadaan istriku" Jhonson tak kalah khawatir.
Pelix pun membeli tespek itu.
Skip
Kini masing-masing dari ketiga wanita itu memegang tespek. Rasa gugup menyelimuti ketiganya.
Pertama yang masuk ke kamar mandi adalah Amor, kedua Vivid dan ketiga Kaisyah.
Ketiganya tak mau melihat hasilnya, seketika langsung di berikan kepada pasangannya masing-masing.
Seketika mata Pelix berkaca-kaca ketika melihat hasilnya ternyata geris dua.
"Amora kamu hamil sayang! Argghhhh aku sebentar lagi menjadi seorang ayah" Pelix dengan terharu memeluk dan menciumi wajah sang istri.
Kedua Billy, Dia pun sama bahagianya sampai dia menitikan air matanya dan langsung memeluk Vivid.
"Sayang bojone mas Billy, selamat ya kamu hamil. Aku akan menjadi dady sebentar lagi. Terimaksih sayang terimaksih akhienya hidupku takana kesepian lagi" Billy langsung memeluk snag istri dengan erat.
Vivid hanya terharu dan menitikan air mata.
Selanjutnya bagian Jhonson. Dia tak berani membuka tespek itu karena saking tegangnya.
"Buka dong ayah" ucap Pelix.
"Ayah takut!" ucapnya.
"Buka"
"Buka"
"Buka" ucap semuanya.
Jhonson pun membuka dan seketika dia diam terpaku dengan mulut ternganga.
"Ayah kenapa?" tanya Kaisyah panik melihat sang suami mematung.
__ADS_1
"Bunda hamil! Ayah sebentar lagi bakal punya bayi" ucap Jhonson lemas.
Semua orang terkejut, lalu Amora mengambil tespek itu dari tangan Jhonson.
Dan benar sebuah garis dua terpampang yata di tespek milik Kaisyah.
"Bunda hamil" ucap Amora.
"Apa hamil?" Kaisyah segera mengambil tespek dari tangan Amora. Dia memandang tespek itu antara bahagia dan lemas.
Di usia yang menginjak empat puluh enam tahun dia sedang hamil.
"Ayah bagaimana ini? Bunda sudah tua ayah?" Kaisyah terisak sembari memegang tespek itu.
"Bunda kenapa menangis? Ayah bahagia disaat waktunya kita menimang cucu, malah menimang anak sendiri" Jhonson memeluk sang istri dan menenagkannya.
"Ayah tidak marah?" tanya Kaisyah polos.
"Yaampun bunda bicara apa sih? Ayah senang, ayah bahagia. Bunda pokonya jangan cape-cape ya karena kehamilan usia lanjut memang sedikit beresiko. Bunda tak boleh cape-cape" ucap Jhonson.
"Sayang, kamu bakal punya adik bayi" goda Amora.
"Kok bisa sih bunda hamil lagi?" tanya Pelix polos.
"Bunda kan masih haid kak, di tambah nih si aki-aki nyiram tiap malam akhirnya ya begini" seloroh Kaisyah dengan malu-malu.
"Ishhhh masih doyan ternyata" ledek Pelix.
"Kamu kan tahu gimana enaknya Kak" ucap Jhonson tak mau di salahkan.
Mereka semua tergelak.
"Yasudah kita istiraha saya ya. Kita harus menjaga utun kita" Kaisyah dengan senang mengelus-elus perutnya.
Tiba-tiba Camilla muncul dengan rambut yang acak-acakan dan jalannya ngangkang.
"Ada apa sih rame sekali?" tanyanya.
"Duh yang habis unboxing jalannya sampai begitu" ledek Pelix.
"Sumpah demi apapun sakit banget. Punya bang Henry panjang dan besar aku sampai nangis" ucap Camilla tanpa malu-malu.
Semua orang tertawa melihat Camilla.
"Mana suamimu sekarang?" tanya Jhonson.
"Dia lagi bobo kayanya kelelahan" jawab Camilla polosnya.
"Begitulah pria kalau sudah dapat enaknya langsung bobo" ledek Kaisyah sembari mendelik ke arah sang suami.
"Hehe, bunda tau aja" ucap Jhonson dan Pelix tanpa dosa.
"Dek, sebentar lagi kamu akan punya adik" ucap Jhonson sembari memberikan tesoek pada Camilla.
"Tunggu, maksudnya apa ini?" Camilla heran.
"Bunda hamil dek! Ayah bakal punya bayi dan Kak amor juga sama sedang hamil kamu akan jadi aunty" ucap Jhonson.
Seketika Camilla pingsan membuat seisi rumah menjadi gaduh.
__ADS_1